Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Awal Kuliah


__ADS_3

Setelah mereka selesai obrol-obrol, Anggi pun pamit pulang,karena kan dia masih nginep dirumah saudaranya, jadi nanti pas udah mulai kuliah selama sebulan, Anggi akan cari kost terdekat didaerah kuliahnya.


" kak Raihan... Syifa...Daffa... aku pamit pulang yah..." Anggi pun langsung pamit pulang kepada mereka.


" Kok mau pulang, baru aja beberapa jam..."Raihan yang menahan Anggi pulang kerumah.


"iya kak, aku harus pulang, karena masih nginep dirumah saudara, jadi aku harus tau waktu untuk pulang..."Anggi yang menjawab ucapan Raihan.


"oh gitu, yaudah... kak Raihan panggil sopir yah, untuk anterin kamu, soalnya perempuan tuh tidak baik, pulang sendirian dimalam hari..."Raihan yang minta Anggi untuk naik mobilnya.


" Gak usah kak... aku juga udah kebiasaan pulang malam, soalnya kan aku juga kalau pulang Kerja, pastinya malam hari..."ternyata Anggi, diam-diam kerja paruh waktu.


" Anggi, udah terima aja, tawaran dari kak aku...dia tuh tipe orang yang tidak mau ada kata nolak... iya gak kak..." Syifa yang membujuk Anggi untuk mau nerima tawaran Raihan dan Raihan pun menggangguk kepalanya sambil tersenyum.


" Yaudah deh, terimakasih yah kak..." Anggi pun akhirnya menerima tawaran dari Raihan.


" Yaudah, tunggu bentar yah..." Raihan pun langsung hubungi sopirnya untuk siap-siap anterin Anggi pulang.


Beberapa menit kemudian, sopirnya pun sudah datang, Raihan sama lainnya pun langsung anterin Anggi ke mobilnya Raihan yang sudah nungguin diparkiran.


" Yaudah kak Raihan... Syifa ... Daffa... aku pamit yah, assalamualaikum..." Anggi pun langsung pamit kepada mereka dan Anggi langsung masuk kedalam mobilnya Raihan.


" Walaikumsalam, hati-hati yah pak Tono dijalan..." Raihan pun minta sopirnya untuk hati-hati dijalan.


" baik pak...." Pak Tono pun langsung mengiyakan perkataan dari raihan sambil tersenyum dan mereka pun langsung melambaikan tangannya.


Setelah beberapa jam Anggi pulang, akhirnya mereka juga ikut pulang, jadi Daffa akan pulang sendirian, karena Raihan yang akan anterin Syifa pulang, Soalnya tadi Rafu bilang ke Raihan, kalau Rafu sama anak-anaknya ada dirumah pak Ahmad.


" Yaudah kak, aku pamit pulang duluan yah...Syifa aku pamit pulang yah, assalamualaikum..." Daffa yang langsung pamit kepada mereka berdua sambil tersenyum.


" walaikumsalam, hati-hati dijalan yah Daffa..." Raihan yang menjawab salam dari Daffa dan Raihan melihat mereka berdua yang tidak ingin dipisahkan.


" Syifa, lepas tangan kamu, kasihan Daffa ingin pulang, sama kamu ditahan gitu..." Raihan yang minta Syifa untuk lepas tangannya tersebut dari tangannya Daffa.

__ADS_1


" Kak Raihan pulang sendiri aja yah, aku mau pulang sama Daffa..." Syifa pun minta Raihan untuk pulang duluan, biar Syifa bisa pulang bareng Daffa.


" gak boleh, soalnya tidak boleh lama-lama berdua, kamu kan udah berdua-duaannya waktu pagi, jadi sampai situ aja, kalau kamu tidak nurut perkataan kak, biarin aja, kak gak akan bantuin kamu lagi, kalau lagi butuh kak..." Raihan yang pura-pura marah sama Syifa dan Syifa pun akhirnya menuruti perkataan Raihan.


" Yaudah gak apa-apa, kamu sama kak Raihan aja, yah..." Daffa yang langsung bilang kepada Syifa untuk nurutin perkataan Raihan dan Daffa pun langsung tersenyum kepada Syifa.


" hati-hati dijalan yah, kalau udah sampai, jangan lupa hubungin aku...." Syifa yang minta Daffa untuk hubungin dirinya, pas Daffa udah sampai dirumah dan Daffa pun langsung memberikan tanda " Ok" kepada Syifa.


Daffa pun langsung masuk kedalam mobilnya dan Daffa langsung melambaikan tangannya kearah mereka Berdua, mereka berdua pun juga melambaikan tangannya kearah Daffa, kemudian Daffa pun langsung keluar dari daerah restorannya Raihan, setelah itu mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil untuk pulang kerumah pak Ahmad.


Beberapa bulan kemudian, hari-hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba yaitu hari pertama masuk kuliah dan masa-masa yang baru lagi untuk Daffa, Syifa dan Anggi.


Syifa pun langsung sarapan bareng ayah Ahmad sama bunda Dina, tiba-tiba daffa pun datang, kemudian mereka berdua langsung pamit Berangkat ke kampus kepada orangtuanya Syifa, jadi orangtuanya Syifa sudah merestui hubungan mereka berdua dan dengar-dengar juga, Daffa akan melamar Syifa.


" Yaudah om.. tante... aku sama Syifa, pamit berangkat ke kampus yah, assalamualaikum..." Pamit Daffa kepada orangtuanya Syifa sambil cium tangannya orangtuanya Syifa dan tersenyum juga kepada orangtuanya Syifa.


" Walaikumsalam, hati-hati dijalan yah nak Daffa..." bunda Dina yang menjawab salam dari Daffa dan bunda Dina minta Daffa untuk hati-hati dijalan.


Mereka berdua pun udah keluar dari rumahnya pak Ahmad yang sambil menggenggam tangannya satu sama lain untuk menuju ke kampusnya tersebut, Daffa pun tersenyum kepada Syifa, karena lagi-lagi daffa akan bareng Syifa lagi dan Syifa pun juga senang bangat bisa bareng Daffa lagi.


" Sama aku Juga, semoga hubungan kita langgeng yah..." Daffa yang tersenyum kepada Syifa walaupun sebentar, karena dirinya sedang menyetir mobilnya.


Beberapa jam menuju ke kampus, akhirnya mereka berdua pun sampai dikampus dengan selamat, kemudian Daffa langsung bukain pintu mobilnya kepada Syifa dan Daffa pun langsung gandeng tangannya Syifa untuk menuju ke dalam kampus tersebut.


" kamu gak usah anterin aku ke kelas..." Syifa yang tadi menolak Daffa untuk anterin dirinya ke kelas.


" gak apa-apa Syifa, biar kalian... aku menuju ke kelas juga, jadi bareng aja... ngapain pisah-pisah...." Daffa yang menjawab ucapan dari Syifa dan sepanjang jalan mereka berdua dilihat sama teman-teman kampusnya yang melihat mereka berdua yang begitu mesranya.


" Daffa, kenapa mereka pada lihat kita sih..." Syifa yang merasakan gak enak dilihat sama teman-teman kampusnya tersebut.


" yaudah gak apa-apa dilihatin sama mereka, berarti mereka iri melihat Kita yang lagi mesra-mesra kaya gini..." Daffa yang minta Syifa untuk tidak lihat mereka yang lagi menatap dirinya sama Syifa.


" Bukannya mereka pada terpesona sama kegantengan kamu yah, hehehe..." Syifa yang menduga kalau mereka pada terpesona sama kegantengan Daffa.

__ADS_1


" Kayanya bukan deh, yaudahlah... biarin mereka pada lihat kita..." Daffa yang tidak yakin kalau mereka menatap dirinya gara-gara kegantengannya tersebut dan mereka berdua pun langsung fokus menuju ke kelasnya Syifa.


Beberapa menit kemudian, Sampailah Daffa ke kelasnya Syifa dan Daffa pun langsung pamit kepada Syifa untuk menuju ke kelasnya tersebut, oiya Daffa juga kasih tau Syifa, kalau dirinya akan latihan basket, jadi kalau Daffa belum ada di luar kelasnya, Berarti Daffa masih latihan basket.


" Nanti kalau aku tidak ada diluar kelas kamu, berarti aku masih latihan yah, jadi nanti kamu nyusul aja ke lapangan basket sama Anggi gak apa-apa..." Daffa yang minta Syifa samperin dirinya ke lapangan, kalau dirinya tidak ada diluar kelasnya Syifa dan Daffa juga minta Syifa untuk kesananya bareng Anggi.


" baiklah, nanti aku minta anterin Anggi ke lapangan basket, yaudah... sana kamu ke kelas, jangan sampai terlambat..." Syifa yang langsung minta Daffa untuk cepat-cepat menuju ke kelasnya.


" Yaudah aku pamit yah, assalamualaikum..." daffa pun langsung pamit kepada Syifa sambil tersenyum sama melambaikan tangannya dengan satu sama lain.


Akhirnya mereka berdua pun sama-sama masuk ke dalam kelasnya masing-masing dihari pertama mereka berdua belajar dan mereka berdua pun sama-sama fokus terhadap penjelasan dosennya.


Ternyata Daffa yang sudah selesai belajarnya, kemudian Daffa pun langsung menuju ke lapangan basket untuk latihan, sedangkan Syifa yang masih belajar, jadi tidak tahu Syifa bakalan kelar jam berapa, kalau Anggi yang sudah kelar belajarnya dan Anggi pun langsung nungguin Syifa di tempat duduk dekat kelasnya Syifa.


Beberapa menit kemudian, kelasnya Syifa pun sudah kelar belajarnya, jadi satu persatu teman kelasnya sama dosennya pun sudah keluar dari kelasnya, kemudian Anggi langsung samperin Syifa yang lagi beres-beres buku mata pelajarannya sama buku catatannya kedalam tas.


"assalamualaikum Syifa..." Sapa Anggi kepada Syifa dan Syifa pun langsung menatap kearah Anggi sambil tersenyum.


" Walaikumsalam Anggi, bentar yah..." Syifa yang minta Anggi untuk tunggu sebentar.


" iya, santai aja Syifa... gak usah buru-buru, hehehe..." Anggi yang minta Syifa untuk tidak buru-buru, jadi santai aja.


Akhirnya Syifa pun selesai beres-beres bukunya tersebut, kemudian mereka berdua langsung menuju ke lapangan basket yang sudah ditonton banyak perempuan yang sedang teriak-teriak nama salah satu pemain basket, yang banyak teriakan namanya adalah Daffa.


Sampailah mereka berdua dilapangan basket, Syifa yang mendengar perempuan-perempuan Tersebut menyebut nama Daffa, sebenernya ada kata cemburu kepada perempuan tersebut tetapi Syifa percaya kalau Daffa bisa mempertahankan hatinya untuk dirinya aja, jadi Daffa pastinya menganggap mereka adalah penggemarnya aja, makanya Syifa mulai hari ini akan belajar percaya kepada Daffa.


* Ternyata kamu kalau lagi main basket gitu kelihatannya keren bangat, batin Syifa yang terpesona sama cara main basketnya Daffa di lapangan basket tersebut dan Daffa pun menyadari keberadaan Daffa di tempat penonton tersebut, Daffa pun langsung melambaikan tangannya sama tersenyum kepada Syifa, kemudian Daffa melanjutkan main basketnya.


Sampai jumpa di episode selanjutnya yah.....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌

__ADS_1


Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2