
Hari yang dimana sudah ditunggu oleh Raka sama Aulia yaitu acara lamaran mereka berdua dan Raka pun sudah mempersiapkan semuanya dengan bantuan Raihan sama Rafu.
"Akhirnya sahabatku ini mau lamaran juga dan Alhamdulillah diantara kita bertiga sudah punya pasangan masing-masing jadi kalau nanti pas mau kemana-mana gak perlu izin sama orang tua pasangan kita nanti..." ucap Raihan yang senang bangat kalau sahabatnya ini sudah mau nikah bentar lagi dan kalau nanti rencana mau jalan-jalan bareng pun Raka tidak perlu minta izin sama orang tuanya Aulia nantinya.
" Iya nih Raihan, tadinya aku takut ditolak sama Aulia soalnya kan dulu Aulia bilang sama aku kalau dirinya belum siap nikah tetapi tiba-tiba aku mendengarkan langsung dari dirinya yang tiba-tiba mau nikah sama aku jadi aku bersyukur bangat lamaran aku diterima terus tinggal resminya ...." Raka yang masih tidak menyangka kalau Aulia mau nerima lamarannya karena Aulia pernah bilang kalau dirinya belum siap nikah.
Raihan pun langsung telepon Dikta sama fia yang masih liburan di Turki dan Raihan pun sebenarnya sudah kasih tau Dikta lewat telepon kalau Raka hari ini mau lamaran terus Dikta minta teleponan dulu sama Raka sebelum ke rumah Aulia jadi Raka, keluarganya sama Raihan dan Rafu sedang di Villanya Raihan.
"Assalamualaikum Raka, selamat yah lamaran kamu diterima dan sebentar lagi kamu jadi suami, oiya kira-kira acara pernikahan nya kapan nih...." pertanyaan Dikta untuk Raka yang menanyakan kapan Raka menikahi Aulia tersebut.
"Walaikumsalam Dikta, Alhamdulillah Dikta, aku juga masih gak nyangka kalau Aulia udah siap nikah dan insyaallah nanti pas acara tujuh bulanan Raihan sama Rafu soalnya aku juga udah bilang ke orangtuanya Aulia sama menanyakan jadwal orang tuaku juga...." Jawab Raka dari pertanyaan Dikta dan Raka akan menikah sama Aulia habis acara tujuh bulanan Rafu sama raihan nantinya.
"Alhamdulillah deh, kita bisa bantuin Raka mempersiapkan acara pernikahannya nantinya, soalnya bentar lagi aku sama Dikta mau pulang ke Jakarta karena udah kangen bangat sama Rafu dan Aulia...." Fia senang bangat bisa bantuan acara pernikahan Aulia nantinya soalnya juga fia sudah puas sama liburannya di Turki jadi sudah saatnya pulang ke Jakarta.
"Yaudah, aku tunggu yah kembalinya kalian berdua, yaudah aku sama mas Raihan dan Raka mau jalan kerumah Aulia dulu yah nanti kita bicara lagi pas kalian berdua udah balik ke Jakarta, Assalamualaikum Dikta sama fia...." pamit Rafu kepada mereka berdua karena sudah saatnya mereka semua pergi kerumah Aulia dan Mereka berdua pun langsung menutup teleponnya setelah menjawab salam dari rafu tadi.
Mereka semuanya pun sudah siap pergi ke rumahnya Aulia yang cukup jauh sih dari villanya Raihan menuju kerumah Aulia tapi buat Raka pun tidak dipermasalahkan dengan permintaan orang tuanya yang ingin istirahat yang dekat dengan bandara karena orang tuanya dari perjalanan bisnis langsung nemanin anaknya buat lamaran terus juga orang tuanya Raka pun juga niatnya Raka cepat-cepat nikah biar anaknya tidak sendirian lagi dirumah jadi nanti anaknya ada temannya pas mereka berdua yang harus bolak-balik dari Malaysia ke Jakarta.
"Mama sama ayah udah siap kan dan semuanya gimana Raihan, sudah siap...." Raka yang menanyakan apakah sudah siap semuanya.
"Alhamdulillah udah siap nak, Raihan sudah siap kan...." mamanya Raka yang mewakilinya ayahnya jawab dan mamanya Raka pun juga menanyakan ke Raihan tentang bawaan buat lamarannya sudah siap apa belum.
"Alhamdulillah udah siap semuanya Raka dan Tante...." Raihan yang langsung kasih jempolnya yang menandakan kalau semuanya sudah siap dan langsung menuju ke rumahnya Aulia.
Mereka semua pun langsung naik mobil yang sudah disiapkan jadi Raka cuma bawa dua mobil aja karena saudara-saudara nya nanti datang dari Malaysia pas acara nikahnya nanti jadi buat Raka tidak dipermasalahkan yang penting orangtuanya datang ke Jakarta buat nemanin dirinya.
__ADS_1
Diperjalanan menuju ke rumah Aulia pun, Raihan melihat sahabatnya yang sedang tidak tenang, padahal kan sudah dijawab sama Aulia kalau dirinya diterima sebenarnya dulu juga Raihan kaya Raka masih tidak tenang karena acara lamarannya belum selesai.
Raihan pun langsung memberikan ketenangan kepada Raka biar Raka langsung tenang hatinya dan Raka pun langsung merasakan lebih tenang pas dengarin perkataan Raihan kepadanya jadi tadi Raihan kasih solusi pas waktu dulu lamar Rafu.
"Terima kasih raihan, kamu sudah buat aku lebih tenang...." Raka yang langsung bilang terima kasih kepada raihan yang sudah membuat dirinya lebih tenang.
"Sama-sama sahabatku, yaudah kamu banyak-banyak berdoa biar acara lamarannya lancar...." Raihan yang memberikan saran kepada Raka buat banyak-banyak berdoa untuk melancarkan acara lamarannya tersebut.
Sampailah Di kampungnya Aulia tersebut jadi tinggal menuju ke rumah Aulia, Akhirnya sampailah dirumah Aulia yang sudah didekorasi senyaman mungkin sama suruhan Raihan tersebut dilewat telepon oleh Raihan sebagai perintah darinya buat acara lamaran Raka sama Aulia.
Orang tuanya Raka pun keluar dari mobil Raihan yang dibawa oleh orangtuanya Raka tersebut jadi tadi Raihan membawa mobilnya Raka bersama isterinya.
"Assalamualaikum Abah sama ibu, oiya kenalkan ini orang tua saya dan mama sama ayah kenalkan ini orang tuanya Aulia...." Raka yang mengenalkan kepada orang tuanya Raka maupun orangtuanya Aulia.
"Iya gak apa-apa, ibu sama bapak, tenang aja sama saya mah, sebenarnya saya suka sama situasi disini yang cukup nyaman dan pemandangan yang bagus didepan rumah bapak tersebut...." Jawab ayahnya Raka yang cukup nyaman pas datang kerumah besannya tersebut yaitu langsung dilihatkan pemandangan sawah.
"Baik pak, Rafu kamu panggil Aulia suruh kesini untuk Salim sama orangtuanya Raka ...." Perintah abahnya Aulia kepada Rafu buat panggil anaknya ke ruang tamu menemui orangtuanya Raka.
"Baik Abah...." Rafu pun langsung menghampiri ke kamarnya Aulia tersebut dan Rafu sama Aulia pun sudah datang terus langsung salim ke orangtuanya Raka tersebut.
Orang tuanya Raka pun langsung terpesona sama kecantikan calon menantunya tersebut karena baru pertama kalinya orangtuanya Raka melihat calon menantunya tersebut jadi maklumkan aja orangtuanya Raka terpesona sama kecantikan calon menantunya tersebut.
"Baik, sudah lengkap semuanya jadi silahkan nak Raka menyampaikan niat baiknya datang kerumah Abah ini...." Abahnya langsung mempersilahkan Raka untuk mengatakan niat baiknya yang ingin melamar Aulia.
"Makasih buat Abah yang sudah mempersilahkan saya buat mengatakan niat baik saya yaitu melamar putri kesayangan Abah sama ibu sebagai istri saya nanti dan juga untuk menemani saya untuk selamanya, jadi saya mohon minta izin sama Abah buat mengambil putri kesayangan Abah sebagai istri saya yaitu buat Auliani, maukah kamu terima lamaranku dan niat baik ku ini...." niat baik Raka yang sudah terucapkan kepada mereka semuanya dan Raka tinggal menunggu jawaban dari Aulia.
__ADS_1
Abahnya pun langsung menyerahkan kepada putrinya untuk menjawab niat baiknya Raka tersebut didepan orangtuanya sama calon mertuanya dan dua sahabatnya tersebut.
"Baik, Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya Auliani akan menerima lamaran dari mas Araka Ardiansyah sebagai suami saya nanti dan saya juga sudah cukup mengenal tentang kehidupan mas Raka selama ini terus juga sudah saatnya saya ingin menjalankan kehidupan saya bersama mas Raka jadi saya meminta sama mas Raka untuk terus bimbing saya menjadikan saya sebagai seorang istri yang baik buat mas Raka nantinya.." Terima lamarannya dari raka atau niat baik Raka tersebut dan Semuanya pun langsung tenang pas Aulia sudah menjawabnya.
Orang tuanya Raka pun langsung menyerahkan serahannya kepada ibunya yang mewakili keluarga Aulia untuk terima serahannya yaitu berupa sepasang sepatu samaan sebagai simbol lamarannya tersebut yang diartikan untuk terus bersama-sama sampai selamanya.
Kemudian mamanya Raka pun kasih sebuah kalung keluarga dari Raka sebagai tanda kalau Aulia sudah menjadi calon menantu keluarga Raka tersebut.
"Terima kasih Tante...." Aulia langsung mengucapkan terimakasih kepada mamanya Raka dan langsung cium tangannya Raka, kemudian mamanya pun langsung cium pipinya Aulia dengan sekilas.
" Kok masih panggil Tante, panggil aja mama, soalnya kan kamu udah jadi calon istrinya Raka..." Mamanya Raka yang minta dipanggil" mama" kepada calon menantunya tersebut.
"baik, Tan... eh Mama, maksudku...." Aulia yang masih canggung panggil mamanya Raka dengan sebutan " Mama".
Akhirnya acara lamarannya Raka sama Aulia pun selesai juga tanpa ada halangan sedikit pun acara lamarannya tersebut.
*Alhamdulillah Ya Allah, acara lamaranku hari ini lancar, semoga pas acara nikahnya pun juga lancar bersama calon suamiku.... batin Aulia yang menatap kearah Raka yang sedang fokus bicara sama abahnya tersebut dan Raka pun juga kadang melirik kearah Aulia yang ada disampingnya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa Share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1