
Semuanya terasa semakin meriah saat si MC acara itu mulai membuka acara ini. Semuanya langsung terfokus ke arah panggung. Darren mengajak istrinya duduk di sebuah meja di ujung ruangan. Dia sengaja memilih tempat yang agak jauh dari keramaian, karena dia ingin bebas menggoda istrinya dengan memberikan kata-kata cinta yang membuat semburat merah muncul di pipi istrinya. Dan sikap Rista yang malu-malu seperti ini malah membuat Darren gemas dan ingin selalu menggodanya.
"Kak, sebenarnya ini tuh acara apa?"
Darren melihat ke arah panggung, si pemilik acara malam ini baru saja naik ke atas panggung untuk memberi sambutan pada semua tamu undangan.
"Ini acara penyambutan anak dari Tuan Degra, dia baru kembali dari luar negara. Jadi mulai saat ini dia akan menggantikan dirinya sebagai pemimpin perusahaannya"
Rista mengangguk saja, dia menatap ke sekelilingnya. Semua tamu undangan benar-benar datang dari kalangan atas. Terlihat sekali dari cara mereka berbicara. Sangat elegan dan penuh wibawa. Jauh banget sama dirinya yang kadang suka asal ceplos jika bicara. .
"Dengar-dengar anaknya Tuan Degra itu sangat tampan loh. Dia juga masih single"
"Iya iya.. Aku ingin menjodohkannya dengan anakku"
"Sayangnya aku tidak punya anak perempuan"
Rista menoleh saat mendengar percakapan Ibu-ibu di belakangnya. Mereka sedang menggosipkan si pemilik acara malam ini. Rista hanya menggeleng pelan mendengar mereka yang bersemangat sekali untuk menjodohkan anak mereka.
Rista menarik lengan jas suaminya membuat Darren langsung menoleh padanya. Darren sedikit bingung saat melihat tatapan Rista yang tidak biasanya.
"Awas ya kalau sampai kamu bilang masih single. Nanti pasti banyak Ibu-ibu yang akan menjodohkan anaknya padamu"
Darren terkekeh mendengar itu, ternyata istrinya sedang membuat ancaman untuk dirinya. Darren melirik ke meja tepat di belakang istrinya, ada sekelompok Ibu-ibu sosialita yang sedang membicarakan anak si pemilik acara malam ini. Darren hanya tersenyum, lalu doa meraih belakang kepala istrinya dan menariknya agar lebih dekat dengannya.
Cup..
Darren mengecup bibir Rista, lalu kecupan itu beralih pada kedua pipinya dan keningnya. Hal itu tentu saja membuat Rista terkejut, apalagi ini sangat ramai. Tidak mungkin jika tidak ada yang melihat apa yang di lakukan Darren saat ini.
"Apaan si? Kan malu"
__ADS_1
"Kenapa malu, aku suamimu. Jadi tidak perlu malu saat aku ingin mencium istriku sendiri"
Rista hanya mendengus kesal mendengarnya. Darren memang telah berubah menjadi pria mesum yang sangat bucin. Membuat Rista kadang heran dengan sikapnya kali ini. Seolah Darren yang dulu sangat dingin telah hilang dan telah berubah menjadi suami yang hangat yang sangat mencintai istrinya.
"Mari kita panggilkan putra tunggal dari Tuan Degra, Ansoni Degra"
Rista refleks menoleh ke arah panggung saat suara MC begitu terdengar nyaring. Matanya langsung terbelalak saat melihat pria tampan yang baru saja naik ke atas panggung. Dia adalah Soni, pria yang mengganggunya saat acara bulan madu kemarin.
Sepertinya disini bukan Rista saja yang terkejut, tapi juga Darren. Tangannya sudah mengepal erat saat melihat pria yang telah mengganggu istrinya itu.
Dan di atas panggung Soni langsung memberikan sambutan pada semua tamu undangan. Namun tatapannya tertuju pada meja di ujung. Dia wanita yang berhasil membuatnya penasaran. Dan Soni akhirnya bertemu kembali dengannya.
Sepertinya kita adalah jodoh, cantik.
Rista tidak menyangka jika dunia begitu sempit. Dia sudah pergi dari pulau, tempatnya berbulan madu dengan suaminya. Tapi kenapa malah bertemu lagi dengan pria pemancing hura-hara itu.
"Ayo pulang" Darren berdiri dan menarik tangan istrinya. Rista gelagapan, dia langsung menyambar tasanya dan mengikuti suaminya. Darren benar-benar kesal saat ini. Sialnya dia akan sering bertemu dengan pria sialan itu. Karena saat ini ada proyek kerja sama dengan perusahaannya yang baru saja di mulai.
Sampai di depan mobil, Darren duduk di bagian depan mobil. Dia mengusap wajah kasar dengan tangan satunya masih menggenggam tangan Rista yang berdiri di sampingnya. "Kenapa pria itu bisa ada disini si. Oh Tuhan, dia anaknya Tuan Degra. Sial"
Rista mengelus pundak suaminya, tahu jika Darren sedang kesal saat ini. Tapi apa yang bisa Rista lakukan, dia tidak bisa melakukan apapun dengan kejadian hari ini. "Sayang, tenang ya. Meski dia ada disini, aku tidak akan pernah terpengaruh. Mau dia lebih kaya, dia lebih tampan dan lebih segalanya darimu. Aku tetap mencintaimu dan tidak akan berubah sampai kapanpun. Apa kami tidak percaya dengan cintaku ini?"
Darren menatap istrinya, tentu dia percaya pada Rista. "Aku percaya padamu, tapi tidak dengan laki-laki itu!"
Rista mengelus tangan suaminya yang menggenggam tangannya. "Tidak papa jika kamu tidak percaya padanya. Yang penting kamu percaya padaku, jika aku akan selalu mebcintaimu sampai kapanpun. Sekarang ayo kita pulang"
"Hmm" Darren segera masuk ke dalam mobilnya dengan wajah yang masih di liputi rasa kesal.
Rista hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Suaminya yang tadi sedang sangat ceria, sekarang malah berubah kesal karena kehadiran pria itu.
__ADS_1
Lagian kenapa tuh orang bisa muncul disini. Bikin suami gue jadi gak mood aja deh.
...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...
Setelah pulang dari pesta malam itu, Darren mulai membatasi Rista. Dia tidak mengizinkan Rista pergi keluar rumah tanpa dirinya. Semuanya dia lakukan karena dia takut jika tiba-tiba saja di jalan Rista akan bertemu dengan Soni.
"Sayang, kapan kita pergi jalan-jalan? Aku bosan, sudah seminggu ini hanya diam di rumah atau aku ikut ke kantormu saja bagaimana?"
Darren menggeleng pelan. "No, hari ini adalah pembahasan kontrak kerja sama aku dengan perusahaan Tuan Degra untuk pertama kalinya. Jadi, pasti dia akan bertemu dengannya hari ini"
Rista cemberut, meski begitu dia tidak bisa membantah keputusan suaminya. Rista tahu jika suaminya sangat tidak suka melihat dirinya dekat dengan pria lain, apalagi dengan Soni yang jelas-jelas telah mengibarkan bendera perang padanya.
"Yaudah aku pergi dulu, baik-baik di rumah" Darren mencium kening istrinya sebelum berangkat bekerja.
Sampai di perusahaan, Darren langsung di beri tahukan oleh sekretarisnya jika rekan kerjanya sudah menunggu. Kini dia telah duduk di ruang meeting dengan Soni dan asistennya.
Soni tersenyum saat melihat Darren, dia berdiri dan mengulurkan tangannya pada Darren. "Selamat pagi Tuan Darrendra, saya Ansoni Degra yang mulai hari ini akan memimpin perusahaan keluarga Degra"
Meski malas, tapi Darren tetap berusaha profesional. Dia menjabat uluran tangan Rega. Meski di wajahnya tanpa senyum sedikit pun. "Selamat bergabung dengan kami Tuan Ansoni"
"Terimakasih"
Meeting pun di mulai, keduanya masih bisa menunjukan profesional mereka. Sampai urusan pekerjaan benar-benar selesai dengan sempurna. Mereka benar-benar bisa membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan pekerjaan.
"Baiklah, semuanya sudah sepakat. Apa apalagi yang anda perlukan disini?" Ucapan Darren benar-benar menyatakan jika dia ingin Soni segera pergi darisana. Cepatlah pergi, kenapa masih disini. Begitulah arti dari ucapan Darren.
"Aku hanya ingin menanyakan kabar istrimu, bagaimana dia?"
Brakk..
__ADS_1
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5