
》》》》
->Aku berjalan menyusuri jalanan di gang yang sempit. Aku memang selalu melewati jalanan ini setiap hari. Tapi kali ini ada yang berbeda. Aku merasakan bahwa tidak hanya ada aku disini, tetapi ada seseorang yang berjalan dibelakangku.
->Hatiku berdetak sangat cepat dan kakiku melangkah dengan tempo lebih cepat. Semakin cepat aku berjalan, semakin dekat orang itu denganku. Tiba-tiba, ada tangan menjulur dari belakang dan menepuk bahuku. Aku sontak terkejut dan berteriak keras.
"***Heii!! siapa kamu!!, jika kamu masih mengikutiku saja, akan ku pukul kau pengecutt***!!" teriakku.
->Tiba-tiba, dia berbicara padaku. "Oyy.. kau ini kenapa ??" ucapnya kebingungan.
"Loh kok sepertinya aku mengenal suara ini? tapi siapa ya?" batinku.
" A..aku bertanya padamu sekali lagi, siapa kau?!" tanyaku sekali lagi.
"Ini akuu..Erwin, kau sudah lupakah? atau kamu ini pikun?," ucapnya mengodaku.
__ADS_1
->Oohh.. ternyata itu erwin. Pantas saja suaranya tidak terdengar asing bagiku.
"Haaiiihh.. kau mengagetkanku saja. kalau kau bilang aku ini pikun lagi awas saja kamu!:<" ucapku agak kesal.
"Hahaha.. yaa maaf:w" katanya.
"Oh iya, bukannya kau sedang diberi hukuman oleh bu Risma ya?" tanyaku heran.
"Yaa aku memang diberi hukuman olehnya, tapi aku kabur darinya, heheheee:v" jelas erwin padaku.
"Ohh... yasudah kalau begitu," kataku
"Faraa.. aku minta maaf atas kejadian tadi pagi, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi tahun besok T_T" teriak erwin yang masih berada di depan rumahku saat aku membuka pintu rumahku.
->Lalu akupun terdiam ditempat dan menoleh ke belakang. Entah mengapa hatiku jadi tidaktenang saat dia menangis dihadapanku.
Akupun berkata "Sudahlah win.. aku akan memaafkanmu kali ini"
"Benarkah raa..?" tanya erwin dengan muka ceria.
__ADS_1
"Hmm... apakah kau suka kalau aku marah lagi?" godaku.
"Tidakk!! aku tidak menginginkan itu lagi:(" rengeknya, "Bagaimana kalau nanti malam aku ajak kamu pergi jalan-jalan?" tanya erwin padaku.
->Didalam hatiku, sebenarnya aku ingin sekali berkata "yaa! aku mau!". Tapi bagaimana ya, aku sangat gugup karena aku menyukainya sejak kita SMP. Sampai-sampai aku dulu selalu menumpang tidur dikamarnya dengan alasan aku takut tidur sendirian. Jadi aku pergi ke rumah erwin karena orang tuanya juga menganggapku seperti anaknya sendiri.
" Ooyy jadi gimana?? mau gak??" tanya erwin padaku sekali lagi.
"hmm okayy," jawabku dengan gugup.
"Yasudah kalau begitu aku masuk kerumahku dulu yaa.. daaa" ucap erwin dengan kegirangan.
"Daahh~~" akupun membalasnya dengan melambaikan tanganku.
->Malam pun tiba. Aku bingung harus memakai baju yang mana. Aku sungguh kebingungan takut kalau tidak sesuai dengannya. Setelahmencoba-coba semua bajuku, ternyata semuanya tidak sesuai denganku.
->Dan aku menemukan kotak kado diantara baju-baju ku. Saat aku buka ternyata ini adalah baju yang erwin berikan padaku waktu aku ulang tahun setahun yang lalu. Bagiku iniadalah hadiah yang paling perharga.
__ADS_1
->Saat aku coba, ternyata ini indah sekali. Gaun malam pendek berwarna oranye bergradasikan warna putih dibagian pinggang sehingga membentuk seperti pita. Sepatuhigh hels pendek berwarna hitam dan aku juga tidak lupa untuk memakai jepitan berbentuk jeruk yang diberi nenek waktu aku kecil dulu.