Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Ketakutan Nando


__ADS_3

Seperti biasa setelah mengantarkan makan siang untuk suaminya, Nindi segera pulang. Dia tidak mungkin lebih lama lagi berada didalam perusahaan.


Saat diperjalanan pulang Nindi melihat seseorang yang sepertinya dia pernah melihat dan mengenal orang tersebut. Tapi dimana tepatnya dia lupa, karena sudah sangat lama.


Nindi mengendarai mobilnya dengan kecepatan pelan dia ingin tau apa yang dilakukan oleh orang itu. Sepertinya sangat mencurigakan.


"Eh, bukankah dia Rudi? Sedang apa dia disini?" gumam Nindi memperhatikan seseorang itu dari dalam mobilnya.


"Tunggu, itu kan... Ah sudah lah, kenapa aku jadi kepo urusan mereka" gumamnya lagi sambil menyalakan kembali mobilnya.


Nindi memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang, dia masih merasakan kakinya lemas akibat ulah suaminya.


Nindi sudah sampai dan disambut oleh tangisan kedua anaknya. Mereka bersahut-sahutan menangisnya, sampai-sampai kedua pengasuhnya kewalahan.


"Oh sayangnya Mami kenapa? Kenapa pada kompak begini nangisnya?" tanya Nindi sambil menggendong salah satu baby nya.


"Seperti biasa Nyonya, mereka tidak mau minum ASI dari botol" jelas pengasuhnya yang bernama Lala.


"Kalian ini, kenapa sih selalu seperti ini? Nanti Mami tinggal ya jika seperti ini terus!" ucap Nindi sambil menoel-noel pipi gembul baby Lexa.


Sedangkan baby Alex sudah mau minum ASI nya pakai botol. Hingga sudah habis satu botol penuh.


Nindi sangat senang melihat anak-anak nya semangat untuk minum ASI nya. Dia memang harus lebih keras lagi untuk menyetok ASI lebih banyak lagi.


.


Sedangkan Nando hari ini sangat sibuk. Dia selalu miting dengan kliennya diluar hingga sore menjelang. Tapi pekerjaan nya masih saja banyak dan menumpuk, Nando begitu kewalahan jika semuanya dihendle sendiri.


Nando menghubungi Tuan nya untuk meminta bantuan dari nya. Supaya mau memberikannya asisten pribadi seperti yang dia lakukan waktu berada di EDC.CORP.


"Hmm" jawab Louis disebrang sana.


"Maaf Tuan, saya mengganggu waktunya. Saya hanya ingin meminta belas kasihan darimu Tuan" ucap Nando mendramatisir saat panggilannya diangkat oleh Louis.


"Tidak usah berbelit-belit" tegas Louis yang sudah tau apa keinginan Nando saat ini.


"Ayolah Tuan, anda pasti sudah tau kan? Saya ingin asisten pribadi untuk membantu pekerjaanku disini. Saya tidak sanggup jika semuanya dihendle sendiri Tuan" jawab Nando.


"Oke, sebentar lagi Dion akan datang dan membantumu. Dia juga sudah tidak berminat lagi membunuh orang katanya" ucap Louis tanpa beban.


"What!! Tuan, anda menyuruhnya untuk membantu saya? Apa saya tidak salah dengar Tuan??" tanya Nando lagi memastikan jika yang ia dengar adalah salah.


"Iya, jika kamu tidak setuju maka jangan berharap bisa mendapatkan asisten pribadi dariku!" jawab Louis sambil menampilkan senyum smirks nya.

__ADS_1


"Ba... baiklah Tuan, saya terima. Tapi benarkan Tuan, jika dia sudah tidak suka pegang senjata dan mem... membunuh lagi?" tanya Nando lagi, dia sudah berkeringat dingin mendengarnya.


"Siapa bilang dia tidak menggunakan senjatanya lagi. Dia masih membawanya, tapi kamu tenang saja. Jika kamu tidak membuatnya marah, maka lehermu masih bisa selamat" jawab Louis semakin menakut-nakuti Nando.


Nando menelan slivanya dengan susah payah, dia tidak tau harus bagaimana. Jika dia menolaknya, maka tidak ada bantuan sama sekali. Tapi, jika dia menerimanya. Nyawanya menjadi taruhannya, Nando benar-benar dibuat kalangkabut oleh pilihan Tuan nya.


"Baiklah Tuan saya terima" jawab Nando dengan suara bergetarnya menahan takut. Selama ini Nando memang tau sepak terjang Louis seperti apa, tapi dia tidak pernah terlibat. Dia hanya ditugaskan didepan layar, melainkan mengurus perusahaan yang terlihat dan legal.


"Hmm, dia sudah datang. Sambutlah dengan baik" ucap Louis, lalu mematikan sambungan teloponnya sepihak.


Benar saja, tak lama Louis mematikan panggilan nya. Pintu ruangan nya diketuk dari luar, masuklah sekertarisnya dan seorang laki-laki yang berpenampilan rapi tapi sangat dingin.


"Maaf Pak, ini ada Pak Dion ingin bertemu anda. Katanya sudah membuat janji dengan anda" ucap sekertarisnya.


"Iya, kamu boleh keluar" jawab Nando sambil mengibaskan tangannya.


"Saya permisi Pak" ucapnya sambil pergi dari ruangan kerja Nando.


Nando menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan, lalu Nando memandangi penampilan orang yang ditugaskan Tuan nya untuk membantu dirinya.


"Apa ada yang salah dengan penampilan saya?" tanya Dion, membuat Nando terlonjak kaget.


"Tidak, tidak ada yang salah" jawab Nando, lalu berdehem untuk menetralkan ketakutan nya.


"Mungkin bisa, mungkin juga tidak" jawabnya dengan santai.


"Kita duduk disana" ucap Nando sambil beranjak menuju sofa yang berada didalam ruangan nya. Diikuti oleh Dion.


"Ini, kamu pelajarilah lebih dulu. Jika sudah kamu bisa menyerahkan nya padaku, jika ada yang tidak mengerti langsung tanyakan. Dan semuanya kamu harus membuatnya sangat rinci, jangan sampai ada yang terlewatkan. Kamu mengerti?" tanya Nando sambil menyerahkan satu berkas yang sudah dia siapkan.


"Hanya ini saja?" tanya Dion, sambil mengacungkan berkas yang ada ditangannya.


"Iya itu dulu. Setelah selesai saya berikan lagi, ini masih sangat banyak. Jadi tidak perlu khawatir" jawab Nando sambil mengendurkan dasinya yang terasa mencekik lehernya.


Tanpa menunggu lama lagi Dion mengerjakan tugas pertama yang diberikan Nando, sedangkan Nando kembali kemejanya. Nando mengerjakan pekerjaan nya juga.


Dia berkutat dengan layar monitor didepan nya, hingga dua dikagetkan dengan sebuah berkas yang diberikan Dion padanya.


"Sudah selesai, apa ada lagi?" tanya Dion duduk disebrang Nando.


"Saya akan mengeceknya lebih dulu" jawab Nando.


'Gila, ini sih sempurna semuanya. Tuan memang tidak ada lawan jika soal menugaskan seseorang' ucapnya sambil membaca bolak balik berkasnya.

__ADS_1


"Ini memang bagus, sekarang kamu boleh mengerjakan semua ini. Sementara kamu mengerjakan nya diruangan ini, karena ruangan kamu belum siap. Tidak masalah kan?" tanya Nando sambil menelan slivanya melihat tatapan tajam dari Dion.


Dion tidak menjawab, Dion hanya mengambil setumpuk berkas yang harus dia kerjakan. Dia berjalan menuju sofa kembali untuk mengerjakan semuanya.


Sedangkan Nando menyuruh sekertarisnya untuk menyiapkan ruangan yang ada disebelah ruangannya untuk ditempati oleh Dion nantinya.


Sekertarisnya mengiyakan ucapan atasannya, dia tidak berani membantah. Karena Nando terkenal sangat tegas dan juga sangat teliti, jika ada kesalahan sekecil apapun maka bersiaplah mendapatkan akibatnya.


.


Setelah mematikan panggilan telponnya Louis langsung tertawa terbahak-bahak karena sudah membuat Nando ketakutan dengan yang dia ucapkan tadi.


"Anak itu tidak pernah berubah. Dia masih saja ketakutan dengan hal seperti itu" gumam Louis sambil memutar-mutarkan ponselnya.


Dia lalu menghampiri istrinya yang sedang istirahat dengan damainya. Louis membelai kepala Vita dengan lembut dan penuh kasih sayang lalu mengecup kening dan tidak ketinggalan bibirnya juga.


Louis sekarang memang sudah terkena virus bucin yang sangat ganas. Makanya dihadapan istrinya dia bisa bersikap manis dan juga lembut. Tapi jika dihadapan orang lain jangan harap.


Tak lama ponselnya bergetar lagi, dia menjauh dari istrinya. Takut jika tidurnya terganggu oleh suaranya.


"Kenapa?" tanya Louis sambil berdiri didepan kaca yang menampilkan pemandangan kota diluar sana.


"Maaf Tuan mengganggu waktunya. Saya tidak bisa menghendle pekerjaan ini Tuan, walaupun Tuan membantu saya. Tapi saya masih butuh satu orang lagi Tuan" ucap orang kepercayaan nya yang dia tugaskan menggantikan Nando. Dia bernama John bawahan Nando langsung dulu.


"Kamu tunggu saja, sebentar lagi akan ada yang datang membantumu. Ingat satu hal, jangan mengecewakan ku" tegas Louis pada John.


"Akan saya laksanakan sesuai perintah anda Tuan" jawab John.


"Kalau boleh tau siapa dia Tuan?" tanya John to the point.


"Tunggu saja, kau akan menyukainya" jawab Louis dengan seringai liciknya.


"Baik tuan" jawab John disebrang sana.


Louis mematikan panggilannya. Lalu dia menghubungi seseorang yang akan ditugaskan membantu John.


.


.


.


Siapa ya yang akan membantu John???

__ADS_1


__ADS_2