Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Incident


__ADS_3

Mereka semua turun dari mobilnya masing-masing. Walau merasa terpaksa Zico dan Zayn ikut turun, tapi tidak bergabung dengan yang lainnya. Mereka berdua menuju tepi danau yang terlihat sangat sepi dan juga sejuk.


"Z apa fikiran kita sama?" tanya Zico yang melihat ada sesuatu yang menarik perhatian kedua saudara itu.


Sedangkan Zayn yang ditanya hanya menarik sudut bibirnya saja, dia juga tau apa yang akan mereka lakukan.


Mereka berdua menuju danau dan mereka duduk ditepian nya, mereka berdua saling menatap kedepan. Melihat alam yang sangat indah dan masih asri.


"Z apa kamu ingin melanjutkan usaha Dad Louis yang dulu?" tanya Zico penasaran akan jawaban adiknya.


"Tidak, aku mau menjadi diriku sendiri. Aku tidak mau berdiri dibawah bayang-bayang Dad Louis" jawab Zayn datar tanpa ekspresi.


"Kau benar. Jika seandainya kamu yang dipercaya untuk mengelola bisnisnya bagaimana? EDC CORP ungkin akan lebih maju berada ditanganmu" ucap Zico lagi. Dia tau adiknya tidak berniat akan dua hal yang menyangkut usaha orang tuanya.


"Bukankah abang yang berminat akan EDC.CORP?" sindir Zayn.


"Yah kau benar. Benar-benar salah" jawab Zico merubah ekspresi wajahnya, yang tadinya hanya datar saja sekarang malah terlihat mengerikan.


"Ku kira abang memang menginginkan itu. Aku yakin jika Dad Louis akan memberikannya padamu" ucap Zayn dengan seringai liciknya.


"Apa maksud mu? Sepertinya kamu mengetahui sesuatu, yang tidak aku ketahui" cecar Zico yang penasaran akan jawaban Zayn.


"Aku hanya menebaknya, jika Dad Louis akan mempercayakan padamu. Aku tidak yakin, tapi pasti" jawab Zayn benar-benar membuat Zico merasa tidak pantas jika itu memang terjadi.


.


Berbeda dengan Zico dan Zayn yang sedang membicarakan hal yang bersangkutan dengan orang dewasa itu. Four Z dan twins A sedang bermain bersama, mereka terlihat akur-akur saja. Sebelum salah satu dari mereka jahil.


"Mommy.... Mommy.... aku takut. Lexa, Lexa melemparkan ular padaku" jerit Zayd sangat ketakutan. Bahkan dia sudah hampir pingasan jika Zayn tidak langsung menolongnya.


"Kau! Kau sudah membuat adikku ketakutan, lihat apa yang akan aku lakukan padamu!" ucap dengan wajah yang sangat mengerikan bagi siapa pun yang melihatnya.

__ADS_1


"Are you okay?" tanya Zayn setelah memberikan air minum dan melihat jika Zayd sudah lebih tenang.


"I'm okay" jawab Zayd masih gemetar.


Zayn tidak bicara apapun lagi, dia langsung menghampiri Alexandra yang sudah sangat ketakutan melihat wajah Zayn yang sudah dipenuhi amarahnya.


Tanpa ba bi bu Zayn menarik tangan Lexa dengan sangat kuat, hingga Lexa terjatuh pun masih ditarik nya. Untung saja kejadian itu diketahui oleh Louis, dia langsung berlari untuk mengejar Zayn yang sedang menarik tangan Lexa.


"Boy, apa yang terjadi?" tanya Louis, tapi tidak dihiraukan oleh Zayn.


Anak berusia 6tahun itu sudah sangat marah, dia tidak bisa membedakan laki-laki atau perempuan jika sudah marah seperti ini.


Louis mencekal tangan Zayn yang masih menggenggam tangan Lexa dengan sangat kuat.


"Boy look Daddy, what happened? Kenapa kamu sangat marah seperti ini? Lihat tangan dan kaki Lexa terluka. Apa kamu tidak kasihan?" tanya Louis dengan hati-hati dan juga penuh kasih sayang nya.


Zayn tidak menjawab, dia perlahan melepaskan genggaman tangan nya. Dia menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Zayn mencoba menetralkan amarahnya yang sudah berkobar.


Vita, Nindi dan Nando yang melihat kejadian itu langsung membawa Lexa pergi menjauh. Apa lagi Lexa terlihat seperti trauma akan kejadian ini.


"Kamu tidak apa-apa sayang. Maafkan Mami ya, Mami tidak bisa menjaga kamu" tanya Nindi pada Lexa, anak berusia 4tahun itu.


Lexa hanya diam saja, dia tidak menjawab. Bahkan dia hanya menangis saja dalam pelukan Maminya, sedangkan Nando membersihkan luka-luka yang ada ditangan dan kakinya, lalu mengobati nya.


Alex datang menghampiri kedua orang tuanya dan juga adik kembarnya. Dia juga merasa kasihan dengan apa yang terjadi, tapi dia juga merasa kesal jika kejahilan Lexa sudah datang.


"Apa yang terjadi sebenarnya Alex?" tanya Nando dan diangguki oleh Nindi.


"Kami awalnya sedang bermain bersama-sama, dan melakukan permainan yang seru. Tapi semuanya berubah saat sifat jahil Lexa datang. Dia mengeluarkan ular karet mainannya dan dilemparkan kepada Zayd, Zayd langsung berteriak histeris dan hampir saja pingasan karena ketakutan. Tiba-tiba datang Zayn yang mengambil dan melemparkan ular mainan itu jauh-jauh dan menenangkan Zayd yang sedang ketakutan. Begitu ceritanya Mi, Pi" ucap Alex menjelaskan semuanya tanpa terlewat sedikit pun.


Sekarang Nando dan Nindi yang merasa bersalah pada Louis dan Vita. Bagaimana dia menghadapi Louis dan Vita, karena anaknya lah yang salah disini. Karena sifat jahil Alexa, membuat amarah Zayn muncul. Bahkan tidak terkendali, jika saja Louis tidak bergerak cepat untuk menenangkan nya.

__ADS_1


"Apa yang akan kita lakuakan Pi? Anak kita lah yang bersalah. Apa lagi Zayd memang sangat trauma dengan ular" ucap Nindi yang serasa ketakutan.


"Kita harus meminta maaf pada mereka. Karena waktu bagaimana pun anak kita lah yang salah. Jadi kita temui mereka, supaya tidak terjadi kesalahfahaman diantara kita semua" jawab Nando sambil menenangkan istrinya.


"Alex, jaga Lexa. Jangan biarkan dia pergi kemana-mana" titah Nando pada putranya.


"Iya Pi" jawab Alex, yang sedang memandangi wajah Lexa yang masih menangis.


Sedangkan Louis dan Vita sudah bisa meredam emosi Zayn yang seakan-akan meledak seperti bom waktu.


"Abang harus bisa menahan emosi abang. Jangan biarkan abang dikuasai oleh amarah, apa lagi yang seperti tadi. Itu sangat tidak baik. Abang mengerti kan?" tanya Vita sambil menggenggam kedua tangan Zayn dan mengusapnya.


Zayn sama sekali tidak menjawab ucapan Mommy nya, dia masih mencoba menahan diri supaya tidak meledak-ledak pada Mommy nya. Dia sangat menyayangi Mommy nya, tidak mungkin dia melawan semua ucapannya. Bagi Zayn ucapan Mommy adalah suatu perintah yang wajib dia patuhi.


"Boy, benar apa yang dikatakan oleh Mommy. Kamu harus bisa menahan emosimu, karena emosi akan menambah masalah, bukan memperbaiki. So, jangan diulangi lagi. okay" ucap Louis membenarkan ucapan istrinya, dia juga mengusap kepala Zayn dengan sayang.


Four Z sedang menenangkan Zayd, dia masih trauma akan hewan melata itu. Itu sangat mengerikan bagi Zayd.


"Kamu tenang saja dek, itu hanya mainan. Bukan sungguhan, jadi jangan takut. Bukan kah sudah dibuang oleh abang Z?" ucap Zoya sambil memeluk adik bungsunya.


"Iya, kamu kan jagoan. Jadi jika mau menjadi jagoan jangan cengeng, lihat abang Z. Dia sudah menjadi pahlawan, jadi jangan menangis lagi" tambah Zia ikut menenangkan.


Pada saat bersamaan Nindi dan Nando datang menghampiri Five Z yang sedang berkumpul.


"Za.. Zayd, maafkan Lexa ya. Dia memang sudah sangat keterlaluan pada kamu. Auntie juga minta maaf, karena auntie tidak mengawasi Lexa dengan baik" ucap Nindi sambil berjongkok menatap wajah sendunya Zayd.


"No auntie, auntie tidak bersalah. Ini semua kan hanya main-main saja, aku yakin. Lexa tidak bermaksud untuk membuat Zayd seperti ini, aku yakin karena Lexa tidak tau jika Zayd mempunyai trauma terhadap ular" jelas Zoya sangat bijak.


"Tetap saja Lexa bersalah Nona" jawab Nando dengan tegas.


"Yah, memang bersalah. Tapi disini juga abang Z bersalah, dia sudah menyakiti Lexa. Aku juga meminta maaf atas nama abang Z" ucap Zoya bangkit dari duduknya dan membungkukan badannya memberi hormat pada Nando.

__ADS_1


"Nona, anda tidak boleh seperti ini. Anda tidak boleh membungkuk dihadapan saya" ucap Nando langsung memegang pundak Zoya.


Zoya memang yang paling bijak diantara yang lainnya. Zoya juga yang paling pengertian juga paling perhatian, walaupun usianya baru 10tahun. Tapi dia sudah berfikiran dewasa, dia menjadi seperti ini karena dia berfikir jika yang paling besar harus bisa menjaga dan mengayomi adik-adiknya. Itulah yang selalu diajarkan sejak dini oleh Vita.


__ADS_2