
Syifa yang sudah mulai tidak nyaman ditatap terus sama Daffa dan Syifa juga kesel sama daffa yang tidak mau pergi dari kelasnya tersebut, apalagi sebentar lagi Istirahatnya mau berakhir jadi Syifa bener-bener binggung harus cara apa usir Daffa dari kelasnya, karena dirinya tidak mau digosipkan teman-teman kelasnya.
" Kamu bisa pergi sekarang gak dari kelasku..." Syifa yang langsung usir Daffa dari kelasnya tersebut.
" Gak bisa..." Daffa yang menolak perkataan Syifa kepadanya.
" ihhhh .. kamu mau nya apa sih sebenernya..." Syifa yang bener-bener binggung sama sikapnya Daffa kepadanya.
" aku maunya... kamu harus mau, aku ajak makan malam hari ini..." ajakan Daffa kepada Syifa untuk makan malam bersamanya.
" apaa.... kamu jangan gila deh, pastinya orangtua aku tidak akan izinin aku untuk makan malam berdua sama laki-laki..." Syifa yang tidak nyangka Daffa ingin ajak dirinya makan malam bersama.
" Yah nanti aku usahakan minta izin sama orangtuamu.. jadi kamu jangan takut soal itu..." Daffa yang akan berusaha ajak Syifa keluar rumah kepada orangtuanya Syifa untuk makan malam bersamanya.
" Daffa... kamu jangan gila deh...." Syifa yang tidak nyangka Daffa mempunyai sifat yang sangat percaya diri untuk ajak dirinya makan malam terus juga Daffa yakin kalau nanti orangtuanya bisa izinin dirinya bersama laki-laki.
" aku akan gila kalau sama kamu jadi kalau sama orang lain, aku tidak akan gila begini sama orang lain, jadi tunggu aku dirumah yah...." Daffa yang langsung pergi ninggalin Syifa dikelas dan Syifa pun bersyukur kalau Daffa sudah pergi ninggalin dirinya sebelum teman-teman kelasnya datang.
" akhirnya dia pergi juga... sebelum yang lainnya datang..." Syifa yang langsung hatinya tenang pas Daffa pergi dari kelasnya tersebut.
Akhirnya mata pelajaran selanjutnya pun dimulai dan Syifa sama Anggi pun sama-sama serius mengikuti mata pelajaran tersebut, tak terasa akhirnya mata pelajaran yang terakhir udah selesai dan Syifa sama teman-temannya pun langsung siap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.
" Syifa... aku duluan yah..." Anggi yang pamit untuk pulang duluan dan Syifa pun langsung mempersilahkan Anggi untuk pulang duluan.
Syifa pun langsung menuju ke depan gerbang untuk menunggu jemputan dirinya dan tadi sopirnya bilang akan jemput dirinya telat jadi Syifa pun tidak mempermasalahkan sopirnya datangnya telat.
" Lebih baik aku nungguinnya di dalam cafe aja kali yah..." Syifa yang memutuskan menunggu sopirnya di cafe terdekat sekolahannya tersebut.
Syifa pun langsung menuju ke cafe untuk pesan minuman yang akan nemanin dirinya menunggu jemputannya tersebut dan tadi Syifa juga dikabarin sama sopirnya, kalau sopirnya bentar lagi sampai di tempat tunggu dirinya Tersebut.
Tiba-tiba dicafe tersebut ada Daffa sama teman-teman basketnya yang lagi obrol-obrol mengenai pertandingan selanjutnya dan Syifa pun langsung cepat-cepat pergi dari cafe tersebut sebelum ketahuan daffa.
" Syifa...." tiba-tiba Daffa menyadari keberadaan Syifa dicafe tersebut dan Syifa pun menjadi berhenti langkahnya tersebut.
" Walaikumsalam, oh... ada kamu disini... maaf aku gak lihat kamu..." Syifa yang pura-pura tidak lihat keberadaan daffa, padahal mah Syifa lihat Daffa yang ada di cafe tersebut.
__ADS_1
" oiya ... aku lupa.. assalamualaikum..." Daffa yang lupa mengucapkan salam kepada Syifa.
" iya gak apa-apa... yaudah yah, aku pamit pulang... soalnya jemputan aku udah mau sampai, assalamualaikum..." Syifa yang langsung pergi dari Daffa dan Daffa pun langsung pamit juga ke teman-temannya untuk kejar Syifa yang terlebih dulu keluar dari cafe.
Ternyata Syifa masih menunggu di halte dan Daffa pun langsung menghampiri Syifa dengan tinggalin mobilnya dulu di parkiran dekat cafe tersebut.
" Assalamualaikum, Syifa..." Daffa yang langsung sapa Syifa yang lagi main handphonenya tersebut.
" Walaikumsalam..." Syifa yang menjawab sapa dari daffa tanpa menatap kearah Daffa.
" Nanti malam, jangan lupa yah... tungguin aku datang kerumah kamu..." Daffa yang mengingatkan Daffa tentang ucapannya tadi dikelas kepadanya.
Syifa yang bener-bener tidak menghargai keberadaan Daffa yang ada disampingnya tersebut dan Daffa pun sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh Syifa dari sekolahnya dulu.
" jemputan aku udah mau datang nih, jadi aku pamit pulang dulu yah... assalamualaikum.." syifa yang langsung ninggalin Daffa yang tetap berdiri dihalte dan Syifa langsung masuk ke dalam mobilnya tersebut.
Daffa pun langsung melambaikan tangannya pas mobilnya Syifa sudah pergi jauh darinya, walaupun Syifa tidak melihat lambaian tangannya Tersebut, padahal Syifa melihat dari spion mobilnya tersebut.
" Daffa, kenapa kamu seperti ini terus sama aku... padahal aku udah memperlakukan kamu begitu cara untuk kamu menjauh dari aku... supaya aku tidak terlalu dalam jatuh cinta sama kamu..." Syifa yang ternyata sudah jatuh cinta sama Daffa dengan cukup lama tapi dirinya tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Daffa dan makanya itu Syifa terus menghindari daffa.
Pak Tono pun tersenyum melihat nona mudanya yang sedang menatap ke spion mobil untuk melihat laki-laki yang tadinya bersama Syifa dihalte yang menunggu dirinya jemput Syifa.
Sampailah dirumah pak Ahmad dengan penuh koleksi motor maupun mobil yang di bagasi rumahnya tersebut dan Syifa pun langsung pamit kepada pak Tono untuk masuk kedalam rumahnya tersebut.
Syifa pun langsung masuk kamarnya untuk bersih-bersih badannya, kemudian dirinya memutuskan untuk melakukan hobinya yaitu menggambar sesuatu yang dirinya lihat disepanjang jalan menuju ke rumahnya tersebut.
" kok aku jadi pengen gambar Daffa pas dihalte sama aku yah..." Tiba-tiba Syifa ingin gambar dirinya fama Daffa pas dihalte yang sedang menunggu jemputannya tersebut.
Tak terasa hari pun sudah malam, Syifa Juga sudah menyelesaikan gambarnya tersebut dan ternyata bener, Syifa menggambarkan dirinya bersama Daffa dihalte.
Tiba-tiba Syifa dipanggil sama bunda Dina untuk turun kebawah karena ada tamu yang ingin ketemu dirinya dan Syifa pun langsung ingat kalau dirinya ada janji sama Daffa untuk makan malam hari ini, Syifa juga tidak nyangka bicara Daffa yang tadi bener-bener serius Kepadanya dan ternyata Daffa bener-bener nekat orangnya.
" Bentar bunda, aku mau rapiin ini dulu, jadi nanti aku nyusul kebawah..." Syifa yang minta bunda Dina untuk turun duluan nanti dirinya akan nyusul.
" Baiklah, bunda duluan ya..." bunda Dina pun langsung turun kebawah untuk nemui Daffa yang bersama ayah Ahmad.
__ADS_1
Syifa pun akhirnya turun kebawah menemui Daffa yang lagi bersama orangtuanya diruang tamu yang sedang obrol-obrol sesuatu yang pastinya Syifa tidak tau apa yang dibicarakan Daffa sama orangtuanya tersebut karena tiba-tiba orangtunya dekat sama Daffa.
" Kamu kok, belum siap..." Daffa yang kaget tentang pakaian Syifa yang belum siap untuk makan malam bersamanya.
" Iya sayang, kamu kenapa belum siap-siap... kasihan nak Daffa menunggu kamu dari tadi..." bunda Dina yang minta Syifa untuk siap-siap ganti pakaian untuk pergi bersama Daffa.
Syifa pun langsung ganti pakaiannya tesebut walaupun sebenarnya dirinya malas pergi bersama Daffa, sedangkan Daffa yang senang bisa pergi bersama Syifa yang dapat izin dari orangtuanya tersebut walaupun tadi banyak pertanyaan kepadanya tetapi Alhamdulillah aja dirinya bisa menjawab sesuai pikiran orangtuanya Syifa tersebut.
Syifa pun datang dengan pakaian gaun bikinan bunda Dina yang waktu itu kadoin untuknya dan Daffa pun terpesona sama kecantikan Syifa dengan makeup biasa sama pakai gaun yang sangat cantik.
" Masya Allah, putri ku cantik Bangat... kenapa ayah baru tau yah punya putri yang sangat cantik..." Ayah Ahmad yang baru sadar punya anak perempuan satu-satunya yang begitu cantiknya.
" Iya donk... ayah, aku kan cantiknya seperti bunda... hehehe..." Syifa yang bilang kepada ayah Ahmad kalau dirinya bisa cantik gara-gara bunda Dina.
" tuh dengarin ayah, yaudah kalian berdua berangkat sekarang biar nanti pulangnya gak terlalu malam..." bunda Dina yang langsung minta mereka berdua untuk jalan sekarang biar nanti pulangnya tidak terlalu malam.
" Baiklah, om sama Tante, aku pamit berangkat sekarang yah, assalamualaikum..." Daffa yang langsung pamit kepada orangtuanya Syifa sambil cium tangannya orangtuanya Syifa juga.
" Walaikumsalam, hati-hati dijalan yah..." bunda Dina yang langsung anterin mereka berdua sampai masuk ke dalam mobilnya Daffa.
Akhirnya mereka berdua pun sudah keluar dari rumahnya Syifa tersebut dan mereka berdua pun Sepanjang jalan menuju restoran yang sudah dipesan oleh Daffa untuk bisa makan Romantis dengan Syifa, dirinya sama Syifa pun hanya diam-diaman tanpa bicara sedikitpun seperti kaya canggung dari satu sama lain.
" Tadi kamu, bilang apa sama orangtuaku untuk minta izin bawa aku keluar..." Syifa yang penasaran yang dibicarakan Daffa kepada orangtuanya untuk minta izin dirinya keluar sama laki-laki.
" RAHASIA..." Daffa yang tidak mau kasih tau soal minta izin dirinya kepada orangtuanya Syifa untuk ajak Syifa keluar karena cukup dirinya dan orangtuanya Syifa aja yang tau.
" yah sudahlah... kalau kamu gak mau bilang, aku juga gak mau maksain kamu..." Syifa yang langsung menatap kearah jendela kaca mobilnya Daffa setelah tau kalau Daffa tidak ingin kasih tau dirinya soal dapat izin dari orangtuanya tersebut.
Mereka berdua pun kembali untuk tidak bicara lagi, jadi kembali diam-diaman sampai ditempat tujuannya tersebut dan Daffa pun tersenyum melihat Syifa yang penasaran soal minta izin dirinya kepada orangtuanya Syifa.
* Syifa maaf yah aku gak bisa menjawab pertanyaan kamu ini, batin Daffa yang menatap kearah Syifa dengan sebentar, kemudian dirinya langsung fokus nyetir mobilnya lagi.
Sampai jumpa di episode selanjutnya...
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌