
Habis acara Syukuran rumahnya selesai, Dua keluarganya pun pada pamit pulang karena ada kegiatan besok jadi harus cepat-cepat pulang sama dengan kak Adit pun juga harus pulang soal nya kasihan istrinya yang lagi hamil kalau nanti pulangnya kemalaman.
" Yaudah... Han, kita pamit pulang yah, soalnya ada yang mau lanjutin kegiatannya dan kalau kak harus pulang karena istri kak kan lagi hamil jadi harus pulang soalnya takut malam." ucap kak Adit yang pamit kepada Raihan dan Raihan pun langsung peluk kak Adit.
" Iya gak apa-apa, terima kasih yah kak udah datang." jawab kak Raihan kepada kak Adit.
"Yaudah ayah sama bunda dan pak Triyanto sama ibu purnama pamit pulang yah, Assalamualaikum nak..." pamit ayah Ahmad kepada anaknya tersebut dan Raihan sama Rafu pun Salim dengan satu persatu orang tua mereka berdua.
"walaikumsalam, hati-hati dijalan yah ayah sama bunda dan ayah Triyanto sama bunda purnama juga yah." jawab Raihan yang sambil mengantar orang tua mereka berdua untuk menuju mobilnya kemudian mereka berdua melambaikan tangannya kearah orang tua mereka berdua
Kemudian Rafu pun menuju ke kamarnya buat melakukan mandi dan Raihan pun juga nyusul Rafu ke kamar, ketika Raihan sampai dikamar ternyata Rafu sudah ada dikamar mandi dan Raihan pun tiba-tiba nyusul Rafu ke dalam kamar mandi, bener bangat Rafu langsung kaget dengan tiba-tiba raihan ada dikamar mandi.
" Mas Raihan .... mau ngapain disini, jangan bilang...... kalau mas Raihan mau mandi bareng sama aku???." ucap Rafu yang sambil kaget kedatangan Raihan yang tiba-tiba ada dikamar mandi bersamanya.
" iya bener bangat, yah kan kita suami istri dan kamu juga kan udah pernah mandi bareng sama aku waktu itu...."jawab Raihan yang sengaja menggoda Rafu pas waktu kejadian yang cukup menyenangkan buat Raihan dan Rafu pun malu bangat pas kejadian waktu itu.
" ihhh... mas, itu kan beda karena aku tidak sadar waktu itu jadi jangan bandingan aku yang waktu itu sama Sekarang yah ...." ucap Rafu yang pura-pura waktu itu tidak sadar padahal mah sadar tetapi Rafu emang bener-bener tidak ingin sekarang mandi bareng Raihan lagi.
"Oh gitu, yaudahlah.... kan waktu itu, sekarang kan kamu sadar dan tidak usah malu sama suamimu sendiri." jawab Raihan yang mengiyakan aja perkataan Rafu yang waktu itu tidak sadar dan Raihan pun juga bicaranya cukup menggoda Rafu.
"Tapi...." belum selesai bicara tiba-tiba Rafu dicium bi***nya sama Raihan dan Rafu pun langsung kaget dengan tingkah Raihan seperti itu kepadanya.
"itu hukuman bukan orang yang banyak bicara, yaudah ayo cepatan mandi soalnya jangan lama-lama dikamar mandi kalau mau lama yah gak apa-apa tapi harus....." jawab raihan yang melihat ekspresi rafu cukup kaget dengan tingkahnya Tersebut dan Raihan pun juga menggoda Rafu lagi tetapi langsung diberhentikan sama Rafu.
"yaudah ayo kita mandi, jangan modus."ucap Rafu yang kesel sama Raihan yang suka Banget menggoda dirinya.
Mereka berdua pun langsung menikmati mandinya tanpa melakukan hal sesuatu karena mereka berdua benar-benar sedang lelah dengan kesibukan syukuran rumahnya tersebut dan setelah selesai mandi mereka berdua juga sama-sama pakai baju barengan di ruang ganti padahal tadi Rafu tidak ingin Raihan ganti pakaian bareng dirinya tetapi Raihan terus-menerus menggoda dirinya, yaudah deh terpaksa Rafu mengiyakan permintaan Raihan yang minta pakai baju barengan.
Mereka berdua pun langsung tidur karena memang benar-benar lelah dan mereka berdua pun emang niatnya mau istirahat aja tanpa lakukan hal-hal itu dulu, tidak terasa matahari pun sudah terbit dan mereka berdua benar-benar kesiangan yaitu tidak melakukan shalat subuh tetapi yaudahlah mereka berdua ganti shalatnya dengan shalat Dhuha aja.
Tiba-tiba Rafu ingin olahraga dilingkungan rumah barunya dan Raihan pun mengiyakan permintaan Rafu untuk olahraga walaupun sudah jam berapa tetapi tidak apa-apa lah buat istri senang.
"Mas, kita olahraga yuk.... tapi dilingkungan sini aja yah."ucap Rafu yang ingin olahraga dilingkungan rumah barunya.
__ADS_1
" Yaudah, ayo sayangku..." jawab Raihan sambil cubit hidungnya rafu dan Rafu pun langsung merasakan kesakitan terus Raihan minta maaf kalau cubitnya agak kencang.
Mereka berdua pun sudah ganti pakaian baju olahraga sama sepatu olahraga terus Raihan turun tangan sambil megang tangannya Rafu dan Rafu pun tersenyum apa yang dilakukan suaminya tersebut, tiba-tiba Raihan punya ide mau olahraga apa dan Raihan pun menginginkan olahraga sepeda tetapi Rafu tidak bisa naik sepeda jadi Raihan pun juga ada modus sama Rafu yaitu Raihan sarankan Rafu boncengan aja sama Raihan tetapi Rafu takut karena sepedanya Raihan itu model sepeda gunung.
"Sayang, gimana kalau kamu aku bonceng aja." ucap Raihan yang menyarankan kalau Rafu boncengan sama dirinya.
"Gak ahhh mas, aku takut .. soalnya kan sepeda kamu model gunung jadi tidak ada tempat boncengan." jawab Rafu yang menolak saran dari Raihan.
" Yaudah gak apa-apa kamu boncengan didepan aku tapi yah emang agak sakit sih nanti kamu duduknya, tapi gak apa-apa lah sayang biar romantis gitu." Ucap Raihan yang berusaha bujuk istrinya.
" Gini aja mas, kamu naik sepeda kamu terus aku naik sepeda listrik aja yah, pemberian dari bunda Dina buat aku, gimana?."jawab Rafu yang memberikan saran supaya bisa langsung olahraga.
" Yaudahlah, kamu maunya begitu." ucap Raihan dengan wajahnya cemberut karena dia gak bisa adegan romantis sama Rafu tetapi mau gimana lagi kalau debat terus bakalan rumit nanti.
"aduh, masnya aku cemberut aja sih.... sini aku peluk." godaan Rafu yang melihat wajahnya Raihan cemberut terus Rafu memberikan pelukannya untuk Raihan dan Raihan langsung peluk Rafu sambil cium keningnya Rafu.
" Yaudah, ayo sayangnya aku." ucap Raihan yang langsung ajak Rafu pergi sekarang dengan melepaskan pelukannya tersebut.
Mereka berdua pun cukup bahagia sekali dengan berolahraga bersama walaupun Raihan tidak jadi ada adegan romantis dengan Rafu tetapi bagi dia yang penting bisa terus bersama Rafu dan Raihan minta pegangan tangan dengan Rafu terus Rafu pun memberikan salah satu tangannya untuk bergandengan dengan Raihan sambil membawa sepeda listrik nya.
" Aku juga cinta kamu, mas Raihan." jawaban Rafu dengan membalas menyatakan perasaannya juga kepada Raihan.
Mereka berdua pun juga senang untuk hari ini dan mereka berdua berhenti di tukang bubur ayam didekat taman perumahannya tersebut, kemudian mereka berdua memakirkan sepeda mereka berdua masing-masing dan Rafu disuruh duduk ditempat yang sudah tersedia sedangkan Raihan memesan bubur ayamnya.
"Bang, bubur ayamnya dua yaha yaitu satu sedang terus yang satunya pedes sama Dua sate telur dan dua sate usus." ucap Raihan yang memesan bubur ayamnya dengan tambahan menu lagi.
" Oiya minumnya dua es teh manis sama dua air putih yang botol yah bang." sambung Rafu yang juga pesan minumannya.
"Ok bang, silahkan ditunggu yah." jawab bang tukang bubur ayamnya dan langsung bikinin pesanannya Raihan.
Datanglah pesanan mereka berdua dan Rafu pun langsung taruh hp nya dimeja sedangkan Raihan pun juga langsung membalikkan badannya kearah abangnya karena tadi dia sama Rafu sedang lihat-lihat sesuatu dihp nya Rafu.
"Silahkan dinikmati yah bang sama mbaknya." ucap abang tukang bubur yang mempersilahkan mereka berdu untuk menikmati pesanannya Tersebut.
__ADS_1
" Makasih bang." jawab Raihan yang memberikan senyuman kepada Abang tukang bubur ayamnya.
Mereka berdua pun cukup menikmati pesanannya tersebut sambil cerita-cerita masa pertama ketemuan mereka berdua dan Cukup lama menghabiskan pesanannya, mereka berdua pun langsung siap-siap meninggalkan tempat mereka berdua makan dan Raihan langsung membayar pesanannya tersebut sedangkan Rafu tungguin Raihan di sepeda listriknya.
" berapa bang semuanya?." tanya Raihan kepada Abang tukang bubur ayamnya tentang pesanannya tersebut.
" jadi 34 ribu bang." jawab Abang tukang bubur ayam tersebut tentang harga pesanan raihan.
" Yaudah bang nih kembalinya buat Abang aja yah." ucap Raihan yang langsung membayar pesanannya tersebut dan Raihan pun tidak minta kembalinya jadi kembalinya buat Abang tukang bubur ayam aja.
" Ya Allah, makasih bangat nih bang, semoga Abang selalu sehat, langgeng pernikahan sampai nenek kakek dan cepat-cepat dapat momongan, amiin Ya Allah." jawab abang tukang bubur ayam yang mendoakan yang terbaik buat mereka berdua karena Raihan memberikan sedikit rezekinya buat Abang tukang bubur ayam tersebut.
Raihan pun mengamini perkataan abang bubur ayam tersebut yang mendoakan yang terbaik buat dirinya bersama Rafu dan Raihan pun langsung pergi dari hadapan abangnya Yang sambil tersenyum dahulu kepada abangnya tersebut.
"ayo sayang, kita pulang aja yukkk." ajak Raihan yang minta langsung pulang karena Raihan masih ada kerjaan tentang restorannya tersebut.
Rafu pun mengiyakan ajakan raihan untuk pulang ke rumahnya tersebut dan Raihan pun masih melakukan yang sama yaitu gandengan tangan sambil mengendarai sepeda mereka berdua masing-masing.
*Terima kasih untuk hari ini, sayangku... batin Raihan yang menatap langsung kearah Rafu yang sibuk mengendarai sepedanya tersebut walaupun satu tangannya dipegang sama Raihan.
ini adalah sepeda kesayangan Raihan
ini sepeda listrik Rafu dari bunda Dina
sampai jumpa di episode selanjutnya......
jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
dan vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1
oiya share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌