Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Episode 8


__ADS_3

》》》》》》》》


"hei..jangan mengelus rambutku, kau memperlakukan aku seperti anak kecil saja. huh!,😶:V " celoteh erwin pada ku.


"iya iya, dasar bawel-_-" ucapku.


"yasudah, karena sekarang sudah mulai gelap, sebaiknya kita masuk,. tapi, gio mana?" tanya erwin padaku sambil melihat- lihat sekitar.


"sebentar, ehmm...itu bukan?" kataku sambil menunjuk ke arah pohon mangga besar, "apa dia sedang menangis?" tanyaku.


"ayo kita lihat!" seru erwin.


Saat kita sampai di tempat gio, dia terlihat sedih sambil memegang kucing yang terluka akibat terjatuh dari pohon. Kucing itu masih kecil dan sepertinya ia tersesat.


Gio menangis sambil memberikan kucing tersebut kepadaku dan berkata,

__ADS_1


"kakak cantik super..., tolong selamatkan kucing ini...hiks..hiks..huu...." rengek gio kepadaku.


"oh baiklah, kamu tenang saja oke:> gio tak perlu khawatir, besok anak kucing ini pasti sudah sembuh. Hari ini dia harus aku obati dulu dan biarkan dia beristirahat semalaman😊" ucapku memberi semangat untuk gio sambil menerima kucing yang gio berikan padaku.


Gio yang tadinya sedih, kini dia terlihat tersenyum kembali dam mengucapkan terimakasih kepadaku.


-1 MINGGU KEMUDIAN-


Hari cepat berlalu, tak terasa ujian tengah semester akan dimulai besok. Aku yang baru terbangun dari tidur pun bergegas mandi dan sarapan seperti biasanya.


Ternyata, apa yang aku pikirkan sedari tadi benar. Nenekku sedang sekarat di rumah sakit akibat keracunan makanan dan kini menyerang organ ginjal nenek sehingga dapat dipastikan kalau nenek akan terkena penyakit kebocoran pada ginjal parah.


Ayah dan mama cemas dan pusing memikirkan uang untuk membayar biaya rumah sakit nenek. Semua uang pinjaman sudah terkumpul tapi tetap saja kurang.


Aku berniat untuk menjenguk nenek hari ini karena sekarang adalah hari minggu. Dan saat aku membuka pintu kamar pasien, betapa terkejutnya aku.

__ADS_1


Aku melihat banyak sekali selang yang menempel di tubuh nenek. Air mataku mengalir dan terus mengalir tanpa henti.Tiba- tiba nenek membuka matanya dan melihatku. Ia memanggilku dan berkata,


"Cucuku fara, nenek akan memberitahumu suatu hal yang sangat penting untukmu. Sebenarnya, kamu bukanlah anak dari ibumu Mira dan ayahmu Deni, dan kamu juga bukan cucuku. Tapi...aku akan selalu menjadi nenek yang terbaik untukmu. Aku punya suatu informasi mengenai orang tua kandungmu.


Ada desa bernama Desa Tao yang hanya memiliki 5 orang penduduk didalamnya. uhukk...uhuk...., kamu bisa bertanya pada mereka karena merekalah yang membantu persalinan ibumu saat melahirkanmu dulu." jelas nenek dengan suara serak disertai batuk.


"Apa!! jadi aku bukanlah anak kandung ayah dan mama?!" , "kenapa nenek baru mengatakannya sekarang?!...hiks...nenek pasti berbohong padaku kan?...huu..huu...hiks.." tanyaku tak tahan akan air mata yang mengalir semakin deras melewati pipiku.


"itu semua benar cucuku, aku baru memberitahukanmu sekarang karena aku tau kalau waktu hidupku sudah tidak lama lagi,uhukk..!" ucap nenek.


"nenek...jangan bicara seperti itu... nenek pasti bisa sembuh !...kumohon bertahanlah sebentar lagi nek...hiks...hiks..." tangisku melihat keadaan tubuh nenek yang semakin melemah.


"Nak...jaga dirimu baik- baik ya...nenek sangat menyayangimu......" ucap nenek dengan memberikan senyuman terakhirnya itu untukku, dan......


(Piiiippppp..........)

__ADS_1


Nenek menghembuskan nafas terakhirnya tepat pada hari kelahirannya dan kini menjadi hari wafat nenek.


__ADS_2