Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
TAMAT


__ADS_3

Nindi langsung beranjak pergi dari depan pintu kamar putri nya. Dia tidak tahu harus apa, yang jelas dia harus memberi tahu pada Nando tentang semua ini.


Sedangkan didalam kamar, Alex masih menenangkan adik kembar nya. Dia masih tidak menyangka jika pria yang dicintai oleh Lexa adalah Zico, pria dingin dan datar tanpa ekspresi itu.


"Aku kira kamu mencintai Zayd? Kenapa jadi Zico?" tanya Alex yang bingung.


"Zayd sejak awal adalah teman gue, gue sengaja deket sama dia supaya bisa sering melihat wajah Zico. Yah memang gue sendiri sih yang salah dan nggak lihat siapa gue dan bagaimana gue" jawab Lexa dengan senyuman dipaksa kan.


"Apa benar loe sudah sejak dulu menyukai nya? Sejak kapan? Seingat gue loe itu selalu mepet Zayd bukan?" pertanyaan yang hampir sama selalu dilontarkan oleh Alex.


"Nggak bisa apa loe ngasih pertanyaan yang bukan itu-itu saja? Pusing gue jawabnya, masih muter-muter juga" gerutu Lexa yang bukan nya mengurangi beban fikiran nya malah menambah.


"Sorry, gue kan memang mengira anak manja itu yang sudah bikin loe kayak gini" ucap Alex merasa bersalah.


"Gue memang menyukai sosok nya, karena dia itu terlihat tenang dan lebih dewasa ketimbang kedua saudara nya yang lain. Entah kenapa setiap berdekatan dengan nya, gue merasa seperti dijaga oleh seorang Papi. Dia itu sangat sepesial buat gue" jelas Lexa pandangan nya menerawang kedepan. Seperti sedang memandangi wajah dingin dan datar nya seorang Zico.


"Loe yang salah dodol. Jelas dia nggak mau lama loe yang kayak gini, gue juga kalo dikasih ogah" ucap Alex meledek Lexa, yang sebenar nya ingin menghibur saudara kembar nya.


"Lagian gue juga ogah sama loe yang modelan kayak ginian" jawab Lexa dengan sengit pada Alex yang meledek nya.


"Ya setidaknya gue kagak nyakitin atau matahin hari loe" ucap Alex yang menoyor kepala Lexa lumayan keras.


"Siapa bilang loe kagak nyakitin perasaan gue. Yang ada setiap hari loe bikin gue kesel dan juga sering nyakitin gue" jawab Lexa malah semakin mengeratkan pelukan nya dan menangis sesegukan dipelukan saudara kembar nya.


"Menangislah, gue tahu jika loe pura-pura tegar dan pura-pura kuat jadi cewek. Gue bakalan dukung loe, gue tahu gue nggak bisa ngurangin rasa sakit dihati loe. Tapi setidaknya gue akan membuat loe merasa nyaman sama gue sebagai saudara loe" ucap Alex yang juga ikut merasakan sakit juga sedih nya seorang Lexa.


Karena mereka kembar, jadi mereka berdua akan selalu terhubung satu sama lain.


.


Sedangkan di EDC.CORP Zico tiba-tiba merasa sesak didadanya. Entah ini perasaan apa, yang jelas dia merasa sakit setelah dia menolak dan bahkan menghina seorang gadis cantik.


'Kenapa dengan ku? Kenapa dadaku terasa sesak dan tidak karuan?' ucap Zico hanya dalam hati sambil meraba dada nya.


Joyed yang melihat tingkah Zico yang terlihat aneh dimatanya langsung menghampiri dan bertanya.


"Kenapa Tuan? apa ada masalah?" tanya Joyed pada asisten pribadinya.


"Hmm, saya tidak apa-apa" jawab Zico dengan ekspresi datarnya.


"Baiklah Tuan" ucap Joyed lalu beranjak pergi dari hadapan Zico.


Zico masih belum bisa fokus pada pekerjaan nya. Dia memang ada disini tapi hati dan fikiran nya entah kemana. Zico merasa ada yang aneh dengan dirinya, kenapa dia bisa jadi seperti ini? Entahlah apa yang terjadi dengan dirinya.

__ADS_1


.


Sedangkan diPratama group Zoya sedang sibuk dengan Zio. Walau Zio terkenal selengean dia tetap proposinal dalam bekerja. Bahkan auranya sama dengan Zico jika sedang seperti saat ini. Mungkin semua orang akan sulit membedakan antara Zico dan Zio. Karena mereka berdua adalah kembar identik.


"Zio, apa kau tidak lelah? Sekarang sudah jam makan siang" tanya Zoya yang sudah bangkit dari duduknya menuju ruangan Zio yang bersebelahan dengan nya.


"Benarkah? Wah berarti aku ini sibuk sekali, sampai-sampai lupa waktu" Zio malah balik bertanya dan keluar lah sifat aslinya yang suka ceplas ceplos.


"Iya, maka nya kakak mengajak mu untuk makan siang bareng" jawab Zoya.


"Oke kak, sebentar. Aku akan membereskan ini dulu" ucap Zio sambil menunjuk berkas-berkas yang berantakan diatas meja nya.


"Oke kakak tunggu diluar. Jangan kelamaan" jawab Zoya lalu pergi dari ruangan Zio menuju basement.


Tidak lama kemudian Zio menyusul kakak nya menuju basement kantor lalu melihat sang kakak sudah menunggunya didepan mobil nya.


"Maaf kak, lama ya nunggu nya?" ucap Zio dan juga bertanya.


"Nggak, kakak juga baru nyampe" jawab Zoya dengan senyuman tipis nya.


"Oke, kita kemana nih?" tanya Zio yang sudah mengemudikan mobilnya keluar basement.


"Kita ke kafe nya Zia dan Zayd saja. Katanya sedang mengeluarkan makanan baru nya. Jadi kita harus mencoba, siapa tahu saja mereka berdua memang sedang disana juga" jawab Zoya dengan pandangan terus menatap jalanan didepan nya.


"Oke kak. Let's go" ucap Zio yang langsung tancap gas menuju cafe Z&Z milik saudaranya sendiri.


Mungkin jika Mommy nya memang tidak tahu, tapi jika Daddy Louis. Mungkin dia sudah tahu dan hanya pura-pura tidak tahu saja. Apa sih yang tidak Louis ketahui tentang anak-anak nya. Walau anak-anak nya sudah besar dan dewasa, dia tetap mengawasi mereka semua.


Jadi jangan salah jika mereka masih diperlakukan layaknya seperti anak kecil. Memang tidak dapat diragukan lagi kasih sayang seorang Louis Edison pada anak-anak sambung nya.


Dia rela melakukan apapun untuk mereka semua. Dia sudah sangat bahagia mereka menganggap nya seperti Ayah kandung mereka sendiri. Tidak ada kata canggung diantara mereka, bahkan Zoya dan Zia sejak dulu memang sudah sangat dekat dengan Louis.


Zoya dan Zio sudah datang ke cafe Z&Z dan ternyata dia melihat jika Zico juga sedang berada disana bertemu dengan wanita cantik yang sangat dia kenal.


Siapa lagi jika bukan Joyce, putri dari uncle John mereka dan dia adalah putri bungsunya. Zio yang ingin menghampiri nya ditahan oleh Zoya. Dia tidak ingin jika mereka berdua malah mengganggu nya.


"Kak, kenapa menahan ku?" tanya Zio yang melayangkan protesnya pada Zoya yang menarik tangan menuju ruangan kedua adiknya.


"Biarkan mereka berdua. Kau ini selalu mengganggu saja" ucap Zoya yang masih menarik lengan Zio.


"Kak, aku ingin mengatakan sesuatu pada abang Zi" ucap Zio lagi saat akan memasuki ruangan adiknya.


"Mengatakan apa? Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka berdua. Untuk apa kita ikut campur, yang ada kita malah memperumit masalah yang ada" jelas Zoya sambil melepaskan genggaman tangan nya.

__ADS_1


"Apa kakak sudah tahu?" tanya Zio dengan penasaran nya.


"Iya, kakak tahu semuanya. Bahkan kakak juga tahu jika kamu menyukai nya bukan? Maka nya kamu tidak terima jika dia disakiti oleh Zico bukan?" jawab Zoya dan dia melontarkan pertanyaan yang membuat Zio bungkam.


"Oke, semuanya sudah jelas. Sekarang kita masuk dan makan" ucap Zoya sambil berlalu masuk kedalam ruang kerja kedua adiknya.


Zio mau tidak mau mengikuti kakak nya masuk. Ternyata memang benar, jika kedua adiknya berada didalam.


"Kak, bang. Mau pesan apa?" tanya Zayd yang sedang menikmati makan siang nya dengan sangat lahap.


Dia masih sama seperti yang dulu. Masih makan banyak, tapi yang membuat mereka heran kemana lemak yang menumpuk ditubuhnya? Semuanya entah pergi kemana. Walau dia banyak makan tapi badan nya tetap atletis.


"Apa saja Zayd, sebenar nya kami ingin mencoba masakan baru kalian. Apa sudah launching?" tanya Zoya.


Zoya melihat perubahan sikap Zio yang biasa nya dia banyak bicara dan juga konyol. Sekarang malah berubah jadi pendiam.


"Kak, abang kenapa?" tanya Zia yang memperhatikan sikap abang nya ini saat pertama kali masuk.


"Kami tadi melihat Zico diluar bersama dengan anak nya uncle John" Jawab Zoya.


"Ya, bukankah mereka berdua selalu bersama-sama kak? Dia kan asisten pribadinya abang Zi kan?" tanya Zia dengan pandangan heran.


Sedangkan Zayd hanya diam dan memperhatikan kedua kakak nya berbicara. Sebenar nya Zayd sudah tahu masalah ini, Zayd sering melihat abang Zi selalu jalan berdua dengan Joyce. Bukan dengan Joyed.


"Bukan Joyed Zia, dia bersama kembaran nya" jawab Zoya.


"Oh, What!" ucap Zia membuat semua orang kaget akan teriakan nya.


"Ayolah Zia, kau membuat ku mati muda dengan suara cempreng mu itu" protes Zio yang mengusap-ngusap kedua telinga nya yang terasa sangat sakit mendengar jeritan Zia.


"Sorry bang, reflek. Hehehe" jawab Zia dengan cengengesan.


Begitulah kisah anak-anak Vita dan Louis. Mereka sudah dewasa dan mungkin sudah menemukan tambatan hati mereka masing-masing. Dan Vita ,Louis, Nindi dan Nando sudah bahagia.....


.


TAMAT....


Othor receh ucapkan terimakasih sebanyak-banyak nya untuk para reader kesayangan othor.. Akhirnya novel pertama Othor Salahkah menjadi janda sudah TAMAT ya,..


Tidak ada extra part nya lagi...


Mungkin Othor akan membuat novel tentang Five Z. Tapi entah kapan, Othor nggak janji..

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih sudah membaca novel Othor receh yang mungkin tulisannya masih belum bagus dan banyak typo... Othor minta maaf yang sebesar-besarnya 🙏🙏🙏


Salam sayang dari Othor receh 🤗🤗🤗


__ADS_2