
Selesailah sudah kak Adit menceritakan perjalanan cintanya bersama kak Anissa dan Syifa pun langsung turun dari pangkuan kakaknya tersebut.
Syifa sangat senang mendengarkan tentang perjalanan cintanya kakaknya tersebut dan Syifa juga ingin kalau kakaknya yang kedua bisa seromantis kakaknya yang pertama dalam perjalanan cintanya.
Raihan pun dari bandara sampai ditempat restoran keluarganya selalu aja dalam keadaan cemberut aja dan dia terus menatap kedekatan Rafu sama sahabatnya kaknya tersebut yang cukup akrab bangat dari bandara sampai direstoran pun mereka saling memberikan senyuman nya.
"Kak... kenapa tuh mukanya ... seram bangat kaya lihat mangsa ..."tanya Syifa kepada kakak keduanya tersebut yang dari tadi muka tampannya berubah menjadi seram kaya lihat mangsa yang baru datang.
" berisikkk kamu..." marah Raihan kepada adiknya tersebut dan malah dianggap sama adiknya itu lucu jadi bukannya marah sama kaknya ehhh malah ketawa bahagia lihat kaknya yang lagi kesel lihat kakak ipar keduanya dekat dengan laki-laki lain.
"kak, cemburu yah lihat kak Rafu dekat cowo lain.... hehehe...." ledekan adiknya ke kaknya yang dari tadi pengen bangat marah kepada adiknya lagi tetapi dia harus sabar dengan sifat adiknya yang sangat nyebelin.
Raihan pun menyuruh adiknya untuk pergi dari hadapannya itu dan langsung ditatap tajam kepada adiknya tetapi adiknya malah ketawa melihat tatap tajam kakak keduanya tersebut, diperjalanan pergi dari hadapan kakak keduanya pun masih dalam keadaan ketawa yang membuat sekitarnya melihat dirinya aneh ataupun ada apa dengannya yang membuat Syifa menjadi bahagia seperti itu.
Jadi mereka tidak tau kalau Syifa itu Mentawai kakak keduanya yang sedang cemburu buta kepada kakak ipar keduanya tersebut, kalau mereka tau pasti mereka akan sama kaya Syifa yang akan Mentawai kakak keduanya tersebut.
" Ada apa sih kamu dek..." tanya ayah Ahmad kepada anak perempuannya tersebut dengan muka yang cukup penasaran.
" gak ada apa-apa, yah ...."jawab Syifa yang sambil nutup mulutnya itu untuk berhenti ketawain kakak keduanya tersebut.
Ayah Ahmad pun menggelengkan kepalanya dengan sifat anak perempuannya tersebut dan Bunda Dina pun langsung memukul keningnya dengan tangannya sambil tersenyum melihat anak perempuan nya yang cukup membuat bunda Dina bersabar.
Raihan pun tidak sadar kalau dirinya diketawain terus sama adiknya tersebut karena dia masih menatap secara jauh dari arah Rafu bersama sahabat kaknya tersebut.
*Rafu.... kenapa kamu cukup bahagia bangat sih sama kak aiman, kamu tidak menghargai keberadaanku disini dan kaya kamu tidak anggap aku disini ada, ada apa sih sama diriku ini.... kenapa aku harus marah sama kak Aiman yang dekat sama Rafu sedangkan aku bukan siapa-siapanya Rafu jadi kenapa Rafu harus memikirkan keberadaanku, aduh gimana sih kamu Raihan, pikiran raihan.
__ADS_1
Tiba-tiba Rafu pun pergi keluar untuk menuju ke kamar mandi dan Raihan pun menyusul Rafu yang mau menuju ke kamar mandi tersebut.
" apa aku harus bilang sama dia yah, kalau aku meminta dia untuk jauhin kak Aiman ... tetapi kan aku bukan siapa-siapa nya dia.... aduh aku harus bilang apa nih ke dia ... biar dia tidak tau kalau aku cemburu."gumam Raihan yang berada di depan kamar mandi dengan mondar-mandir nya tersebut.
"Raihan .... kenapa kamu ada disini???." kaget Rafu yang tiba-tiba ada Raihan diluar kamar mandi tersebut.
" anu ... Rafu... aku ta...di ma..u, ke kamar mandi tetapi tidak jadi karena udah gak kebelet lagi." gugup Raihan ketika tiba-tiba ada Rafu dibelakang dirinya.
" oh... mau ke kamar tadi, yaudah kamu mau bareng aku samperin mereka." ajak Rafu kepada Raihan yang mau samperin mereka semua yang sedang asik obrol dengan satu sama lain.
Raihan pun mengiyakan ajakan Rafu tersebut dengan mengarukan kepala nya dengan menandakan sedang binggung harus bilang apa sama Rafu.
" Rafu, kamu mau gak ... foto sama kak Aiman." ajak kak Aiman kepada Rafu untuk foto barengnya dan Raihan pun tambah kesel sama saingan barunya tersebut.
" boleh kak... tetapi jangan berdua yah... gak enak dilihat sama orang dan apa lagi kan aku bukan siapanya kak Aiman jadi dilihatnya kurang bagus..." ucap Rafu kepada kak Aiman kalau mau foto barengnya harus ajak orang lain juga dan Raihan pun langsung senyum bahagia apa yang tadi Rafu bilang kepada kak Aiman tersebut.
*Rafu... kak tambah jatuh cinta aja sama kamu dan membuat kak Aiman ingin mengungkapkan perasaan kak Aiman kepadamu, tetapi belum saatnya dan tunggu waktu yang tepat buat kak Aiman mengungkapkan perasaan kak selama ini kepadamu, batin kak Aiman yang sambil lihat Rafu yang sedang bicara didepan dirinya tersebut.
" oiya.... Raihan kamu ikut aku foto bareng sama kak Aiman yah..." ajakan rafu kepada Raihan yang sedang minum kesukaannya tersebut dan Raihan pun mengiyakan ajakan Rafu kepadanya tersebut.
" kak... aku ikut foto bareng kak Rafu... kak Aiman... sama kakakku yang nyebeli ini yah." ucapan Syifa yang tiba-tiba datang kaya tidak ada suara kakinya dan itu membuat mereka bertiga jadi kaget kedatangan Syifa tersebut.
"boleh aja... adik yang cantik... siapa yan tidak boleh ikut ... kalau ada yang tidak bolehin kamu ikut kami foto bareng... wah mereka pasti akan nyesel nantinya..." godaan kak Aiman kepada syifa yang dirinya minta foto bareng mereka bertiga dan perkataan kak Aiman membuat Syifa menjadi malu yang sangat kelihatan pipinya berubah menjadi warna merah pink gitu lah.
" kamu kenapa tuh dek... pipi kamu ... kok jadi warna merah pink atau merah gitu sih... hehehe...." ledekan Raihan kepada adiknya tersebut dan membuat adiknya menjadi kesel Kepada kak kedua nya itu.
__ADS_1
" yaudah lah han... kamu jangan gitu sama adik kamu sendiri.... yaudah yukk...ayo Syifa..." ajak Rafu kepada Syifa yang melelet lidahnya tersebut (π) ke arah kak keduanya dan membuat Raihan cukup sabar menghadapi sifat adiknya yang nyebelin itu.
Mereka berempat pun langsung foto dengan sebanyak mungkin yah bisa bilang buat kenang-kenangan mereka berempat tetapi yang buat kesel adalah keberadaan Rafu yang ada disamping kak Aiman dan disamping dirinya itu adalah adiknya tersebut.
Padahal Raihan udah minta tukeran sama Syifa tetapi sama syifahya dicuekin aja dan itu membuat dirinya tambah kesel sama adiknya yang nyebelin itu.
selesai lah acara foto-foto mereka berempat dan mereka berempat pun langsung duduk sambil lihat-lihat hasil foto-foto mereka berempat yang tadi lakukan tersebut.
" kak...kok kak wajahnya seram sih dan mana wajah tampan kak itu..." ledekan Syifa kepada kak keduanya tersebut dan membuat rafu pun baru sadar kalau semua foto Raihan tidak ada sedikit pun tersenyum bahagia seperti adanya wajahnya begitu tidak suka atau marah.
Tetapi membuat Rafu langsung menatap Raihan yang tadi dirinya melihat foto-foto terus langsung kearah Raihan tetapi sama Raihan langsung pergi dari hadapan nya itu karena Raihan sudah cukup kesel dengan tingkah kak Aiman yang sangat berlebihan gaya fotonya tersebut.
* ada apa sih sama kamu, Raihan....batin Rafu yang binggung dengan tingkah anehnya Raihan yang menatap dirinya kaya sedang marah gitu dan bagi Syifa pun biasa aja dengan tingkah anehnya kakak keduanya tersebut, lalu Syifa masih fokus sama hasil foto tersebut.
* ihh kesel, bangat sih sama tingkahnya kak Aiman yang berlebihan bangat gaya foto nya bersama Rafu dan apalagi tadi disamping Rafu lagi fotonya, terus juga kesel banget sama Syifa... kenapa tadi gak mau tuker tempat coba, batin Raihan yang sedang kesel sama kak Aiman tersebut dan memukul tembok kamar mandi tersebut.
ini adalah kak Aiman
jangan lupa like yah gaesπππππ
komen juga yah gaes, supaya ada motivasi dari kalian tentang ceritaku ini atau cerita baru aku nanti π€π€π€
share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes πππππ
__ADS_1
vote juga ceritaku yah gaesπ€πππππ