SAHABAT ANAK BANGSA

SAHABAT ANAK BANGSA
EPS 29 TIKET KE YOGYA


__ADS_3

EPS 29 TIKET KE YOGYA


Degup nafasku berdetak cepat membakar nafasku. Butir darahku berlari kencang sepanjang jaringan tubuhku. Perasaan terdalam yang memacu hasratku, hanyalah untukmu. Semuanya terpahat indah, terukir manis dalam renunganku. Biarkanlah kurasakan hangatnya sentuhanmu. Dalam wahana kegembiraan mengusung kasih putih yang kupersembahkan kepada dirimu.



Begitu kakiknya menginjak lantai stasiun kereta, Melin langsung membeli tiket, Saat dia akan memesan tiket ke Bandung, sekilas dia membaca ada tulisan Yogyakarta. Sejenak dia ragu. kenapa dia tidak membeli tiket ke Yogyakarta saja? Jelas tempat itu lebih jauh daripada Bandung. Dan sekarang dia perlu pergi sejauh mungkin demi keamanannya. Semakin jauh dia pergi, maka dirinya akan semakin aman.



“Ada yang bisa kami bantu?” tanya petugas loket dengan ramah.


“Oh, aku ingin memesan tiket ke Yogyakarta,” sahut Melin.



Petugas loket cantik itu mengamati layar komputernya sejenak.


“Ada tiga jadwal kereta dengan tujuan Yogyakarta malam ini. Waktu keberangkatannya pada pukul 13, 16, dan 20.”

__ADS_1


“Emh..saya pesen yang paling cepat mba.”


“Maksudnya pukul 13?”


Melin menganggukkan kepalanya.



“Mau kelas ekonomi, bisnis, atau…”


Belum selesai petugas tiket bicara, Melin langsung memotongnya.


“Baik. Untuk kelas Ekonomi Kereta Api Argolawu jurusan Yogyakarta, harganya seratus tujuhpuluh lima ribu rupiah.”



Melin langsung mengambil dua lembar uang ratusan ribu miliknya, lalu diserahkan kepada petugas piket itu.


“Baik. Uangnya sebesar duaratus ribu rupiah ya? Ini kembaliannya,” kata petugas loket itu. “Saat ini baru pukul sebelas tigapuluh, mba bisa menunggu di ruang tunggu peron stasiun kereta ini.”

__ADS_1


Setelah mengucapkan terimakasih, Melin berjalan perlahan membaca setiap tulisan yang terpampang. Semua terasa asing gelap membingungkan dan mengancam. Beberapa kali pandangannya selalu berputar mengamati orang-orang yang berkerumun di stasiun. Hatinya merasa khawatir, anak buah nona Wu masih mengejarnya. Lalu sebuah pengumuman terdengar keras melalui pengeras suara stasiun.


Ting! Tong!


“Perhatian! Kepada para penumpang kereta api Argo Lawu jurusan Yogyakarta akan segera tiba. Dimohon para penumpang untuk mempersiapkan diri!”


Ting! Tong!


Melin melihat orang-orang berdiri dari tempat duduknya. Mengemasi seluruh barang bawaannya sebelum berjalan ke tempat pemberhentian kereta. Melin mengikuti saja gerakan mereka.Dia yakin orang-orang itu pasti akan menaiki kereta yang sama dengan dirinya. Terlihat dari warna tiket dan tulisan yang tertera.


Jegejegejegejeg…!


Suara gemuruh mesin kereta terdengar memekakkan telinga. Kendaraan transportasi umum yang mirip ular itu perlahan melambat memasuki stasiun. Begitu kereta berhenti, orang-orang langsung berlarian mencari gerbong tempat duduk mereka. Melin memeriksa kembali tiket yang baru di belinya. Dia harus naik di gerbong D nomer 52. Setelah itu dia mulai berjalan dari depan sampai belakang kereta.


“Ah tampaknya inilah gerbong tempat dudukku,” batinnya setelah mencocokkan tiket miliknya.


Dia berdiri menunggu para penumpang lainnya berebutan masuk ke dalam. Setelah semuanya masuk, barulah dia menaiki tangga bantu untuk masuk ke dalam kereta. Ah, penumpangnya cukup ramai, sampai tempat duduk semuanya penuh. Diperiksanya urutan angka yang tertera di kursi penumpang. Lalu dia terus berjalan ke belakang.


Tiba di barisan tempat duduk nomor dua dari belakang, dia akhirnya menemukannya. Setelah memasukkan tasnya ke dalam bagasi, kemudian dia duduk di bawahnya. Duduk disebelahnya adalah seorang ibu yang sedang hamil tua. Sedangkan di depannya ada seorang lelaki dewasa duduk dengan tenangnya.

__ADS_1


__ADS_2