Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Hukuman yang menyiksa


__ADS_3

Acara panahan sudah dimulai, mereka bertiga sudah melesatkan panah nya mengenai sasaran. Mereka bertiga hanya diberi kesempatan tiga kali melemparkan anak panah nya.


Disaat yang bersamaan mereka menyelesaikan nya. Vita beranjak menuju sasaran panah, dia ingin melihat seberapa tepatnya mereka bertiga dalam membidik sasaran.


"Ternyata bang Zico gagal, abang nanti akan menerima hukuman nya nanti" ucap Vita sambil memperlihatkan ada satu anak panah yang meleset.


"Baiklah, abang akan tunggu hukuman apa yang akan Mommy berilan" jawab Zico sambil menghela nafasnya.


"Daddy dan Zayn imbang. Apa mau bertanding kembali atau cukup?" tanya Vita pada Louis dan Zayn.


"Bagaimana boy, apa kita akan lanjut atau ganti permainan?" tanya Louis meminta persetujuan dari putranya.


"Lanjut Dad, aku tidak yakin jika Daddy akan menag" jawab Zayn terdengar meledek Daddy nya.


"Oke boy, Daddy menerima tawaran dari mu" ucap Louis sambil mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan Zayn.


Zayn langsung mengambil posisi yang semula, dia sebenarnya sudah lelah. Tapi dia ingin ini segera selesai supaya dia juga bisa istirahat.


Akhirnya sesi kedua juga sudah selesai, ternyata Zayn yang memenangkan pertandingan memanah ini. Dan sekarang Louis akan menerima hukuman.


Vita sudah punya rencana, makanya dia ingin supaya suaminya lah yang kalah. Supaya dia bisa menghukum suaminya nanti sesuai keinginan nya.


Zayn tidak mau menyaksikan hukuman apa yang akan diberikan untuk abang dan Daddy nya. Dia hanya menginginkan untuk istirahat.


Sedangkan Vita memberikan hukuman pada Zico untuk tidak menggunakan gadget atau komputer nya selama satu bulan penuh jika melanggar maka akan mendapatkan tambahan waktu hukuman nya.


Zico mau tidak mau menerima nya, karena dia sendiri yang menginginkan untuk ikut pertandingan memanah.


Sedangkan Louis dia mendapatkan hukuman untuk berpuasa tidak menerkam nya selama satu bulan penuh juga. Jika melanggar atau melakukan nya pada yang lain maka bersiaplah untuk tidak mendapatkan jatah nya untuk selamanya.


Louis tentu saja protes akan hukuman yang istrinya berikan pada nya. Dia mana bisa libur satu hari saja tanpa olahraga ranjang nya, sungguh ini adalah hukuman yang paling mengerikan bagi Louis. Mungkin juga bagi para suami diluaran sana.


"Ayolah honey, apa tidak bisa dikurangin. Mungkin suatu atau dua minggu begitu, kenapa lama sekali..." ucap Louis sambil memohon-mohon pada istrinya.


"Jika Daddy masih merengek juga maka akan aku tambah lagi menjadi dua bulan!" ucap Vita sangat tegas dan tidak menerima bantahan.


"Oke, satu bulan saja. Tidak lebih, tapi aku berharap kamu yang meminta duluan honey" jawab Louis tertunduk lesu. Tapi dia langsung bisa ceria kembali setelah mengucapkan kata menggoda untuk istrinya.


"Kita lihat saja nanti Dad, jika terbukti Daddy bertindak curang maka. Bersiaplah senjata Daddy tidak akan bisa pulang ketempatnya" ucap Vita sambil tersenyum mengejek suaminya yang selalu berfikiran mesum.

__ADS_1


"Baiklah honey" jawab Louis dengan sangat lesu.


Dia seperti tidak memiliki tenaga sama sekali. Karena hukuman yang sangat menyiksa nya. Bahkan membuat kepala atas bawah berdenyut nyeri. Vita sebenarnya kasihan, tapi dia ingin beristirahat dulu dari serudukan bison yang selalu kelaparan.


Louis menghampiri putranya yang sama mendapatkan hukuman juga, Louis tau jika Zico juga sama tersiksa nya dengan dirinya. Tapi Zico tidak memperlihatkan nya pada siapa pun.


Bagai mana bisa seorang Zico tidak memegang gadget dan juga komputer yang sangat canggih nya. Dia mungkin sangat tersiksa.


"Boy, apa kau tidak merasa bosan?" tanya Louis yang melihat putranya hanya belajar dengan buku nya saja. Sedangkan dirinya sedang mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda.


"Biasa saja Dad" jawab Zico tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku yang sedang dia baca.


"Daddy mungkin yang bosan. Karena kan bisanya Daddy akan selalu berdua dengan Mommy jika sedang sepi seperti ini. Iya kan Dad?" ucap sarkas Zico yang tepat mengenai sasaran.


Louis tidak menjawab ucapan Zico yang sangat tepat. Dia lebih baik diam dan mengerjakan pekerjaan nya hingga selesai.


Sedangkan Zico tersenyum smirks, dia tau jika Daddy nya sangat bucin akut pada Mommy nya. Dia tidak mungkin bisa satu detik saja tanpa bermesraan dengan Mommy nya. Walau itu didepan semua anak-anaknya.


Zico beranjak dari duduknya. Dia ingin menemui Zayn, dia ingin berbicara padanya dan juga mengobati luka ditangan nya. Zico tau, jika Zayn tidak mungkin mengobati nya sendiri. Apa lagi menyuruh orang lain, itu lebih tidak mungkin lagi.


Zico sudah sampai didepan kamar Zayn. Dia langsung masuk dan melihat Zayn sedang tertidur meringkuk membelakangi pintu. Zico tau Zayn pasti mendengar jika ada seseorang yang memasuki kamar nya.


Dia dengan telaten mengobati tangan saudaranya. Luka yang tadinya sudah lebih baik sekarang tambah parah karena bertanding panahan. Luka nya semakin melebar.


"Apa kau merasa tidak enak badan? Apa kamu demam Zayn?" tanya Zico yang memegang kening Zayn is panas.


Disaat bersamaan juga Vita memasuki kamar Zayn, dia berencana ingin memberikan apa yang memang sudah lama dia ingin berikan. Tapi waktunya belum pas.


"Loh, kenapa bang?" tanya Vita saat sudah masuk dan melihat Zico sedang memegang kening Zayn.


"Zayn demam Mom, mungkin karena dia kelelahan" jawab Zico.


"Ya Allah abang, kenapa baru bilang?" tanya Vita pada Zico yang akan beranjak pergi mengambil obat.


"Abang juga baru mengetahuinya Mom" jawab Zico yang sudah mengambil obat untuk saudaranya.


"Ya sudah. Mommy minta tolong ambilkan air hangat dan handuk kecil untuk mengompers Zayn bang" ucap Vita meminta tolong pada putranya.


"Baik Mom" jawab Zico langsung beranjak menuju bathroom untuk mengambil air hangat dan handuk.

__ADS_1


"Ini Mom" ucap Zico sambil menyerahkan wadah berisi air hangat dan juga handuk.


Vita mengompers Zayn dengan sangat tlaten. Begini lah Zayn sejak kecil dia tidak pernah bilang jika dia sakit. Dia selalu mengurung diri didalam kamar saja setiap hari nya, jika Vita tidak sering mengecek nya malah dia tidak akan pernah tau jika putranya yang introvert ini sakit.


"Abang tolong jagain Zayn dulu ya, Mommy mau mengambilkan makanan diluar untuk Zayn dan juga obat demam" ucap Vita pada Zico sebelum beranjak dari kamar Zayn.


"Baik Mom, abang akan menjaga nya" jawab Zico duduk disamping Zayn yang sedang tiduran.


"Aku bukan anak manja bang" ucap Zayn dengan suara yang serak.


"Kamu memang tidak manja Z, tapi janji sedang sakit. Jadi sebaiknya diam dan terima saja apa yang Mommy berikan. Abang juga pasti diperlakukan sama oleh Mommy jika abang berada dipisisi mu seperti ini" jelas Zico sambil terus mengompers Zayn dengan telaten.


Tidak lama kemudian datang semua saudaranya, mereka melakukan tugasnya seperti pada Mommy nya jika sedang tidak enak badan atau sakit.


"Abang Z, apa yang abang rasakan saat ini?" tanya Zayd sambil memijat kaki Zayn.


"Aku tidak apa-apa" jawab Zayn datar tanpa ekspresi.


"Kau ini Z, sedang sakit juga masih saja tidak dirasakan. Apa kamu ini robot" gerutu Zia yang tidak habis fikir dengan sikap Zayn yang selalu seperti ini.


"Mau kakak ambilkan sesuatu Z?" tanya Zoya, dia adalah potokopian dari Vita.


Dia bisa lemah lembut pada siapa pun. Juga akan. bertindak tegas jika menurutnya memang harus tegas dan tidak lemah.


"Tidak" jawab Zayn.


"Baiklah" ucap Zoya sambil mendudukan dirinya disamping Zayn yang tiduran.


Tidak lama kemudian Vita sudah datang membawakan satu mangkuk bubur ayam buatan nya yang masih mengepul kan uap panasnya.


"Abang makan bubur nya dulu, setelah itu baru minum obat" ucap Vita sambil mengaduk bubur ayam nya dan meniupi nya.


"Aa, buka mulutnya" ucap Vita yang menyodorkan satu sendok bubur ayam.


"Thank you Mom" ucap Zayn setelah menelan bubur ayam buatan Mommy nya.


"Sama-sama, lekas lah sembuh. Jagoan Mommy harus selalu sehat" jawab Vita sambil tersenyum dan mengusap kepala Zayn dengan sayang.


Dari arah luar Louis berlarian seperti dikejar oleh hantu. Dia langsung masuk dan melihat putranya sedang setengah berbaring juga sedang disuapi oleh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2