
Entah kenapa Nindi menjadi cengeng dan juga lebay nya nggak ketulungan semenjak hamil. Membuat Nando seperti naik rolerkoster yang naik turun. Walau begitu Nando tetap selalu menjadi suami siaga.
"Apa begitu enaknya, sampai-sampai hampir habis satu loyang hmm?" tanya Nando setelah duduk disamping istrinya.
"Hmm, ini sangat enak. Lain kali belikan lagi ya" jawab Nindi dan juga meminta pada Nando.
"Iya, asalkan itu semua kamu habiskan. Jadi, jangan khawatir. Oke" ucap Nando sambil mengusap kepala Nindi.
Nindi begitu semangat memakan bika ambon yang dia inginkan, sampai-sampai dia lupa jika bika ambon tersebut tidak beli di Medan. melainkan beli ditoko langganan nya sendiri.
usia kandungan Nindi sekarang memang sudah melewati trimester pertama, jadi kandungan Nindi sudah jalan lima bulan. Makanya nafs* makan Nindi sangat meningkat, karena mual dan muntah nya sudah berkurang. Bahkan sudah tidak pernah mual dan muntah disaat pagi hari.
Nando sangat-sangat bersyukur dengan semua ini. Dia yang sama sekali tidak mempunyai keluarga bisa mendapatkan keluarga baru. Calon keluarga kecilnya, Nando begitu bahagianya bisa mendapatkan Nindi, wanita kuat yang dipertemukan dengannya.
Jika mengingat saat pertemuan pertama dengan Nindi, maka Nando tidak akan percaya bisa menikahinya sekarang. Karena setiap mereka bertemu pasti selalu bertengkar, bahkan saling menyumpahi satu sama lain.
.
Berbeda dengan pasangan Nindi dan Nando. Ditempat yang berbeda tapi masih dikota yang sama pasangan Rudi dan Sofia sedang dalam permasalahan, karena sejak kejadian Sofia mempermalukan Vita didepan umum dan sosial media. Rudi tidak mendapatkan kontrak kerjasama dengan Pratama group.
Itu sangat merugikan bagi perusahaan nya yang baru saja dia rintis. Rudi benar-benar tidak tahu jalan fikiran Sofia seperti apa, kenapa dia mencari masalah dengan CEO Pratama group.
"Apa kamu puas hah! Lihat sekarang, aku harus mencari infestor yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita. Apa kamu tidak berfikir, jika yang kamu lakukan itu adalah salah dan merugikan perusahaan!" bentak Rudi, karena sampai sekarang belum ada yang mau bekerjasama dengan perusahaan nya.
"Kenapa sih, kamu itu selalu menyalahkan aku? Oh, atau jangan-jangan memang benar, jika kamu mempunyai hubungan sepesial dengan janda gatel itu? Atau kamu sudah merasakan tubuhnya, makanya kamu seperti ini padaku. Iya!!" ucapnya tidak kalah tingginya dengan suara Rudi.
__ADS_1
"Cukup Sofia. Cukup! Semua tuduhan mu itu tidak beralasan, apa kamu tidak berfikir hah! Semua yang aku lakukan untukmu, untuk menunjang gaya hidupmu yang selangit. Apa kamu tidak pernah merasa bersalah sedikitpun dengan yang sudah kamu lakukan?" ucapan Rudi mulai memelan, dia memang sudah tidak tahan akan sikap istrinya yang selalu saja curiga padanya.
Setiap ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan manapun istrinya selalu saja ikut campur, entah itu dengan perusahaan manapun juga. Setiap diadakan pertemuan dan akan membahas kontrak. Pasti saja Sofia akan melakukan tindakan yang membuatnya merasa jengah dengan sikap Sofia.
Pernah disuatu hari dia ingin menjalin kerjasama dengan Winata group. Mereka mengadakan pertemuan disebuah cafe juga, karena CEO perusahaan Winata group tidak bisa hadir jadi hanya sekertaris nya saja yang hadir.
Tanpa diduga, Sofia melakukan hal yang serupa dengan yang pernah dia lakukan pada Vita. Dia menampar sekertaris tersebut dan menuduhnya sedang menggoda suaminya dengan berkedok kerjasama perusahaan.
Rudi benar-benar merasa malu akan sikap Sofia yang sangat membuatnya marah dan juga merugikan perusahaan nya sendiri.
Dia memang menikah dengan Sofia sudah sangat lama, bahkan Rudi sangat mengharapkan keturunan dari Sofia. Tapi Sofia selalu menolaknya dengan alasan takut gemuk, takut jika Rudi tidak mencintainya lagi, takut meninggalkan nya, takut berselingkuh dibelakngnya jika dia hamil sekarang-sekarang.
Itulah yang membuat Rudi semakin tidak kuat akan melakukan Sofia yang benar-benar membuatnya stres. Rudi memutuskan untuk mengembalikan Sofia pada kedua orang tuanya. Rudi benar-benar sudah memikirkan nya dengan mateng.
Apa yang harus dia pertahankan dalam hubungan ini. Anak saja tidak punya, untuk mengikat pernikahan yang membuatnya sangat terkekang. Apa gunanya dia sebagai kepala keluarga, jika dia tidak dihormati.
"Apa?? Apa maksudmu hah. Aku tidak mau kamu ceraikan aku tidak mau, titik" ucap Sofia dengan sangat emosi dan berteriak-teriak.
"Aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikap kamu, aku selalu menuruti keinginan kamu, aku selalu mementingkan perasaan kamu. Tapi, apa balasan kamu ke aku? Tidak ada, hanya selalu ingin menang sendiri. Jadi lebih baik kita sudahi saja" jawab Rudi dengan tenang.
Bahkan Rudi sudah menghubungi kedua orang tuanya dan juga mertuanya untuk datang kerumahnya. Dia ingin menyerahkan Sofia pada kedua orang tuanya dengan cara baik-baik, seperti dulu ia memintanya juga secara baik-baik juga.
Sofia menangis histeris, bahkan penampilannya sudah sangat berantakan. Wajah yang selalu tampil cantik dan juga glowing sekarang sudah sangat mengerikan, rambut yang biasanya tertata rapi sekarang acak-acakan. Sungguh Sofia sangat mengerikan saat ini.
Tak berapa lama kedua orang tua Rudi sudah datang, disusul oleh kedua orang tua Sofia juga. Betapa terkejutnya mereka melihat penampilan Sofia.
__ADS_1
"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kamu jadi seperti ini? Apa laki-laki ini yang sudah membuatmu seperti ini? Jawab Mami Sofia" ucap Mami nya Sofia dengan sifat yang tidak jauh berbeda dengan Sofia.
"Tenang dulu jeng, kita bisa bicarakan baik-baik. Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua, jangan menyimpulkan yang tidak-tidak" ucap Mama Rudi menengahi. Mama Rudi memang seorang yang bijaksana, dia tidak akan menyimpulkan sesuatu sebelum semuanya jelas.
"Benar Mi yang dikatakan nya. Kita tanyakan dulu apa yang terjadi" jelas suaminya.
"Papi ini gimana sih, sudah jelas putri kita satu-satunya sudah diperlakukan dengan tidak baik. Masih saja membelanya. Sudah tidak bisa memberikan keturunan, suka berselingkuh pula" ucapnya mencibir Rudi.
Rudi yang sejak tadi diam saja akhirnya tersulut emosi kembali.
"Cukup Mi, cukup. Sebaiknya Mami tanyakan pada putri kesayangan Mami sendiri. Mengapa dia tidak mau hamil, dan. Dan soal berselingkuh, saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh Mami. Jadi sebelum Mami menuduh saya, lebih baik suruh putri kesayangan Mami introfeksi diri" ucapnya sambil emosi.
"Nak, sabar. Ingat, kamu jangan sampai tersulut emosi yang membuatmu menjadi tidak berfikir panjang" ucap Mamanya menenangkan putranya.
"Semua sudah aku pikirkan matang-matang Ma, aku sudah mengucapkan talak untuknya. Besok aku akan mengurus semuanya dipengadilan, aku sudah tidak kuat menghadapi sikapnya yang sudah sangat keterlaluan" jawab Rudi sambil menundukan kepalanya.
"Apa kamu bilang! Kamu mau menceraikan anak saya! Kurang ajar kamu. Saya sudah memungutmu dari tempat samapah, sekarang dengan seenaknya menceraikan anak saya. Jangan harap!" ucap Mami nya Sofia dengan menghina.
Tapi Rudi, Papa dan Mama nya hanya diam. Sekarang mereka berdua tau bagaimana perangai asli dari seorang Julia Mami dari Sofia. Dia tidak segan-segan untuk menghina bahkan merendahkan seseorang.
Mark, Papi dari Sofia benar-benar merasa malu akan sikap istrinya yang menghina besannya. Padahal mereka tau jika bukan karena bantuan dari keluarga Suryoto maka perusahaan yang mereka banggakan sudah lama bangkrut.
Tapi mereka dengan seenak udelnya menghina nya. Pak Suryoto dan Buk Arni hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah besannya yang sangat angkuh itu.
Setelah perdebatan lumayan keras dan membuat emosi, Mark dan Julia membawa Sofia pulang kerumah nya. Mark mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada keluarga Rudi. Dia menerima jika Sofia sudah diceraikan.
__ADS_1
Rudi merasa lebih tenang dan merasa beban berat didadanya sudah tidak ada. Sekarang dia harus menata hidupnya dari awal lagi.