Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Mengungkapkan Perasaan Dikta


__ADS_3

Ketika Raihan sama Rafu sibuk dengan kelahiran kak Anissa, tiba-tiba aja Raihan ditelepon sama Dikta dan Raihan pun kebingungan dengan tiba-tiba dapat telepon Dikta soalnya Dikta itu tipe orang yang jarang bangat telepon ke dirinya dan Dikta itu suka nya lewat chat kalau sama dirinya.


Raihan pun langsung angkat telepon Dikta tanpa menunggu lama, soalnya Raihan juga penasaran dengan tiba-tiba Dikta telepon ke dirinya dan Raihan pun langsung menaruh handphone nya ke telinganya.


"Assalamualaikum dit, ada apa nih kamu telepon aku dan kamu itu jarang bangat telepon aku????." tanya Raihan yang penuh penasaran dengan tiba-tiba Dikta telepon ke dirinya.


"Walaikumsalam Han, eh iya.... hehehe.. maaf nih aku ganggu kamu sama Rafu gak???." jawab dikta dengan pertanyaan Raihan tetapi menanyakan Raihan lebih dahulu, apakah Raihan sangat mengganggunya yang sedang bersama Rafu.


" gak kok dit, aku sama Rafu tuh lagi dirumah sakit , soalnya kemarin tuh istrinya kak Adit lahiran jadi aku sama Rafu ke rumah sakit, emang ada apa kamu tanyain aku ganggu apa gak????." tanya Raihan lagi-lagi ke Dikta karena tadi Dikta gak jawab pertanyaan, malah tanya dirinya ganggu apa gak.


" jadi gini Raihan, aku mau mengungkapkan perasaan aku sama fia tetapi aku gak tau harus mengungkapkan perasaan aku kaya gimana untuk fia, jadi kamu coba tanya ke istri kamu, tanyain tentang hal apa yang sukain fia kalau ada laki-laki yang mau mengungkapkan perasaannya." jawab dikta dengan tanpa basa-basi dengan tiba-tiba telepon Raihan dan Dikta menyuruh Raihan untuk menanyakan ke Rafu tentang hal kesukaan fia.


" apa..... kamu serius mau ungkapkan perasaan kamu untuk fia, aku gak salah dengarkan tentang hal ini." kaget Raihan yang tiba-tiba Dikta mau mengungkapkan perasaannya untuk fia yaitu sahabatnya rafu.


" iya aku serius Raihan, soalnya waktu aku tolongin fia yang mau digodain laki-laki jahat, disaat itulah aku sama fia jadi jatuh cinta dan apalagi aku sama fia itu diam-diam pernah menonton bioskop bersama, jadi gimana aku gak ingin mengungkapkan perasaan aku sama dirinya." jelas dikta dengan hal kagetnya Raihan yang tidak sangka kalau Dikta suka sama sahabat istrinya dan Dikta pun menjelaskan hal pertama dirinya jatuh cinta sama fia.


" ok, aku akan bantuin kamu untuk menanyakan tentang hal fia kepada Rafu dan kamu tunggu aja yah info dari aku, nanti aku chat kamu." ucap Raihan yang mau bantuin Dikta buat mengungkapkan perasaannya kepada fia dan Raihan akan kasih tau lewat chat ke Dikta setelah dia udah tau info tentang fia dari Istrinya.


"makasih yah Han, aku akan tunggu info dari kamu, yaudah aku cuma bilang itu aja, assalamualaikum han." pamit Dikta lewat telepon bersama Raihan dan Raihan pun menjawab salam dari Dikta, akhirnya obrolan mereka berdua pun berakhir.


Raihan pun langsung masuk ke ruang VIP lagi karena tadi Raihan angkat telepon Dikta diluar, soalnya gak enakan nanti ganggu kakak iparnya yang sedang istirahat bersama ponakannya tersebut.


Raihan pun langsung menghampiri Rafu yang sedang duduk di sofa sambil membaca novelnya tersebut dan Raihan pun langsung duduk di sofa bersama Rafu, Raihan juga langsung bisikan ke Rafu yang meminta dirinya untuk keluar sebentar karena Raihan mau bicara sesuatu yang penting kepadanya.


"Sayang, kita keluar sebentar yukkk..." bisikan Raihan ditelinga Rafu yang menyuruh Rafu untuk keluar dari kamar VIP kak Anissa.

__ADS_1


" emang ada apa mas, mau ajak aku keluar????." tanya Rafu yang penuh penasaran tentang ajakan suaminya yang tiba-tiba.


" Pokoknya ada hal yang penting sama kamu dan kamu akan kaget dengarin hal penting ini, jadi kita keluar sebentar yukkk....." jawab pertanyaan Rafu ke dirinya dan Raihan pun langsung pegang tangannya Rafu untuk keluar sebentar, kemudian Raihan pun minta izin ke orangtuanya sama mertuanya juga.


" Kita mau kemana sih mas???." penasaran Rafu yang tiba-tiba Raihan membawa dirinya dengan naik mobil dan Raihan pun hanya jawab senyum aja kepada dirinya.


Akhirnya Raihan pun sampai di restoran miliknya dan Raihan langsung membawa Rafu ke ruangannya karena Raihan lebih nyaman bicara bersama Rafu diruangannya atau dirumahnya jadi Raihan jauh-jauh dari rumah sakit ke restorannya cuma bicara tentang sahabatnya aja tapi buat Raihan tidak dipermasalahkan karena Dikta juga udah banyak bantuin dirinya jadi Raihan relain bicara sama Rafu dari rumah sakit ke restorannya tersebut.


" jadi kamu mau bilang apa sih mas, aku jadi penasaran nih sama kamu yang tiba-tiba bawa aku ke restoran kamu." tanya Rafu yang lagi-lagi penasaran dengan Raihan yang tiba-tiba bawa dirinya dari rumah sakit ke restoran milik suaminya tersebut.


"jadi gini sayang, aku mau tanyain kamu tentang fia, soalnya......" belum selesai bicara, tiba-tiba Rafu memotong bicaranya karena Rafu pun juga kaget dengan bicaranya Raihan yang menanyakan tentang sahabatnya, jadi pikiran Rafu tuh Raihan mau nikah lagi padahal mah Raihan tidak mau nikah lagi dan Raihan tanyain hal ini buat Sahabat nya.


" buat apa kamu tanyain sahabatku mas....." ucap Rafu yang cukup kaget dengan bicara suaminya tentang sahabatnya dan Rafu pun menatap Raihan cukup tajam.


" oh jadi kamu mau tau tentang fia itu buat Dikta, ok.... aku akan bantuin kamu sama Dikta buat ungkapkan perasaan Dikta untuk sahabatku jadi aku akan bantuin kalau udah urusan kebahagiaan sahabatku sendiri." ucap Rafu yang senang bangat, akhirnya fia menemukan kebahagiaannya setelah sudah banyak fia lewatkan sakit hatinya tersebut.


Rafu pun langsung bicara dengan Raihan cukup serius karena ini menyangkut kebahagiaan sahabatnya sendiri jadi Rafu cukup serius bicaranya dan Raihan pun hanya cukup dengarin dan menatap mata indahnya Rafu didepan dirinya.


Akhirnya selesai juga rencana Dikta yang mau mengungkapkan perasaannya kepada fia dan Dikta, Raka sama Raihan pun hanya ikutin aja rencana dari rafu yang sudah direncanakan dirinya karena Rafu ingin yang terbaik buat sahabatnya.


"Gimana, kamu udah siap mau mengungkapkan perasaan kamu buat fia dan kamu masih ingat kan rencana dari rafu." ucap Raihan yang hanya ingatkan Dikta tentang rencana istrinya tersebut dan menanyakan juga ke Dikta yaitu apakah sudah siap buat mengungkapkan perasaannya kepada fia.


" aku udah siap kok Raihan tapi yah gitulah, kamu juga tau kan gimana rasanya kalau mau mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cintai secara diam-diam." jelasan dari Dikta dengan aura wajahnya yang cukup grogi dan Dikta pun harus tetap tenang.


* iya aku tau kok perasaan kamu Dikta, soalnya waktu itu aku juga kaya kamu tapi itu juga gak ada rencana dulu terus juga itu mendadak bangat pas aku mengungkapkan perasaan aku ke Rafu, pikiran Raihan.

__ADS_1


Akhirnya Rafu sama fia pun sampai di pasar malam, karena Fia sangat suka sama hal tentang pasar malam gitu terus juga dia pernah bilang ke Rafu kalau dirinya ingin sekali ada seseorang yang mengungkapkan perasaanya di pasar malam begini jadi itulah rencana Rafu yang mengajak fia ke pasar malam dan akhirnya impian fia pun terlaksanakan.


"Ada apa nih kamu ajak aku kesini dan tumben bangat kamu boleh keluar malam sama Raihan, biasanya kamu tidak diizinkan keluar malam sama Raihan....." penasaran Fia yang tiba-tiba aja rafu boleh keluar malam sama Raihan.


" Yah Raihan tuh pastinya izinin aku kalau udah sama kamu fia jadi Raihan tidak mempermasalahkan kalau aku sama kamu keluar malam." jelasan Rafu kepada fia, supaya fia tidak curiga dengan Rencananya tersebut.


Rafu pun langsung ambil handphone untuk kasih tau Dikta untuk siap-siap dan nanti pas Rafu minta izin ke kamar mandi, disaat itulah Dikta keluar dan mengungkapkan perasaannya dibelakangnya fia dengan membawa gulali, bener bangat itu juga kesukaan mereka berdua yaitu Fia dan Rafu karena mereka berdua kan sahabat dari kecil jadi kebanyakan hal kesukaannya tuh sama.


"Fia, aku mau ke kamar mandi yah...." pamit Rafu yang mau ke kamar mandi dan mulailah rencana Rafu untuk Dikta dan Fia, Fia pun hanya mengangguk kepalanya aja sambil tersenyum jadi fia tidak curiga sama sekali dengan rafu.


Rafu pun pergi dan Dikta pun langsung datang dari sembunyi dirinya bersama dua sahabatnya tersebut, Dikta pun langsung ada dibelakang fia dengan gulalinya tersebut dan Dikta pun langsung pegang bahunya fia dari belakangan dengan meminta dia untuk menengok ke arah dirinya.


Fia pun langsung kaget tanpa kata-kata dengan perilaku Dikta yang cukup romantis bangat ke dirinya dan Dikta pun langsung memulai mengungkapkan perasaannya dengan fia.


"Fia Nadya Almira, maukah kamu jadi pacarku...." ucap Dikta yang langsung mengungkap perasaan nya tanpa basa-basi.


" kalau kamu mau, ambil gulali ini terus kamu makan dan kalau kamu gak mau, yah kamu buang aja." sambung dari Dikta dengan meminta Fia untuk memilih diantara dua hal tersebut.


Ok sampai disini dulu yah gaes ceritanya, nanti aku lanjutkan besok yah, jadi kira-kira fia terima gak yah cinta dari Dikta dan apakah Dikta itu pria idaman dirinya......


jangan lupa like ceritaku yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


oiya jangan lupa share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗👌👌👌👌👌

__ADS_1


__ADS_2