Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Episode 4


__ADS_3

》》》》》》


" Apanya yang lucu sih," tanyanya padaku.


" emmm, apa yaa..." godaku.


"Sudahlah, sekarang kau lihatlah kesebelah kirimu," katanya sambil menunjukkan jari nya kesebelah kiri.


"Sebelah kiriku? memangnya ada apa.....Wooowww.."


-> Ternyata disebelah kiriku ada festival bunga api besar-besaran. Ini indah sekali.


"Bagaimana ? apakah itu bisa membuatmu senang? sekarang kau ambil ini,." (erwin mengambil 2 buah petasan bunga api ukuran jumbo)


"A..apa kau ingin menyalakannya dimobil ini?!" kataku panik.


"Dasar kucing bodoh, kita tidak akan memainkannya disini, tapi ditempat itu." kata erwin sambil memarkirkan kendaraannya tepat dibawah pohon cemara besar.


-> Tempat yang dikatakan erwin bukanlah dibawah pohon cemara ini, tapi di atas bukit yang sedang kita injak sekarang.


"Ini adalah tempat yang biasa aku gunakan untuk menghilangkan stress. Karena disini aku bisa melihat seluruh kota dari atas. Pemandangannya sangat ....," belum selesai erwin berbicara, aku langsung saja menyelanya dan berkata "Indah... sangat indah., dan kali ini hatiku terasa lebih tenang," ucapku sambil memejamkan mataku.


-> Seketika air menetes dari mataku, erwin yang melihatku menangis langsung memeluk erat tubuhku.

__ADS_1


" Sudah..sekarangkan saatnya kita bersenang-senang, ini kamu ambil satu dan arahkan ke atas langit ya~" ucap erwin sambil mengelap air yang menetes di pipiku.


"Baiklahh~~" kataku senang.


-> Disaat aku dan erwin memainkan bunga api, tiba-tiba saja ada bintang jatuh dilangit malam. Akupun memejamkan mataku dan berdoa, berharap dapat bersamanya selamanya.


-> Setelah aku membuka mataku, aku menoleh ke arah erwin. Ternyata dia juga sedang memohon sesuatu. saat dia membuka matanya, dia lalu melihat ke arahku dan bertanya,


" Apa permohonanmu tadi,?"


"Itu...rahasiaa~" rayuku.


"Ahh..kenapa:<" katanya dengan tingkah seperti anak kecil.


"Meooowww..."


"Aahh sepertinya aku mendengar sesuatu" kataku.


"Apakah yang kau dengar itu..ini??" tanya erwin sambil memberikan seekor anak kucing lucu berwarna oranye kepadaku.


"Aahh~ kucing yang lucuu., imut sekalii" kataku sambil mengelus bulu anak kucing tersebut.


"Oh iya, darimana kau menemukannya?" tanyaku pada erwin.

__ADS_1


"Emm...sebenarnya dia dari tadi bersamaku. Dia datang setelah aku turun dari mobil tadi" jelasnya padaku.


"Oh ya? tapi , mengapa aku dari tadi tidak melihatnya?," tanyaku sekali lagi.


"Karenaa.. aku menaruhnya di dalam sakuku:V " jawabnya lugu.


"Dasar bodoh-_- " kataku dengan raut wajah datar.


-> Dimalam itu, aku dan erwin seperti kembali menjadi anak-anak usia 7 tahun. Itu saat pertama kali kita bertemu. Ini adalah momen yang sama seperti dulu.


-> Aku bertemu dengannya karena dulu ia diganggu kucing jalanan. Waktu itu, aku menolongnya dengan menjauhkan kucing itu darinya. Aku tidak takut dengan kucing itu karena dari dulu ibuku memelihara banyak kucing dirumahnya.


->Wajahnya yang begitu polos mengalirkan air yang begitu jernih dari kedua matanya. Ia menangis karena tercakar dibagian tangannya.


-> Aku langsung membalutkan tangannya dengan kain yang telah ku robek dari bajuku. Aku menenangkannya dengan cara mengelus pipinya dan berkata,


"Heii... jangan menangis lagi, aku akan menjagamu dari kucing itu. Jadi kau tak perlu takut lagi...~" itu yang setiap kali ibuku katakan padaku saat aku terluka akibat kucing.


-> Setelah aku berkata sedemikian, ia langsung memelukku dengan sangat erat.


"Tolong jangan tinggalkan akuu., temani aku bermain, aku tidak punya teman... huhuhuuu..."


diapun menangis dan memohon padaku agar aku menjadi temannya. Dan aku pun bersedia berteman dengannya karena menurutku jika aku memiliki banyak teman itu akan lebih ramai kan^-^

__ADS_1


__ADS_2