Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Menyambut kepulangan baby twins A


__ADS_3

Sudah tiga hari berada dirumah sakit. Nindi sudah pulih dan diperbolehkan untuk pulang.


Nando sudah menyewa dua orang perawat yang akan membantu mereka untuk mengurus twins A. Sekarang Nando sedang membantu Nindi bersiap, dan kedua perawat sedang membereskan perlengkapan twins A dan juga Nindi dibantu oleh asisten rumah tangganya.


"Sudah siap semuanya sayang?" tanya Nando pada Nindi yang sedang menggendong baby Lexa.


"Sudah, kita tinggal pulang saja. Rasanya sudah tidak betah berada disini lama-lama" jawab Nindi sambil berjalan menuju pintu lebih dulu.


"Oke sayang, kita pulang sekarang" ucap Nando sambil merangkul pundak Nindi yang sedang berjalan sambil menggendong baby Lexa.


Sedangkan baby Alex berada digendongan susternya, mereka berdua masih terlelap. Karena sebelum pulang mereka sudah minum ASI dulu jadi saat ini tertidur lelap.


Setelah sampai parkiran Nando langsung membantu Nindi untuk masuk lebih dulu bersama suster yang sedang menggendong baby Alex. Lalu Nando langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Dalam perjalanan Nindi hanya memandangi wajah baby Lexa yang tertidur lelap. Wajahnya adalah perpaduan dirinya dan juga Nando, hidung dan bibirnya mirip Nindi. Sisanya ya Nando semuanya.


Sedangkan baby Alex sangat mirip dengan Nando, tidak ada yang mirip dengan Nindi sedikitpun. Kadang Nindi heran sendiri, dia yang mengandung selama tujuh bulan. Tapi wajahnya mirip dengan suaminya.


Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit akhirnya sampai dihalaman rumah mereka.


Ternyata dirumahnya sudah ada Vita dan keluarganya sedang menunggu Nindi dan baby twins A untuk memberi kejutan.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Nando sudah sampai didepan kediaman nya. Pada saat akan masuk kedalam rumahnya, baru membuka pintu tiba-tiba terlihat begitu banyak hiasan didalam ruang tamu.


Ada juga tulisan WELCOME TO BABY TWINS A begitu besar terpampang.


"Selamat datang kembali kerumah Nin" ucap Vita sambil memeluk Nindi.


"Terimakasih" jawab Nindi membalas pelukan Vita.


Mereka semua menyambut kehadiran baby twins A dengan suka cita. Apa lagi six Z mereka sangat antusias menyambut kedatangan nya.


"Mom, baby Lexa buat abang ya" kata Zio sambil menciumi pipi baby Lexa dengan gemas.


Sedangkan yang diciumi hanya menatapnya dan tersenyum lalu terpejam kembali matanya. Bukan Vita yang menjawab, melainkan Louis sambil menggodanya.


"Boy, kamu sudah mengklaim baby Lexa untuk kamu, Hmm?" tanya Louis pada Zio yang masih asik dengan baby Lexa.


"Yes Dad" jawab Zio menganggukan kepalanya.


"Kamu ini, ingat ya. Jangan membuatnya menangis, dan juga dia dengan baik" ucap Louis sambil mengacak rambut Zio.


Zio sama sekali tidak bergeming, dia sangat asik dengan selalu memandangi wajah baby Lexa.

__ADS_1


Sedangkan yang lain sedang bermain bersama, kecuali Zico dan Zayn ya tentunya. Mereka berdua lebih suka diam dengan gadgetnya masing-masing.


"Mom, baby Alex sangat lucu. Diasangat gemoy mirip Zayd, pipinya gembul" ucap Zoya sambil menatapi wajahnya Alex.


"Iya, twins sangat lucu. Tapi kita tidak boleh membawanya, kan adik bayinya harus minum ASI dari auntie Nindi" ucap Vita sambil memberikan baby Alex pada baby sitter nya.


"Yah Mommy... Kenapa tidak boleh? Abang Zi mau disini saja sama baby Lexa. Abang tidak mau pulang" protes Zio sambil memeluk baby Lexa.


"Boy, baby Lexa nya mau bobo dulu. Jadi jangan mengganggunya oke" ucap Vita.


Karena mereka disitu sudah cukup lama. Mereka juga sudah waktunya untuk makan siang sekarang, apa lagi Nindi yang harus banyak istirahat paksa melahirkan. Supaya ASI nya melimpah.


"Tapi Mom" ucap Zio ingin protes tapi tidak jadi melihat wajah Mommy nya yang akan marah.


Zio dan Zayd memang sangat manja dan cengeng. Tapi mereka berdua paling tidak bisa jika Mommy nya marah. Karena jika Mommy nya marah, mereka tidak akan diperhatikan. Jadi mau tidak mau mereka menurut ikut pulang.


"Nin, maaf ya jadi merepotkan kalian" ucap Vita merasa sungkan, walau Nindi pernah menjadi asisten pribadinya.


"Tidak apa, kami malah senang. Kenapa tidak makan siang disini saja, kami sudah menyiapkan nya" jawab Nindi sambil menawarkan makan siang.


"Tidak Nin, makasih. Kami harus mengunjungi makam Mama Sila dan juga Mas Surya. Anak-anak juga sudah waktunya tidur siang setelah makan siang. Maaf ya, lain kali mungkin bisa" jelas Vita.


"Ya sudahlah, tapi janji ya kapan-kapan akan makan siang disini?" tanya Nindi memastikan.


Akhirnya keluarga Edison pergi dari rumah Nando. Louis seperti biasa akan memanjakan anak-anaknya, seperti sekarang ini, setelah sampai mainson mereka langsung makan bersama-sama.


Mereka semua makan dengan tenang, tak lama mereka naik kekamarnya masing-masing untuk tidur siang.


Seperti ucapannya tadi pada Nindi jika mereka akan mengunjungi makam Mama Sila dan juga Mas Surya. Tidak lupa Vita membawa kembang untuk ditaburkan diatas makam keduanya.


Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang mereka sampai didepan pemakaman umum.


"Assalamualaikum Ma, Mas. Maaf, aku harus bisa berkunjung kemari lagi. Aku datang bersama Mas Louis Ma, Mas" ucap Vita sambil menaburkan kembang yang dia bawa tadi.


"Assalamualaikum Ma, Surya. Saya sekarang yang akan menjaga mereka dengan baik dan sepenuh hati saya. Saya memang tidak bisa berjanji tidak akan pernah membuatnya menangis atau sedih. Tapi saya berjanji akan membahagiakan nya. Kalian lihat sendiri kan, dia sekarang menangis. Tapi sekarang ada saya disini untuk menghapus air matanya. Tidak seperti sebelumnya" ucap Louis sambil memeluk tubuh istrinya dengan mesra dan menciumi kepalanya.


"Kalian yang tenang disisinya. Kami akan selalu mendo'akan kalian" lanjutnya lagi sebelum membacakan do'a untuk mereka yang sudah tenang.


"Ayo honey, kita pulang sekarang" ajak Louis sambil memeluk pundak Vita mengajaknya pergi dari pemakaman umum tersebut.


"Honey, apa sudah lebih baik?" tanya Louis sambil menangkup kedua pipi Vita setelah berada didalam mobil.


Vita hanya mengangguk, dia masih menangis. Air matanya seolah-olah tidak bisa berhenti mengalir, lalu Vita memeluk Louis dengan sangat erat. Dia menumpahkan tangisnya, dia benar-benar merasa rapuh kembali. Dia seperti kembali kemasa-masa dimana dia terpuruk.

__ADS_1


"Menangislah honey, tapi jangan seterusnya. Tumpahkan kesedihan mu semuanya, jangan memendam semuanya" ucap Louis sambil mengusap punggungnya yang naik turun.


"Sudah lebih baik?" tanya Louis setelah Vita mengurai pelukannya.


Vita hanya mengangguk. Lalu Louis mengusap sisa air matanya yang ada dipipi dan pelupuk matanya dan mengecupnya bergantian.


"Oke, sekarang kita berkencan" ucapnya sambil mengemudikan mobilnya kesuatu tempat.


"Kencan?" tanya Vita.


"Iya kencan, bukankah kita sudah lama tidak berkencan? Atau memang belum pernah?" ucapnya sambil tersenyum.


"Terserah Daddy saja. Aku akan ikut, tapi lebih seru jika kencan ala orang biasa saja Dad" ucap Vita memberi saran.


"Memang itu yang akan aku lakukan honey. Aku jamin kamu akan suka dan pastinya sangat menikmati" jelasnya sambil mengerlingkan sebelah matanya menggoda.


"Dad, jangan macam-macam" Vita memperingati.


"No honey, hanya satu macam saja" jawabnya masih tetap menggoda istrinya.


"Dad" ucap Vita sambil menatap horor.


Louis malah tergelak melihat tingkah menggemaskan istrinya. Bagi Louis jika Vita sedang marah atau merajuk dia terlihat sangat cantik dan menggemaskan dimatanya.


Louis membawa Vita menuju pantai yang lumayan jauh dan juga sangat sepi. Memang sangat cocok jika tidak ingin ada yang melihat mereka berdua.


"Dad" ucap Vita setelah menginjakan kakinya diatas pasir putih yang sangat bersih.


"Kamu menyukainya honey?" tanya Louis sambil memakaikan topi pantai untuk Vita dan juga dirinya sendiri.


Mereka berdua sangat serasi, berjalan bergandengan tangan menyusuri bibir lantai uang indah pada waktu siang menjelang sore ini.


Disaat yang bersamaan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Dari pandangannya dia sangat membencinya, seperti memendam sebuah dendam.


Dia bahkan ingin berjalan mendekati mereka berdua, dia berjalan dengan sangat cepat dengan membawa sesuatu ditangannya.


.


.


.


Siapa ya orang itu?

__ADS_1


othor mengiba donk... Tolong kasih vote dan hadiah seiklasnya 😉😊


__ADS_2