
Setelah sudah mengelilingi wisata milik pak ahmad sama pak Triyanto, mereka semua langsung cari oleh-oleh buat mertuanya kak Adit yang akan pulang ke Malaysia dengan beberapa hari lagi dibandung dan berhenti disebuah toko yang membuat orang tuanya kak Anissa cukup tertarik yang ingin sekali beli barang tersebut yang akan dibawa ke Malaysia sebagai kenang-kenangan dari Bandung tersebut.
" Bentar, nak Adit.... Abi mau mampir ke toko itu... kayanya barangnya bagus buat kenang-kenangan Abi dari Bandung." ucap pak Darto kepada menantunya tersebut untuk berhenti di toko tersebut dan tanpa basa-basi, Adit pun langsung menuju ke toko tersebut untuk membelikan oleh-oleh mertuanya tersebut.
Tak cuma barang aja yang akan dibelikan oleh kak Adit jadi kak Adit juga beli beberapa macam makanan-makanan yang belum matang biar mertuanya goreng sendiri dimalaysia dan pak Ahmad juga belikan besannya sesuatu juga yaitu berupa makanan khas Bandung yang sudah pak Ahmad pesan sedangkan pak Triyanto juga membelikan oleh-oleh pak Darto berupa minuman sehat dari khas Bandung tersebut.
" Terima kasih yah buat pak Ahmad, pak Triyanto dan menantuku juga .... saya akan terima oleh-oleh nya tersebut dan saya minta maaf tidak bisa balas pemberian kalian semua tetapi nanti saya akan kirim juga dari Malaysia ke Indonesia berupa makanan khas Malaysia buat kalian semua." ucap pak Darto yang cukup terharu dengan keluarga menantunya tersebut yang sangat cukup baik kepadanya dan pak Darto juga akan kirimkan sesuatu dari Malaysia ke Indonesia untuk membalas pemberian oleh-oleh dari keluarga menantunya tersebut.
" iya sama-sama Abi.... tapi kalau Abi repotin, mendingan gak usah Abi.... soalnya Adit gak mau Abi sama umi jadi repot kirim sesuatu buat keluarga Adit ..." jawab kak Adit kepada mertuanya tersebut karena tidak mau kalau mertuanya kerepotan kirim sesuatu buat keluarga nya tersebut.
" iya ... gak apa-apa, nak Adit... karena Abi senang bisa balas pemberian keluarga kamu kepada Abi sama umi, jadi kalau Abi sama umi kirim sesuatu, diterima yah ... jangan ditolak nanti Abi sama umi jadi sedih." ucapan pak Darto kepada menantunya tersebut.
Beberapa hari pak Darto tinggal dibandung dan sudah saatnya pak Darto sama istrinya untuk pamit pulang ke Malaysia tanpa anaknya tersebut, bener sekarang pak Darto sudah melepaskan anaknya kepada keluarga pak Ahmad tersebut dan pak Darto yakin kalau anaknya akan baik-baik aja bersama keluarga pak Ahmad tersebut karena tadi pak Darto lihat istrinya pak Ahmad sangat menyayangi anaknya tersebut.
"Yaudah, saya mohon pamit kepada keluarga pak Ahmad, keluarga pak Triyanto sama menantu dan anak saya ini, nak Adit jagain anak Abi sama bunda dengan baik yah dan kalau kangen sama Abi sama umi main aja ke Malaysia yah... jangan malu-malu jadi anggap aja rumah kamu sendiri." ucap pak Darto kepada menantunya tersebut untuk meminta menantunya kalau kangen tinggal main aja ke Malaysia dan anggap aja rumah pak Darto kaya rumah kak Adit sendiri.
__ADS_1
" iya Abi sama umi tenang aja, aku akan jagain putri kesayangan Abi sama umi ini dan kalau nanti Adit ada waktu pasti akan ke Malaysia untuk melihat keadaan Abi sama umi." jawab kak Adit kepada mertuanya tersebut dan tak sadari kalau istrinya mengeluarkan air mata yang akan terpisah dengan orang tuanya dengan pertama kalinya kak Anissa dipisahkan oleh orang tuanya tersebut dengan jarak yang cukup jauh.
" Abi sama umi, jangan kesehatan yah disana dan Nissa pasti akan kangen sama Abi dan umi.... tapi tenang aja Abi sama umi tentang keadaan Nissa disini karena Abi sama umi bisa lihat tadi pagi kan kalau Nissa diperlakukan baik sama keluarga mas Adit." sambung kak Anissa yang sambil mengeluarkan air mata nya kearah orang tuanya Tersebut dan kak Anissa Langsung peluk orang tuanya sebagai tanda perpisahan sama mencium tangan orang tua nya tersebut.
Kak Adit pun juga memeluk mertuanya tersebut dan mencium tangan mertuanya juga, kemudian kak Aiman pun juga pamit kepada semua keluarga sahabatnya itu dan menghampiri Raihan yang sedang gandeng tangannya Rafu didepan dirinya tersebut, tiba-tiba kak Aiman membisikkan ke telinga Raihan untuk bilang sesuatu kepada Raihan dan Raihan pun langsung kaget apa yang dibilang kak Aiman tersebut kepada dirinya.
" Raihan, kamu jaga baik-baik Rafu dan buatlah dia bahagia bersamamu ... kalau aku dengar Rafu tidak bahagia sama kamu, maka siap-siaplah kamu akan kehilangan Rafu untuk selama-lamanya tanpa bisa lihat Rafu ada disamping kamu lagi.... ingat itu Raihan dalam pikiranmu dan hatimu itu." ucapan kak Aiman yang memperingatkan Raihan untuk membuat orang yang dia cintai bahagia bersamanya kalau tidak, maka kak Aiman akan membawa Rafu pergi dari kehidupan Raihan selama-lamanya tanpa menemukan jejak Rafu sedikit pun itu.
" what!!!!! ... aku diancam kaya gitu sama kak Aiman tetapi tenang aja kak Aiman kalau aku akan buat Rafu terus bersamaku sampai kapan itu dan aku tidak akan membuat rafu pergi ninggalin aku selama-lamanya, sampai kak Aiman tidak bisa ambil Rafu dalam hidupku sedikit pun itu.... batin Raihan yang menatap secara tajam kepada kak Aiman tersebut, tak sadari kalau dirinya menggenggam tangan Rafu yang cukup erat dan itu membuat rafu menjadi kesakitan atas genggaman Raihan kepadanya.
" maaf... sayang, udah buat kamu kesakitan yah... yaudah sini tangannya aku elus-elus dulu biar gak kesakitan...." godaan Raihan kepada Rafu yang minta tangan Rafu yang merasakan kesakitan tersebut untuk mengelus secara lembut ke tangan Rafu yang kesakitan tersebut.
Rafu pun langsung tidak kesel lagi dengan Raihan karena Raihan udah bisa buat menghilangkan kesel dirinya kepada Raihan dan Raihan pun memperlakukan dirinya dengan baik, secara langsung Rafu pun memberikan senyum kepada Rafu dan menempelkan hidungnya ke hidung raihan, dengan adegan tersebut membuat Raihan tambah mengemaskan pacarnya tersebut.
" kamu sekarang udah berani yah.... nempel hidung kamu ke hidung aku dan awas aja kamu nanti aku balas loh..." kata Raihan kepada Rafu yang sudah ninggalin dirinya pas melakukan hal adegan romantis tersebut dan Rafu juga meledek kearah Raihan dengan cara jarinya berbentuk "V" kearah Raihan.
__ADS_1
* Rafu Aryani Putri, Rasanya aku tidak kuat lagi untuk cepat-cepat lamar dirimu sebagai calon istriku dan aku juga pengen bangat peluk kamu soalnya bapak kamu sama ayahku mengizinkan aku peluk kamu kalau aku sudah lamar kamu jadi calon istriku dan aku akan tunggu beberapa hari lagi untuk bisa peluk kamu sepuas-puasnya, batin Raihan yang menatap Rafu yang sudah ada disampingnya tersebut dengan mengejar Rafu yang cukup jauh darinya.
ini barang yang membuat pak Darto tertarik dan ingin beli yaitu wayang Arjuna sama angklung sebagai oleh-oleh nya dari Bandung tersebut.
emang aneh yah minta oleh-oleh nya kepada menantunya tersebut, pak Dartono.πππππ
sampai jumpa diceritaku selanjutnya π€π€π€π€π€
jangan lupa like ceritaku yah gaesπππππ
jangan lupa juga divote ceritaku ini yah gaesπ€πππππ
__ADS_1
share juga ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yang gaes π€πππππ