RISTA (Cinta Dalam Luka)

RISTA (Cinta Dalam Luka)
Penyesalan Soni


__ADS_3

Rista sedang duduk di sofa dekat jendela di kamarnya. Tangannya memegang ponsel yang menempel di telinga. "Dia datang kesini dan mencarimu Xien, apa aku bilang dia pasti akan menyesal karena telah mengecewakanmu"


"Aku juga bingung sekarang harus gimana Kak? Hidup aku seolah berjalan tapi hanya di atas bayangan. Hampa dan terluka"


Rista menghela nafas "Aku tahu apa yang kamu rasakan Xie, aku juga pernah merasakannya. Tapi untuk saat ini, tanya saja hati kamu. Apa kamu masih mencintainya setelah tahu apa yang dia lakukan padamu selama ini hanyalah sebuah kepura-puraan"


"Hatiku sakit Kak, aku terluka. Tapi aku juga sulit untuk membencinya. Aku tidak bisa membencinya. Apa aku terlalu bodoh?"


Kalau kamu saja bodoh, apalah aku Xien. Kamu hanya di bohongi, tidak seperti aku yang di manfaatkan, di sakiti lahir dan bathin.


"Xien dengarkan aku, terkadang cinta itu memang bodoh. Sudah di buat seterluka itu, tapi hatimu tetap mencintainya. Karena apa yang kita punya hanya cinta yang tulus"


Xien yang sedang duduk di atas tempat tidur dan menatap ke arah jendela kamar yang menampakan pemandangan di luar jendela. Halaman rumah dan jalanan di depan rumahnya. Banyak kendaraan yang lalu lalang disana. Jari telunjuk Xien menggambar pola tidak jelas di jendela kamarnya. Dia sedang memikirkan apa yang di katakan Rista saat ini.


"Terus aku harus bagaimana Kak?" Putus asa dan bingung harus mengambil tindakan seperti apa dalam hidupnya yang sekarang. Gadis manis yang selalu ceria itu, kini terlihat awan mendung di sekitar wajahnya. Keceriaan itu seolah redup seketika menjadi sebuah kesedihan.


"Tidak papa, kamu tenangkan dulu diri dan hati kamu. Nanti kalau kamu sudah yakin dengan pilihan hatimu, barulah kabari aku. Aku akan memberi tahu Soni dimana kamu berada saat kamu sudah siap untuk bertemu pria itu"


"Iya Kak, aku akan mencoba menenangkan diriku dulu untuk saat ini. Makasih ya Kak sudah mau mendengarkan curhatan ku"


"Iya Xie, sama-sama"


Rista menaruh ponselnya kembali di atas meja kecil pinggir sofa. Lalu dia kembali menatap hamparan rumput hijau yang memenuhi taman. Sudah ada beberapa bunga yang bermekaran membuat suasana taman semakin indah di pandang.


Tok..tok...


"Bunda.."


Suara ketukan pintu dan teriakan anaknya membuat Rista menoleh, dia melihat Duta masuk bersama Mami. Duta langsung berlari dan memeluk Bundanya, dia duduk di pangkuan Rista. Sementara Mami Alena ikut duduk di samping menantunya itu.

__ADS_1


"Sedang apa kamu Nak?"


"Baru saja menelepon Xien Mi"


Alena mengangguk mengerti "Tadi pagi Mami lihat ada pacarnya Xien ya datang menemuimu. Mau apa dia?"


Ohh Mami melihatnya ya.


"Dia sudah menjadi mantan pacarnya Xien Mi"


"Hah? Maksudnya Ris?" Mami Alena terlihat terkejut mendengar ucapan menantunya. Alena melihat prilaku pacarnya Xien yang begitu baik pada Xien dan mereka terlihat baik-baik saja.


"Soni hanya berpura-pura pada Xien, dia menjadikan Xien pacarnya karena permintaan orang tuanya.." Dan Rista pun menjelaskan apa yang dia alami saat berbulan madu dengan Darren. Pertemuan dengan Soni dan perlakuan Soni yang membuat Mami juga terkejut mendengarnya.


"Ya ampun Nak, ternyata pacarnya Xien seperti itu. Kasihan sekali dia, padahal Xien anaknya sangat baik"


"Ya begitulah Mi, memang cinta membutakan segalanya. Xien sampai tidak sadar jika selama ini Soni hanya berpura-pura saja"


"Kamu memang wanita hebat Nak, bisa menerima Darren yang sudah menyakitimu separah itu. Mami merasa sangat beruntung karena bisa memiliki menantu sepertimu"


Rista tersenyum mendengarnya, memang benar apa yang Mami Alena katakan. Memang Rista terlalu mencintai Darren sampai dia tidak memikirkan lagi apa yang telah terjadi di masa lalu. Karena sejatinya cinta tidak bisa memilih dimana dia akan berlabuh. Karena sejak awal hati dan cinta Rista sudah memilih tempat berlabuhnya. Yaitu Darren.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...


Sementara di tempat yang berbeda, seorang pria sedang berada di sebuah tempat hiburan malam. Meminum banyak minuman beralkohol disana. Beberapa botol berjajar rapi di atas meja. Kepalanya berada di atas meja dengan terus meracau tidak jelas.


"Xienar maafkan aku, Xien tolong kembalilah. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku bersalah, aku sadar itu. Xien tolong maafkan aku, Sayang"


Dari tadi dia hanya terus mengucapkan kalimat itu dengan berulang. Seorang waiters datang menghampirinya, dia membantu Soni untuk berdiri dan memapahnya keluar. Membawanya pads taxi yang sudah dia pesankan tadi.

__ADS_1


Soni masih saja terus meracau tidak jelas bahkan saat dia sudah berada di dalam mobil. Sampai di rumahnya dia langsung di sambut dengan wajah terkejut dan marah dari orang tuanya. Melihat keadaannya yang mabuk parah seperti ini.


"Soni apa yang kau lakukan!" Tuan Degra bahkan sampai tidak habis fikir dengan anaknya yang seperti ini sekarang. Dia belum tahu apa permasalahannya.


"Sudah Pa, biar Mama bawa dulu Soni ke kamar. Dia tidak akan bisa di tanya saat dalam keadaan mabuk seperti ini"


Mama membawa Soni ke kamarnya dengan di bantu pelayan rumahnya. Dan pagi ini Soni harus di hadapkan dengan kemarahan orang tuanya. Selama ini Soni adalah anak baik yang penurut pada setiap apa yang orang tuanya katakan. Tidak pernah sekalipun dia mabuk-mabukan seperti ini. Kejadian ini adalah pertama kalinya. Tentu saja membuat kedua orang tuanya sangat terkejut saat melihat keadaan anaknya yang seperti ini.


"Maaf Pa, Ma aku telah mengecewakan kalian. Aku sudah membuat Xien marah dan kecewa padaku"


Tuan Degra mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti dengan jawaban anaknya. Apa dia masih terpengaruh oleh minuman alkohol itu. Kenapa jadi membawa nama Xien dalam masalah semalam dia yang pulang dalam keadaan mabuk berat.


"Apa maksudmu Son? Xien kecewa padamu karena apa? Atau karena kamu yang suka mabuk-mabukan ini?"


Soni menggeleng pelan, wajahnya menunduk karena dia juga tidak sanggup untuk melihat kekecewaan orang tuanya setelah mengetahui seberengsek apa anaknya ini. "Aku sudah membuat Xien kecewa, aku selama ini hanya berpura-pura mencintainya. Semuanya hanya demi keinginan Papa yang menjodohkan kami"


Tuan Degra sampai memegangi dadanya saking dia terkejut dengan ucapan anaknya barusan. Ini bukan sebuah film yang sudah di atur oleh sutradara. Berpura-pura mencintai adalah hal konyol menurut Degra. Apalagi saat di selalu melihat Xien yang mencintai anaknya dengan begitu tulus. Tuan Degra merasa bersalah dengan mendiang Ayah Xien yang adalah sahabat baiknya.


"Kamu gila Soni, kenapa kamu melakukan ini? Lalu dimana Xien sekarang?"


Soni menggeleng pelan, dia memang tidak tahu dimana Xien berada. "Aku tidak tahu"


"Bodoh! Kau tidak tahu jika Xien bekerja di luar kota sudah hampir satu tahun. Apa gunanya kau sebagai pacar jika tidak tahu apa-apa. Papa yakin jika Xien berada disana"


Soni langsung mendongak, dia seolah mendapat pencerahan saat mendengar ucapan Ayahnya barusan. "Di kota mana Pa? Aku harus menemuinya dan meminta maaf padanya. Aku benar-benar menyesal Pa, kepergiannya membuat aku sadar jika aku telah mencintai Xien juga"


"Dia bekerja di sebuah toko kue bernama ReinaRista Bakery. Kau datanglah kesana jika kau memang benar-benar menyesal. Jangan lagi membuat Xien terluka" Tuan Degra menyebutkan nama sebuah kota pada Soni.


Bersambung

__ADS_1


Like komen di setiap chapter.. kasih hadiahnya dan votenya.. berikan bintang rate 5


__ADS_2