Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Lahiran Fia


__ADS_3

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh fia sama Dikta yaitu hari ini fia akan melahirkan anak yang sudah ditunggu-tunggu selama sembilan bulan ini dan Alhamdulillah mereka berdua bisa lewatkan ini semuanya sampai waktunya tiba.


"Aa, aku gak sabar bangat deh, mau ketemu anakku lahir.." Fia yang gak sabar ingin ketemu anaknya tersebut sambil mengelus perutnya tersebut.


"aku juga gak sabar, mau ketemu jagoan aku.." Dikta yang juga gak sabar ingin ketemu anaknya tersebut didalam perutnya fia.


"Anak ayah, nanti keluarnya jangan buat mama sakit yah, pokoknya ayah yakin, kamu pasti tidak ingin mama kamu kesakitan kan..." Dikta yang bicara ke perutnya fia untuk kasih tau kalau nanti keluar, jangan bikin mamanya sakit.


"Iya ayah..." Fia yang menjawab ucapan Dikta tersebut dan Dikta pun langsung cium keningnya fia sebagai semangat buat fia untuk melahirkan anaknya tersebut.


Datanglah orang tuanya fia sama Dikta secara bersama-sama, kemudian satu persatu fia mencium tangannya kedua orangtuanya sama mertuanya tersebut.


"Gimana kata dokter, berapa lama lagi Fia melahirkan..." tanya mamanya fia yang menanyakan kapan anaknya lahir.


"tunggu dokter datang kesini lagi, soalnya tadi fia disuntik dulu terus kata dokternya nanti kalau udah tiba, dokternya kesini..." jawab dikta kepada mertuanya tersebut mengenai kelahiran fia.


"oh gitu yaudah..." Mamanya fia pun menenangkan fia yang dari tadi merasa gelisah soal lahirannya nanti pokoknya bunda mertua sama mamanya kasih nasihat untuk fia biar nanti lahirannya lancar tanpa ada halangan sedikitpun.


Datanglah dokternya tersebut, kemudian dokter meminta Fia untuk minta restu ke orangtuanya maupun mertuanya sama suaminya juga.


Diawali dengan suaminya untuk minta restu kelancaran kelahirannya fia tersebut.


"Aa, doakan fia yah, semoga lahiran fia diberikan kelancaran dan Fia sama anak kita juga selamat maupun sehat..." minta doa fia kepada Dikta dan Dikta pun langsung cium keningnya fia sama pipinya fia terus ngelus-ngelus perutnya fia juga, kemudian dia juga cium tangannya Dikta.


Kemudian orang tuanya fia dengan cara gantian untuk minta doanya atas lahirannya tersebut.


"Mama, fia butuh doa mama untuk kelahiran fia, mama doain yah, semoga lahiran fia lancar dan anak sama fia pun selamat maupun sehat..." minta doa fia kepada mamanya sambil cium tangannya mamanya tersebut.


"iya nak, mama akan doakan yang terbaik buat anak mama dan cucu pertama mama.." jawab mamanya fia kepada fia atas minta doanya fia tersebut dan mamanya langsung cium keningnya fia sama pipinya juga.


" papa, doakan anak kecilmu ini yah, semoga anakmu ini lahirannya lancar sama anak dan ibunya selamat maupun sehat..." minta doa fia kepada papanya tersebut sambil cium tangannya papanya tersebut.


" Iya nak, papa masih tidak nyangka anak kecil papa mau punya anak padahal waktu itu kamu masih manja-manjanya sama papa tetapi sekarang kamu mau punya anak, pokoknya papa akan doakan yang terbaik untuk anak kecil papa dan cucu pertama papa.." jawab papanya Fia kepada fia atas minta doanya fia tadi kepadanya dan papanya pun masih tidak nyangka anak kecilnya udah mau punya anak, kemudian cium keningnya fia sama pipinya fia.


Kemudian minta doa kepada mertuanya untuk kelahiran dirinya tersebut biar diberikan kelancaran maupun keselamatan sama sehat.

__ADS_1


"Bunda, fia minta doanya yah biar kelahiran fia lancar dan anak sama fia pun selamat maupun sehat..." Fia yang minta doanya kepada bundanya tersebut untuk anak sama dirinya tersebut.


"iya nak, bunda akan doakan yang terbaik buat menantu bunda sama cucu bunda.." Bundanya Dikta pun langsung cium keningnya fia sama pipinya fia juga.


"Ayah, fia juga minta doanya yah, semua lahiran fia diberikan kelancaran sama anak dan Fia selamat maupun sehat..." Fia yang minta doa kepada ayah mertuanya tersebut sambil cium tangan ayah mertuanya tersebut.


"iya nak, ayah akan doakan untuk menantu ayah sama cucu ayah, pokoknya kamu harus semangat yah..." Dikasih semangat sama ayah mertuanya tersebut dan cium keningnya fia juga.


Alhamdulillah satu persatu sudah dimintakan doanya untuk lahirannya fia tersebut, kemudian Fia sama Dikta maupun dokternya pun langsung menuju ke ruang operasi lahirannya tersebut tetapi Dikta suruh tunggu diluar dulu jadi nanti dipanggil sama susternya untuk masuk ke dalam.


"Ya Allah, berikan kekuatan untuk istriku dan semoga istriku sama anakku selalu sehat sama selamat, amiin ..." Dikta yang terus doakan untuk anak sama istrinya tersebut.


Tiba-tiba datanglah suster yang memanggil dikta untuk masuk ke dalam ruang operasi yang sudah ada fia yang sedang ditangani dokternya tersebut.


"Sayang, semangat yah... aku ada disini temanin kamu, pokoknya aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semuanya, jangan lupa terus berdoa sama Allah sama terus beristighfar yah..." Dikta yang memperingatkan untuk fia terus berdoa sama istighfar dan Dikta pun memberikan cium keningnya fia.


Fia pun terus beristighfar sampai lahirannya lancar maupun anaknya keluar dari perutnya tersebut dan Dikta pun terus berikan semangat untuk fia biar fia melahirkannya lancar.


"Sayang, dikit lagi... kepalanya udah keluar, aku yakin kamu pasti bisa sayang..." Dikta pun memberikan semangat untuk fia karena dikit lagi anaknya mau lahir.


"oeoeoe... oeoeoe... oeoeoe..." bunyi anaknya Dikta sama fia yang udah lahir di dunia ini.


"Selamat yah Bu fia sama pak Dikta atas lahir anak laki-lakinya dan Alhamdulillah anaknya ganteng sama sehat..." Dokternya pun memberikan selamat untuk kelahiran anaknya Dikta sama fia.


"Terimakasih dokter..." jawab dikta kepada dokternya atas ucapan selamatnya tersebut.


Susternya pun langsung minta Dikta untuk adzanin anaknya tersebut, kemudian susternya langsung kasih anaknya untuk taruhkan di dadanya fia supaya anaknya mengenal ibunya tersebut.


"Anak mama yang ganteng, terima kasih yah nak, kamu udah hadir dikeluarga kecil kami, semoga mama sama ayah bisa jadi orang tua yang baik buat kamu yah nak..." Fia yang langsung ajak bicara anaknya tersebut dan Fia pun mengeluarkan air matanya karena dirinya senang bisa melahirkan anaknya dengan selamat.


Kemudian anaknya pun langsung diambil lagi sama susternya, habis itu anaknya langsung dibawa ke ruang bayi biar dan disambutlah dengan nenek sama kakeknya yang sudah menunggu kedatangannya tersebut karena tadi udah diberikan kabar sama dikta kalau cucunya udah lahir sama udah kirim fotonya tetapi bagi kakek sama neneknya tuh kurang puas kalau gak lihat langsung cucunya tersebut.


" assalamualaikum cucu kakek yang ganteng..." sapa pertama dari papanya Fia tersebut.


" Masya Allah cucu kita ganteng bangat sih..." Mamanya fia yang terpesona sama wajah cucunya tersebut.

__ADS_1


"iya ganteng bangat, terus hidungnya mancung bangat kaya Dikta terus matanya kaya fia kemudian bibirnya Dikta dan bentuk kepalanya kaya fia, pokoknya lengkap semuanya mirip orang tuanya, hehehehe..." Penilaian dari bundanya Dikta atas kemiripan wajah cucunya tersebut.


"Dikta, kamu harus bener-bener jagain anak sama istri kamu dengan baik terus juga kamu bertambah tanggung jawabnya jadi gak cuma istri kamu tetapi anak kamu juga..." nasihat dari ayah Dikta untuk Dikta untuk menjaga cucunya sama menantunya tersebut.


"iya yah.. aku akan terus jagain fia sama anakku.." jawab dikta kepada ayahnya tersebut.


Kemudian mereka semuanya pun langsung menuju ke ruang VIP yang melihat fia sedang berbaring di keranjangnya tersebut.


"Oiya nak, kamu udah beri nama anak kamu..." Papanya Fia yang menanyakan nama cucunya tersebut.


" Belum pak, nanti aja kalau Fia udah bangun jadi biar enak aja nanti sebutin namanya tersebut..." Dikta yang menjawab pertanyaan Mertuanya tersebut dan papanya Fia pun ikuti aja kemauan menantunya tersebut Karena yang berhak menentukan nama cucunya itu adalah menantunya sama anaknya tersebut.


Tiba-tiba Fia pun bangun dari tidurnya, kemudian Fia melihat satu persatu yang ada diruangnya tersebut dan Fia langsung minta Dikta ambil minum untuk dirinya.


" Aa, udah beri nama anak kita..."Fia yang menanyakan tentang nama anaknya tersebut.


" Belum sayang, aku tunggu kamu bangun..." jawab dikta kepada fia yang belum kasih nama anaknya tersebut karena nungguin fia bangun dari tidurnya tersebut.


"Yaudah, aku yang bilang yah ke orang tua kamu sama aku..." Fia yang minta izin untuk kasih tau nama anaknya tersebut kepada orangtuanya sama mertuanya tersebut.


" Silahkan sayang..." Dikta pun mempersilahkan fia yang bilang ke orangtuanya sama mertuanya tersebut.


" papa... mama... bunda... ayah, Fia mau bilang kalau anak fia namanya Ansel Dewanto, itulah nama yang cocok untuk anak fia sama Dikta..." fia yang memperkenalkan nama anaknya tersebut kepada orangtuanya sama mertuanya tersebut.


" Nama yang bagus nak..." mamanya fia pun setuju dengan nama cucunya tersebut sama mereka semuanya pun setuju juga.


*Ansel Dewanto, batin fia yang senang bangat nama anak tersebut dan Fia pun juga tersenyum pas nama anaknya disebutkan.


ini dekorasi dirumah sakit



Sampai jumpa di episode selanjutnya...


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌

__ADS_1


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2