Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Ajak Keluarga Rafu


__ADS_3

Setelah kak Adit menengok kebelakang dan kemudian dia langsung menghampiri ayah angkatnya tersebut atau pahlawan dalam hidupnya didalam hatinya.


"assalamualaikum ayah." sapaan kak Adit kepada ayahnya angkatnya tersebut dan memanggil pak Triyanto dengan sebutan "ayah" karena dia udah anggap pak Triyanto sebagai ayahnya sendiri.


"walaikumsalam nak Adit." jawab pak Triyanto yang kaget dengan kedatangan anak angkatnya tersebut atau anak yang dulu pak Triyanto tolongin dari penculikan tersebut.


" iya yah .... ini Adit."ucapan kak Adit yang mengeluarkan air matanya ketika bertemu dengan ayah angkat tersebut dan sudah lama tidak bertemu dengan ayah angkatnya.


" Ya ampun nak, ayah sampai pangling tau dengan perubahan kamu ini .... soalnya sudah lama ayah tidak ketemu kamu, nak Adit." jawab pak Triyanto yang mengeluarkan air mata juga dan memeluk anak angkatnya juga.


Mereka pun akhirnya melepaskan pelukan yang sangat erat itu dan kak Adit pun langsung cium tangan ayah angkatnya tersebut.


Pak Triyanto pun menyuruh kak Adit untuk duduk kembali dan pak Triyanto pun duduk juga bersama Raihan, Rafu dan ibu purnama yang dari tadi melihat pertemuan ayah angkat dan anak angkatnya yang baru ketemu kembali dengan cukup mengharukan dengan adegan tersebut.


" kalian udah pada makan nih .... " tanya pak Triyanto kepada mereka semuanya yang duduk bersamanya.


" iya udah makan, bapak aku yang paling hebat seduniaaaaaaaa...." pujian Rafu kepada bapaknya sendiri dan membuat sekitarnya menjadi ketawa dengan tingkahnya Rafu kepada bapaknya.


Pak Triyanto pun tersenyum dengan tingkah anaknya tersebut dan pak Triyanto juga senang karena rumahnya cukup ramai dengan kedatangan Raihan dan kak Adit.


Kak Adit pun lupa dengan kehadiran dirinya kerumah pak Triyanto untuk apa, kemudian kak Adit pun ngasih oleh-oleh kepada keluarga pak Triyanto yang dirinya bawa dimalaysia Tersebut dan kak Adit juga titipkan oleh-oleh juga buat para pembantu sama satpamnya pak Triyanto karena kak Adit membawa oleh-oleh dengan cukup banyak jadi ada beberapa sisa oleh-oleh nya.


" Terima kasih yah nak Adit."ucapan terima kasih dari pak Triyanto buat Kak Adit dan berikan senyum juga untuk kak Adit.


" iya sama-sama yah ... Adit senang, bisa lihat keadaan ayah sama bunda dengan keadaan sehat." jawaban kak Adit kepada ayah angkatnya dan bunda angkatnya, ia kak Adit memanggil ibu purnama dalam sebutkan "bunda" karena kak Adit sudah anggap ibu purnama dengan bundanya sendiri.


Terus juga kak Adit ada alasan lain untuk keluarga pak Triyanto yaitu ingin mengajak keluarga pak Triyanto makan malam bersama keluarganya direstoran kakeknya tersebut.

__ADS_1


Dengan senang hati, keluarga pak Triyanto menerima tawaran anak angkatnya tersebut yang ingin mengajaknya .makan malam di restoran keluarga nya.


" kalau gitu Adit sama Raihan harus pamit yah bunda sama ayah ... soalnya Adit mau persiapan makan malam spesial buat ayah sama bunda dan keluarga Adit juga."pamit kak Adit kepada orang tua angkatnya tersebut.


" yaudah kalau mau pulang nak Adit dan nak Raihan ... padahal ayah masih belum puas menghilangkan rindu ayah kepada kamu, nak Adit." ucap sedih pak Triyanto yang tiba-tiba anak angkatnya pamit pulang dan membuat kak Adit cukup senang karena pak Triyanto cukup menyayanginya.


" kan nanti makan malam ayah ketemu Adit, yaudah yah Adit pamit ... assalamualaikum ayah, bunda dan Rafu." pamitan Adit kepada keluarga pak Triyanto dan mencium tangan orang tua angkatnya tersebut sama menyubit pipinya Rafu sebagai adik angkatnya tersebut.


Dengan perilaku kak Adit kepada Rafu membuat Raihan menjadi iri karena kak Adit bisa menyubit pipi tembem nya Rafu dan itu membuat Raihan ingin menyubit pipi tembem nya Rafu tersebut.


Kak Adit pun tau dengan tatapan adiknya tersebut, yang ingin menyubit pipi nya Rafu dan itu akan membuat Raihan cepat-cepat melamar Rafu sebagai calon istrinya tetapi Raihan belum siap untuk melamar Rafu sebagai calon istrinya.


* makanya Raihan, kamu tuh cepat-cepat dah lamar Rafu sebagai calon istri kamu dan kalau kelamaan nanti keburu Rafu diambil sama orang dah, batin kak Adit yang menatap kearah Raihan yang sedang iri kepada dirinya.


"walaikumsalam, nak Raihan dan nak Adit .... hati-hati dijalan yah ..." ucapan pak Triyanto kepada mereka berdua yang sudah mau keluar dari rumahnya tersebut.


"hati-hati dijalan kak Adit sama Raihan, sampai jumpa nanti malam, hehehe...." tawaan Rafu kepada mereka berdua yang melihat lambaian tangannya Rafu kepada mereka berdua.


Sampailah mereka berdua dirumah pak Ahmad yang cukup mewah dan luas, kak Adit dan Raihan pun keluar dari mobil mewahnya mereka masing-masing sama tidak lupa menyapa pak Tono yang baru keluar membawa kopi dari arah belakang rumahnya.


Pak Tono pun membalas dengan senyum kepada tuan mudanya tersebut dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam rumahnya.


"assalamualaikum bunda, ayah dan adik kak Adit yang lebih cantik dari bunda ....." pujian kak Adit kepada Syifa dan membuat bundanya cemberut tetapi bunda Dina pun tau kalau kak Adit sedang menghibur Syifa yang dari tadi cukup bosen berada dirumah terus.


" walaikumsalam nak ... sini duduk sama ayah dan bunda." ajakan ayah Ahmad kepada dua penerus nya.


Mereka pun langsung duduk bersama bunda Dina , ayah Ahmad dan Syifa yang sedang duduk di ruang tamu dengan cemilan buah-buahan, itulah kebiasaan keluarga Ahmad kalau nyemil harus dengan buah-buahan biar sehat kata ayah Ahmad.

__ADS_1


" oiya yah dan bunda, Adit mau ajak ayah, bunda sama Syifa untuk makan malem direstoran kakek karena kan Adit udah lama tidak makan direstoran kakek." kata kak Adit kepada orang tuanya dan Syifa.


Syifa pun cukup senang dengan ajakan kak Adit tersebut dengan membawanya keluar dari rumah yang dari tadi cukup membosankan baginya dan Syifa pun menatap muka meminta orang tuanya untuk menerima tawaran kak Adit tersebut.


Pak Ahmad pun mengiyakan ajakan kak Adit yang ingin makan malam direstoran keluarga orang tua pak Ahmad tersebut dan pak Ahmad pun juga melihat anak perempuan satu-satunya yang dari tadi menatap kearahnya untuk menerima tawaran kak adit.


"yaudah nak, Kita makan-makan diluar tetapi kamu juga ajak keluarga pak Triyanto juga kan???." tanya pak Ahmad kepada kak Adit.


" iya yah, aku juga udah ajak keluarga pak Triyanto untuk makan malam direstoran kakek dan mereka pun mengiyakan ajakan Adit tersebut." ucapan kak Adit yang menjawab pertanyaan ayahnya tersebut.


" horeeeeee.... akhirnya aku bisa keluar dari rumah dan bisa ketemu kakak ipar juga... hehehe..." candaan Syifa yang membuat sekitarnya menjadi kaget dengan menyebut Rafu dengan sebutan " kakak ipar" dan Raihan pun cukup tersenyum bahagian dengan tingkah adik tersayangnya.


" kakak ipar ????". kaget kak Adit kepada Syifa yang membuat dirinya menggelengkan kepalanya kepada tingkah adiknya tersebut.


" iya .... yang aku maksud kakak ipar adalah kak Rafu tetapi bukan buat kak Adit yah .... itu buat kakakku kedua yaitu kak Raihan."ucapan Syifa yang menatap kearah Raihan dan membuat Raihan tersenyum dengan perkataan adiknya tersebut.


" iya...iya kak Adit tau kok dan kak Adit juga udah punya calon kok dimalaysia ... terus juga nanti kak Adit mau lamar kakak ipar kamu yang dimalaysia." jelas kak Adit yang membuat keluarga nya pada kaget terapi berbeda dengan Raihan karena dia sudah tau dengan rencana kakaknya tersebut.


Karena kak Adit sudah menjelaskan kepada Raihan tentang niat dirinya ke Jakarta untuk apa yaitu untuk minta restu kepada orang tuanya dengan niat yang tulus buat melamar kekasihnya yang dimalaysia Tersebut.


" kamu serius nak, mau lamar kekasih kamu dimalaysia ????." tanya pak Triyanto kepada anaknya tersebut.


" iya yah.... soalnya aku sama dia sudah cukup lama menjalankan kekasih dan usiaku juga udah cukup buat melamar dirinya untuk menjadi calon istriku, yah dan bunda." jawaban serius kak Adit kepada orang tuanya tersebut.


" yaudah kalau kamu ada niat untuk melamar kekasih kamu yang dimalaysia Tersebut, dan bunda sama ayah akan merestui kalian berdua." ucapan bunda Dina kepada keseriusan anak pertama nya tersebut yang ingin melamar kekasihnya dimalaysia.


Kak Adit pun senang, akhirnya rencana kak Adit ke jakarta untuk meminta restu orang tuanya yang ingin melamar kekasihnya yang dimalaysia telah disetujui oleh orang tuanya tersebut.

__ADS_1


Pak Ahmad cukup senang dengan keberanian anaknya yang ingin melamar kekasihnya yang dimalaysia dan Pak Ahmad juga ingin Raihan mempunyai keberanian untuk melamar anaknya pak Triyanto sebagai calon menantunya.


*semoga kamu juga berani yah Raihan, seperti kakak kamu ini yang cukup berani untuk melamar kekasihnya dan ayah harap kamu juga keinginan melamar Rafu menjadi calon menantu buat ayah sama bunda, batin pak Ahmad yang menatap kearah Raihan dan membuat Raihan mengerti dengan arti tatapan dari ayahnya tersebut.


__ADS_2