
Baru aja Raihan sama Rafu sampai dirumah, tiba-tiba Raihan dapat telepon dari pak Ahmad yaitu memberikan kabar kalau istrinya kak Adit mau lahiran jadi pak Ahmad minta Raihan sama Rafu buat siap-siap kerumah sakit milik pak Ahmad.
Raihan sama Rafu pun, siap-siap membersihkan dirinya yang tadi kehujanan dan akhirnya mereka berdua memutuskan membawa mobil aja karena masih hujan.
Akhirnya mereka berdua sampailah dirumah sakit pak Ahmad yang cukup terkenal di daerah Jakarta apalagi pak Ahmad juga membuka rumah sakit di Bandung buat orang-orang yang tidak mampu jadi pak Ahmad sangat dihormati oleh semua warga dibandung kalau pak Ahmad sama keluarganya ke Bandung.
"assalamualaikum ayah, bunda, pak Triyanto, bunda purnama, gimana kak Anissa udah lahiran blm?." ucap Raihan yang baru datang tiba-tiba Langsung nanyain kak Anissa udah lahiran apa blm.
" belum, nak... masih didalam ruangan operasi sama kak Adit, jadi kita tunggu aja yah." jawab pak Ahmad yang langsung menatap ke arah Raihan yang tadi nanyain tentang kak Anissa.
Setelah sudah tiga jam mereka semua nungguin, akhirnya mereka semua mendengar tangisan bayi kecil yang cukup buat mereka semua terharu dengan tangisan bayi kecil tersebut.
Raihan sama Rafu pun juga terharu dan Rafu pun langsung memeluk Raihan karena dia bahagia bangat, kalau kak Anissa udah lahiran tetapi dia penasaran, kira-kira bayinya perempuan apa laki-laki yah.
Akhirnya kak Adit pun keluar sama suster, setelah kak Adit mengadzani anaknya tersebut dan kak Adit pun langsung menghampiri keluarganya yang sudah lama tungguin kabar selanjutnya tentang istri dan anaknya tersebut.
"gimana nak, keadaan istri kamu????." ucap pak Ahmad yang mengkhawatirkan keadaan menantunya tersebut.
" Alhamdulillah, baik-baik aja yah...." jawab kak Adit dengan wajah yah cukup bahagia karena dirinya sekarang sudah menjadi seorang ayah dan tanggung jawabnya pun bertambah lagi.
" kak, anaknya perempuan apa laki-laki...." tanya Rafu yang cukup penasaran kelamin anaknya kak Adit tersebut.
" iya kak, kira-kira apa nih kelaminnya????." sambung Raihan yang juga cukup penasaran.
"Alhamdulillah, kelaminnya perempuan, cantiknya sama kaya bundanya tapi namanya masih kak rahasiakan yah nanti aja kalau kak Anissa nya udah bangun, baru nanti kak kasih tau." jawab kak Adit dari pertanyaan Raihan sama Rafu yang cukup penasaran sama kelamin anaknya tersebut.
"oiya, kira-kira kapan nih Rafu ngisinya..." sambung dari kak Adit yang memberikan isyarat kepada rafu.
__ADS_1
"hmmm, tunggu aja kalau waktunya udah tiba yah kak Adit, hehehe....." jawab Rafu dengan wajah yang cukup malu dengan pertanyaan kak Adit tersebut.
Pak Ahmad, bunda Dina, pak Triyanto sama ibu Purnama pun cukup menggelengkan kepalanya tentang pertanyaan kak Adit yang membuat rafu cukup malu menjawab pertanyaan nya tersebut.
" Iya kak, tunggu aja waktunya tiba, biar nanti anak kak, ada temannya, hehehe...." sambung Raihan yang menambah kan jawaban dari rafu buat pertanyaan kak Adit tersebut.
Mereka semua pun menunjuk ke kamar VIP yang sudah ada kak Anissa disana, akhirnya mereka semua pun sudah sampai dikamar kak Anissa yang sudah ada bayi kecil yang cukup mungil bangat dan sangat mengemaskan yang sedang digendong sama susternya tersebut.
"suster, boleh gak saya yang gendongnya...." ucap Rafu yang sangat ingin mengendong bayi kecil yang cukup mengemaskan.
" boleh aja mbak, nih saya kasih ke mbak yah...." jawab suster yang langsung kasih bayi mungil yang cukup mengemaskan ke arah Rafu yang sudah cukup siap buat gendong anaknya kak Anissa tersebut.
" hati-hati, sayang ..." ucap Raihan yang cukup khawatir dengan cara gendongnya Rafu kepada anaknya kak Adit tersebut.
" iya tenang aja mas Raihan, aku udah bener kok gendongannya, iya kan suster...." jawab Rafu yang menjawab khawatir Raihan tersebut dan susternya pun hanya memberikan senyuman aja dengan menjawab pertanyaan Rafu tersebut.
" yaudah deh, kalau bunda mau gendong, padahal aku belum puas Gendong adik kecil yang mungil ini...." jawab Rafu yang belum tega kasih ke bunda Dina buat gantian gendong bayi mungil yang cukup mengemaskan.
" makanya, bikin dong....." ledekan dari kak Adit yang cukup menertawakan ke arah Rafu yang masih ingin gendong anaknya tersebut.
Rafu pun hanya menjawab dengan wajah yang cukup kesel kepada kak Adit yang senang bangat kalau ledekin dirinya tersebut dan Raihan pun langsung menatap kearah kak Adit dengan tatapan tajam, kak Adit pun langsung berhenti tertawakan Rafu tersebut.
Akhirnya Kak Anissa pun sadar, kak Anissa juga bahagia bangat kalau anaknya banyak yang sayang kepadanya tetapi dia sedih kalau orang tuanya gak bisa kesini karena dirumah sakit lagi banyak bangat pasien jadi orang tuanya gak bisa tinggalin pasiennya tetapi nanti pas aqiqah nya, orang tuanya kak Anissa akan ke Indonesia buat nengokin cucunya tersebut.
" Kak Adit, itu kak Anissa udah sadar." ucap Rafu yang melihat kak Anissa sudah sadar dan melihat wajahnya kak Anissa yang mengeluarkan air mata, rafu tau kalau itu adalah air mata bahagianya kak Anissa.
"sayang, kamu udah bangun, mau apa????." ucap kak Adit yang langsung menghampiri istrinya yang sudah sadar.
__ADS_1
"aku mau anakku yang mengemaskan dan yang cantik." jawab kak Anissa yang ingin mengendongkan anaknya tersebut dan bunda Dina pun langsung kasih cucunya ke menantunya tersebut.
"anak bunda, yang cantik dan mengemaskan." ucap kak Anissa yang cukup bahagianya dengan kehadiran putri kecilnya tersebut.
" oiya, mas.... udah kasih tau anak kita belum." sambung kak Anissa yang menanyakan ke suaminya tersebut tentang kasih tau anaknya ke keluarganya tersebut sambil menatap putri kecilnya tersebut.
"belum sayang, aku bilang keluargaku, kalau kamu udah sadar aja, kasih tau nama anak kita." jawab kak Adit dari pertanyaan kak Anissa tersebut dan kak Anissa pun mempersilahkan suaminya untuk kasih tau nama anaknya tersebut kepada keluarganya.
"Ok, aku akan kasih tau nama anakku adalah Aisyah Malsya Putri, itulah nama anakku." ucap dari kak Adit yang mengumumkan nama anaknya tersebut kepada keluarganya tersebut.
"bagus banget namanya, oiya jadinya keluarga "A" donk, hehehe....." candaan Rafu yang baru sadar kalau gitu kelurganya kak Adit jadi keluarga "A" karena namanya "A" semuanya dari orang tuanya sampai anaknya tersebut.
" iyaiya.... aku juga baru sadar, sayang." jawab Raihan yang juga baru sadar kalau keluarganya kak Adit menjadi keluarga "A".
" emang itu niat kita berdua, kalau nanti anak kita lahir, mau dikasih nama dari huruf "A" jadi dengarnya enak aja gitu." jawab kak Adit dari pertanyaan Raihan sama Rafu yang mendengarkannya cukup unik bangat dari keluarganya kak Adit tersebut.
*kalau gitu nanti aku juga kasih nama anakku dari huruf "R" kayanya unik aja gitu kaya kak Adit, batinnya Raihan yang sambil menatap ke arah Rafu yang sedang melihat Rafu dengan menatap kearah Aisyah yang dipangkuan kak Anissa tersebut.
* Kayanya aku harus ikutin saran dari kak Adit, kalau mau kasih nama anak itu sesuai nama huruf orang tuanya dan kayanya juga cukup unik menerima sarannya tersebut, batinnya Rafu yang sambil menatap ke arah Aisyah yang sedang senyum kearah Rafu yang sedang menatap dirinya tersebut.
maaf yah gaes baru update lagi, soal nya aku udah kerja, tapi tenang aja kalau ada waktu, aku akan update cerita selanjutnya dan tungguin aja yah cerita terbaru aku, tapi gak tau kapan bikinnya jadi tunggu ajaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
jangan lupa like ceritaku yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes ðŸ¤ðŸ‘ŒðŸ‘ŒðŸ‘ŒðŸ‘ŒðŸ‘Œ
oiya share juga ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1