
Tak Terasa Kehamilan Rafu sudah mau memasukin Satu bulan, Rafu sama Raihan pun sudah memberikan kabar kebahagiaannya ke orangtuanya mereka berdua masing-masing dan Alhamdulillah mereka semua sangat senang mendengarkan kehamilan Rafu.
Apalagi pak Triyanto pun juga bahagia bangat mendengarkan kabar anaknya yang sedang mengandung cucu pertamanya tersebut dan waktu itu pak Triyanto cuma bisa dengar lewat telepon, karena pak Triyanto ditugaskan ke daerah Surabaya jadi pak Triyanto cuma dapat kabarnya lewat telepon aja.
Pak Ahmad pun juga bahagia mendengarkan kabar kehamilan Rafu juga walaupun ini cucu kedua pak ahmad tetapi baginya semua cucunya adalah hal kebahagiaan untuknya tanpa membedakan status cucu pertama ataupun cucu keduanya.
Tidak hanya ke keluarganya Raihan sama Rafu yang diberikan kabar kehamilan Rafu, Sahabat-sahabatnya Rafu sama Raihan pun juga diberikan kabar kehamilan Rafu dan Alhamdulillah sahabat-sahabatnya pun sangat senang mendengarkan kabar kehamilan Rafu.
Setelah itu juga akhir-akhir ini Rafu sudah mulai tidak mual lagi semenjak udah masukin satu bulan kehamilannya tersebut jadi Raihan bersyukur bangat kalau Rafu tidak mual-mual lagi dan Raihan senang bangat kalau anaknya tidak mau menyusahkan bundanya tersebut.
"Mas, aku senang bangat... kalau anak kita tidak mau menyusahkan aku lagi dan dia juga sekarang nurut bangat sama kata bundanya." ucap Rafu sambil mengelus perutnya tersebut sambil menatap kearah Raihan yang ada disampingnya tersebut.
"Alhamdulillah, kalau anak kita tidak mau menyusahkan kamu, sayang..." jawab Raihan sambil menatap kearah Rafu dan Raihan pun juga mengelus perutnya Rafu.
"iya mas...." jawab Rafu sambil tersenyum bahagia.
Tiba-tiba Rafu pun mengidam sesuatu yang tidak disangka-sangka oleh Raihan yaitu ngidam durian, Raihan pun sebenarnya senang sih kalau Rafu ngidam buah kesukaannya sama Rafu pun juga tetapi yang herannya tuh, Rafu ngidamnya pas udah malam-malam jadinya Raihan pun binggung harus cari durian kemana tetapi yang Raihan bersyukur adalah Raihan punya teman yang juragan durian jadi Raihan sangat bersyukur bangat kalau ngidamnya Rafu pun ada jalannya dan Raihan pun langsung menghubungi temannya tersebut.
"Assalamualaikum Dika, ganggu gak nih malam-malam gini????." tanya Raihan Kepada temannya karena Raihan takut ganggu waktu temannya tersebut.
"Walaikumsalam tuan Raihan, ada apa nih malam-malam telepon saya...." jawab temannya Raihan yang kebingungan dengan telepon mendadak dari Raihan terus juga udah malam bangat lagi.
"Gini Dika, istri saya lagi ngidam durian dan untung aja saya ingat kamu, kalau kamu kan jualan durian tuh, nah makanya saya telepon kamu deh, hehehe...." jelas Raihan kepada temannya yang sedang kebingungan dengan telepon mendadak darinya.
"Oh gitu yah tuan Raihan, yaudah apa mau dianterin sekarang apa besok nih...." tanya temannya kepada Raihan untuk mengantar duriannya tersebut.
__ADS_1
"Kalau boleh sih sekarang, soalnya istri saya ngidamnya sekarang kalau itu tidak mengganggu istirahat kamu, Dika." ucap Raihan yang tidak enakan kalau misalnya Dika ngaterin duriannya sekarang.
"Aduh, jangan gak enakan gitu tuan Raihan, saya mah siap kapan pun tuan Raihan butuhkan jadi saya kerumah tuan Raihan yah sekarang, kalau gitu saya siap-siap dulu tuan Raihan, assalamualaikum." pamit temannya kepada Raihan karena ingin siap-siap kerumah Raihan untuk mengantar duriannya tersebut.
"Walaikumsalam Dika, hati-hati yah dijalan." jawab Raihan dari salam Dika.
Rafu sama Raihan pun menunggu kehadiran Dika diruang tamu, soalnya Rafu tidak sabar ingin makan durian jadi Rafu tungguin di ruang tamu padahal tadi Raihan minta tungguin dikamar aja jadi nanti kalau Dika udah datang, Raihan akan panggil dirinya tetapi Rafu pun menolak, yaudah Raihan tidak mau paksakan Rafu.
Tak lama kemudian, Dika pun sampai dirumah Raihan dengan membawa Lima durian sesuai pesanan Raihan tadi yang dilewat telepon dan Raihan pun langsung bukain pintunya, kemudian Raihan pun mempersilahkan Dika untuk masuk ke rumahnya untuk istirahat sebentar karena cukup jauh dari tokonya tersebut.
"Silahkan Dika, kamu duduk dulu dan mau minum apa nih..." tawaran dari Raihan untuk Dika.
"Makasih tuan Raihan, gak usah tuan, saya juga mau langsung pulang aja..." tolak tawaran dari Raihan untuk minum lebih dahulu.
"Jangan buru-buru atuh, kamu minum dulu, biar nanti nyetirnya enak terus juga dari toko kamu ke rumah saya kan agak jauh jadi istirahat sebentar aja ...." ucap Raihan yang ingin Dika istirahat sebentar biar nanti nyetir mobilnya agak enakan kalau udah istirahat sebentar.
Rafu pun sangat menikmati makan duriannya tersebut dan Raihan sama Dika pun hanya menggelengkan kepala mereka berdua ketika melihat Rafu yang cukup menikmati tanpa menawarkan kepada mereka berdua tetapi bagi mereka berdua pun tidak dipikirkan jadi dimaklumkan keadaan ibu hamil memang suka gitu jadi tidak ingat kalau ada orang di sampingnya.
"Aduh, maaf yah... kalian jadi gak dianggap sama aku dan aku lupa tawarin ke kalian terus aku lupa ada kamu, mas..." ucap Rafu yang baru sadar kalau dirinya lupa tawarin ke suaminya dan temannya tersebut.
"Iya gak apa-apa nona Rafu, santai aja sama saya dan saya juga ngerti kok keadaan ibu hamil kaya gimana jadi gak udah dipikirkan, hehehe....." jawab Dika yang sangat ngerti keadaan ibu hamil seperti apa, yah taulah orang Dika udah nikah dan punya anak lagi yaitu namanya Malkan.
"oh kamu udah ngerti bangat yah soal ibu hamil, apakah kamu udah nikah dan punya anak??." tanya Rafu kepada Dika tentang dirinya yaitu udah nikah apa belum sama udah punya anak apa belum.
''Alhamdulilah saya udah punya anak dan udah nikah juga, nona Rafu." jawab Dika dari pertanyaan Rafu tersebut.
__ADS_1
"anaknya laki-laki apa perempuan dan umurnya udah berapa?????." tanya lagi Rafu kepada Dika, maklumlah ibu hamil memang suka kepo bangat tentang seseorang.
" Alhamdulillah laki-laki dan udah mau satu tahun, Nona Rafu." jawab Dika lagi dari Pertanyaan Rafu tersebut.
"Kalau gitu, kapan-kapan ajak main aja kesini sama istri kamu, biar bisa temanin saya dirumah kalau lagi gak ada mata pelajaran kuliah." ucap Rafu Kepada Dika yang minta istrinya sama anaknya ke rumahnya kalau Rafu ada dirumah.
"Baiklah, nona Rafu .... nanti saya ajak istri sama anak saya kerumah anda." jawab Dika dari pertanyaan Rafu tersebut yang minta dirinya ajak istri sama anaknya kerumah Rafu.
Setelah sudah jam dini hari, Dika pun pamit pulang karena gak enakan sama istrinya dan anaknya yang sudah nungguin dirumahnya tersebut, Raihan pun ngaterin Dika ke depan rumahnya tetapi tadi mau dibayar duriannya, eh malah sama Dika ditolak katanya anggap aja hadiah kehamilan Istrinya Raihan jadi yaudah Raihan tidak mau memaksa kalau Dika udah bilang gitu.
Akhirnya Dika pun sudah keluar dari halaman rumahnya Raihan dan Raihan pun langsung masuk ke dalam rumah yang sudah ditungguin oleh istri tercintanya tersebut tetapi pas Raihan mau samperin istrinya, tiba-tiba istrinya sudah tertidur di sofa ruang tamu dan Raihan pun langsung gendong Rafu untuk bawa ke kamarnya tersebut.
Setelah sampai dikamarnya, Raihan pun langsung taruhkan Rafu di tempat tidurnya kemudian Raihan pun juga langsung tidur disampingnya sambil peluk Rafu dari belakang sambil pegang perutnya Rafu tersebut.
Tiba-tiba Rafu pun terbangun dari tidurnya dan Rafu pun tersenyum pas lihat ada tangan suaminya di pinggangnya Tersebut yang sambil pegang perutnya tersebut, Rafu pun langsung balik badannya untuk menatap kearah Raihan dan Rafu pun langsung ciumkan jidatnya dan bi***nya tetapi tiba-tiba aja Raihan pun terbangun, yaudah deh Raihan sama Rafu pun cium bi***nya cukup lama sampai lupa kalau mau shalat subuh tetapi Rafu pun langsung menghentikan adegan tersebut.
Rafu pun langsung menuju ke kamar mandi tetapi sama Raihan pun langsung menyusulnya ke kamar mandi jadi mereka berdua pun mandi bareng dan mereka pun akhirnya shalat subuh berjamaah tetapi kegiatan Raihan bertambah lagi setelah sudah shalat subuh yaitu ngelus perutnya Rafu sambil diciumkan olehnya terus juga Raihan bisik-bisik ke anaknya jadi kaya ada bilang sesuatu ke anaknya tersebut.
*Sayangnya ayah, kamu sehat-sehat yah nak, nanti pas kamu udah keluar dari perut bunda, ayah akan selalu menemani kamu sama bunda tetapi kamu jangan nakal diperut bunda yah, bisik Raihan ke anaknya dan anaknya pun sangat respon ke dirinya yaitu dengan menendang jadi Rafu pun kesakitan dengan tendangan anaknya tetapi Rafu senang kalau anaknya mau respon bicaraan ayahnya tersebut.
Sampai jumpa cerita selanjutnya......
jangan lupa like ceritaku yah gaes ðŸ¤ðŸ‘ŒðŸ‘ŒðŸ‘ŒðŸ‘ŒðŸ‘Œ
dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1
oiya share juga ceritaku ini yah gaes ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗👌👌👌👌👌