
Mereka semua menerima berkas yang diberikan oleh Louis. Mereka membaca nya dengan teliti, dan. Betapa terkejutnya mereka semua. Dimana salah satu klan dari masa lalu Louis muncul dan membuat kekacauan.
"Apa yang akan kita lakukan Tuan?" tanya Dion yang sudah sangat tahu sepak terjang dari klan nya ini.
"Saya berencana ingin menyerang balik. Tapi mereka semua sudah tahu jika saya sudah memiliki keluarga. Mereka pasti merencanakan ingin menekan saya supaya kita tidak menyerang balik" jelas Louis dengan helaan nafas yang berat.
"Lalu apa yang akan Daddy lakukan?" tanya Zico sekarang.
"Daddy masih memikirkan nya. Semuanya tidak semudah yang kita fikirkan boy, semua rencana kita bisa saja terbaca oleh mereka" jawab Louis masih dengan memikirkan apa dampak selanjutnya.
"So, apa kita akan diam saja menunggu mereka melakukan sesuatu pada keluarga kita?" tanya Zayn.
"Benar Tuan, apa yang dikatakan oleh Tuan Muda sangat benar. Jika kita diam saja maka akan ada keluarga kita yang celaka Tuan" ucap Dion membenarkan ucapan Zayn.
Karena Dion sudah sangat tahu klan nya tidak memiliki hati dan perasaan sedikitpun. Mereka bisa melakukan apapun diluar dugaan semua orang. Karena dia adalah seorang psycho path yang sangat kejam.
Mungkin jika sesama psycho path akan tahu bagaimana rencananya. Sebenarnya Louis sudah punya rencana yang sangat matang juga pasti akan berhasil. Tapi apa mungkin Vita mengijinkan nya, dia masih mencoba untuk tidak memberitahunya dulu.
"Kita memang harus melakukan penyerangan terlebih dahulu. Jika kita ingin keluarga kita selamat dari bahaya" jelas Louis yang sudah mengambil keputusan.
"Apa Daddy sudah yakin?" tanya Zico memastikan jika ucapan Daddy nya tidak salah.
"Ya boy, kita harus mengambil resiko" jawab Louis dengan pasti.
"Jika terjadi sesuatu pada Daddy, ingat lah satu hal. Daddy sangat menyayangi kalian. Dan kalian harus bisa menjaga dan melindungi Mommy dan adik-adik kalian" ucap Louis kembali.
Dia seperti nya akan mengetahui akhir dari masalah ini. Dia memang akan mengalami sesuatu yang buruk nantinya. Sampai seorang Louis Edison memberikan pesan yang terkesan seperti pesan terakhir.
"Apa yang Daddy katakan? Mengapa Daddy bicara seolah-olah tidak akan kembali dan bersama dengan kami lagi? Apa sebenarnya rencana Daddy?" tanya Zayn dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.
Aura seorang pemimpin terpancar dengan jelas dimata orang yang melihatnya.
"Apapun rencana Daddy, semuanya sudah matang dan sudah memikirkan semuanya. So, jangan khawatir kan Daddy" jawab Louis dengan tegas.
Nando, Dion, John dan Sandra dibuat dilema. Apa sebenarnya rencana dari Tuan nya ini, kenapa berpesan pada kedua anaknya untuk saling menjaga.
Mereka berempat tidak berani menyela pembicaraan antara ayah dan anak itu. Mereka tidak mau jika nanti mereka lah yang terkena imbasnya.
__ADS_1
"Oke, kita sepakat dengan rencana yang sudah saya buat. Jika sudah tidak ada yang perlu ditanyakan lagi, kita bubar saja sampai disini" ucap Louis sambil bangkit dari duduknya dan menuju pintu keluar ruangan kerja nya.
"Tuan Muda, apa anda setuju dengan pengaturan seperti ini?" tanya Nando penasaran.
"Aku tidak tahu uncle. Aku akan selalu mendukung Daddy, apapun keputusan nya. Itu adalah yang terbaik" jawab Zico dengan masih menatap pintu, dimana Louis keluar.
"Z, apa yang kamu rencanakan? Abang tahu jika kamu memiliki rencana yang tidak jauh berbeda dengan Daddy. Katakan padaku Z" tanya Zico yang sudah tahu jalan fikiran adiknya satu ini.
Karena baik Zayn maupun Louis. Mereka mempunyai pemikiran sama, sifat dan karakter yang sama. Zico mencoba mendesak Zayn supaya membuka mulutnya. Tapi usaha Zico tidak membuahkan hasil.
Zayn juga melangkahkan kakinya menuju pintu keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun dari mulutnya. Zico sedang memikirkan apa yang ada dalam fikiran kedua orang yang sama persis itu.
"Tuan Muda maaf jika saya lancang" akhirnya John membuka suaranya juga.
"Ya uncle, Ada apa?" tanya Zico pada John.
"Maaf sebelumnya Tuan Muda. Saya sudah tahu apa rencana Tuan sebenarnya, Tuan ingin menyerang tempat mereka secara langsung dan ingin menghabisi pimpinan mereka. Tuan pasti beranggapan jika pemimpin nya sudah tiada maka, mereka tidak akan berani untuk mengusik keluarga kita" jawab John dengan panjang dan juga jelas.
"Maksud uncle, Daddy akan mendatangi mereka secara langsung dan melakukan itu sendiri? Itu sama saja menyerahkan nyawa nya sendiri uncle" ucap Zico yang tidak habis fikir dengan jalan fikiran Daddy nya.
Zico juga sama mengerikan nya jika sedang marah seperti ini. Walaupun masih kecil, tapi cara berfikir dan juga penyampaian nya seperti orang dewasa.
"Tuan Muda, kami dan seluruh anggota kami akan melindungi Tuan. Kami juga akan turun tangan langsung, jadi Tuan Muda percayakan semuanya pada kami" ucap Sandra juga menimpali ucapan dari John, suaminya.
"Auntie, aku tahu jika anggota Daddy sangat banyak dan tidak bisa diragukan kemampuan nya. Tapi apa kalian akan menjamin keselamatan nyawa Daddy? Tidak bukan." ucap kesal Zico yang masih belum percaya dengan semuanya.
"Kami menang tidak bisa memastikan nya Tuan Muda. Tapi kami berusaha dengan seluruh kekuatan dan kemampuan kami semuanya" jawab Sandra lagi.
"So, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Dion yang sejak tadi mendengarkan dan juga menyimak semua ucapan teman dan juga Tuan Muda nya.
"Kita lakukan apa yang diinginkn oleh Daddy. Aku sendiri juga akan turun tangan langsung membantu Daddy tanpa sepengetahuan nya" jawab Zico dengan tegas dan jelas.
"Jika ada yang membocorkan ini maka diantara kalian berempat akan mendapatkan akibatnya. So, camkan itu!" ucap Zico sambil berlalu pergi meninggalkan keempat orang dewasa itu.
Sedangkan keempat orang dewasa itu saling pandang dan akhirnya mereka juga ikut keluar dari ruangan kerja Tuan nya.
.
__ADS_1
Louis sedang berbicara berdua dengan Zayn. Zayn yang tadi ikut keluar ternyata mengikuti Daddy nya dan meminta untuk berbicara berdua saja tanpa adanya yang tahu.
Dan disinilah mereka berdua, didalam tempat yang kedap suara dan juga tidak diketahui oleh orang lain.
"Apa yang ingin kamu tanyakan Z?" tanya Louis to the point pada Zayn yang duduk dihadapan nya.
"Apa yang ada difikiran Daddy sudah bisa aku tebak. So, jangan pernah bermain-main denganku Dad" bukan nya menjawab pertanyaan dari sang Daddy, Zayn malah memberikan ultimatum pada Daddy nya.
"Oke, kamu memang benar Z, jika apa yang ada dalam fikiran Daddy bisa kamu tebak. Tapi jika tidak melakukan seperti itu, maka akan jatuh banyak korban nantinya. Apa kamu siap jika suatu saat nanti mereka yang menyerang kita secara langsung dan membuat kekacauan didalam keluarga kita?" ucap Louis dengan memberikan pertanyaan juga untuk Zayn.
"Jadi Daddy akan menyerahkan diri pada klan Daddy sendiri?" tanya Zayn memastikan jika ucapan nya salah.
"Semua tebak kan mu benar boy. So, apa kamu akan mendukung Daddy atau malah menentang?" Louis balik bertanya.
"Jika Daddy ingin melakukannya maka biarkan aku juga terjun langsung. Jika Daddy tidak mengijinkan nya maka bersiaplah aku akan mengacaukan rencana yang sudah Daddy susun dengan baik" ucap Zayn dengan mengancam Daddy nya.
Dia yakin jika Daddy nya tidak akan mengijinkan dirinya ikut dalam masalah seperti ini. Apa lagi ini adalah menyangkut dengan nyawa, ini sangat berbahaya untuk anak seusianya. Tapi jika Louis tidak mengijinkan maka Louis tidak akan bisa melakukan semua rencana nya.
"Baiklah, tapi ingat satu hal. Ini sangat berbahaya dan juga menyangkut hidup dan mati kita sendiri. Jadi jangan sampai salah mengambil langkah" ucap Louis akhirnya terpaksa membiarkan Zayn ikut terjun langsung membantunya.
Tapi Louis tidak tahu saja, jika Zayn akan mengambil resiko yang lebih besar lagi dari yang dibayangkan oleh Louis. Zayn benar-benar nekad dengan keputusan yang dia ambil. Apa lagi untuk anak seusia Zayn, yang masih sangat kecil.
"Oke Dad, kita sepakat. Kita akan saling mendukung dan saling membantu. Jika Daddy melanggar kesepakatan yang kita buat, maka Daddy membiarkan yang lainnya tahu. Terutama Mommy!" ucap Zayn membuat kesepakatan dengan Daddy nya. Apa lagi Zayn memberikan penekanan disetiap kata nya dan menambahkan kata Mommy untuk mempertegas semua nya.
"Oke, deal" jawab Louis sambil menjabat tangan Zayn sebagai kata sepakat mereka berdua.
Mereka berdua tersenyum bersama, mereka akan melakukan kerjasama yang mungkin akan membuatnya bisa mengalahkan klan nya yang sangat meresahkan itu.
.
.
.
Semakin tegang nggak sih??😬😬😬
Othor receh masih menunggu kebaikkan para reader kesayangan othor untuk meninggalkan jejaknya...
__ADS_1