Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Kebersamaan


__ADS_3

Anak-anak sedang asik dengan permainan mereka masing-masing. Vita memutuskan untuk pergi kedalam, dia ingin menyiapkan camilan untuk mereka yang sedang bermain.


Vita membuat salad buah dan sayur. Juga beberapa cake juga jus buah segar. Vita membawa nya pada mereka yang masih bermain bersama.


"Sudah dulu main nya, ini. Mommy membawakan sesuatu untuk kalian semua" ucap Vita sambil berteriak memanggil semua nya.


Louis dan anak-anak menghampiri Vita yang sedang menyiapkan untuk mereka semua. Termasuk untuk para bodyguard juga, mereka semua mendapatkan bagian nya masing-masing.


"Mom, thank you" ucap Zayd lalu mencium pipi Mommy nya dan tersenyum ceria.


"Sama-sama" jawab Vita lalu mengacak rambut Zayd gemas.


Louis juga tidak mau kalah, dia juga melakukan hal yang sama seperti Zayd lakukan. Louis mencium pipi Vita juga.


"Thank you honey" ucap nya sambil tersenyum samar lalu mengusap pipi Vita dengan merasa nya dihadapan anak-anak.


"Mom, Dad" protes anak-anak mereka kompak.


Mereka menampilkan wajah cemberut nya melihat Mommy dan Daddy nya yang sedang bermesraan. Bagi mereka semua itu sangat lebay, apa lagi Zico dan Zayn yang langsung beranjak pergi dengan membawa beberapa kotak salad dan juga jus yang mereka berdua sukai.


Sedangkan Zio dan Zayd mereka menikmati nya bersama Mommy dan Daddy nya. Mereka sangat menikmati nya, bahkan mereka sambil bercanda bersama.


.


Zico dan Zayn malah makan berdua didalam ruangan rahasia mereka, yang mana hanya mereka yang tahu. Itu diluar tempat rahasinya Zayn tentu nya.


"Apa kau sudah tahu rencana Daddy?" tanya Zico pada Zayn.


"Hmm" jawab Zayn hanya dengan deheman saja.


"Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menerima nya?" tanya Zico lagi, karena dia sedikit banyak sudah tahu semua nya.


"Hmm, mungkin" jawab Zayn terdengar ambigu untuk Zico.


"Apa maksud dari mungkin?" tanya Zico yang memang sudah sangat gemas akan jawaban-jawaban dari Zayn yang tidak ia mengerti.


"Baiklah, kau sekarang memang masih kecil untuk pergi kesana dan mengurus perusahaan pusat dari EDC.CORP. Tapi, apa kau akan menerima nya atau tidak? karena Daddy sudah menugaskan ku yang akan disini" ucap Zico yang menerangkan apa yang dia ketahui.


Zico juga menegaskan setiap perkataan nya. Dia tidak ingin jika Zayn terpaksa melakukan nya, hanya karena merasa tidak enak terhadap Daddy nya saja.


Zico tahu, walau sikap dan sifat Zayn yang dingin dan tidak tersentuh. Tapi dia memiliki empati yang sangat tinggi, apa lagi jika menyangkut dengan keluarga nya sendiri.


"Apa yang akan kau lakukan Zayn?" tanya Zico lagi.

__ADS_1


"Entahlah, aku belum memikirkan nya" jawab Zayn dengan mengedikkan bahunya.


Zico malah menepuk keningnya sendiri akan apa yang dikatakan oleh Zayn. Kenapa dia belum memikirkan nya, apa dia tidak sadar dengan apa yang dia katakan adalah yang sangat sulit dimengerti. Sungguh diluar ekspetasi cara berfikir Zayn.


Zico menghembuskan nafasnya sedikit kasar. Zayn hanya tersenyum tipis menanggapi semua ucapan Zico yang memang ada benar nya, walau bagaimana pun dia memang harus difikirkan sejak sekarang.


Zayn langsung beranjak pergi, dia nanti akan memikirkan semuanya. Karena Zayn ingin mendengar dari Daddy nya langsung. Bukan nya dia tidak percaya pada Zico dengan yang diucapkan nya. Dia hanya ingin memastikan, takut nya dia hanya berharap dan tidak sesuai dengan harapan nya.


.


Sedangkan Louis sedang asik menggoda Zayd yang memang selalu banyak makan. Bahkan dia memakan sangat banyak salad juga cake.


"Zayd, apa adek tidak takut perut mu meletus seperti balon hijau?" ucap Louis bercanda.


"Tidak" jawab Zayd dengan mulut penuh.


"Kau ini" ucap Louis yang gemas akan jawaban dan juga kepolosan juga keluguan seorang Zayd Pratama Edison.


"Sudah kenyang Mom" ucap Zayd setelah memakan potongan cake yang terakhir. Lalu dia beranjak pergi dari hadapan Mommy dan Daddy nya.


Louis hanya tertawa cekikikan melihat Zayd yang sangat lucu. Walau badan nya besar, dia sangat ahli dalam berlari. Mungkin karena dia menyukai olahraga itu.


"Jangan menertawakan nya terus Dad" ucap Vita yang juga ikut tersenyum melihat putra nya.


"Sorry honey, aku terlalu gemas pada nya. Dia sangat lucu juga menggemaskan sekali" jawab Louis sambil memeluk tubuh istrinya dengan mesra.


Padahal tadi dia habis bermain dengan anak-anak. Vita Kira akan merasakan capek, ternyata tidak. Vita hanya menggelengkan kepala nya lalu beranjak dari taman samping dan diikuti oleh Louis tentunya.


Vita melangkah menuju dapur, karena sudah sore dia ingin menyiapkan menu untuk makan malam. Tapi baru saja ingin membuka pintu kulkas dia sudah digendong ala bridal style. Vita yang kaget langsung mengalungkan tangan nya dileher Louis.


"Dad" protes Vita pada Louis yang sudah berjalan menuju pintu kamarnya.


"Kenapa tidak mendengarkan keinginan ku honey?" ucap Louis dengan tatapan tajam nya.


Lalu setelah masuk kedalam tanpa ba bi bu lagi, Louis langsung menyambar bibir Vita dengan sangat rak*s dan juga penuh gai*ah. Vita mencoba mengimbangi nya, tak lama kemudian mereka sudah tidak mengenakan apa pun lagi. Dan terjadilah apa yang seharus nya terjadi.


.


Zayd masih mencoba belajar seperti yang Zayn sarankan, semua nya dia lakukan dan dia bisa. Dia bisa melakukan saran yang diberikan oleh Zayn. Belajar simple dan mudah dimengerti.


Zayd dengan giat melakukan nya hingga Zia masuk kedalam kamar nya untuk mengganggu.


"Zayd, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Zia saat sudah masuk dan duduk disamping Zayd yang sedang belajar.

__ADS_1


"Seperti yang kakak lihat" jawab Zayd masih mencoret-coret buku nya dengan pensil.


"Tumben sekali? Apa akan ada ujian besok?" tanya Zia lagi.


"Iya, aku harus bisa. Jika ingin mendapat peringkat, aku tidak mau menjadi yang terendah dimata pelajaran matematika ini" jawab nya dengan lesu dan menelungkup kan wajah nya dimeja.


"Oh pantas saja kau jadi rajin" ucap Zia sambil mengacak-ngacak rambut Zayd dengan gemas dan juga menguwel-uwel wajah Zayd dengan gemas nya.


"Kakak sakit tahu! Sana pergi. Kenapa malah mengganggu ku..." ucap Zayd yang protes karena wajah nya seperti dijadikan squishy.


"Hahaha, Zayd marah" ucap Zia malah semakin meledek Zayd.


Zia lari keluar saat Zayd sudah marah dan melemparkan buku pada nya. Zia masih tertawa terbahak-bahak melihat Zayd yang menggerutu kesal karena nya.


"Zia, kamu kenapa tertawa terus? Apa kamu habis mengganggu seseorang lagi?" tanya Zoya yang kebetulan berpapasan dengan nya.


"Tidak, aku sedang merasa lucu saja" jawab nya sambil memalingkan wajah nya masih menahan tawa nya.


Zoya menatap Zia dengan seksama dan Zia masih cekikikan. Zia langsung berhenti tertawa saat Zoya menatapi nya penuh selidik.


"Kamu berbohong kan Zi?" tanya Zoya menelisik wajah Zia yang gugup.


"Zia, kamu mau mengaku atau... " ucap Zoya dengan Nada mengancam.


"Iya Iya, aku tadi gangguin Zayd yang sedang belajar. Habis nya kakak sibuk sendiri, aku ajak main juga tidak mau" ucap Zia mengaku. Dia juga mengerucutkan bibirnya kesal.


"Zi, kakak sedang mempersiapkan ujian untuk besok. Seharus nya kamu juga kan berjajar, bukan kah kita semua akan ujian bersama?" Zoya merasa bersalah karena tadi juga Zayd bertingkah sama dengan Zia yang tidak mempunyai teman bermain.


Semua nya sibuk dengan kegiatan masing-masing, tapi mau bagaimana lagi itu adalah tugas mereka untuk menyiapkan ujian untuk besok.


"Maafkan kakak Zia, kakak juga ingin menemani mu bermain. Tapi kakak juga harus belajar, supaya tetap mempertahankan posisi pertama kakak. Kamu juga harus bisa Zi" ucap Zoya langsung memeluk Zia.


Dia sebagai yang paling besar memang selalu bisa membuat adik-adiknya merasa nyaman dan senang berada didekat nya.


"Sekarang kita belajar bersama, kakak akan mengajari mu. Ayo" ajak Zoya menuntun adiknya menuju kamarnya untuk belajar.


.


.


.


Tinggal beberapa bab lagi TAMAT ya guys...

__ADS_1


Nanti othor receh buat kisah anak-anak Vita secara terpisah...


Semoga kalian masih setia dengan novel-novel othor receh ini. Yang mungkin alurnya masih belibet, othor hanya minta dukungan nya dari kalian semua.... Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2