
》》》》》
-> Ketika aku tengah bercermin, ponselku tiba-tiba berdering. Ternyata itu adalah erwin. Dia memberitauku kalau dia sedang menungguku didepan rumahku. Saat aku melihatnya dari jendela, hatiku berdegup kencang karena malam ini dia terlihat lebih tampan.
-> Aku segera turun dan tidak lupa untuk meminta izin dengan ayah dan ibuku. Tapi tak disangka ayah dan ibuku sedang berbincang-bincang dengan erwin.
"Hei, sudah selesai belum arisannya?" tanyaku dengan muka cemberut.
"Ahh..fara.." ucap erwin (terbata-bata karena terpesona saat melihat fara).
"Oh anakku fara sudah siap kah?" tanya ibuku, "Kalau sudah siap sana pergi bersama nak erwin, kami sudah memberimu izin kok:D" tambah ayahku.
"iya... silahkan kalian menikmati malam ini... dan kalau bisa fara malam ini menginap dulu dirumah nak erwin ya sayang~" kata ibuku sambil mendorongku keluar dari rumah. "kenapa aku seperti diusir dari rumahku sendiri huhh..." batinku.
"Loh kok aku harus menginap dirumah erwin ma?," tanyaku heran.
"Ya karena kami inginpergi keluar kota dulu malam ini, besok kami baru bisa pulang nak," jelas ayahku.
"Ohh siiaapp paman^v^ , serahkan saja fara padaku malam ini." ucap erwin dengan semangatnya.
__ADS_1
-> Mendengar perkataan erwin barusan, membuat mukaku berubah menjadi warna merah.
" Ta..tapii... ayahh.." aku belum selesai bicara dan erwin sudah menarikku pergi masuk ke dalam mobilnya.
-> Kalian pasti tidak menyangka mengapa kami menaiki mobil kan?, ya karena orang tua erwin adalah pengusaha terbesar di kalangan perusahaan terkenal di negara ini.
-> Bahkan orang tua erwin sudah menyerahkan setengah perusahaannya kepada erwin. Jadi tidak heran kalau orang tuaku sangatlah baik padanya.
-> Saat kami berada di dalam mobil, erwin menatapku dengan tatapan yang tak biasa.
" Heii.. apa yang sedang kau lihat?," tanyaku padanya.
"Hahahaha...,kau sangatlah manis saat mukamu menjadi merah:w , jadi seperti tomat saja" godanya.
"Dasarr kauu..." ucapku.
-> Saat dia menyalakan mobil, dia melihatku karena aku lupa mengikatkan sabuk pengamanku. Diapun langsung mengikatkan sabukku dan tubuhnya sangat dekat denganku. (terlalu dekat><)
-> Wajahnya juga terlalu dekat sampai-sampai kami seperti ingin melakukan adegan berciuman seperti yang ada di drama-drama televisi.
__ADS_1
-> Tatapan matanya yang berwarna coklat kemerahan dan suara hembusan nafasnya yang begitu lembut hampir membuat bulu kudukku berdiri. Entah karena aku sedang ditatap hantu atau ditatap oleh pangeran dari negri dongeng.
-> Setelah sabukku terikat, diapun segera berganti posisi dan mengambil sesuatu dikursi belakang. Sebuah kado yang dibungkus rapi berwarna merah muda, ia pun memberikan kado itu untukku.
"Emmm.. ini untukmu, cobalah" katanya saat dia membuka penutup kado itu. Ternyara ini adalah sebuah bandana berwarna merah.
"Cantik sekalii" gumamku pelan.
" Ahh... benarkan itu," tanya erwin karena ia tak sengaja mendengar suaraku.
"Ini akan terlihat lebih cantik jika kau yang memakainya," katanya sekali lagi.
-> Lalu diapun memakaikan bandana itu di rambutku.
" Benarkan.. ini sangatlah cocok untukmu:v" ucapnya sembari memberikan ponselnya padaku sebagai cermin.
-> Ternyata ini begitu sangat indah dirambutku.
" Waah..ini sungguh cantik, terimakasih win^v^ " ucapku berterimakasih padanya. Kini muka erwin yang berubah menjadi merah. dalam benakku, dia sangat lucu jika ia malu-malu kucing seperti ini.
__ADS_1
-> Erwin pun bergegas menginjak gas untuk mengalihkan mukanya dariku. Aku pun terkikik karenanya.