Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Makan Malam


__ADS_3

Keluarga ayah Ahmad pun cukup sibuk untuk menyiapkan makanan sama minuman yang ingin dimakan oleh keluarga pak Triyanto tersebut dan menata dengan rapi.


Dikeluarga pak Triyanto pun sudah diperjalanan ke arah restoran keluarga pak Ahmad dengan pak Joko yang sebagai sopir kepercayaan keluarga pak Triyanto.


Tiba lah keluarga pak Triyanto di restoran keluarga nya pak Ahmad dengan ada tulisan "Ahmad" dan pak Triyanto juga melihat ada mobil mewah nya keluarga pak Ahmad yang diparkir sama dengan keluarga pak Triyanto juga.


" assalamualaikum pak Triyanto, selamat datang direstoran kami .... sudah lama kita tidak bertemu, Tri..." sapaan ayah Ahmad kepada pak Triyanto dan memeluk pak Triyanto cukup erat karena sudah lama tidak bertemu dengan sahabat nya tersebut atau pahlawan dalam keluarga tersebut.


"walaikumsalam pak Ahmad Dhuha, iya sudah lama kita tidak bertemu ...." jawab pak Triyanto kepada ayah Ahmad yang sudah memeluk pak Triyanto tersebut.


" Hai kak ipar ... hehe..." godaan Syifa kepada Rafu Dengan sebutan " kakak ipar" dan semua sekitarnya menjadi kaget, sama Rafu pun juga cukup mengagetkan bagi dirinya dengan ucapan Syifa kepadanya.


" eh iya Syifa .... tetapi jangan sebut kak Rafu itu kak ipar donk, soal nya kan kak Rafu belum ada tanda menjadi kak ipar kamu, Syifa." kode keras dari rafu untuk Raihan yang dari tadi mendengar ucapan Rafu kepada adiknya tersebut.


" tuh dengarin kak Raihan, udah ada lampu hijau tuh dari kak Rafu ... jangan lama-lama kak Raihan menjadi kak Rafu sebagai kakak ipar buatku."ucapan Syifa yang secara langsung menatap kearah Raihan dan Raihan langsung menyubit pipinya Syifa dengan gemesnya.


" ihhh kak Raihan sakit tau ... tapi kasihan sama kak Raihan yang gak bisa nyubit pipinya kak Rafu ... kabur ahhhhh ... "ledekan dari Syifa kepada Raihan tersebut dan Rafu pun tersenyum dengan tingkah kakak beradik tersebut.


" aduh .... maaf yah tri, atas perilaku anak perempuan saya...." permintaan maaf ayah Ahmad kepada pak Triyanto atas tingkahnya Syifa kepada anaknya tersebut.


" iya, gak apa-apa .... mad." ucapan pak Triyanto dengan senyum kepada pak Ahmad.


Mereka pun langsung masuk kedalam restoran dengan cukup banyak dramatis pas mau masuk kedalam restoran Ahmad tersebut.


" ayah Triyanto sama bunda purnama dan Rafu, silahkan duduk yang sudah keluarga saya persiapkan." ajakan kak Adit kepada keluarga angkat nya tersebut untuk duduk yang sudah dipersiapkan oleh keluarga pak Ahmad.


" terima kasih nak Adit." jawaban pak Triyanto kepada anak angkatnya tersebut dan keluarga pak Triyanto pun langsung duduk.


Kak Adit pun kasih tau kepada orang tau angkatnya tersebut dengan kedatangan dirinya ke Jakarta untuk minta restu juga kepada orang tua angkatnya dengan memberikan restu kepada nya yang ingin melamar kekasihnya tersebut.

__ADS_1


Dengan senang hati, pak Triyanto dan bunda purnama pun juga memberikan restu kepada anak angkatnya yang ingin melamar kekasihnya tersebut dimalaysia.


" Terima kasih ayah tri dan bunda purnama atas restu kalian ini ... restu kalian cukup berarti bagi diri saya walaupun saya cuma anak angkat ayah tri sama bunda purnama..."Terharunya kak Adit yang mendengarkan restu dari orang tua angkatnya tersebut dan kak Adit langsung menghampiri orang tua angkatnya tersebut sebagai pelukan bahagia.


" iya sama-sama nak Adit dan saya sangat senang dengan mengharapkan restu dari kami untuk merestui kamu yang ingin melamar kekasihmu dimalaysia." jawaban pak Triyanto yang sangat senang kepada kak Adit yang mengharap restu dari mereka berdua sebagai orang tua angkatnya tersebut.


Keluarga pak Ahmad dan keluarga pak Triyanto pun memakan yang sudah disiapkan didepan mata mereka masing-masing yang cukup bermacam-macam jenis makanan sehat.


Wajar saja keluarga Ahmad menyediakan makanan sehat karena demi anak perempuan sayangnya yang sedang melawan penyakitnya Tersebut.


Bagi keluarga pak Triyanto pun sangat menikmati makanan sehat yang sudah capek-capek disiapkan oleh keluargapak Ahmad tersebut.


Setelah makan malam telah selesai dan cukup kenyang bagi kedua keluarga besar tersebut dan mereka pun juga menyediakan cemilan buah-buahan untuk menemani obrolan kedua keluarga besar tersebut.


" ayo silahkan, dimakan cemilan buah-buahan nya dan lumayan buat nemanin obrol."ajakan Pak Ahmad kepada keluarga pak Triyanto tersebut.


Ayah Ahmad sama bunda Dina dan pak Triyanto sama ibu punama pun sedang membicarakan hal-hal tentang suatu kerja mereka masing-masing.


Sedangkan kak Adit lagi teleponan sama kekasihnya yang ada dimalaysia untuk memberi tahu kepada kekasihnya kalau kak Adit akan melamarnya dan membawa kedua keluarga besarnya, ia kak Adit sudah menceritakan kepada kekasihnya tentang orang tua angkatnya tersebut.


Syifa pun sudah tidur dikamar belakang restoran kakeknya tersebut, karena habis makan dirinya diberikan obat jadinya hawanya menjadi ingin tidur dan pak Ahmad menyuruh dirinya ke kamar belakang untuk tidur, nanti kalau pulang pak Ahmad akan membangunkan Syifa dari tidurnya Tersebut.


Raihan sama Rafu sedang sibuk dengan urusan masing-masing, ia bener kalau Rafu sedang membaca novel yang dia bawa dari rumahnya tersebut dan Raihan pun sedang main game dengan Raka sama Dikta.


* aduh bosen bangat aku main game sama Raka dan Dikta, soalnya gak seru ahhh masa aku terus sih yang menang, hmm apa aku ajak Rafu jalan-jalan aja kali yah ... anggap aja aku sedang kencan dengannya, batin Raihan yang menatap Rafu sedang membaca novel nya Tersebut.


" hmmm... Rafu, apa kamu mau jalan-jalan gitu ????." ajakan Raihan kepada Rafu untuk mau ajakan darinya.


" boleh tuh ... aku juga pengen tau daerah sekitar sini." menerima tawaran Raihan kepada nya tersebut dan Raihan bahagia dengan mengiyakan tawaran darinya.

__ADS_1


" Yessss ...." gumam Raihan dan Rafu pun mendengar nya dengan tersenyum kepada tingkah Raihan tersebut.


" Kita naik motor gimana????." ajakan raihan kepada Rafu untuk naik kendaraan motor tersayangnya itu, iya benar bangat tadi Raihan tidak naik mobil bersama ayahnya tersebut.


Karena dia ingin naik motor yang sudah lama tidak dia kendaraankan dan Raihan juga berharap kalau Rafu mengiyakan tawaran nya tersebut.


Rafu pun binggung harus mengiyakan tawaran Raihan atau menolak nya saja, itu yang dari tadi Rafu pikirkan karena kalau misalnya dia tolak ajakan Raihan yang pasti nya Raihan akan cemberut dan kalau terima pun itu membuatku takut tambah jatuh cinta kepada nya.


"gimana.... Rafu???." sambung Raihan Kepada Rafu yang sedang memikirkan tawaran darinya.


"hmm yaudahlah .... aku terima tawaran kamu tetapi awas aja yah kamu melewati batas kepadaku." ancaman Rafu Kepada Raihan yang takut kalau Raihan melewati batasnya tersebut.


" iya tenang aja kok... aku tidak akan melewatin batas tetapi kalau sengaja tidak apa-apa kan yah seperti tiba-tiba kamu peluk aku."bisik Raihan kepada telinga Rafu tersebut.


" ihh kamu yah Raihan..."kesel Rafu kepada Raihan yang membuat dia kesel dengan perkataan nya tersebut.


Raihan pun langsung memakai helm ke kepala Rafu dengan cukup adegan romantis dan membuat rafu menjadi degdegkan secara langsung dia menatap mata Raihan yang sangat indah.


" udah puas kamu tatap aku seperti atau kamu mau lebih lama lagi tatap muka ganteng aku ini ... ya gak apa-apa kalau kamu tatap dengan lama kok."godaan Raihan kepada Rafu yang dari tadi tatap mata Raihan terus.


" ihhh apaan sih kamu ini yah terlalu percaya diri bangat dan siapa lagi yang mau tatap muka kamu lama .... dihhh gr Bangat." kesel Rafu kepada Raihan yang menggoda dirinya tersebut.


Raihan pun ketawa dengan penuh kesenangan karena dia bisa buat Rafu menjadi salah tingkah kepada dirinya tersebut.


mereka pun langsung jalan untuk muter-muter daerah sekitar restoran Ahmad tersebut dan Raihan cukup senang karena dia bisa dipeluk sama Rafu dari belakang walaupun itu tidak sengaja pas Raihan pura-pura tidak melihat kalau ada lubang dan terpaksa Rafu pun langsung peluk Raihan dari belakang.


* hmm dasar raihan.... tapi gak apa-apa sih aku juga senang bisa peluk dirimu, Ahmad Raihan putra, batin Rafu yang menatap kearah belakang badan Raihan dan dia masih berada dipeluk belakang badan Raihan tersebut.


* Terima kasih Rafu, kamu udah berada di sisiku dan aku mohon sama kamu untuk setia menungguku yang siap melamar dirimu, Rafu Aryani Putri, batin Raihan yang lagi fokus menyetir motornya tersebut dengan sambil tersenyum indahnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2