
Tak terasa sudah hampir tiga tahun antara Raihan sama Rafu, sekolahnya bareng dan mereka berdua juga sudah melewati hubungannya dengan lika-liku yang mereka berdua lewatkan tersebut.
Sebelum ada acara kelulusan, Raihan mengajak teman-temannya ke tempat restoran keluarga nya tersebut sebagai tanda perpisahan. Tentunya geng Luna sangat senang diundang sama Raihan ke acara perpisahan yang diadakan Raihan tersebut dan Luna pun belum tau tentang hubungan Raihan sama Rafu yang sudah mengadakan lamaran, apalagi mereka akan mengadakan pernikahan sesudah Kelulusan sekolah atau semua persiapannya sudah beres.
Tetapi Rafu tipe orang yang cuek aja sama tingkah genitnya Luna tersebut karena Raihan sudah menjelaskan semua tingkah aneh Luna kepada Rafu jadi Raihan sama Rafu pun saling jujur satu sama lain seperti Rafu yang jujur dengan tingkah anehnya kak Alvino kepadanya tersebut.
" Han, kamu mau gak jemput aku.... soalnya mobil aku lagi diservis." godaan Luna kepada Raihan yang sedang obrol sama Raka dan Dikta .
" hmmm, maaf yah Luna... soalnya aku mau jemput seseorang dan kalau kamu mau yah aku minta tolong sama mereka berdua jadi kamu pilih aja maunya sama siapa." jawaban Raihan membuta Luna menjadi kesel dan melihat kelakuan sahabatnya yang cukup percaya diri kalau Luna akan minta anterin diantara mereka berdua, ternyata Luna pun langsung pergi setelah permintaan nya ditolak sama Raihan.
" yah.... beb Luna ... pergi." ucap Raka yang melihat Luna udah pergi tanpa kasih jawaban ke mereka berdua untuk memilih yang akan anterin Luna ke acara perpisahan tersebut.
" Sabar yah bro .. berarti kita berdua tidak berjodoh untuk bisa anterin Luna." jawaban Dikta yang menenangkan Raka dengan rasa kecewanya yang tidak bisa anterin Luna.
Raihan cuma bisa lihat tingkahnya sahabatnya tersebut dengan cara menggelengkan kepalanya sambil senyum dan tiba-tiba Rafu sama fia masuk ke kelas sambil ketawa berbahak-bahak tidak tau apa yang mereka berdua ketawakan tersebut tetapi ketika Rafu melihat Raihan langsung sekilas berikan Raihan senyumannya tersebut.
Raihan pun langsung chat Rafu untuk menanyakan kenapa dirinya tentang ketawanya tersebut tetapi sama Rafu cuma dilihat aja tanpa dijawab dan tiba-tiba Rafu langsung melihat ke belakang untuk mengarahkan kearah Raihan yang bersama kedua sahabatnya dengan senyumnya yang mengartikan Raihan tidak boleh tau kenapa Rafu ketawakan tadi.
Saatnya jam pelajaran pun dimulai dan Raihan masih keadaan kesel sama Rafu yang tidak mau kasih tau alasan dirinya ketawa tadi.
Jam pelajaran telah selesai, Rafu langsung beres-beres pelajarannya tersebut dan menuju ke cafe dekat sekolahnya yang sudah ditunggu sama Raihan tetapi pas Rafu sudah sampai dicafe, dia melihat Raihan yang lagi marah kepadanya dan Rafu pun langsung menghampiri Raihan yang lagi marah kepadanya sambil memberikan senyumannya.
" Assalamualaikum mas Raihan ... mas Raihan marah yah gara-gara tadi aku gak kasih tau kenapa aku ketawa sama fia????." ucap Rafu yang sambil salaman ke Raihan sebagai tanda hormati calon suaminya tersebut dan Raihan pun langsung berikan tangannya untuk dicium sama Rafu tersebut walaupun dia lagi marah yah dia masih ingat kewajiban Rafu yang harus hormati dirinya sebagai calon suaminya tersebut.
__ADS_1
" Walaikumsalam sayang... iya aku marah sama kamu, gara-gara tadi kamu tidak mau cerita sama aku dengan alasan kamu ketawa tadi bersama Fia." ucapan kesel Raihan kepada Rafu yang membuat rafu mengemaskan ketika Raihan lagi kesel kepadanya tersebut dan Rafu pun langsung pegang tangannya Raihan terus minta Raihan menatap matanya tersebut, Rafu pun menjelaskan secara detail kepada Raihan apa yang tadi dia ketawakan bersama Fia tersebut.
" oh jadi kamu sama fia itu ketawain Luna yang lagi kesel dikamar mandi tadi .... ihhh kamu kenapa gak bilang sama aku, kan aku jadi gak kesel sama kamu begini." ucap Raihan yang sambil mencubit pipinya tembem nya Rafu tersebut dan membuat rafu langsung cemberut karena sering bangat Raihan cubit pipi tembemnya Tersebut.
Raihan pun langsung peluk Rafu karena Rafu sudah cemberut kepadanya dan mereka berdua pun langsung pergi dari cafe tersebut dengan pegangan tangan, kemudian mereka naik ke motornya Raihan tersebut karena bagi Raihan kalau lagi berdua sama Rafu itu enaknya naik motor jadi Rafu tidak akan cuekin dia kalau naik mobil yang pastinya Rafu akan cuekin dia karena dia akan sibuk sama novelnya tersebut.
Bagi Rafu tak dipermasalahkan maunya Raihan bagaimana kepadanya karena baginya tuh kalau sama Raihan udah bahagia walaupun dia tau alasannya Raihan gak mau bawa mobilnya tersebut yaitu ada dirinya rafu tersebut bukan alasan yang lainnya tetapi mau gimana lagi itu sudah kebiasaan rafu pas awal kenal Raihan.
"Sayang ... kamu gak bosen kan kalau aku anter kamu pulang atau berangkat ke sekolah naik motor terus, kalau kamu bosen bilang yah ... jangan diam aja... aku gak mau kalau kamu tertekan sama kemauan aku." ucapan Raihan kepada Rafu yang menanyakan kalau Rafu sudah bosen naik motor maka Rafu harus bilang kepadanya dan Raihan sambil menyetir motornya tersebut.
" iya ... mas Raihan ku... aku malah senang kalau kamu maunya begini sama aku... jadi aku bisa peluk kamu terus deh kalau dimobil pastinya kamu tidak akan bisa dapat pelukan aku dan kamu hanya bisa pegang tangan aku aja... hehehe..." godaan Rafu kepada Raihan yang membuat Raihan berhenti mendadak motornya tersebut dan Raihan langsung menengok kearah Rafu untuk cubit pipi tembemnya Rafu tersebut sebagai tanda kalau dirinya telah menggodain calon suaminya tersebut.
Akhirnya Raihan sampai dirumah rafu dan langsung membantu Rafu untuk melepaskan helmnya tersebut dan Rafu pun langsung salim ke tangannya Raihan tersebut seperti pas ketemu dicafe yaitu menghormati calon suaminya tersebut, Raihan pun langsung pergi dari rumahnya rafu dan Rafu langsung melambaikan tangannya kearah Raihan pergi dari rumahnya tersebut.
Rafu pun menerima aja kemauannya yang menjemput dirinya naik apa aja karena bagi dia dua-duanya sama-sama membuat dia bisa berdua sama Raihan dan Sampailah mereka berdua direstoran tersebut, Rafu pun meminta Raihan melepaskan tangannya tersebut karena gak mau kalau geng Luna melihat dirinya bersama Raihan walaupun sahabatnya Raihan tau tapi tidak ingin lebih banyak yang tau tentang mereka berdua.
"assalamualaikum fia... kamu baru sampai???." tanya Rafu kepada fia yang dari tadi sudah mempersiapkan bangku kosong buat Rafu karena dia tau kalau Rafu pasti minta berpisah duduknya sama Raihan walaupun dia tidak ingin sahabat nya berpisah duduk sama Raihan karena dia mau tau ekspresi geng Luna kepada sahabatnya tersebut.
"walaikumsalam nyonya Raihan .... hehehe..." candaan fia kepada Rafu dan membuat rafu langsung kaget dengan panggilan Fia tersebut, hampir ya aja geng Luna tidak mendengarkan ucapan fia tersebut kalau dengar nanti bisa-bisa heboh geng Luna tersebut.
Fia pun ketawa cukup geli bangat karena melihat sikap Sahabatnya yang seperti maling aja yaitu tengok kiri dan kanan, terus dari jauh juga Raihan melihat tingkah calon istrinya yang begitu mengemaskan dan rasanya dia ingin sekali menyubit pipi tembemnya tersebut.
* Ya ampun sayang ... kamu tuh gemes bangat sih tingkah kamu kaya sedang Maling sesuatu terus gak mau orang lihat kamu bawa apa, ada-ada aja kamu tuh tapi buat aku ingin cubit pipi tembem kamu itu karena aku belum bisa cium kening kamu ataupun cium bi*** kamu itu yang membuat aku tergoda dari mobil tadi, batin Raihan yang melihat Rafu dari tempat duduk nya dengan cukup jauh dari calon istrinya tersebut dan dia hanya bisa memantau Rafu dari jauh aja apa yang akan calon istrinya lakukan tanpa dirinya tersebut.
__ADS_1
ini foto pakai Rafu ke acara perpisahan sekolah nya tersebut
dan ini pakai Raihan pas acara perpisahan sekolahannya tersebut
ini pakaian Dikta
dan ini pakaian Raka
gimana gaes, cantik dan ganteng kan apalagi aku kasih tau model pakaian Dikta sama Raka jadi gimana gak penasaran lagi kan seperti apa Raka dan Dikta tersebut 🤭🤭🤭🤭🤭
jangan lupa like yah gaes👌👌👌👌👌
dan jangan lupa vote ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
oiya share juga ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1