Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Memasak bersama


__ADS_3

Sore hari dikediaman Edison sudah sangat ramai, karena anak-anak semuanya sudah bangun dan begitu juga dengan para orang tua nya.


Sekarang mereka sedang menyiapkan makan malam, semua wanita cantik itu sedang sibuk berkutat didapur bersama.


"Nyonya, apa anda sudah sering melakukan hal seperti ini?" tanya Sandra wanita yang memang tidak bisa apa-apa atau tidak pernah memasak sebelumnya.


Yang ada dia akan mengacaukan kondisi dapur tersebut seperti yang terjadi sekarang.


"Iya, saya yang setiap hari menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak saya" jawab Vita lalu bertanya kembali. "Kenapa memangnya?"


"Jangan bilang jika kamu tidak pernah memasuki dapur?" sekarang Nindi yang bertanya.


"Yah, seperti yang kalian lihat. Dapur adalah kelemahan ku, aku sama sekali tidak bisa berada lebih lama diarea dapur" jawab Sandra dengan wajah sendunya.


"Sebenarnya aku juga menginginkan semua yang wanita lainnya bisa, seperti memasak didapur atau melakukan apapun yang biasa para wanita lakukan. Tapi yang ada malah mengacaukan" ucapnya lagi sambil menghempaskan punggungnya disandaran kursi meja makan.


Vita hanya tersenyum tipis mendengar keluhan seorang Casandra yang memang selalu ahli dalam menggunakan berbagai macam senjata. Tapi tidak bisa menggunakan alat dapur lain nya.


"Semua wanita sama, ada kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Kamu memang tidak bisa memasak, tapi kamu kan sangat jago dalam urusan bela diri atau melakukan yang tidak bisa para wanita lain bisa melakukan nya. Jadi jangan bersedih, yang penting suamimu menerima kamu apa adanya" jelas Vita yang ikut duduk disamping nya.


"Iya Sandra, aku juga dulunya sama. Tidak mengerti yang namanya memasak, yang ada aku juga sama seperti kamu yang mengacaukan seisi dapur" sela Nindi yang juga ikut menghibur Sandra.


"Benarkah? Tapi yang aku lihat kamu sudah sangat ahli. Tidak seperti yang aku lihat barusan" tanya Sandra tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Nindi barusan.


"Iya benar. Tanya kan saja pada Nyonya, dia lah yang dengan sabar mengajari ku hingga membuat dapurnya kebakaran akibat ulahku. Tapi dia tidak pernah menyerah untuk selalu mengajari ku" jawab Nindi dengan senyuman dibibirnya.


"Benarkah Nyonya?" sekarang yang bertanya Cindy dan ikut bergabung dengan ketiga wanita yang sedang duduk didepan meja mereka.


"Seperti yang kalian lihat, Nyonya Edison lah suhunya dalam masak memasak. Jadi kita harus banyak belajar dari beliau" ucap Nindi dengan mengulurkan kedua tangannya seperti menyambut kehadiran seseorang pada Vita.


"Kalian ini ada-ada saja, saya ini juga bukan ahli. Tapi memang saya menyukainya maka saya bisa melakukan dan memasak sesuai selera dari mereka" jelas Vita yang tidak mau dipuji berlebihan oleh mereka bertiga.


"Benarkah? Tapi masakan Nyonya sangat lah enak, aku saja sejak tadi sudah tidak berhenti mengunyah" tanya Sandra yang sejak tadi memakan camilan yang dibuat oleh Vita.


"Itu sih memang kamu saja yang doyan. Entah memang kelaparan karena habis itu itu" ucap Nindi yang mengejek Sandra.

__ADS_1


Jika saja Nindi bukan salah satu orang kepercayaan dari Tuan dan Nyonya nya maka sudah dipastikan dia akan hanya tinggal nama saja. Karena seorang Casandra tidak bisa diajak bercanda.


"Kau itu kalo ngomong kok, suka bener. Hahaha" tawa Sandra pecah akan ucapannya dan juga ucapan Nindi.


Dan yang lainnya juga ikutan tertawa bersama. Vita hanya menggeleng melihat tingkah dari para istri orang-orang suaminya.


Saat mereka sedang tertawa bersama, tiba-tiba dari arah belakang para pria datang menghampiri para wanitanya yang sedang asik didapur.


"Seru banget kelihatan nya?" tanya Louis yang melihat istrinya sedang memasak didapur.


Pemandangan baru yang dia sukai setiap hari. Setiap akan kedapur, pemandangan ini lah yang membuatnya merasa senang dan juga kagum pada istrinya.


"Tentu saja kami sedang memasak Tuan. Masa sedang yoga" jawab Nindi yang memang tidak ada takut-takut nya pada aura Louis yang mendominasi.


"Sayang" ucap Nando memperingati istrinya supaya bisa menjaga bicaranya.


"Oke, sekarang para laki-laki lebih baik keluar dari area dapur ini. Sebelum adanya kekacauan nantinya. Jadi lebih baik mengamankan diri kalian masing-masing" ucap Sandra yang mendorong suaminya untuk segera keluar.


Karena dia tidak mau jika para pria melihat cara dia memasak yang sangat mengacaukan. Bagi John sudah biasa, karena dia sudah sering melihatnya. Tapi bagi Tuan dan yang lainnya itu akan terlihat sangat memalukan.


"Oke Nyonya, apa yang bisa kami bantu?" tanya Sandra setelah selesai mengusir para pria.


Cindy hanya diam memperhatikan semuanya. Karena dia juga tidak bisa memasak, sama seperti Sandra. Untung nya mereka berdua mendapatkan suami yang seperti Dion dan John yang tidak masalah akan hal seperti itu.


"Kita akan masak rendang, tumis-tumisan sayur dan berbagai tempura untuk anak-anak. Kalian bisa memulai memotong-motong sayuran nya, dan Nindi yang sudah tahu bantu untuk membuat tempura" jawab Vita yang menjelaskan apa saja tugas untuk mereka.


"Siap! Laksanakan." ucap mereka dengan kompak.


Sedangkan Pak Man hanya memperhatikan Nyonya nya memasak dan para istri lainnya. Pak Man menyuruh para pelayan juga membantu, supaya Nyonya nya tidak terlalu kelelahan dan juga kecapean.


Jadi, karena Vita sudah terbiasa maka hanya akan memberi intruksi saja pada mereka berdua yang belum pernah memasak dengan benar.


"Cindy, kamu aduk-aduk ini saja. Biarkan airnya menyusut" ucap Vita yang menyuruh Cindy untuk mengaduk-ngaduk rendang yang sebentar lagi masak.


"Dan untuk Sandra, siapkan wadah dan taruh yang sudah matang dimeja" titah Vita pada Sandra yang sedang memperhatikan mereka yang sedang memasak.

__ADS_1


Akhirnya semua masakan sudah selesai dimasak semuanya. Dan sekarang tinggal membersihkan diri dan juga memanggil anak-anak mereka untuk makan malam bersama.


"Honey, kamu sangat cantik sekali sayang" ucap Louis saat Vita sudah masuk kedalam kamarnya.


"Dad, aku mau mandi. Dan aku ini bau keringat dan bau asap" ucap Vita saat suaminya malah memeluknya dengan erat dan juga mengendus-endus lehernya.


"Dad" ucap Vita yang menahan kepala Louis yang semakin turun untuk menciumi leher dan juga tulang selangka nya.


Vita menahan desahhaan nya supaya tidak lolos. Jika sudah seperti ini akan susah lepas dari macan yang sedang kelaparan.


"Dad, anak-anak sudah menunggu kita untuk makan malam bersama. Nanti malam saja, aku akan memberikan service yang terbaik" ucap Vita saat pelukan suaminya lepas dan dia langsung berlari menuju kamar mandi.


"Honey, kamu sudah membangunkan nya... Awas saja jika nanti malam kamu tidak melakukannya hingga pagi" ucapan Louis penuh ancaman dan tangannya sambil mengusap senjatanya yang sudah tegang menantang.


Vita hanya tertawa cekikikan mendengar ancaman dari Louis. Louis memang tidak pernah libur meminta jatah olahraga ranjang nya. Jika Vita sedang halangan baru dia libur selama seminggu.


Louis langsung keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga yang ternyata semua orang sedang berkumpul bersama. Juga dengan para anak-anak yang sedang bermain mengunggu orang tua mereka berkumpul untuk makan malam.


Vita, Nindi, Cindy dan Sandra sudah bergabung bersama yang lainnya.


Mereka makan dengan tenang dan juga sangat lahap. Begitu juga dengan anak-anak, six Z sedang makan dengan tenang nya hingga selesai semuanya.


Zico dan Zayn langsung pergi menuju kamar Zayn. Zico memang ingin berbicara berdua dengan Zayn, untuk menanyakan apa sebenarnya rencana yang sudah dia susun dengan Daddy nya.


Zico akan mendesak Zayn supaya mau berbicara padanya. Karena ini adalah masalah yang serius. Untuk sementara juga keluarga Nando, Dion dan John akan tinggal di mainson Edison untuk sementara waktu.


Sampai semuanya dirasa sudah cukup aman. Dan para anak-anak yang sekolah juga selalu dijaga ketat oleh para bodyguard yang sudah sangat terlatih tentunya. Supaya semuanya tidak terlihat mencolok. Mereka mengawasi dari jarak yang tidak jauh dari anak-anak.


Walaupun anak-anak sudah dibekali dengan ilmu bela diri masing-masing. Tapi tetap saja, mereka adalah anak-anak. Pasti akan dengan mudah dikalahkan oleh musuh yang mungkin sedang mengintai mereka.


Louis memperketat penjagaan di mainson juga di perusahaan, dia tidak mau sampai kecolongan oleh klan nya. Sebelum semuanya jelas Louis tidak akan tinggal diam.


.


.

__ADS_1


.


Para reader kesayangan othor receh. Mohon bacanya pelan-pelan 🙏🙏 jangan hanya discrol saja terus like... 🙏🙏🤗


__ADS_2