Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Kabar Bahagia


__ADS_3

Mereka pun pada asyik dengan menceritakan tentang masa-masa mereka satu sama lain dan tak terasa waktu pun udah terlalu malam terus juga pasar malam pun sudah mau tutup, jadi mereka pun pada pulang masing-masing dengan mobilnya sama pasangannya masing-masing.


Raihan sama Rafu pun langsung pulang duluan, karena besoknya Raihan sama Rafu pergi ke rumah sakit lagi jadinya mereka berdua pun pamit pulang duluan sedangkan Dikta sama fia dan Raka sama Aulia pun ingin makan dulu, soalnya tadi mereka tidak makan cuma minum aja.


"Kita mau mampir ke tempat biasa nih...." tanya Dikta ke Raka tentang tempat makannya.


" Yoilah, itu kan tempat langganan kita dari dulu sampai sekarang." jawab Raka dari pertanyaan Dikta dengan atasin alisnya sambil menatap kearah Dikta.


Mereka pun akhirnya pergi ke tempat makan mereka yang biasanya bareng sama Raihan kalau sedang kumpul bareng dan Sampailah mereka ditempat tersebut, akhirnya mereka pun memesan makanan dengan masing-masing dan minumannya pun juga.


"Kamu mau pesan apa???." tanya Dikta ke fia dan Fia pun senang banget diperhatikan sama Dikta soalnya fia pas sama Rafu dan Raihan hanya lihat sama dengarin aja kata seperti itu.


" aku mau pesan ini aja deh, soalnya pas bangat buat jam gini, makannya beginian." jawab fia dengan tanyaan Dikta kepadanya.


"kamu mau pesan ini juga gak atau mau pesan yang lainnya????." sambung Fia yang juga tanya ke Dikta tentang pesan makan apa.


" hmmm, yaudahlah aku samain kamu aja dan kayanya enak nih, hehehe.." jawab dikta sambil menatap ke arah fia dengan senyumannya tersebut.


Fia sama Dikta pun sudah pesan makanan sama minuman tersebut sedangkan Raka sama Aulia pun masih lihat-lihat menu makanan sama minumannya juga.


" Kamu mau pesan apa, Aulia." tanya Raka ke aulia, soalnya tadi Aulia kebingungan mau pesan makan apa.


" Aduh, aku juga binggung nih, mau makan apa yah, soalnya aku baru pertama kali makan direstoran gini, maaf yah aku jadi buat kamu malu, hehehe...." jawab Aulia dengan tanyaan Raka dan ternyata Aulia baru pertama kali makan direstoran, soalnya Aulia merupakan anak pedesaan jadi dimaklumin aja.


" Yaudah aku pesan makanan sama minuman yang sama kaya aku yah, iya gak apa-apa kok, aku gak malu malahan aku bersyukur banget menemukan wanita yang tidak seperti wanita luar sana, hehehe...." ucap Raka yang tidak malu dengan sikap Aulia yang cukup ketauan orang pedesaan gitu tetapi buat Raka itu tidak dipermasalahkan malahan dia bersyukur ketemu wanita yang beda bangat diluar sana.


Akhirnya mereka pun sudah sama-sama pesan makanan dan minuman jadi tinggal nungguin pesanannya datang, mereka pun sama-sama sibuk dengan pasangannya masing-masing karena sambil nungguin pesanannya, mereka pun saling ngobrol dengan pasangannya masing-masing.


Datanglah pesanan mereka, kemudian mereka pun makan dengan cukup menikmatinya dan akhirnya selesailah makan mereka, setelah itu mereka pun langsung pulang dan anterin pasangannya pulang ke rumahnya dengan masing-masing.


🍁🍁🍁🍁🍁


Raihan sama Rafu pun sampai dirumahnya dan mereka pun langsung bersih-bersih lebih dahulu sebelum melakukan aktivitas kegiatan selanjutnya, setelah selesai bersih-bersih.

__ADS_1


Rafu pun langsung turun kebawah untuk masakin makanan kesukaan suami tercintanya, karena tadi mereka berdua belum makan dan tadinya Rafu ingin ikut tetapi Raihan tidak mengizinkan terus juga kata Raihan, dia ingin makan dirumah aja yaitu ingin makan masakan istri tercintanya tersebut.


"Mas, aku kebawah yah...." izin Rafu untuk ke bawah yang ingin masakin makanan suami tercintanya tersebut.


" Yaudah, sayang...." jawab Raihan yang sedang disofa untuk mengecek laporan restorannya tersebut.


Rafu pun langsung ke dapur dan Rafu juga menyiapkan bahan-bahan makanannya sama peralatan yang ingin dia pakaikan untuk masakin makanan kesukaan suami tercintanya tersebut.


Akhirnya masakan Rafu pun selesai, kemudian Rafu pun ke atas untuk panggil suaminya dan Akhirnya Raihan sama Rafu pun langsung ke ruang makan untuk melakukan makan malam bersama dengan cukup romantis.


Selesailah makan malam mereka, kemudian Raihan pun yang cuci piringnya sama peralatan yang tadi dibuat masak istrinya jadi itu udah tugas Raihan kalau misalnya istrinya masak.


Kemudian Raihan pun menuju ke kamarnya, tiba-tiba Raihan melihat istrinya yang sudah tertidur pules dan Raihan pun langsung beres-beres tempat yang tadinya buat dirinya mengecek laporan restorannya tersebut, kemudian Raihan pun langsung tidur dengan menghadap istrinya tersebut dan Raihan menggeserkan kepalanya Rafu ke dadanya Raihan jadi cukup romantis tidur mereka berdua.


Waktu shalat subuh pun telah tiba dan mereka berdua pun sama-sama bershalat jamaah dengan berdua, kemudian Raihan melakukan kegiatan selanjutnya setelah shalat subuh nya yaitu tidur dipahanya Rafu dulu sebentar, setelah itu baru deh Raihan membersihkan dirinya sama dengan rafu juga sudah terbiasa dengan kegiatan Raihan setelah shalat.


Kemudian mereka berdua pun sudah rapi tetapi tiba-tiba aja rafu merasakan mual-mual terusnya katanya kepalanya pusing bangat dan Raihan pun langsung gendong Rafu dari kamar mandi ke tempat tidurnya, kemudian Raihan pun menghubungi dokter pribadinya untuk memperiksakan istrinya tersebut.


Rafu pun hanya bisa mengangguk kepalanya aja sambil menatap ke arah Raihan dengan senyumannya tersebut, Tiba-tiba dokternya pun telepon yang memberitahukan kalau dirinya udah sampai dirumah Raihan dan Raihan pun langsung turun kebawah untuk hampiri dokternya tersebut.


"Silahkan, masuk dokter Rara" ucap raihan yang mempersilahkan dokter Rara untuk masuk kemudian menuju ke kamarnya.


" Makasih pak raihan...." jawab dokter Rara sambil tersenyum kearah Raihan dan langsung menuju ke kamar raihan.


Setelah selesai diperiksakan Istirnya tiba-tiba dokter Rara pun tersenyum dan Raihan sama Rafu pun kebingungan, ada apa dengan dokter Rara yang tiba-tiba aja tersenyum begitu setelah periksa istrinya tersebut.


"Ada apa dokter, kok dokter tersenyum????." ucap Raihan yang binggung dengan dokter Rara yang tersenyum seperti itu.


"Tidak ada apa-apa kok pak raihan dan Alhamdulillah istri pak Raihan baik-baik aja, oiya saya mau beritahukan, bahwa istri pak Raihan sedang hamil jalan seminggu pak." jelas dokter Rara kepada Raihan sama Rafu.


"Apa dok, serius dok????." ucap Raihan yang masih tidak sangka kalau istrinya ternyata sedang hamil terus juga udah memasuki seminggu kehamilannya.


" Serius pak Raihan, lihat wajah saya emang ada tanda bercanda." jawab dokter Rara yang sambil menatap kearah Raihan sama Rafu yang masih tidak menyangka kalau Rafu sedang hamil.

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang, kita sebentar lagi jadi orang tua dan aku akan hubungin orang tua kamu sama aku." ucap Raihan yang cukup senang dengan kabar hari ini tentang kehamilannya Rafu.


" jangan dulu mas, nanti aja pas aqiqah nya Aisyah, baru nanti kita kasih tau mereka semua secara bersama-sama, jadi biar enak aja kalau kasih taunya langsung." jawab Rafu yang menolak Raihan untuk kasih tau lewat telepon dan Rafu hanya ingin kasih taunya secara langsung aja.


" Yaudahlah aku ikutin kemauan bumil aja, hehehe...." jawab Raihan yang menuruti kata Rafu tersebut dan sekarang Raihan ganti panggilannya buat Rafu dengan sebutan "Bumil".


"Selamat yah pak Raihan sama Bu Rafu atas kehamilan pertamanya, semoga anaknya selalu sehat dan ibunya juga, amiin...." ucap dokter Rara yang juga bahagia atas kehamilan istrinya pak Raihan tersebut.


"Makasih dokter Rara, mari saya anterin ke depan, dok..." ajakan Raihan yang ingin anterin dokter Rara ke depan rumahnya tersebut.


"baik pak, yaudah Bu Rafu saya pamit pulang yah Bu dan ini saya kasih vitamin buat Bu hamil, supaya nanti pas persalinan selalu lancar." ucap dokter Rara sambil kasih resep vitamin ke Rafu biar nanti persalinan Rafu lancar.


"Terima kasih dokter, vitaminnya dan hati-hati dijalan yah dokter." jawab Rafu yang masih terbaring di kasurnya tetapi Rafu tersenyum kearah dokter Rara.


" iya sama-sama Bu Rafu, Assalamualaikum." pamit dokter Rara kepada Rafu.


" Walaikumsalam dok..." jawab salam Rafu kepada dokter Rara.


Dokter Rara pun sudah masuk ke dalam mobilnya, kemudian Raihan pun langsung ke atas untuk nemanin Rafu yang sedang terbaring karena katanya badannya lemes bangat jadi Raihan minta Rafu tidur sebentar kemudian Raihan pun nemanin Rafu tidur juga jadi Raihan tidur dibelakangnya Rafu sambil tangannya ke pinggangnya Rafu jadi seperti berpelukan.


*sehat-sehat yah nak, terima kasih sudah hadir di keluarga Ayah sama bunda, jangan buat bunda kamu kesusahan yah nak, batin Raihan yang tangannya sambil ngelus-ngelus perutnya dan akhirnya Raihan pun tertidur juga.


Akhirnya Rafu sama Raihan hamil juga, hehehehe..


jadinya nanti gak diledekin kak Adit lagi deh🀭🀭🀭🀭🀭


sampai jumpa di episode selanjutnya......


jangan lupa di like ceritaku yah gaes πŸ€­πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


dan vote Juga ceritaku yah gaes πŸ€—πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


oiya share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes πŸ€—πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2