Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Kejutan untuk Vita


__ADS_3

Vita benar-benar sangat bersyukur, karena sudah diberi rencana untuk bisa membuat orang yang akan menghancurkan dirinya tidak bisa berkutik. Karena dia bilang jika Pratama group sudah diakuisisi oleh EDC.CORP yang terkenal tidak segan-segan menghancurkan orang yang bisa merugikan dengan cara sadis.


Sadis dalam artian, membuat mereka jatuh miskin dan tidak dapat bekerja dimanapun tanpa terkecuali. Jadi semua orang akan berfikir dua kali sebelum mengusik EDC.CORP.


Flashback on...


"Kamu sudah siap kan?" tanya Louis sambil menggenggam tangan Vita.


"Iya, aku kan memang harus siap" jawab Vita sambil menghela nafasnya.


"Dengarkan aku, aku tidak akan membuat Pratama group yang sudah kamu perjuangkan demi anak-anak hancur atau jatuh pada tangan yang salah. Justru aku yang akan membuatnya semakin maju dan dikenal oleh seluruh dunia sekalipun. Jangan pernah pantang menyerah, oke" jelas Louis masih menggenggam tangan Vita yang dingin.


"Tapi aku merasa semua ini terlalu tiba-tiba dan sangat mendadak. Pasti mereka semua tidak akan percaya begitu saja kan?" ucap Vita, masih ada keraguan didalam hati dan fikirannya.


"Dari pada kamu berfikiran macam-macam dan negative tingking lebih baik berdo'a dan selalu berfikiran positive. Ingat, kita memang harus bisa mengambil keputusan yang berat untuk menggapai kesuksesan suatu saat nanti. Aku yakin, jika kamu yakin maka semua yang akan kamu lalui pasti akan bagus" jawab Louis sambil menampilkan senyuman dibibirnya.


Ehmm... Ehemm


Nando berdehem dengan keras mendengarkan perbincangan antara sepasang suami istri yang baru saja menjadi keluarga baru.


"Kenapa Do? Apa kamu memang sudah bosan bekerja padaku? Jika iya, bilang saja. Maka dengan senang hati saya akan menggantikanmu sekarang juga!" tanya Louis sambil memberikan ancaman yang membuat Nando tidak berani bicara.


"Apa kamu.....


Belum selesai berbicara sudah dipotong lebih dulu oleh Vita. "Kalian ini, apa kalian tidak malu selalu bertengkar? Sudah melebihi six Z tau nggak" ucap Vita pada Louis dan Nando.


"Maaf Nyonya, saya tidak mengajak bertengkar. Suami anda saja yang selalu sensi pada saya" ucap Nando sengaja menyalahkan Louis.


Tentu saja Louis tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh Nando. Dia ingin melayangkan protesnya pada Vita, tapi setelah melihat wajah menggemaskan dari istrinya malah membuatnya ingin segera memakannya. Tapi apa boleh buat, dia belum berani untuk memintanya.


Louis berdehem untuk menetralkan perasaannya, dia mencoba mengalihkan fikirkan kotornya. Dia tidak mau memaksakan kehendaknya, dia ingin dia maupun Vita sama-sama menginginkan nya.


"Apa semuanya sudah kamu baca dan hafalkan? Karena semua isi yang ada didalam berkas yang kamu baca adalah isi materi yang akan kamu paparkan pada para pemegang saham Pratama group" tanya Louis sambil menunjuk berkas yang sedang dibaca dan dipelajai oleh Vita.

__ADS_1


"Iya, aku sedang menghafalnya. Mungkin nanti aku akan sambil membacanya ulang saat akan memaparkannya" jawab Vita sambil tersenyum.


"Good girl" ucap Louis sambil mengusap kepala Vita yang memakai hijab.


Tak berapa lama mereka sampai, tapi Louis tidak akan ikut turun. Dia hanya akan melihatnya dari dalam iPad nya saja.


Flashback of...


Setelah memaparkan langsung pada semua pemegang saham, Vita melangkahkan kakinya menuju parkiran kusus petinggi perusahaan. Ternyata Louis sudah menunggunya, Vita merasa tidak enak karena sudah terlalu lama untuk miting tadi.


"Maaf lama mas" ucap Vita sambil mendudukan dirinya disamping pengemudi.


"It's okay honey, aku sudah biasa seperti ini. Seperti yang tidak punya pekerjaan" jawab Louis yang memang lebih suka dengan kehidupan bebasnya. Tidak harus pakai pakaian formal setiap harinya.


"Nih, aku sudah menyiapkan ini. Pasti akan sangat berguna bagi kamu kedepannya" ucap Louis sambil menyerahkan iPad yang sejak tadi dia pegang.


"Apa ini Mas?" tanya Vita setelah menerima iPad dari suaminya.


"Bukalah, itu adalah srtuktur pekerjaan kamu nanti setelah semuanya sudah kamu serahkan pada Nando. Karena aku juga melakukan hal yang sama" jelasnya sambil membelai kepala istrinya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Kita mau kemana? Ini bukan arah pulang" ucap Vita sambil melihat jalan yang asing m es nurutnya.


"Ini akan pulang" jawab Louis sambil menampilkan senyuman dibibirnya.


Vita mengernyitkan keningnya tanda tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Louis. Tapi dia diam saja sampai dia melihat bangunan yang begitu besar dan mewahnya berada ditempat yang sepi dan sangat asri.


Louis senang karena istrinya tidak banyak bertanya ini itu, dia semakin bersemangat untuk memberikan sebuah hadiah yang sangat mewah bagi istri tercinta. Karena bagi Louis, melihat senyuman mengembang dibibir istrinya saja sudah bisa membuatnya bahagia.


"Kita sudah sampai" ucap Louis turun dari mobilnya dan berputar untuk membukakan pintu sebelahnya, supaya Vita bisa keluar.


"Ini mainan siapa?" tanya Vita, tapi tak urung dia tetap menyambut tangan suaminya yang terulur untuk menggandengnya.


Ternyata para pelayan sudah berjajar menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya Edison. Mereka membungkukan badannya menunduk hormat akan kedatangan kedua majikannya.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan, Nyonya" ucap kepala pelayan masih membungkukan badannya.


Louis menggandeng tangan Vita masuk kedalam dan memperlihatkan isi mainson nya yang sangat mewah.


Louis membawa Vita menuju kamar utama didalam mainson nya. Kamar yang bernuansa putih dan sangat mewah, bahkan lebih mewah dari mainson Pratama yang dia tempati selama ini.


"Mas?" tanya Vita sambil memandang wajah Louis.


Louis hanya mengangguk dan tersenyum mengiyakan pertanyaan Vita, Vita pasti sangat tidak kenyangka. Apa lagi didalam kamar tersebut sudah ada foto pernikahannya yang terpasang didinding kamarnya dengan sangat besar.


"Apa kamu menyukainya? Aku sudah lama mempersiapkan ini semua untuk kamu dan anak-anak. Itu pun jika kamu tidak keberatan untuk tinggal disini bersamaku" ucap Louis sambil menggenggam tangan Vita dengan lembut, lalu mencium punggung tangannya.


"Tapi jika kamu belum siap tidak apa, aku mengerti. Kamu mungkin tidak mau melupakan kenangan indah bersama suamimu yang sebelumnya. Aku faham itu" lanjut Louis sambil mendongakkan kepalanya, supaya dia tidak meneteskan air matanya dihadapan Vita.


Kenyataannya Louis kecewa karena Vita belum bisa menerimanya sebagai suaminya, ternyata Vita masih dibayang-bayangi oleh mendiang suaminya.


Vita yang tau jika suaminya pasti kecewa langsung meraih wajahnya dan menangkup kedua pipinya.


"Aku memang belum bisa melupakannya. Tapi aku sudah berjanji untuk membuka hati aku untuk kamu Mas, suamiku. Imamku dan Ayah untuk anak-anak ku. Aku berjanji akan selalu berada disisimu, kemanapun kamu membawaku. Mau itu jauh sekalipun, itu adalah kewajiban aku sebagai istri untuk selalu ikut kemanapun suamiku mambawaku. Asalkan masih berada dijalan yang benar aku akan selalu ikut Mas" jelas Vita sambil mengusap kedua pipi Louis dengan lembut.


Louis meraih tangan Vita yang sedang memegang pipinya lalu mengecup tangannya dan langsung memeluk tubuh Vita dengan sangat erat. Louis juga mengusap punggung Vita dengan sangat lembut.


"Thank you honey, aku... Aku tidak menyangka jika kamu akan menerimaku secepat ini, seperti yang pernah aku ucapkan sebelumnya. Jika aku tidak akan membuatmu menangis, tapi sekarang malah sudah membuatmu menangis lebih dari sekali" ucapnya sambil menangkup kedua pipi Vita dan menghapus air mata yang mengalir dipipi mulusnya.


"Apa aku sudah boleh melakukannya? Aku...


Belum sempat Louis melanjutkan ucapan nya, bibirnya sudah lebih dulu dibungkam dengan ciuman mesra dari Vita dan selanjutnya....


.


.


.

__ADS_1


Nungguin ya 😁😁...


Selanjutnya fikirin aja masing-masing ya, othor tidak bisa menjelaskan nya. Karena othor juga tidak tau kelanjutan nya seperti apa 🙈


__ADS_2