Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Home schooling


__ADS_3

Louis membawa anak-anaknya menuju ruang keluarga, dimana Vita dan yang lainnya sedang berkumpul.


"Mengapa kalian lama sekali?" tanya Vita pada anak-anak nya.


"Maaf Mom, kami tadi bermain dulu dengan Daddy" jawab Zico.


"Mommy sangat merindukan kalian" ucap Vita sambil mensejajarkan tingginya dengan Zico dan Zayn untuk bisa memeluknya.


Zico dan Zayn yang dipeluk takut melukai Mommy nya menatap pada Louis untuk meminta persetujuan jika tidak akan terjadi apa-apa.


Louis menganggukan kepalanya tanda tidak akan kenapa-kenapa jika anak-anak nya memeluknya. Tanpa menunggu lama Zico dan Zayn memeluk tubuh Mommy nya dengan sangat erat.


"Apa kalian juga merindukan Mommy?" tanya Vita setelah mengurai pelukannya.


"Kami sangat merindukan Mommy" jawab Zico dan Zayn bersama-sama.


"Mommy lebih merindukan kalian semua" ucap Vita sambil mengacak-ngacak rambutnya bergantian.


"Mom, ini jadi berantakan" keluh Zico dan Zayn. Sebenarnya mereka berdua paling tidak suka jika rambutnya diacak-acak.


Tapi demi Mommy nya mereka hanya protes saja, tidak berani menyakiti perasaan sang Mommy yang sangat baik padanya.


"Sini, Mommy mau bicara sama kalian semua. Tanpa terkecuali" ucap Vita dengan serius.


Mereka semua duduk berjajar menanti sang Mommy bicara. Mereka ingin tau apa yang ingin Mommy nya katakan.


"Sebentar lagi abang sama kakak akan sekolah, sama seperti kakak Zoya. Makanya Mommy menyuruhnya berkumpul bersama disini" ucap Vita memberi penjelasan.


"Iya Mom, aku mau sekolah" jawab Zia antusias.


"Iya Mom, abang juga" jawab Zio.


"Abang Zico kenapa tidak jawab?" tanya Vita pada putranya.


"Abang mau dirumah Mom sekolahnya, abang tidak mau disekolah" jawab Zico dengan tegas.


"Why?" tanya Vita, pantas saja Zico tidak seantusias dua saudaranya yang lain.

__ADS_1


"No, I don't want to go to school" jawaban Zico tetap sama. Ya itu tidak mau.


"Oke, Mommy tidak akan memaksanya. Tapi Mommy hanya ingin kalian bisa berinteraksi dengan teman sebaya kalian disekolah. Jika dirumah, abang tidak bisa bertemu dan berteman dengan teman yang lain selain adik-adik abang sendiri dan juga para pengasuh dan pelayan yang ada disini. Apa abang tidak bosan?" tanya Vita panjang lebar.


Niatnya ingin supaya Zico mau bersekolah seperti anak yang lainnya. Vita tidak mau Zico introvert, makanya dia ingin semua anak-anaknya sekolah seperti anak-anak yang lain.


"No Mom, abang bisa belajar dan mengerjakan semuanya. Asalkan jangan kesekolah, Mommy bisa memanggilkan guru kerumah untuk abang bisa belajar seperti disekolah" jawab Zico, malah yang dia inginkan adalah home schooling.


"Tapi... " belum selesai Vita berbicara sudah dipotong lebih dulu oleh Louis.


"Jika begitu, Daddy akan memanggilkan guru terbaik untuk abang. Tapi harus rajin belajar, jangan selalu menggunakan gadget terus. Bagaimana?" tanya Louis pada Zico.


"Aku setuju" jawab Zico mantap.


"Good boy, Daddy pegang kata-kata mu" ucap Louis dengan tegas.


"Sekarang kalian sudah boleh bermain kembali, Daddy ingin berbicara dengan Mommy dulu oke" ucap Louis memerintahkan semua anak-anaknya bermain, supaya dia bisa bicara berdua dengan Vita.


"Yes Dad" jawab mereka semua kompak dan juga langsung beranjak pergi dari ruang keluarga.


"Dad, kenapa membiarkan Zico home schooling? Aku tidak mau dia semakin introvert Dad, aku mau dia seperti anak-anak sebaya lainnya" protes Vita pada Louis, dia masih belum bisa menerimanya.


"Honey, jika kita memaksakan kehedak kita pada anak-anak. Yang ada dia tidak merasa nyaman, dia akan selalu merasa tidak didengarkan keinginan nya. Nanti yang ada dia akan berontak pada kita, dia tidak akan mendengarkan ucapan-ucapan kita lagi. Apa kamu menginginkan yang seperti itu honey?" tanya Louis panjang lebar menjelaskan semuanya.


"Kita sebagai orang tua memang harus tegas dan juga didengarkan, tapi jika kita memaksakannya itu tidak baik. Maaf jika aku terkesan mengatur anak-anak, aku hanya menginginkan yang terbaik untuk mereka" jelas Louis lagi, dia tidak mau istrinya salah faham padanya.


"Terimakasih Dad, aku hampir saja memaksa keinginan ku pada mereka. Aku merasa gagal sebagai Mommy nya" ucap Vita sambil menunduk merasa bersalah.


"Kamu tidak gagal honey, justru kamu bisa mendidik mereka dengan baik. Mereka tidak selalu bergantung pada kita sebagai orang tuanya, justru mereka membentuk karakter mereka masing-masing. Kita hanya perlu mendukung dan mengawasi. Jika ada yang berbuat kesalahan maka akan kita tegur" jelas Louis sambil menggenggam tangan Vita.


"Kita lihat dan kita bimbing mereka. Biarlah Zico home schooling, mungkin dia merasa tidak nyaman dengan keadaan sekitarnya" ucap Louis lagi. Dan dijawab anggukan oleh Vita.


"Lebih baik kita ajak mereka bermain bersama, kita lihat karakter mereka semua seperti apa" ajak Louis sambil mengulurkan tangannya pada Vita.


Vita mengikuti ucapan Louis, dia akan selalu melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Vita percaya pada Louis, Louis tidak akan membiarkan anak-anaknya menjadi karakter yang tidak baik bukan.


.

__ADS_1


5 tahun kemudian.


Dimainson Edison sedang dihebohkan oleh anak-anak. Vita bahkan dibuat pusing bukan kepalang melihat anak-anaknya yang selalu ribut disaat akan berangkat sekolah.


Sekarang usia Zoya sudah 10tahun, dia sudah kelas 4SD. Jarak dengan adik-adiknya hanya 2tahun jadi mereka semua sudah masuk sekolah dasar semua.


Jika Zoya kelas 4 maka Zia dan Zio kelas 2 dan Zayd akan masuk kelas 1. Tapi postur tubuh mereka lebih tinggi dari usia mereka.


Zico dan Zayn lebih suka home schooling, mereka diijinkan untuk home schooling oleh Vita. Dan ternyata kemampuan kedua putranya sangat hebat, kemampuan nya melebihi kemampuan anak seusianya.


Vita dan Louis selalu memantau perkembangan mereka semua, tanpa terkecuali. Malah Vita lebih extra untuk menjaga Zico dan Zayn, karena mereka berdua sangat introvert.


"Morning semuanya" ucap Louis yang baru saja ikut bergabung dimeja makan.


"Morning Daddy" jawab mereka kompak.


"Oke, kita sarapan dulu. Jangan ada suara jika sedang makan" ucap Louis. Karena peraturan dimainson nya memang seperti itu.


Jika sedang makan dilarang berbicara atau mengobrol. Jika sudah selesai baru boleh bicara, itu pun tidak dimeja makan.


"Sudah selesai Dad" ucap Zico dan diikuti oleh Zayn dibelakngnya.


Louis hanya mengangguk, melihat kedua putranya yang sudah selesai makan dan menuju taman belakang untuk menunggu guru mereka datang.


"Kami selesai Dad" sekarang Zoya dan yang lainnya sudah selesai juga.


Mereka akan menunggu Daddy nya selesai. Karena rutinitas setiap hari seperti itu, Louis akan mengantarkan mereka hingga sekolah dan masuk. Setelahnya ya kembali lagi, dan siangnya akan menjemput.


"Sudah selesai Dad?" tanya Vita melihat suaminya berhenti makan.


"Belum honey" jawab Louis sambil menatap wajah istrinya.


"Lanjutkan lah, aku segera kembali" ucap Vita ingin beranjak dari duduknya, tapi tangannya sudah dicekal oleh Louis.


"Aku belum memakanmu" jelas Louis sambil mencuri ciuman dipipi Vita.


"Kamu ini Dad, selalu saja" ucap Vita sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang sekarang.

__ADS_1


__ADS_2