Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Kabar Bahagia 2


__ADS_3

Raka sama Aulia yang sedang asyik bulan madu di rumah barunya sedangkan Raihan sama Rafu sedang sibuk ngurusin Rafka sama Rafna yang mau jalan satu bulan jadi udah mulai aktif Rafna sama Rafka Untuk melakukan tingkahnya.


Jadi Dikta sama Fia pun sedang menikmati masa-masa rumah tangganya walaupun Dikta sama fia menunggu kehadiran anak di sekitar keluarganya tersebut.


Tetapi Dikta sama fia hanya bisa serahkan kepada Allah yang penting mereka berdua udah mau berjuang jadi tinggal tungguin hasilnya aja dan mereka berdua juga tak lupa selalu berdoa untuk cepat-cepat dapat momongan setiap shalat.


"Sayang, kita sabar aja yah dan kalau udah waktunya pasti diberikan...." Dikta yang menyemangati fia untuk tetap berusaha dan terus berdoa, semoga sesuatu saat nanti keluarga kecil mereka berdua dihadirkan malaikat kecil.


"Iya Aa, semoga kita cepat-cepat punya anak biar keluarga kita ramai, gara- gara aku lihat Rafka jadi pengen punya anak laki-laki, semoga nanti anak kita laki-laki yah..." fia yang mengharapkan kalau anaknya nanti laki-laki.


Dikta pun langsung usap-usap kepalanya fia dan cium keningnya fia juga, Fia pun langsung peluk Dikta sebagai terimakasih yang telah bersabar untuk menunggu kehadiran Malaikat kecil di kelurganya nanti.


Pagi yang Cerah mereka berdua pun melakukan sarapan pagi jadi hari ini Dikta akan kerja ke kantor ayahnya sedangkan fia pergi ke kampusnya jadi hari ini dia ada jadwal kampus pagi kalau Dikta ada jadwal kampusnya besok jadi hari ini Dikta gak ada jadwal kampus makanya dia memutuskan untuk ke kantor bantuin ayahnya.


"Selamat pagi sayang...." Dikta yang tiba-tiba datang langsung cium keningnya fia sebagai ucapan selamat pagi.


"Selamat pagi juga Aa, yaudah kita sarapan terus nanti Aa anterin aku ke kampus kan..." Fia yang langsung nyuruh Dikta untuk sarapan dan Fia juga nanyakan Dikta yang bilang katanya hari ini dirinya mau anterin Fia.


"Iya sayang...." Jawab dikta yang sambil tersenyum menatap kearah fia.


Mereka berdua pun menikmati sarapan hari ini dan Mereka berdua pun langsung pergi ke kampus sama kantor, oiya jadi mereka berdua udah tinggal dirumah sendiri dan ternyata waktu pas bulan madu tiba-tiba Papanya fia beli rumah untuk mereka berdua jadi yaudahlah mereka berdua tempati rumah pemberian dari papanya Fia.


Akhirnya sampailah dikampusnya fia dan Fia langsung salim tangannya Dikta terus tiba-tiba Dikta tarik tangannya fia untuk bilang ada yang kurang jadi gak boleh keluar mobil dulu.


"Sayang, ada yang kurang, disini belum...." Dikta yang menunjukkan bi***nya untuk dicium sama fia dan Fia pun langsung cium bi***nya Dikta walaupun cuma sebentar karena fia sedang buru-buru untuk ke perpustakaan mau ambil sesuatu.


"Assalamualaikum Aa, hati-hati dijalan yah...." fia yang langsung keluar yang habis melakukan adegan romantis dipagi hari dan fia pun melambaikan tangannya kearah Dikta.


"Walaikumsalam sayang...." Dikta yang tersenyum apa yang tadi Fia lakukan padanya walaupun tadi disuruh oleh dirinya malah dirinya lah yang baperan.


Ketika fia sudah sampai ke perpustakaan dan sudah ambil bukunya, fia langsung menuju ke kelasnya yang tanpa Rafu karena Rafu yang tidak di izinkan oleh Raihan untuk kuliah dulu padahal izinnya udah lama bangat.

__ADS_1


Jam kelas pun tiba, tiba-tiba pas dosen datang, fia langsung merasakan mual-mual dipagi hari ini dan Fia minta izin untuk ke kamar mandi, fia pun langsung ke kamar mandi untuk muntahin tersebut tetapi pas balik lagi ke kelasnya, tiba-tiba fia mau muntah lagi jadi fia balik lagi ke kamar mandi.


"Fia, kamu ke UKS aja yah, kasihan bibir kamu pucat atau kamu pulang aja nanti kamu tinggal kirim tugasnya aja, terakhir kumpulinnya Minggu depan yah...." Dosennya yang melihat fia cukup kasihan. karena mulutnya udah pucat dan dosennya pun nyuruh Fia pulang aja.


" Yaudah Bu, saya izin pulang yah, assalamualaikum Bu...." Fia yang langsung izin sama dosennya lalu Fia pun mau muntah lagi, apa gara-gara dosen tersebut pakai parfum berlebihan.


"walaikumsalam, hati-hati..." Gumam dosen yang melihat fia langsung pergi aja sebelum balas ucapannya tersebut tetapi tadi juga kayanya fia udah gak kuat mau muntah lagi jadi yaudahlah biarkan aja.


Tiba-tiba Fia yang ingin pergi ke rumah sakit untuk ngecek keadaan tersebut soalnya juga kepalanya pusing bangat jadi rasanya mau pingsan terus mau mual-mual lagi pas naik mobil padahal tadi pagi gak mual kenapa baru sekarang.


Sampailah dirumah sakit pak Ahmad tersebut, fia pun langsung nganterin untuk namanya dipanggil dan akhirnya namanya pun dipanggil kemudian langsung dicek sama dokter.


"Hari ini apa yang ibu rasakan, selain mual sama pusing...." Tanya dokter yang lagi periksa fia dan Fia pun menjawab kalau dirinya cuma rasakan dua itu aja.


"Sebaiknya ibu coba periksa ke kandungan, soalnya kayanya ibu mau hamil deh dan saya kasih rujuk ke Dr. Rara yah..." Dokter tersebut minta fia menuju ke Dr. Rara untuk periksa kandungannya tersebut.


"Baik dokter, yaudah saya permisi, assalamualaikum..." Fia yang langsung pamit untuk pergi ke ruang dr.rara yang dikasih rujuk oleh dokter tersebut.


Fia pun sampai di ruang Dr. rara dan syukurnya dr. Rara sedang gak ada pasien jadi fia masuk aja dan Dr. Rara pun terkejut kehadiran calon adik iparnya tersebut.


"Kenapa Dr. Rara terharu gitu..." Fia yang penasaran dengan keadaan dirinya pas diperiksa sama Dr. Rara.


"Selamat yah Fia, kamu udah jadi seorang ibu dan ternyata hamil kamu sudah jalan seminggu...." Dr. Rara yang langsung mengucapkan selamat kepada fia yang sedang hamil.


"Apa!!!!!!, kenapa baru sekarang saya rasakan mualnya, Dr. Rara kalau usia kandungan saya udah seminggu...." Fia yang langsung kaget apa yang dirinya dengar dan Fia pun juga binggung kenapa baru mual kalau udah seminggu.


"Yah begitulah berbeda-beda tanda-tanda hamilnya kapan dirasakannya..." Dr. Rara yang menjelaskan kalau tanda-tanda kehamilan emang tidak tau kapan itu yang dirasakannya.


Fia pun langsung pamit sama Dr. Rara untuk pergi dari ruangannya tersebut dan Dr. Rara pun mempersilahkan fia untuk pulang, Fia pun sambil melambaikan tangannya kearah dr. Rara dan mengucapkan terimakasih kepada Dr. Rara.


*Terima makasih anakku udah hadir di keluarga kecil kami ini, batin fia yang ngelus-ngelus perutnya tersebut dan Fia langsung menuju ke kantor Dikta untuk kasih tau Dikta soal ini, jadi fia udah gak sabar buat kabarin suaminya tersebut.

__ADS_1


Sampailah Fia di kantor Dikta dan Resepsionis nya langsung anterin Fia ke kantor Dikta karena baru kali ini Fia ke kantor Dikta dan ternyata Dikta sedang rapat jadi dirinya suruh tungguin diruang Dikta dan asistennya pun permisi kepada istri bosnya tersebut jadi tadi resepsionis nya ngaterin di lift aja terus pas sampai langsung menuju ke asistennya ternyata Dikta sedang rapat jadi fia nungguin deh.


" Pak Dikta, istri pak... udah nungguin pak diruang pak...." Asistennya yang bilang kalau fia sedang menunggu Dikta di ruangan nya dan Dikta langsung masuk ke dalam ruangnya, terus Dikta bangunin fia dengan cium keningnya fia dan bicara dengan lembut.


"Sayang, bangun..." Dikta yang bangunin fia dengan lembut dan Fia pun langsung bangun.


"Aa Dikta, udah lama nungguin aku bangun tidur...." Fia yang langsung terbangun dari tidurnya dan tiba-tiba udah ada didepan Dikta jadi tatapan tak sengaja.


"Gak lama kok sayang, baru aja aku selesai rapat terus asisten aku bilang kamu ada diruang aku jadi aku langsung menuju kesini, oiya ada apa nih kamu ke kantor aku soalnya kamu jarang mau ke sini.." Dikta yang binggung dengan kedatangan fia yang tiba-tiba dikantornya tersebut.


"Aku mau kasih kamu kejutan dan pasti kamu terharu dengan kejutan aku ini...." Fia yang tadinya belum terlalu sadar tiba-tiba langsung sadar pas Dikta tanyakan kehadiran dirinya yang tiba-tiba.


"Apa tuh sayang...." Dikta yang penasaran dengan kejutan fia


"Nih sayang, kamu lihat aja dengan isi kado ini..." Fia yang langsung kasih kado kecil kepada Dikta dan Dikta pun langsung buka kado dari fia tersebut.


"Sayang.... ini kamu serius..." Dikta yang tidak percaya apa yang dia lihat isi kadonya tersebut.


"Bener, Aa Dikta ku sayang, kamu jadi ayah sekarang...." Fia yang menyakinkan ke Dikta kalau dirinya bener-bener hamil dan dikta pun langsung peluk fia terus cium keningnya fia.


"Selamat datang malaikat kecilku...." Dikta yang langsung ngelus-ngelus perutnya fia dan cium perutnya fia juga walaupun belum terlalu kelihatan.


*Alhamdulillah ya Allah terima kasih atas kehadiran Malaikat kecilku di keluargaku ini, batin Dikta yang cukup senang dengan kejutan dari fia tersebut dan Dikta langsung duduk disampingnya fia, kemudian kasih bahunya untuk fia nyederkan kepalanya tersebut.


ini rumahnya Dikta sama fia



Sampai jumpa di episode selanjutnya....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌

__ADS_1


Dan Jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


Oiya Share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌


__ADS_2