
karena waktu itu pak Triyanto telah bantuin kak Adit dalam menghadapi masalah nyawanya tersebut.
* Flashback .....
Ada seorang laki-laki yang sedang menunggu jemputannya disebuah halaman sekolahnya.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki misterius yang mau hampiri anak laki-laki tersebut yang sedang sendiri soalnya teman-teman nya sudah pada pulang.
" Hai anak kecil .... mau ikut om gak .... nih om punya sesuatu buat kamu tetapi kamu ikut om yah .... " ajakan laki-laki misterius tersebut kepada anak laki-laki yang sedang sendirian dihalaman sekolah.
" mau om .... tetapi aku sedang nungguin pak sopir aku jemput om jadi aku mau izin dulu sama pak sopir aku terus nanti baru ikut om .... " kata anak kecil laki-laki tersebut kepada laki-laki misterius tersebut.
Tetapi laki-laki misterius tersebut sangat ingin Langsung culik anak kecil laki-laki yang buat dirinya tak sabar ingin sekali langsung culik, tanpa basa-basi mereka pun langsung culik anak laki-laki kecil tersebut.
Anak laki-laki tersebut pun berteriak minta tolong dan datanglah seorang pak polisi yang sedang bertugas melewati sekolahan anak laki-laki tersebut dan melihat ada seorang anak kecil laki-laki yang diculik.
Tanpa basa-basi pak polisi tersebut langsung ngejar mobil penculik tersebut dengan bunyi peringatan untuk segera berhenti mobil penculik tersebut.
Penculik anak laki-laki tersebut pun panik karena dia melihat ke belakang ada mobil polisi yang sedang mengejar mobilnya dan mobil penculik tersebut langsung dengan cara ngebut supaya dia tidak tertangkap oleh pak polisi tersebut.
Pak polisi pun langsung menghubungi rekan polisi yang lainnya yang sedang bertugas juga diarah yang sama dengannya.
" ada penculikan didaerah *****, segera kalian tangkap mobil yang mempunyai plat ****** dan langsung hubungi saya kalau kalian sudah tangkap penculik tersebut." perintah pak polisi kepada rekan polisi lainnya dan rekannya pun tanpa basa-basi langsung menuruti perkataan rekannya tersebut.
Tiba-tiba di cegah oleh mobil polisi yang satunya dari arah depan mobil penculikan tersebut dan pak polisi tersebut langsung keluar dengan membawa pis*** dengan kearah mobil penculikan tersebut.
" berhentilah mobil Dengan plat *****, kalau tidak ... kami akan tembakan kalian dengan senjata kami ini." perintah dari rekan pak polisi tersebut dengan teriakan cukup keras kearah mobil penculikan tersebut.
Pak polisi yang ada dibelakang mobil penculikan tersebut pun langsung ketok-ketok kaca mobil penculikan yang sudah berhenti dengan pencegahan mobil rekannya tersebut dan tidak lupa pak polisi juga membawa senjata ditangannya yang kearah depan kaca penculik tersebut.
*siallll.... bangat sih nih pak polisi, terpaksa gw harus turun menghadapi pak polisi yang nyebelin ini, daripada nanti gw ditembak secara langsung ..., batin seorang laki-laki misterius yang sedang menjadi sopir dan teman-teman nya pun juga terpaksa harus turutin kata pak polisi yang cukup banyak sedang mereka cuma bertiga.
Mereka pun keluar dengan angkat tangannya sebagai tanda menyerah kepada pak polisi tersebut.
Anak kecil laki-laki tersebut pun langsung lari kearah pak polisi tersebut dan pak polisi pun membawa anak kecil laki-laki tersebut dengan mobilnya itu.
Pak polisi menyerahkan penculik itu kepada rekannya dan rekannya pun langsung membawa penculik tersebut ke kantornya untuk mengintrogasikan penculik tersebut, habis itu langsung membawa mereka ke tempat penjara dengan hukuman yang sesuai undang-undang tentang penculikan.
Anak kecil laki-laki tersebut langsung dibawa pak polisi kerumahnya karena pak polisi ingin anaknya tenang dulu habis itu langsung tanyain dimana rumahnya.
__ADS_1
Setelah itu nanti sama pak polisi dianterin pulang kerumahnya.
Sampailah pak polisi Dirumah nya tersebut dan pak polisi melihat anak kecil laki-laki yang udah ketiduran dimobilnya, kemudian pak polisi langsung menggendong anak laki-laki tersebut.
Tiba-tiba ada seorang ibu yang sedang menggendong anak perempuannya dan melihat suaminya membawa anak laki-laki yang bisa dibilang usia sekitar tujuh tahun lah.
" assalamualaikum ibu." sapaan pak polisi kepada istri nya yang sambil menggendong anak laki-laki tersebut.
" walaikumsala pak, loh ini anak siapa ???? yang pak bawa kerumah????." tanya istirinya tersebut kepada suaminya dengan menggendong anak laki-laki tersebut.
" nanti pak ... ceritakan sama ibu ... pak harus bawa anak kecil ini ke kamar tamu dulu." jawaban pak polisi kepada istrinya dan istrinya pun langsung mempersilahkan suaminya membawa anak laki-laki tersebut ke kamar tamu.
Anak laki-laki tersebut langsung ditaruhkan diatas ranjang dan pak polisi langsung menghampiri istirinya yang sudah menunggu penjelasan darinya tentang anak laki-laki tersebut yang dibawa olehnya.
istrinya pun mengerti dengan penjelasan suaminya yang membawa anak laki-laki tersebut kerumahnya.
" oh gitu pak ... ceritanya, tetapi kenapa pak gak bawa dia pulang kerumahnya aja ???." tanya istrinya kepada suaminya itu dan kenapa suaminya tidak membawanya kerumahnya langsung.
" nanti aja Bu ... tunggu anaknya tenang dulu, soalnya pas pak tolong tuh dia nangis-nangis terus jadi pak gak tega tanya alamat nya kepada nya ." jelasan pak polisi kepada istrinya yang penasaran kenapa dirinya tidak membawanya pulang kerumahnya.
Istrinya pun mengangguk kepalanya kepada suaminya yang sambil tersenyum juga.
Akhirnya anak laki-laki tersebut langsung menghampiri dirinya sama istrinya tersebut dan pak polisi langsung memberikan anak laki-laki tersebut Untuk makan dulu, setelah itu langsung meminta alamat rumahnya dan membawanya pulang.
" sini nak ganteng .... makan dulu, nanti pak anterin kamu pulang kerumah yah." kata pak polisi kepada anak laki-laki tersebut dan tanpa basa-basi anak laki-laki tersebut langsung makan yang sudah dimasak oleh istrinya.
" oiya nama kamu siapa nak ganteng ????." tanya istrinya kepada anak laki-laki tersebut dan Anak laki-laki tersebut langsung dijawab.
" nama saya Ahmad Raditya Putra, Tante." jawab anak laki-laki tersebut kepada ibu yang seumuran dengan bundanya tersebut.
" oh nama kamu adalah Ahmad Raditya Putra, oiya nama Tante adalah purnama, pak polisi ini nama nya om Triyanto dan anak Tante mamanya Rafu Aryani Putri ... kamu bisa panggil Rafu aja karena usai kamu lebih tua dari anak saya." jawab ibu purnama kepada Adit, ia namanya Adit dan ibu purnama pun mengenalkan keluarga nya kepada Adit.
" assalamualaikum kak Adit, namaku Rafu Aryani Putri ... salam kenal yah kak Adit." sambung anak perempuan tersebut kepada Adit Dengan sebutan " Kakak", ia kerena dia lebih tua darinya.
"walaikumsalam Rafu, salam kenal juga." Jawab kak Adit kepada Rafu dengan memberikan senyumannya.
" oiya usia kakak Adit berapa???." tanya Rafu kepada kak Adit tentang usianya.
" oh umur aku... Tujuh tahun, kalau kamu berapa???." tanya balik dari kak Adit kepada Rafu.
__ADS_1
" usiaku .... lima tahun, berarti aku sama kak Adit beda dua tahun yah, hehehe..." tawaran Rafu kepada kak Adit dan kak Adit pun tersenyum.
" berarti kamu seumuran dengan adik laki-laki aku ... namanya Ahmad Raihan putra." jawab dari kak Adit kepada Rafu dan mengenalkan adiknya kepada Rafu karena mereka berdua seumuran.
" oh nanti, kapan-kapan kenalin ke aku yah ... kak Adit." jawab Rafu kepada kak Adit dan meminta kak Adit untuk mengenalkan dirinya kepada adiknya itu.
Kak Adit pun memberikan tanda tangannya dengan berbentuk "oke" dan senyuman juga kepada Rafu.
" udah yah obrolannya, sekarang om mau tanya ke nak Adit ... alamat rumahnya dimana yah??? , soal nya nanti om anterin kerumah kamu." tanya pak Triyanto kepada Adit dan Adit pun langsung kasih tau alamatnya tersebut.
Setelah itu pak Triyanto pun anterin Adit pulang dan Adit pun langsung pamitan kepada Tante purnama sama cium tangan Tante purnama, kemudian pamit ke Rafu dengan senyuman indahnya itu.
Rafu pun membalas nya dengan senyuman cantiknya kepada Kak angkatnya itu.
* sampai ketemu lagi kak Adit, batinnya Rafu yang kearah kak Adit yang sudah masuk kedalam mobil bapaknya tersebut.
* sampai jumpa lagi Rafu dan semoga kita ketemu dibeberapa tahun lagi, batinnya Kak Adit dengan membuka jendela mobil dan kemudian menengok kearah belakang dengan melambaikan tangannya kearah Rafu.
begitulah ceritanya pertemuan Keluarga pak Ahmad dengan keluarga pak Triyanto dan menjadi seorang sahabat dimasa kecil anak-anak mereka masing-masing, karena keluarga Raihan sering main kerumah pak Triyanto dengan tanda terima kasih kepada keluarga pak Triyanto yang telah menolong anak pertama tersebut.
Dan pak Ahmad juga sering membawa Raihan sama istrinya, tetapi di saat itu Syifa belum ada diperut Istrinya pak Ahmad dan tenang aja kalau pak Ahmad pun sudah sering menceritakan kejadian tentang kak Adit yang ditolong sama pak Triyanto tersebut kepada Syifa.
Disaat itu pun Rafu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Raihan dan Raihan pun sama, walaupun diusianya masih kecil dengan sebutan cinta monyet di zaman dulunya mereka berdua tetapi sekarang berbeda dengan sebutan cinta Remaja, benar bangat mereka sampai sekarang masih menutupi perasaannya masing-masing.
Alasannya mereka belum cukup berani menyatakan perasaan mereka berdua masing-masing.
kira-kira mereka kapan yah akan tahu perasaan mereka satu sama lain π€π€π€π€π€
jangan lupa like ceritaku yahπ€π€π€
share ke teman-teman kalian juga, oke gaes yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng π€π€π€π€π€
Ini adalah Rafu Aryani Putri
Dan ini adalah Ahmad Raihan Putra
__ADS_1
ganteng dan cantik kanπ€π€π€π€π€