Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Kebahagiaan seorang Louis Edison


__ADS_3

Jika Rudi sedang menata hati dan dirinya. Berbeda dengan Louis dan Vita, pasangan pengantin baru itu baru saja bangun dari tidurnya. Sebenarnya Louis sudah bangun sejak tadi, tapi dia enggan untuk melepaskan pelukannya. Dia masih betah memeluk tubuh istrinya, sesekali menciumi kepalanya.


Vita menggeliatkan badannya, dia begitu kaget karena berada dalam pelukan seorang pria. Tapi beberapa saat kemudian dia sadar, jika dia sudah menikah dan sekarang berada dalam pelukan suaminya.


"Mas, bangun. Ini sudah hampir subuh" ucap Vita mencoba membangunkan suaminya yang masih terlelap.


Louis menggeliatkan badannya pura-pura masih tidur lalu dia bangun dan


Cup


Satu kecupan mendarat dibibir istrinya sekilas. "Morning kiss" ucap Louis langsung pergi menuju kekamar mandi.


Setelah sampai didalam kamar mandi, Louis tersenyum-senyum sendiri sambil meraba bibirnya yang habis mencium bibir ranum Vita, walau hanya sekilas.


Louis seperti orang tidak waras, didalam kamar mandi dia selalu bersiul-siul. Entah apa yang sedang ada didalam fikiran seorang Louis Edison.


Vita yang sejak tadi diam langsung tersadar, bahwa barusan dia baru saja mendapatkan ciuman pertamanya dari Louis. Walaupun hanya sekilas dan dengan cara mencurinya pula, tapi membuat jantungnya berdebar tidak karuan.


Vita langsung bangkit dari pembaringan menuju kamar mandi, dia juga akan mengambil ari wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.


Louis menjadi imam yang sangat baik, ternyata dibalik sikap yang cuek, datar dan dinginnya seorang Louis ternyata dia adalah pria yang soleh. Nyatanya Vita langsung nyaman menjadi makmum untuk pertama kali dipernikahan keduanya.


Setelah melaksanakan sholat subuh Vita langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak dan suaminya. Suami? Ah, sekarang Vita sudah mempunyai suami kembali. Semoga pernikahannya langgeng dan sakinah sampai jannah nya. Amin...


Seperti hari-hari biasa-biasa, Vita akan selalu disibukkan dengan pekerjaan rumah dulu sebelum menjadi wanita karir. Setelah Vita selesai membersihkan dirinya, ternyata dimeja makan anak-anaknya sudah berkumpul menunggunya.


"Good morning baby" ucap Vita pada anak-anak nya sambil menciumi kepalanya satu persatu.


"Morning Mom" jawab mereka kompak.

__ADS_1


"Good morning honey" ucap Louis sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Morning Dad" jawab Vita sambil duduk dikursinya.


Saat sedang makan mereka tidak boleh mengobrol atau bicara. Karena dalam makan dikeluarga Pratama memang harus seperti itu.


Setelah sarapan selesai, mereka menuju ruang keluarga untuk mengobrol sebentar sebelum Vita melanjutkan aktifitasnya sebagai wanita karir.


"Mom, apa Mommy akan bekerja kembali? Bukankah kita sudah mempunyai Daddy lagi. Kenapa Mommy harus bekerja juga?" Tanya Zio yang memang sangat manja dan dekat dengannya.


"Mommy harus bekerja dulu untuk saat ini, nanti setelah Mommy menemukan pengganti baru. Mommy akan selalu dirumah dan bersama kalian" jelasnya sambil tersenyum ceria.


"Tapi Mom, kami sangat merindukan Mommy" ucap Zayd sambil menundukan kepalanya, pasti sebentar lagi akan menangis. Karena itulah sibungsu, selalu membuat gemas akan tingkahnya.


"Oke, biar Daddy yang bicara. Kalian boleh main, kalo kakak Zoya harus sekolah dulu. Oke, nanti siang pulangnya Daddy jemput" ucap Louis menengahi, karena jika sudah seperti ini, Vita sudah tau ujungnya seperti apa. Yang pasti dia tidak akan jadi keperusahaan.


"Begini, jika kamu percaya pada ku. Aku sudah menemukan pengganti kamu sebagai CEO, kamu bisa tetap bekerja dari rumah sepertiku. Tapi jika kamu tidak percaya dan tidak setuju dengan pengaturanku juga tidak masalah. Yang pasti aku hanya kasihan pada anak-anak yang sangat membutuhkanmu dirumah" ucap Louis sambil menggenggam tangan Vita.


Vita diam, mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Louis. Memang semua yang dikatakan oleh Louis benar, aku sebagai wanita memang harus dirumah. Tapi siapa yang akan menggantikan nya, semuanya butuh proses. Tidak semudah yang diucapkan.


'Tunggu dulu, bukankah dia bilang tadi orang kepercayaan nya? Berarti dia sudah merencanakan semuanya dengan matang' Vita bermololog dengan fikirannya sendiri.


"Hallo, kenapa diam. Hmm?" tanya Louis sambil menjentikan jarinya.


"Kenapa? Apa masih ragu? Untuk saat ini kamu memang masih harus datang keperusahaan, untuk memberikan visi misi Pratama group pada orang yang nanti akan menjadi orang kepercayaanmu nantinya. Jadi, apa kamu setuju? Jika setuju mari kita temui orangnya. Dia sudah ada diruang tamu" ucapannya sambil menarik tangan Vita untuk mengikutinya menuju ruang tamu.


Dan ternyata, orang kepercayaan Louis adalah Nando. Dia yang akan menggantikan posisi Vita sebagai CEO Pratama group. Jadi Vita tidak akan menolak lagi, karena dia sudah mengenal Nando.


"Jadi apa kamu sudah mengenalnya atau baru mau berkenalan dulu?" tanya Louis, seperti biasa jika didepan orang lain maka akan bersikap datar dan dingin.

__ADS_1


"Aku sudah mengenalnya. Bahkan sangat mengenalnya" jawab Vita.


"Good, jika begitu mari. Aku yang akan mengantarmu menyerahkan jabatan CEO itu padanya" ucap Louis.


"Tuan, tidak bisakah saya hanya ada diPratama group saja? Jangan harus ada di EDC.CORP juga. Bisa-bisa sebelum bayiku lahir saya sudah mampus duluan" ucap Nando mengiba, pasalnya Nando harus mengurus dua perusahaan sekaligus. Bagaimana cara kerjanya coba, yang ada dia bisa benar-benar mampus.


"EDC.CORP sudah ada yang akan menggantikanmu. Jadi kamu memang harus fokus terhadap perusahaan Pratama group saja. Bukankah kamu yang sudah tau masalahnya? Jadi itu yang akan kamu kerjakan. Hari ini akan ada serah terima jabatan CEO yang baru" jelas Louis pada Nando, dia sudah sangat geram dengan orang-orang yang ada didalam Pratama group yang pelan-pelan akan menghancurkan nya.


.


Benar saja, diPratama group tepatnya diruangan rapat semua orang sedang menunggu CEO yang akan datang dan akan memberitahukan sesuatu yang penting.


Semua orang saat ini saling pandang, soalnya seorang CEO dari perusahaan besar ada disini ikut bergabung.


Tidak lama kemudian sekertaris Vita menerangkan apa dan ada tujuan apa sehingga CEO EDC.CORP ikut hadir dalam rapat pemegang saham. Karena ini adalah bersifat pribadi.


Sekertaris Vita menerangkan bahwa Pratama group sudah diakuisisi oleh EDC.CORP, maka dari itu mau tidak mau Vita harus menyerahkan posisi CEO pada orang kepercayaan EDC.CORP.


"Selamat pagi semuanya, saya Vita Ayla menyerahkan tanggung jawab saya sebagai CEO Pratama group akan menyerahkan posisi saya kepada Tuan Nando Permana selaku CEO baru Pratama group. Seperti yang sudah dijelaskan oleh sekertaris saya tadi, jika Pratama group sudah diakuisisi oleh EDC.CORP. Saya pribadi meminta maaf, karena tidak membicarakan hal ini pada kalian semua. Pemegang saham Pratama group. Sekali lagi saya mohon maaf, dan terimakasih banyak selama ini mempercayakan tanggung jawab sebesar ini pada saya" ucap Vita panjang lebar menjelaskan semuanya dengan rinci.


Bahkan Vita akan segera pergi dari Pratama group sekarang2 juga. Jika soal barang-barangnya, nanti akan ada orang yang mengurusnya.


Sebenarnya ini adalah rencana dari Louis, karena dia ingin tahu seperti apa seaksinya mereka setelah tau bahwa Pratama group sudah diakuisisi oleh EDC.CORP.


Ternyata dugaannya benar, orang-orang yang ingin menggulingkan Vita marah besar dan juga mengancamnya akan menarik saham yang ada didalam Pratama group. Bahkan tidak sedikit yang mengucapkan sumpah serapahnya pada Vita.


Sebenarnya Vita tidak ingin ini terjadi. Tapi setelah melihat semuanya seperti yang dijelaskan oleh Louis dalam perjalanan tadi, membuat Vita bisa membuka matanya. Ternyata tidak semua orang yang memuja dan mengelu-elukan nya baik dan jujur, tapi itu salah besar.


Untung saja Vita mendengarkan ucapan Louis, jika tidak mungkin dia benar-benar akan disingkirkan dari Pratama group. Perusahaan yang sudah dia kembangkan selama beberapa tahun ini.

__ADS_1


__ADS_2