
Bagaimana bisa merasakan sakit jika dia jatuh tepat diatas seorang pria tampan dan gagah. Untung saja tidak ada yang melihat kejadian yang memalukan itu. Jika tidak entah bagaimana jadinya.
"Maaf, saya tidak sengaja" ucap Vita sambil menunduk mengucapkan maaf.
"Apa, anda sangat hobi sekali untuk menabrak?" tanya pria yang sudah ia tabrak tadi.
DEG.
Vita kaget, suara itu.... Suara itu sangat familiar diindra pendengaran nya. Saat Vita mengangkat kepalanya untuk melihat siapa pria yang sudah ditabrak olehnya.
"Apa anda terkejut?" Tanyanya dengan serius.
"Maaf saya harus pergi. Sekali lagi terimakasih sudah menolong saya lagi" jawab Vita langsung pergi begitu saja setelah mengucapkan itu.
Pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Louis merasa bingung, kenapa wanita itu terkesan menghindari nya? Apa ada yang salah dengan dirinya.
__ADS_1
"Wanita yang aneh" gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
Tapi anehnya Louis malah mengikuti langkah kaki Vita menuju taman yang ada dihotel tersebut. Louis merasa bingung kenapa dia malah mengikuti wanita tadi? dia mengacak-ngacak rambutnya.
Terdengar suara gelak tawa dari anak-anak yang membuat Louis semakin penasaran untuk melihatnya. Dia merasa aneh dengan semua anak-anak yang sedang bermain ditaman hotel yang ditemani oleh para pengasuh nya masing-masing.
Tapi pandangan Louis teralihkan pada dua gadis kecil yang tadi siang memakan es krim dengannya. Louis bertanya-tanya siapa sebenarnya dua gadis kecil itu? apa lagi ada empat anak laki-laki yang wajahnya sama dengan kedua gadis kecil itu.
"Apa mereka semua kembar? aku rasa tidak mungkin" ucap Louis malah menertawakan ucapan nya sendiri.
Semua tingkah laku Louis tidak luput dari pandangan wanita cantik yang sejak tadi memperhatikannya. Dia bingung mengapa pria itu ada disini? dan penampilannya juga sangat berbeda dengan yang terakhir kalinya bertemu.
"Anak-anak, ini sudah larut. Kita kembali kekamar, besok pagi kita harus pulang oke" ucap Vita mengajak anak-anaknya supaya berhenti bermain.
"Oke Mom" jawab mereka kompak, lalu saling berebut untuk digandeng oleh Mommy nya. Vita sangat senang melihat anak-anak nya yang sangat menggemaskan dan juga pengertian tentunya.
__ADS_1
Pada saat mereka sedang berjalan beriringan pandangan Zoya dan Zia teralihkan pada sosok pria yang sudah menolong mereka mengabilkan es krim tadi siang.
Zoya dan Zia langsung menghampiri pria yang mereka panggil uncle tampan.
"Hai uncle" sapa Zoya dan Zia bersama-sama.
Pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Louis langsung mensejajarkan tingginya dengan dua gadis kecil itu.
"Hai princess" jawab Louis sambil menampilkan senyuman dibibirnya.
"Uncle ada disini? apa uncle akan bermain juga? kata Mommy ini sudah larut jadi tidak boleh bermain lagi" tanya Zia yang notaben nya gampang akrab dengan siapapun.
"Oh, uncle hanya habis menerima telpon. Uncle tidak akan bermain" jawabnya masih menampilkan senyuman dibibirnya.
"Oke uncle, kami mau masuk kedalam dulu. Uncle lanjutkan teloponnya. Dadah uncle" ucap Zoya dan Zia sambil melambaikan tangan mereka sambil berlari mengejar Mommy dan keempat saudara nya.
__ADS_1
"Jadi mereka...... Ah sudah lah mengapa aku jadi memikirkan wanita aneh itu! Tapi anak-anak nya sangat menggemaskan" ucapnya masih dengan senyuman dibibirnya.
Louis sendiri bingung, mengapa dia sangat mudah untuk tersenyum dihadapan dua gadis kecil itu. Apa lagi mereka berdua selalu membuat nya merasa bahagia.