Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Rencana Louis


__ADS_3

Para wanita berbincang-bincang bersama dan juga bercanda. Sedangkan para pria sedang membaca berkas yang diberikan oleh Zayn tadi. Mereka satu persatu semakin bingung dengan semua ini.


"Saya masih tidak mengerti akan semua ini Tuan?" tanya Nando dia memang sudah membaca berkas tersebut berulang kali. Tapi tetap saja dia tidak mengerti.


"Ini hanya sederhana, inti nya kita jangan mengusik mereka jika kita tidak mau terusik" jawab Louis, dia memang selalu sepemikiran dengan Zayn. Tapi dia juga tidak tahu apa motif mereka sebenar nya membantu.


"Iya Tuan, tapi yang jadi pertanyaan siapa mereka dan apa yang dia dapatkan setelah menolong kita?" tanya Dion.


"Itulah yang saya tidak tahu. Disitu tertulis jangan pernah mencari tahu atau menyelidiki tentang kejadian kemari. Jika tidak atau memaksa untuk menyelidiki maka akan mendapatkan akibat nya" jawab Louis sambil memikirkan apa yang ada dalam fikiran Zayn sebenar nya.


Karena Louis sedikit banyak memiliki kesamaan dengan nya. Tapi semakin memikirkan nya Louis semakin pusing dibuatnya.


"Lebih baik untuk saat ini kita turuti saja. Jika mereka membuat masalah dengan kita baru kita bertindak. Jika tidak maka tidak ada salah nya kan kita menuruti nya" ucap John yang sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka.


"Yang dikatakan oleh John benar. Kita tidak boleh gegabah mengambil tindakan, jika kita gegabah maka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan" ucap Louis membenarkan ucapan John yang sangat masuk akal.


"Oke, semua nya sudah clear ya? Dengan begitu kita semua sudah bisa beraktifitas seperti biasa nya. Menjadi pengusaha yang menguasai dunia bisnis" ucap Nando dengan sangat gembira, karena dia memang tidak bisa berada dalam situasi yang mengerikan.


"Kau benar Pak Nando" ucap Dion yang menekan kan disetiap kalimat nya.


Glek


Nando menelan slivanya dengan susah payah, karena dia memang belum bisa semerdeka itu berada diperusahaan Pratama group. Dia masih ketakutan jika sudah berhadapan langsung dengan Dion.


Apa lagi setelah kemarin dia melihat dengan mata kepala nya sendiri betapa mengerikan nya seorang Dion Brown.


"Kenapa kalian belum bisa akur? Apa kau masih suka menekan nya Dion?" tanya Louis pada Dion.


"Tidak Tuan, dia sendiri yang sejak awal memang sudah seperti itu saat melihat saya. Mungkin dia mengira saya bisa menelan nya hidup-hidup" jawab Dion dengan tatapan merendahkan dan juga sangat sinis.

__ADS_1


Tapi biar begitu dia tetap solidaritas nya tinggi, dia tidak akan menghianati teman nya walau hanya saling kenal biasa saja. Bagi Dion yang terpening orang yang bekerja sama bukan type penjilat, itu saja.


"Jadi, kau masih takut pada nya Do?" tanya Louis menatap dengan tatapan aneh pada Nando.


"Bukan takut Tuan. Cuman ngeri saja, karena seperti yang Tuan lihat" jawab Nando sambil bergidik ngeri melihat tatapan Nando dan ekspresi wajah nya.


"Jika dengan Dion saja takut, bagaimana jika dengan ku?" tanya John yang sekarang hobi meledek Nando yang menurut nya adalah penakut.


"Jika dengan, mu... " Nando tidak mengucapkan apapun, yang dia lakukan adalah menggunakan jurus bayangan atau kaki seribu. Alias lari dari tatapan harimau kelaparan.


"Dasar anak itu. Sikap nya tidak pernah berubah, yang dia bisa dan ahli nya adalah duduk dihadapan monitor dan memegang pulpen. Bikan senjata" gerutu Louis yang memang sudah tahu karakter Nando yang sangat penakut.


"Anda benar Tuan, saya saja sampai heran dengan sikap nya yang penakut itu. Sejak awal saya masuk bekerja diperusahaan Pratama group, dia sudah ketakutan sendiri melihat saya. Padahal saya tidak melakukan apapun yang bisa membuat orang takut" ucap Dion panjang lebar.


Menceritakan kisah pertama nya saat diperkenalkan dengan Nando dan kerja bersama sebagai asisten pribadi CEO.


"Dia memang seperti itu. Tapi dia juga jika bersikap tegas, dia sama juga dengan mu aura nya. Tapi karena dia selalu konyol dan banyak tingkah maka nya dia seperti itu" jelas Louis yang sudah sangat mengenal Nando sejak awal dia datang ke negara ini menjadi seorang kuli bangunan.


Walau disini sangat nyaman dan juga bisa melakukan apapun, tetap saja dirumah sendiri lebih leluasa bergerak. Tidak seperti didalam rumah orang lain. Termasuk mainson Edison yang sangat mewah ini.


"Baiklah John, kau boleh pulang sekarang. Tapi ingat, sesekali bawalah twins J kemari supaya lebih dekat dengan six Z. Karena walau bagaimana pun diantara kedua nya akan mendampingi Zico atau Zayn suatu saat nanti" ucap Louis yang sudah mengatur semua anak-anak dari orang-orang kepercayaan nya akan mendampingi salah satu dari mereka semua.


"Baik Tuan, saya sendiri yang akan melatih mereka langsung. Karena ini adalah tugas yang sangat bagus untuk mereka berdua" jawab John menyanggupi keinginan Louis.


"Tapi ingat satu hal John. Jika mereka tidak berkenan maka jangan memaksa nya, karana saya tidak mau jika mereka melakukan nya dengan terpaksa atau karena paksaan dari mu, bukan karena keinginan mereka sendiri" jelas Louis panjang lebar.


Karena bagi Louis, orang yang dapat dipercaya adalah orang yang melakukan nya dengan fikiran sendiri bukan karena doktrin dari orang lain atau menuruti perintah yang sama sekali tidak diinginkan nya.


"Baik Tuan, akan saya laksanakan" jawab John dengan tegas dan bangkit dari duduknya lalu membungkuk hormat pada Louis.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Chris saya Tuan?" tanya Dion yang menanyakan tugas untuk putra nya.


"Apa putra mu sudah 4tahun?" Louis balik bertanya pada Dion.


"Maaf Tuan putra ku baru saja sebelas bulan tiga minggu tuan" jawab Dion mendadak menjadi bodoh.


"Apa kau sadar dengan lertanyaan mu tadi?" tanya Louis lagi sambil menatap Dion dengan datar dan dingin.


"Maaf Tuan saya salah bicara. Saya hanya sangat antusias menyambut tugas apa yang nanti nya akan dia lakukan" jawab Dion menundukan kepala nya.


"Maka nya jika berbicara setidak nya harus difikirkan apa yang ingin kau bicarakan. Jangan asal ngomong" ucap Louis sambil menggeleng kan kepala nya.


"Maaf Tuan" ucap Dion yang semakin menundukkan kepala nya.


"Maka nya tadi saya hanya menyuruh John untuk mempersiapkan anak-anak nya. Bukan kamu, karena saya tahu usia anak kamu belum cukup untuk bisa dilatih sedemikian rupa" jelas Louis panjang lebar, karena dia memang lebih tertarik jika Chris Brown lah yang akan mendampingi Zayn nanti nya.


Karena dari Alex atau Joyed mereka berdua belum terlihat aura nya. Jangankan aura Alex memang menuruni sifat Nando yang memang terkadang tegas dan terkadang tengil. Tapi lebih banyak tengil nya dibanding tegas nya.


Sedangkan Joyed, dia lebih terlihat seperti John. Tidak banyak bicara dan lebih suka dengan melakukan tindakan. Tapi tetap dia memiliki sifat Sandra yang tidak bisa berfikir panjang, yang penting bisa melakukan semua nya dengan rapih dan bagus.


Mungkin mereka lebih cocok untuk mendampingi Zico ketimbang dengan Zayn yang memang susah untuk ditebak. Zayn akan selalu diam jika memang dia tidak merasa cocok dengan seseorang. Tapi dia akan menerima nya jika dia merasa cocok.


Jadi Louis harus benar-benar memikirkan semua nya dengan sangat matang juga ingin semua nya berada didalam tempat nya masing-masing. Karena Louis sudah merencanakan jika Zayn akan menjalankan perusahaan nya yang berada diluar negri sana.


Disana adalah perusahaan besar yang dia miliki dan juga pusat dari EDC.CORP yang ada disini. Maka nya dia ingin supaya yang mendampingi Zayn adalah orang yang tepat dan bisa mengerti diri nya.


Louis memang belum membicarakan ini semua pada Vita, karena menurut nya ini masih lama dan juga mereka semua masih tahap belajar. Walau sedikit-sedikit Louis sudah memberikan materi-materi perusahaan yang dia pegang kepada Zico dan Zayn.


Zico dan Zayn melakukan nya dengan baik, tapi Zico tidak bisa menguasai semua nya dibandingkan dengan Zayn. Maka dari itu dia memutuskan jika yang mengelola nya adalah Zayn Pratama Edison.

__ADS_1


Louis sudah menyematkan nama Edison disetiap anak-anak nya. Karena mereka memang anak-anak nya, walau bukan keturunan murni dari nya. Dia sangat menyayangi dan mengasihi mereka semua.


__ADS_2