Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Kehebohan Zio dan Zayd bikin ulah


__ADS_3

Seperti sekarang, disaat yang lainnya sudah rapi dan wangi Zio dan Zayd malah asik bermain dan bercanda. Mereka berdua berlarian kesana kemari, hingga dua pengasuhnya kewalahan menghadapi keaktifan Tuan Muda kecil mereka.


"Maaf Nyonya, saya tidak bisa mengejar dan mencari dua Tuan Muda kecil" ucap salah satu pengasuhnya yang bernama Cici.


"Huh, anak itu memang selalu saja membuat semua orang menjadi pusing" ucap Vita sambil menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"Sudah biarkan saja, nanti juga keluar sendiri dari persembunyian nya. Apa lagi kami mau pergi, mereka berdua pasti tidak mau ditinggal dirumah sendirian" lanjutnya lagi sambil berjalan menuju pintu keluar kamar anak-anaknya.


"Kenapa honey, terlihat sangat kusut sekali wajahnya?" tanya Louis yang melihat wajah cemberut istri cantiknya.


"Anak-anak kamu Dad, mereka berdua jika tidak membuat ulah satu hari saja mungkin mereka akan sangat risih dan tidak nyaman" Keluhnya sambil mendudukan tubuhnya disofa tepat disamping Louis.


"Oh karena itu. Baiklah, serahkan padaku maka mereka berdua akan sangat menurut" ucap Louis sambil meregangkan kedua tangannya, lalu bangkit dari duduknya.


Lalu menuju ruangan yang selalu menjadi persembunyian kedua anaknya yang ini, Louis sudah sangat faham akan sifat keduanya yang tidak bisa dipaksa jika mereka berdua tidak suka.


"Boy, ini Daddy. Apa kalian akan terus bersembunyi seperti ini? Jika iya, maka Daddy akan meninggalkan kalin berdua di mainson bersama para pelayan dan juga pengawal kaku itu. Daddy, Mommy dan yang lainnya akan pergi menjenguk adik bayinya auntie Nindi loh. Jika tidak keluar juga, maka akan kami tinggalkan" ucap Louis sambil melirik kearah dibalik lemari dan dibawah meja.


Benar saja dugaan Louis, jika kedua anak itu hanya ingin bermain. Mereka berdua paling tidak suka jika ditinggalkan sendiri di rumah.


"No Dad, kami mau ikut. Kami tidak mau ditinggal" ucap Zio sambil menggenggam tangan Zayd.


"Kami berjanji tidak akan nakal lagi" sekarang Zayd yang bilang.


Mereka berdua masih saling bergandengan tangan, tentu saja Louis ingin tertawa melihat tingkah menggemaskan mereka berdua. Apa lagi mereka berdua bicara sambil menundukan wajahnya.


Mereka berdua takut, jika Louis akan memarahi mereka karena tidak menurut dan bersikap baik seperti saudaranya yang lain.


Louis berjongkok untuk bisa mensejajarkan tingginya dengan dua anak laki-lakinya. Lalu Louis mengusap pucuk kepalanya bersama-sama.


"Boy, jika bicara. Lihat wajahnya, dan tatap matanya. Jangan pernah menundukkan pandangannya, kita adalah laki-laki. Jadi tunjukkan jika kita adalah laki-laki sejati, tapi jika bersalah boleh menundukkan wajahmu. Oke" ucap Louis sambil tersenyum.


"Oke Dad, kami berjanji" jawab Zio dan Zayd sambil tersenyum juga.


"Good boy, ayo kita keluar dan temui Mommy dan yang lainnya. Ingat kalian harus minta maaf pada Mommy dan juga encus yang sudah kalian kerjai, jangan pernah malu minta maaf jika kita salah. Tapi jangan pernah meminta maaf jika kita tidak membuat kesalahan" ajak Louis, tapi tidak lupa menasehatinya juga.

__ADS_1


Bagi Louis, menasehati Zio dan Zayd termasuk gampang dan juga cepat dimengerti oleh keduanya. Mereka adalah anak-anak yang sangat pintar, tapi memang harus extra sabar menghadapi sikap jahilnya.


"Siap komandan" ucap keduanya sambil membaringkan hormat pada Daddy nya.


"Oke, kita harus cepat. Jika tidak Ibunda Ratu akan marah" jawab Louis sambil menggandeng tangan keduanya.


Mereka bertiga berjalan bergandengan tangan. Zio disisi kiri sedang Zayd berada disisi kanan Louis. Mereka berdua memang terlihat sangat menggemaskan bagi yang melihat mereka bertiga.


"Mommy, I'm sorry" ucap Zio dan Zayd bersama-sama sambil mengangkat kedua tangannya sambil menjewer telinganya masing-masing.


"Jangan diulangi lagi oke" ucap Vita memperingati kedua putranya.


Mereka berdua bersiap-siap dibantu oleh dua pengasuhnya masing-masing. Setelah mereka siap, mereka semua langsung keluar menuju halaman mainson.


Mobil yang akan mereka gunakan sudah siap, seperti yang sudah disepakati sebelumnya. Jika sebelum kerumah sakit lebih dulu menjemput Zoya sekolah lebih dulu.


Louis mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, tak lama mereka sampai didepan gerbang sekolah melihat Zoya keluar dari kelas didampingi oleh guru dan juga pengasuhnya.


"Assalamualaikum my princess nya Daddy" sapa Louis saat Zoya membuka pintu mobil.


"Wa'alaikum musallam Dad. Loh kok tumben ikut semuanya? jawab Zoya sambil bertanya.


"Uwahhhh, jadi auntie Nindi sudah punya adik bayi? Yey" sorak Zoya dengan gembira.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sakit yang sudah diberi tahu oleh Nando sebelumnya.


Begitu mereka sampai rumah sakit, Louis langsung membawa anak-anaknya menuju ruang perawatan Nindi yang berada diruang VIP.


"Assalamualaikum" ucap Vita sebelum masuk kedalam ruang rawat Nindi.


"Wa'alaikum musallam" jawab Nindi dan Nando bersama-sama.


"Hai semuanya, wah lihat siapa yang datang?" tanya Nindi.


"Wah, kompak sekali datangnya" ucap Nando sambil mempersilahkan keluarga Tuan nya untuk duduk disofa yang memang disediakan disana.

__ADS_1


"Hai auntie, adek bayinya kenapa bobo?" tanya Zoya mewakili adik-adiknya bertanya.


Karena mereka sejak masuk kedalam ruang rawat Nindi hingga sekarang, mereka melihat adik bayinya tidur terus.


"Sebelum kalian datang, adik bayinya habis minum susu. Jadi setelah kenyang maka akan bobo" jelas Nindi pada keenam anak yang sangat lucu-lucu.


"Nama adik bayinya siapa auntie?" sekarang yang bertanya Zia.


"Namanya Alex dan Lexa" jawab Nindi.


"Wah, baby A" celetuk Zayd sambil bertepuk tangan heboh.


"Ya, baby A" jawab Nindi sambil tersenyum melihat tingkah menggemaskan dari anak-anak Bosnya.


.


Setelah kepergian Tuan dan Nyonya Edison. Nindi melanjutkan istirahatnya kembali, dia memang harus banyak istirahat supaya ASI nya lancar.


Nando juga selalu memberikannya makanan dan minuman yang akan menambah ASI nya. Nando benar-benar menjadi Papi yang sangat baik dan juga siaga.


Nindi tidak henti-hentinya mengucapkan syukur. Karena sudah dipertemukan dan dipersatukan dengan Nando. Pria baik dan juga penyayang, sabarnya apa lagi.


Pokoknya Nando adalah suami paket komplit. Jika Nindi ingat pada saat dia sedang hamil waktu itu, dia sendiri saja sangat ilfil melihat sikapnya yang sangat diluar nalar.


Terkadang dia bersikap rajin dan juga pembersih sekali. Terkadang bersikap sangat-sangat jorok, bahkan untuk mandi saja banyak drama nya. Dia bilang sabunnya sangat bau. Setelah sabun diganti, maka dia akan bilang jika samponya membuat mual.


Begitulah seterusnya, tapi jika sedang baik mood nya maka dia akan selalu tersenyum dan bahagia. Tapi jika mood nya sedang buruk, maka dia akan menangis histeris. Seperti anak yang sedang tantrum.


Sangat sulit didiamkan, tapi biasanya Nindi akan selalu bahagia jika sudah dibelikan es krim dengan berbagai macam rasa. Bahkan Nando sampai-sampai memanggil penjualnya langsung untuk mangkal dihalaman rumahnya.


"Kenapa belum tidur juga? Apa masih menginginkan sesuatu?" tanya Nando sambil mengusap tangan Nindi dengan semangat lembut.


"Tidak, aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin memelukmu Pi" ucap Nindi sambil menggeser tubuhnya supaya Nando bisa tidur disebelahnya.


"Ternyata istriku ini sedang ingin bermanja-manja dengan suami tampan dan gagahnya" ucap Nando sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Jika sudah begitu maka mereka berdua lalu tertawa bersama, setelahnya Nindi langsung menelusupkan wajahnya didada bidang suaminya. Sudah menjadi kebiasaan bagi Nindi setelah menikah selalu menelusupkan wajahnya didada yang bidang dan sangat wangi maskulin.


Tidak menunggu waktu lama, Nindi sudah tertidur lelap. Begitu pula dengan Nando, dia juga ikut terlelap bersama dengan istri tercintanya.


__ADS_2