
Seperti hari-hari biasanya setelah mengantarkan anak-anak skolah Louis akan mengganggu Vita yang sedang berolahraga.
"Dad, kamu mengagetkan aku" ucap Vita yang sedang yoga, tiba-tiba ada yang memeluknya.
"Aku merindukanmu honey" ucap Louis yang sudah dipenuhi oleh ga*rah.
Apa lagi tangannya yang tidak bisa dikondisikan, sudah bergelirya dimana-mana.
"Dad, aw" ucap Vita sambil menjerit karena ulah suaminya yang jika sedang menginginkan nya tidak tau tempat.
"Kenapa honey? Aku kan sedang bermain dengan nya saja" tanya Louis tanpa dosa.
Bagaimana tidak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Louis yang sudah membuka pakaiannya hingga polos. Dan sekarang sudah memeluk tubuh istrinya dan menggendong nya.
Vita hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Louis. Louis yang sangat buas jika sedang mesumnya datang.
"Dad, jangan digigit" protes Vita yang pucuk buktinya digigit gemas oleh Louis.
"Ini sangat menggemaskan honey" ucap Louis yang sudah bermain dengan keduanya dan juga dengan yang paling bawah.
Louis benar-benar melakukannya dengan sangat lembut sekarang. Dia bahkan sudah melakukan penyatuannya, Vita hanya bisa pasrah dan juga menikmatinya.
Mereka berdua melakukan dengan berbagai macam gaya. Bahkan Vita dibuat lemas akan ulahnya Louis. Untung saja didalam ruang gym ada kamar mandi nya, memang sudah Louis rencanakan.
Setelah satu jam lebih Louis menyelesaikan nya, Louis membawa Vita menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka berdua setelah melakukan yang iya iya.
"Thank you honey" ucap Louis sambil menyabuni seluruh badan Vita. Dan juga melakukan yang dia sukai.
"Dad, hentikan. Aku sangat lemas, lihat kaki aku sudah gemetar seperti ini" protes Vita yang melihat tangan Louis yang sudah memainkan bukitnya kembali.
"Hanya memainkan nya saja honey, ini sangat menggemaskan jika dibiarkan begitu saja" ucap Louis semakin tidak bisa dikondisikan sama sekali.
Vita hanya pasrah saja, kalaupun menolaknya tidak akan dilepaskan begitu saja oleh Louis. Dan benar saja Louis melakukan apa yang dia inginkan. Louis membuat Vita mende*ah berkali-kali dibawah kendalinya.
Hingga sudah beberapa lama, Vita benar-benar tidak bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Louis menggendong tubuh lemas istrinya menuju kamar utama.
__ADS_1
Vita langsung tertidur lelap setelah diletak kan diatas ranjang king size nya. Louis melangkahkan kakinya menuju kedua putranya yang sedang belajar bela diri.
Mereka berdua diajari langsung oleh orang kepercayaan Louis sendiri. Terkadang juga Louis yang mengajarinya langsung, melihat sudah sampai mana kemampuan keduanya.
"Bagaimana dengan pelajaran hari ini?" tanya Louis yang melihat dua anaknya sedang istirahat.
"Sangat menyenangkan Dad. Apa hari ini tidak akan latihan menembak?" tanya Zico yang sangat menyukai kegiatan itu.
"Sekarang waktunya, bukankah sudah Daddy katakan. Jika itu adalah hal utama" jawab Louis sambil mengusap kepala Zico dan Zayn yang sangat antusias akan kegiatan yang satu ini.
Zayn tidak pernah banyak berbicara, dia lebih suka dengan tindakan. Louis yang melihat Zayd seperti melihat dirinya sendiri pada waktu masih menggeluti dunia bawahnya.
Zayn sejak dini sudah sangat dingin dan tidak tersentuh sama sekali. Dia bahkan tidak pernah berbicara jika menurutnya tidak penting. Walaupun ditanya dia akan mengangguk dan menggeleng jika dia merasa tidak mau.
Tapi dia akan sangat menurut pada Mommy nya, jika Mommy nya sudah melarang. Maka mau tidak mau Zayn melakukan nya, dia sangat menyayangi Mommy nya.
Mereka berdua sedang melakukan latihan menembaknya, bahkan diusianya yang masih dini sudah menembak tepat sasaran dan sangat sempurna untuk anak seusianya.
Bahkan bawahan Louis saja sampai terkagum-kagum akan kemampuan kedua Tuan Muda kecil nya. Dirinya saja jika latihan menembak walau selalu tepat sasaran, tetap saja ada kegagalan juga walau sudah sangat professional.
"Good boy, kalian memang sangat hebat dalam hal ini. Tapi harus tetap belajar, dan berusaha terus. Daddy akan mendukung kalian, tapi jangan pernah melakukan diluar pengawasan dari Daddy atau pelatih kalian" ucapan peringatan dari Louis.
"Good, sekarang kalian lanjutkan belajar dengan guru private kalian. Belajarlah dengan giat, karena kalian lah yang akan memimpin perusahaan kelak" jelas Louis lagi.
Setelah memberikan arahan dan juga semangat pada kedua putranya, Louis menuju ruang kerjanya. Dia ingin memantau perusahaan nya yang dikelola oleh John dan juga Sandra.
.
Disekolah. Anak-anak sedang istirahat habis belajar, mereka sedang menikmati makan siang yang diberikan oleh Mommy nya. Disaat yang bersamaan ada anak-anak yang suka jahil dan suka mengganggu.
"Wah, enak nih" ucap anak itu yang mengambil makanan Zayd yang sedang dia makan.
Tentu Zayd marah, makanan kesukaan nya dan buatan Mommy nya langsung malah direbut oleh anak pembuat masalah.
"Ini makanan ku!" ucap Zayd sambil merebut kembali kotak makan nya.
__ADS_1
"Eh gendut. Sudah gendut masih saja pelit. Sini" ucap anak yang masih bersikukuh merebut makanan Zayd.
Karena tarik menarik akhirnya makanan Zayd tumpah dan berantakan. Zayd hanya menangis karena makanan buatan Mommy nya sudah tumpah semuanya.
"Dasar cengeng" ejek anak yang sudah mengganggu Zayd.
Pada saat bersamaan Zio, Zia dan Zoya datang menghampiri. Anak-anak yang tadi membuat ulah pada Zayd langsung ketakutan melihat mereka bertiga.
Bagaimana tidak, mereka pernah membuat anak yang mengganggu adiknya dibuat babak belur. Dan tidak berani mengganggu nya lagi, tapi sekarang malah membuat ulah kembali.
"Kamu tidak apa-apa Zayd?" tanya Zoya.
"Tidak kak, tapi makanannya tumpah" jawab Zayd sambil terisak.
"Sudah tidak apa, nanti kakak kasih punya kakak. Tapi jangan nangis lagi. Oke" Zoya menenangkan adik bungsunya yang sangat manja dan juga cengeng.
"Tidak perlu kak. Aku sudah kenyang" jawab Zayd.
"Baiklah" ucap Zoya yang bangkit berdiri setelah membantu adiknya membersihkan makanan yang tumpah.
Zoya beralih menatap ketiga anak yang tadi mengganggu Zayd.
"Apa kalian belum jera juga dengan pelajaran yang kami berikan, hmm?" tanya Zoya dengan bersidekap dada.
"Maaf kak, kami tidak tau jika sigendut itu adiknya kakak. Kami berjanji tidak akan pernah mengganggunya lagi" jawab seorang anak yang sudah gemetar ketakutan.
"Bukan hanya pada adik ku saja. Pada yang lain juga, jika masih seperti ini. Mengganggu anak-anak lain maka akan mendapatkan seperti yang pernah kalian dapatkan, bahkan lebih parah" seringai licik Zoya sambil menepuk pundak anak itu dengan sangat keras.
Hingga anak-anak tadi mengaduh kesakitan. Akhirnya mereka meminta maaf pada Zayd, karena sudah mengganggunya.
Zayd sebenarnya juga bisa bela diri, walau badannya gemuk. Tapi dia paling tidak suka berkelahi, dia bilang sangat melelahkan jika harus menggunakan tenaganya.
"Kamu ini, seharusnya kamu lawan mereka. Bukan malah menangis seperti anak perempuan yang cengeng" ucap Zia sambil membersihkan pakaikan Zayd yang sedikit kotor.
"Aku tidak mau kak, biarkan saja" jawab Zayd yang sambil mengunyah sosis.
__ADS_1
"Dasar kau ini" gumam Zio dan mengacak rambut Zayd gemas akan tingkah adiknya ini.
"Sudah, lebih baik kita kembali kekelas masing-masing. Sebentar lagi masuk" ucap Zoya sambil menggandeng tangan Zayd yang masih asik mengunyah sosisnya yang selalu ada didalam kantung celananya.