Sahabatku Adalah Jodohku

Sahabatku Adalah Jodohku
Persiapan Pernikahan Dikta


__ADS_3

Tak terasa sudah mau hari pernikahan Dikta yang tinggal hitung hari aja, terus juga Dikta sama fia pun sangat sibuk buat persiapan Pernikahan nya tinggal berapa hari lagi.


Seperti biasa, Dikta menyerahkan semua persiapan acara pernikahan nya kepada Fia karena Dikta gak mau beratem sama Fia hanya soal ini terus juga Dikta gak mau acara pernikahan jadi hancur ataupun gagal nantinya.


Fia pun senang bangat sama sikapnya Dikta yang menuruti keinginannya dan Fia pun senang bangat dengan dekorasi pernikahan nya yang sesuai dengan impiannya dari dulu yaitu ingin seperti sebuah kerajaan jadi dia bakalan jadi ratu sehari nantinya.


"Aa, makasih yah mau nurutin keinginan aku dari lamaran Sampai mau acara pernikahan pun, Aa selalu mau ikut keinginan aku, pokoknya aku senang bangat punya calon suami seperti, Aa Dikta...." ucap Fia yang sangat romantis kepada Dikta dan Dikta pun senang bangat kalau fia bahagia seperti itu, kemudian tiba-tiba Fia peluk Dikta sebagai ucap makasih kepada calon suaminya.


"Iya sama-sama sayang, syukur deh kamu senang sama semua cara aku bahagiakan ke kamu dan semoga nanti kita langgeng sampai punya cucu nanti yah, sayang...." jawab dikta yang langsung cium keningnya fia dan Dikta pun langsung jalan lagi ke persiapan pernikahannya selanjutnya yaitu periksa kesehatan.


Mereka berdua pun langsung menuju ke rumah sakit milik pak Ahmad tersebut dan Akhirnya mereka berdua sampailah dirumah sakit milik pak Ahmad.


Fia pun menunggu Dikta di depan pintu rumah sakit milik pak Ahmad sedangkan Dikta sedang memarkirkan mobilnya di tempat parkiran VIP, karena satpamnya tau kalau itu mobilnya milik teman tuannya jadi langsung memarkirkan ditempat VIP.


"Terima kasih yah pak...." ucap terimakasih dari Dikta kepada satpamnya tersebut.


" iya sama-sama, tuan Dikta...." jawab pak satpamnya yang sudah kenal temannya tuan Raihan tersebut.


Dikta pun langsung menghampiri fia yang sudah tungguin dirinya di depan rumah sakit milik pak Ahmad tersebut, Mereka berdua pun langsung menuju ke ruang pemeriksaan untuk menyatakan bahwa mereka berdua keadaan sehat jadi nanti acaranya bisa lancar tanpa ada halangan sedikit pun.


Tiba-tiba pas Dikta sama fia sedang nungguin panggilan nama mereka berdua, datanglah Dr. Leo yang lihat Dikta sama calon istrinya yang sedang obrol di tempat tunggu pemeriksaan.


Akhirnya Dr. leo memberanikan diri memanggil namanya Dikta tanpa ada rasa malu didepan Dikta karena Dikta sudah tau tentang percintaan sepupunya tersebut kepada Dr. Leo jadi Dikta tau kalau sepupunya diselingkuhi sama sahabatnya sendiri di Singapura.


"Assalamualaikum Dikta, apa kabarnya kamu???." ucap Dr. leo kepada Dikta dengan memberikan Dikta senyumannya tersebut tanpa ada rasa bersalah telah menyakiti sepupunya Dikta tersebut.


" Walaikumsalam Dr. leo, Alhamdulillah kabarku baik-baik aja...." jawab dikta yang cukup malas menghadapi Dr. Leo karena dirinya cukup kesel kepada Dr. Leo yang telah menyakiti perasaan sepupunya tersebut.

__ADS_1


"Oiya, kamu mau nikah yah.... selamat yah.... semoga acaranya lancar yah nanti...." kata Dr. leo yang mengucapkan selamat kepada Dikta karena Dikta mau nikah dan pas Dr. leo mengasih tangannya buat ucap selamat kepadanya tiba-tiba Dikta tak mau menyentuh tangannya dengan Dr. leo tetapi fia minta Dikta untuk memberikan tangannya ke Dr. Leo.


Akhirnya tangannya Dikta pun langsung menyentuh ke tangannya Dr. Leo karena itu demi calon istrinya yang dari tadi melihatnya cukup tajam jadinya Dikta pun terpaksa harus menyentuh tangannya ke Dr. Leo.


"Iya, makasih atas doanya...." jawab dikta yang cukup jutek bangat kepada Dr. Leo dan fia pun tau kalau calon suaminya cukup kesel kepada mantan pacar sepupunya tersebut walaupun dia tidak tau apa alasan keselnya karena dirinya belum diceritakan kenapa dia cukup kesel jadi taunya kalau laki-laki tersebut adalah mantan pacar sepupunya tersebut itu aja gak sengaja terlihat oleh Fia.


"Oiya, aku diundang gak nih, ke acara pernikahan kamu...." ucap Dr. Leo yang mengharapkan dirinya di undang ke acara pernikahan Dikta tersebut.


"Di undang kok pastinya, iya kan Aa Dikta..." langsung dijawab sama fia karena dia tau kalau Dikta sudah malas layani bicaranya Dr. Leo jadi dirinya lah yang menjawab.


Dikta pun hanya mengangguk aja tanpa bicara sedikitpun dan juga sama menatap kearah Dr. Leo sedikitpun.


"Yaudah sama permisi dulu yah mau periksa pasien dulu, sampai ketemu di acara pernikahan kamu yah, Dikta....."pamit Dr. leo kepada mereka berdua terus pas ucap salam kepada mereka berdua tiba-tiba aja yang jawab adalah fia bukan Dikta tapi tenang aja Dikta udah ucap salam lewat hati katanya bilang ke fia pas ditanya sama fia tadi.


Mereka berdua pun langsung duduk lagi sedangkan Dikta wajahnya masih cukup kesel karena ketemu mantan pacar sepupunya tersebut padahal dirinya udah lupakan tentang masa lalunya mantan pacar sepupunya tersebut tapi kenapa harus ketemu di keadaan bahagia dirinya Tersebut terus juga Dikta penasaran apakah Dr. Rara ketemu Dr. Leo.


Tiba-tiba mereka berdua pun dipanggil sama susternya untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan yang sudah ditunggu sama dokternya tersebut dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan tersebut.


Selesailah sudah pemeriksaan kesehatan mereka berdua dan mereka berdua bersyukur bangat kalau mereka berdua dinyatakan sehat jadi acara pernikahan nya nanti bisa lancar tapi Dikta pun tidak yakin bakalan lancar karena mantan pacar sepupunya datang jadi pastinya nanti pas ketemu orang tua Dikta ataupun sepupunya nanti soalnya semua keluarga besar dirinya cukup kesel kepada Dr. Leo.


"Aa, kenapa diam terus sih dari nungguin sampai kelar periksa pun, Aa selalu diam aja dari tadi tanpa bicara sedikitpun setelah ketemu mantan pacar sepupu, Aa Dikta...." ucap Fia yang kesel lihat Dikta diam terus setelah ketemu mantan pacar sepupunya tersebut dan Fia juga kesel setiap bicaranys diamkan saja sama Dikta terus fia pun langsung ninggalin Dikta.


" sayang.... tunggu, maaf deh tadi aku diamkan kamu, sayang jangan marah donk, yaudah kamu mau kemana lagi habis sini...." Dikta yang sedang bujuk fia yang sedang marah kepadanya tersebut, gara-gara ketemu mantan pacar sepupunya tersebut terus Dikta pun minta maaf kepada fia kemudian Dikta pun menawarkan fia mau kemana lagi habis ini.


"Aku mau pulang aja, aku udah malas pergi lagi... biar besok aja lanjutin..." jawab fia yang lagi kesel kepada Dikta dan Dikta pun cukup sabar menghadapi sifat fia tersebut kepadanya, dia juga merasa bersalah di rumah sakit tadi yang diamkan fia gara-gara mikirin perasaan sepupunya nanti pas ketemu mantan pacarnya.


"Yaudah, ayo kita masuk aja ke mobil, jangan berantem di sini, sayang...." perintah Dikta kepada fia untuk masuk ke dalam mobil mewahnya tersebut karena Dikta gak mau beratem diluar seperti gitu yang dilihatin sama orang-orang.

__ADS_1


Fia pun langsung masuk ke dalam mobil mewahnya Dikta tersebut walaupun dirinya masih kesel kejadian di rumah sakit tersebut dan Dikta pun langsung menyalakan mobilnya terus menatap sebentar kearah fia yang sedang kesel kepadanya terus juga sepanjang jalan pun mereka berdua diam-diaman tanpa ada bicara sedikitpun.


Fia pun sibuk sama handphone nya tersebut sedangkan Dikta pun sedang mikirin cara bujuk fia untuk tidak kesel lagi ataupun marah lagi sama dirinya, kemudian Dikta pun berhenti di restoran milik pak Ahmad tersebut karena Dikta ingin obrol baik-baik kepada fia apalagi kan bentar lagi mereka berdua mau nikah jadi gak mau nanti pas nikah mereka berdua keadaan seperti ini apalagi nanti dilihat sama calon mertuanya ataupun orangtuanya nanti.


"Loh, kok kita berhenti disini sih, Aa...." fia yang tiba-tiba kaget kalau dirinya sama Dikta berhenti direstoran milik pak Ahmad tersebut.


"Aku mau makan dulu soalnya perut aku udah bunyi sama aku mau obrol baik-baik sama kamu biar kamu kita gak diam-diam begini terus...." jawab dikta kepada fia yang binggung tiba-tiba aja diberhentikan di restoran milik pak Ahmad tersebut terus Fia pun mengiyakan aja tanpa bicara sedikitpun kepada Dikta.


Ketika Dikta bukain pintunya untuk fia, fia pun tetap cuek aja kepadanya soalnya Fia waktu itu kalau dibukain pintunya pastinya fia langsung tersenyum kepadanya tapi ini malah gak ada sedikitpun senyum kepadanya, jadi Dikta pun harus sabar hadapi sifat fia yang gampang bangat keselan orangnya.


*Maaf yah Aa, aku diamkan Aa tapi aku sengaja pura-pura kesel sama Aa, sebenarnya aku gak kesel sama Aa tapi aku mau kerjain Aa dulu sebelum jadi seorang istri nantinya, batin fia yang dari tadi tahan ketawa pas tau wajahnya Dikta yang kebingungan cari cara buat dirinya tidak diamkan dikta terus.


"Udah ahhh... aku udah gak tahan nih, kerjain Aa Dikta, hehehe...." ucap Fia yang langsung ketawa cukup geli karena sepanjang jalan dua tahan ketawa pas tau wajah kebingungan Dikta untuk cari cara buat dirinya tidak diamkan calon suaminya tersebut.


"Kamu kok ketawa, apa tadi kamu kerjain aku, hmmmm..." jawab dikta yang tau dikerjain sama calon istrinya tersebut dari rumah sakit sampai direstoran milik pak Ahmad tersebut.


"maaf Aa, sekali-kali lah ngerjain Aa dulu sebelum jadi istri nantinya, hehehe...." fia yang masih ketawa geli kepada Dikta dan fia pun juga bilang kepadanya untuk ngerjain dirinya dulu sebelum jadi istrinya tersebut.


"Yaudahlah, kalau itu buat kamu bahagia, sayang...." Dikta yang terima aja dikerjain sama calon istrinya tersebut dan Dikta langsung cubit pipinya fia terus Fia pun langsung kesakitan kemudian berhenti ketawanya Tersebut.


*Syukur deh kamu gak kesel lagi sama aku dan ternyata tadi kamu cuma kerjain aku, batinnya Dikta yang langsung legah ataupun tersenyum lagi pas tau kalau dirinya dikerjain sama calon istrinya tersebut, mereka berdua pun makan dengan nikmatnya.


sampai jumpa di episode selanjutnya....


jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌

__ADS_1


oiya jangan lupa share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


__ADS_2