Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Mendapatkan kerjasama (Rudi dan Sofia)


__ADS_3

Rudi benar-benar sangat berusaha keras supaya bisa bertemu dengan CEO Pratama group. Untuk kedua kalinya Rudi mendatangi resepsionis untuk menanyakan, apa dia sudah bisa bertemu dengan CEO Pratama group ini atau tidak.


Karena dia sudah menunggunya hampir dua jam lamanya. Dia sudah tidak bisa menunggu lagi, Rudi merasa sangat dipermainkan oleh CEO Pratama group, karena sebelumnya dia sudah mendapatkan persetujuan bahwa dia bisa bertemu dan menjalin kerjasama.


Tapi ini nyatanya sangat berbeda. "Permisi mbak, apa saya sudah bisa bertemu langsung? Saya disini sudah menunggu hampir dua jam. Apa CEO nya masih sangat sibuk?" tanya Rudi pada resepsionis tersebut.


"Maaf Pak atas keterlambatan nya, CEO kami tadi sedang rapat dan sampai sekarang belum selesai. Mungkin sebentar lagi selesai, tapi saya tidak bisa menjaminnya. Karena beberapa hari ini CEO memang sangat sibuk sekali. Jika anda masih mau menunggu? Silahkan naik menuju lantai paling atas ruangan CEO kami. Tapi Bapak hanya boleh menunggunya diluar ruangan CEO" jelas sang sekertaris yang merasa tidak enak, karena klien sudah lama menunggu.


"Kalau begitu terimakasih, saya permisi" ucap Rudi ingin melangkahkan kakinya menuju lift. Dia menekan tombol angka 17 lantai paling teratas digedung ini.


Ting.


Pintu lift terbuka, bersamaan dengan Nando yang baru saja selesai mengadakan rapat. Rudi yang tidak tahu bahwa Nando lah CEO Pratama group yang sekarang hanya membungkukan kepalanya memberi hormat.


Dia langsung menuju meja sekertaris CEO untuk menanyakan bisa bertemu langsung dengan CEO untuk bisa membicarakan kerjasama.


"Permini Mbak, saya Rudi dari perusahaan XX ingin bertemu dengan CEO Pratama group. Saya sudah menghubungi dan katanya hari ini saya bisa bertemu langsung dengan CEO" tanya Rudi pada sekertaris tersebut.


"Oh Pak Rudi, silahkan Pak. Kebetulan CEO kami baru saja mengadakan rapat. Jadi anda menunggu lama, maaf atas keterlambatan kami" ucap sekertaris.


Rudi hanya mengangguk saja, dia tidak mau mengambil resiko jika dia mengajukan protesnya, karena sejak tadi dia sudah menunggu. Memang dia yang salah, janjinya pertemuan diadakan sebelum makan siang. Tapi dia malah datang terlalu pagi.


"Silahkan Pak, CEO kami sudah menunggunya" ucap sekertaris mempersilahkan Rudi untuk masuk kedalam ruangan kerja CEO.


"Terimakasih" jawab Rudi sambil melangkahkan kakinya menuju pintu yang bertulisan diatasnya CEO.

__ADS_1


Tok... Tok...


Sekertaris mengetuk pintu ruangan CEO dan menyembulkan kepalanya, dan setelah mendapatkan persetujuan dari CEO. Rudi langsung diperbolehkan masuk.


Deg.


Betapa terkejutnya Rudi mengetahui bahwa CEO nya bukan lagi Vita Ayla. Melainkan seorang pria tampan dan sangat berkarisma. Rudi sampai-sampai mematung, dia tidak bergerak bahkan berkedip melihatnya.


Dalam hati 'sejak kapan CEO nya ganti? Mengapa aku tidak tau? Atau mungkin aku yang kudet (kurang update)? Sudahlah yang penting aku bisa menjalin kerjasama' ucap Rudi hanya dalam hati.


"Permisi Pak, saya Rudi dari perusahaan XX sudah membuat janji temu dengan anda. Untuk menyerahkan proposal kerjasama ini" ucap Rudi sambil memberikan berkas proposal nya pada Nando.


"Proposal nya bagus, dan soal keuntungan juga bagus. Tapi kenapa anda mengajukan pada kami? Apa ada yang spesial?" Tanya Nando yang memasang wajah datarnya.


"Jadi ini adalah kasus baru dan akan melakukan kerjasama ini untuk bisa menilai perusahaan anda layak atau tidaknya menjalin kerjasama begitu?" tanya Nando to the point.


"Iya Pak, jika saya tidak bisa membuktikan kinerja kami sesuai dengan yang tertera diporoposal tersebut anda bisa menegegur bahkan menuntut kami. Tapi jika ada kesalahan sedikit tolong beri tahu kami, karena kami baru" jawab Rudi dengan sangat mantap.


"Baiklah, saya akan menerima kerjasama ini. Dan besok saya akan terjun langsung untuk mensurvei barang-barangnya. Jika semuanya sesuai dengan standar kami, maka kita akan langsung resmi menjalin kerjasama ini. Tapi jika semuanya tidak sesuai, maka. Bersiaplah perusahaan anda akan langsung gulung tikar" ucap Nando seraya memberikan ancaman, karena dia juga melihat potensi yang bagus pada diri Rudi.


"Baik Pak, kami akan melakukan sesuai dengan yang tertera. Terimakasih anda sudah mengijinkan saya untuk menjelaskan semuanya. Dan saya akan menunggu anda disana. Sekali lagi terimakasih banyak Pak" ucap Rudi sambil membungkuk hormat.


Sebelum ahirnya keluar ruangan dengan sangat bahagia. Ternyata tidak sia-sia dia menunggu lama, karena hasilnya dia diterima bekerjasama. Dan besok mereka akan bertemu kembali. Jadi Rudi harus mempersiapkan sebaik mungkin, dia tidak mau mengecewakan klien pertamanya.


.

__ADS_1


Berbeda dengan Rudi yang baru saja menjalin kerjasama dengan Pratama group. Disini Sofia sedang prustasi, karena dia sama sekali tidak bisa bertemu dengan Rudi. Disaat mediasi perceraian juga Rudi tidak hadir, dia berharap bisa bertemu dengan Rudi supaya perceraian dibatalkan.


Tapi ternyata salah, Rudi sama sekali tidak datang. Bahkan dia menginginkan supaya perceraian ini dipercepat. Sofia benar-benar sangat marah, kenapa sekarang Rudi sudah tidak mau lagi dengannya. Apa yang salah pada dirinya, bukankah dirinya sudah menjadi istri yang baik buat suaminya.


Tali kenapa malah diceraikan begitu saja tanpa alasan yang jelas menurut Sofia. Sofia bukannya memperbaiki diri malah semakin menjadi, dia mengajukan harta gono gini yang sangat banyak pada Rudi. Tentu saja pihak Rudi sangat keberatan, karena Rudi tidak memiliki harta sebanyak itu.


"Pak Hakim saya mengajukan harta gono gini, karena saya merasa dipermainkan disini. Suami saya sudah berani berselingkuh didepan saya, dan sekarang malah menceraikan saya denga cara tidak hormat seperti ini" ucapnya pada Hakim.


Hakim mendengarkan penjelasan dari Sofia dengan seksama, lalu Hakim memberi waktu untuk pihak Rudi berbicara.


"Pak Hakim, sebelumnya saya mohon maaf. Karena tuduhan dari Nona Sofia semuanya tidak benar, klien saya yang bernama Rudi Suryoto tidak pernah melakukan perselingkuhan apa pun dengan siapa pun. Tapi jika pengajuan harta gono gini, klien kami menyetujuinya. Tapi tidak sebanyak itu, karena harta dari klien kami hanya ada dibawah tuntutan dari pihak tergugat. Maka dari itu saya membawakan bukti-bukti kepemilikan harta atas nama klien saya Rudi Suryoto" jelas pengacara Rudi lalu menyerahkan berkas-berkas aslinya pada Hakim.


Dan Hakim beserta yang lainnya membaca dengan seksama, karena memang benar. Yang tertera disitu adalah milik asli dari Rudi Suryoto. Tapi yang dimajukan oleh pihak Sofia itu adalah semua milik Suryoto Ayah dari Rudi Suryoto. Jadi semuanya tidak sah sedikitpun, apa lagi diantara Rudi dan Sofia belum memiliki keturunan. Jadi tidak bisa menuntut lebih.


"Sesuai dengan apa yang sudah kami baca dan kami seksama, pihak tergugat tidak bisa menuntut harta gono gini diluar dari kepemilikan sebelum pernikahan. Apa lagi itu bukan haknya sebagai pemilik resmi, tergugat meminta harta gono gini pada mertua dari pihak penggugat. Yang pastinya itu bukanlah haknya untuk menuntut. Jika masih tidak mau menerima, maka pihak tergugat tidak akan memberikan sepeserpun pada pihak tergugat. Jadi kami nhatakan sidang ini selesai dan ditutup sampai disini. Dan prises perceraian sudah selesai, jadi diantara pihak tergugat dan penggugat sudah resmi bercerai" ucap Hakim menjelaskan semuanya. Dan...


Tok Tok Tok.


Hakim sudah mengetuk palu tanda sidang memang sudah berakhir. Sofia kalah dalam sidang ini, dia juga tidak mendapatkan apa-apa. Jangankan harta yang banyak, sepeserpun dia tidak mendapatkannya, karena dia menginginkan harta dari Suryoto. Bukan dari Rudi.


Sofia benar-benar merasa tidak terima dengan semua ini. Dia akan mendatangi rumah Rudi untuk meminta haknya. Jika Rudi tidak mau maka dia akan mengancamnya supaya dia mau menurutinya.


Tapi setelah sampai dikediaman Rudi, ternyata kosong. Dan sudah beberapa hari ini Rudi tidak pulang. Tapi Sofia tidak kehabisan akal, dia mendatangi kantor Rudi untuk bertemu. Tapi terbiasa dia gagal lagi, Rudi sedang keluar menemui kliennya.


Sofia benar-benar merasa sangat frustasi. Semua yang dia lakukan ternyata hasilnya nihil, Rudi benar-benar sudah tidak mau bertemu lagi dengannya.

__ADS_1


__ADS_2