Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Keterpurukan seorang Vita Ayla


__ADS_3

Vita semakin kepikiran akan keadaan Mama Sila, beliau memang akhir-akhir ini kesehatan nya sedang tidak baik. Vita juga sudah menyuruh Mama Sila untuk pergi kerumah sakit. Tapi Mama Sila selalu menolaknya, karena bagi Mama Sila hanya sakit kepala biasa saja.


"Ya Allah, sembuhkan lah Mama. Angkatlah segala penyakit yang ada pada Mama ya Robb" do'a Vita.


Vita melanjutkan semua pekerjaan nya dengan sangat teliti, bahkan dia sampai lupa jika sekarang sudah waktunya makan siang.


"Siang Bu, Ibu mau makan siang apa?" tanya sekertaris nya sebelum dia makan siang.


"Yang biasa saja Nur" jawab Vita tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar monitor.


Nur langsung memesan makan siang untuk Bosnya. Sebelum makanan Bosnya sampai, Nur melanjutkan pekerjaan nya lagi.


Jika Bosnya sedang dalam mode seperti itu, siap-siap saja semua kariawan tanpa terkecuali harus bekerja keras. Jika tidak, bersiap-siap lah untuk mendapatkan siraman rohani dari big bos.


.


Vita sedang menikmati makan siang nya sambil video call bersama anak-anak nya, dia selalu rutin seperti itu. Jika tidak bisa makan siang dirumah bersama.


Mama Sila kelihatan nya, kondisinya sekarang semakin memburuk. Apa lagi kata Bi Sumi setelah makan siang Mama Sila muntah-muntah, Vita semakin panik.


Vita memutuskan untuk segera pulang, dia tidak mau terjadi apa-apa pada Mama Sila. Vita menyuruh supir untuk membawa Mama Sila kerumah sakit, Vita akan menyusulnya. Jika tidak seperti itu akan banyak membuang waktu.


Vita mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, dia tidak mau sampai Mama Sila dulu yang sampai rumah sakit. Setelah sampai dan menunggu beberapa saat mobil yang dikendarai Pak Karman sampai parkiran rumah sakit.


Vita yang dibantu perawat membawa Mama Sila kedalam ruangan UGD. Vita menunggunya dengan sangat cemas, semoga saja kondisi Mama Sila tidak parah dan tidak ada penyakit yang berbahaya.


Setelah diperiksa dokter dan lelakukan berbagai pemeriksaan dengan teliti. Dokter meminta berbicara berdua dengan Vita.


Diruangan dokter Irwan.


Vita bertanya akan kondisi Mama Sila "Bagaimana kondisi Mama saya dok?" tanya Vita harap-harap cemas.

__ADS_1


"Kondisi pasien sangat kritis, apa lagi pasien selalu mengonsumsi beberapa obat yang tidak dihanjurkan untuk penderita penyakit jantung kronis" jelas dokter Irwan.


"Apa dok? Mama saya mengidap sakit jantung kronis? bagai mana bisa dok, selama ini Mama saya baik-baik saja. Dan tidak pernah mengeluh sakit atau apa, memang beberapa hari ini Mama saya sempat mengeluhkan sakit kepala saja dok. Lalu apa hubungan nya dengan jantung?" tanya Vita masih belum percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.


Vita benar-benar sangat terkejut, bagai disambar petir disiang bolong. Vita mendengar bahwa Mama Sila mengidap komplikasi yang sudah sangat parah.


Vita benar-benar sangat merasa bersalah, dia merasa gagal menjaga Mama Sila. Apa lagi dokter sudah memvonis usia Mama Sila tidak lama lagi.


Vita benar-benar sangat terpukul atas kabar yang mengejutkan baginya. Selama ini Mama Sila tidak pernah menunjukan bahwa Mama Sila sedang sakit, didepan Vita Mama Sila selalu terlihat biasa-biasa saja. Bahkan tidak pernah mengeluhkan sakit atau apa.


Tapi Vita harus kuat, dia tidak boleh menyerah. Usia siapa yang tahu. Dokter boleh memvonis tapi Allah yang menentukan semuanya.


.


Vita benar-benar berada dititik terendahnya lagi. Dulu waktu mendiang suaminya sebelum dinyatakan meninggal dia juga berada dipisisi seperti ini. Sekarang kejadiannya terulang kembali.


Vita tidak punya tempat untuk berkeluh kesah lagi, jika memang benar Mama Sila harus pergi. Vita benar-benar sangat terpukul saat ini. Dia tidak tau harus berbuat apa sekarang.


Siapa lagi yang berani memeluk Vita selain Nindi, sahabat sekaligus orang terdekat nya. Nindi ikutan menangis mendengar kabar bahwa Mama Sila sedang kritis dirumah sakit.


Nindi tidak memperdulikan dirinya yang sedang sakit, dia baru saja memeriksakan kondisinya. Ternyata dia sedang mengandung, kondisi yang membuatnya lemas dan mual muntah karena sedang ngidam.


"Yang sabar ya Vit, semoga semuanya baik-baik saja. Aku yakin tante Sila akan sembuh, kita berdo'a saja pada yang kuasa Vit. Kamu harus kuat, ingat kamu mempunyai anak-anak yang masih sangat membutuhkan kamu" jelas Nindi mencoba menguatkan Vita.


"Apa salah aku sebenarnya Nin? kenapa semua yang aku sayang satu persatu meninggalkan aku, kenapa? Apa aku tidak pantas mendapatkan kebahagiaan? Pertama mas Surya, dia juga pergi disaat aku sangat membutuhkan nya? Sekarang Mama, Mama tidak mungkin kan membiarkan aku seperti ini kan Nin? Aku.... Aku.... " Vita tidak bisa melanjutkan ucapan nya. Vita terkulai lemas didalam pelukan Nindi.


Vita pingsan, dia segera dibawa untuk diperiksa. Vita mengalami dehidrasi akibat terlalu banyak fikiran dan tidak mau memakan atau minum apapun.


Nindi juga menangis melihat kondisi Vita saat ini. Ia seperti melihat masa lalu yang sangat membuatnya ikut terpukul. Nindi adalah saksi dimana Vita merasakan kehancuran yang sangat dalam dan keterpurukan nya seorang Vita Ayla.


"Sayang, kamu jangan banyak fikiran. Ingat ada baby disini" ucap Nando sambil mengusap perut Nindi yang masih datar.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Vita, dia... Dia pasti sangat terpukul akan semua ini, baru saja dia bisa bangkit dari keterpurukan nya. Sekarang cobaan datang lagi, rasanya sangat tidak adil baginya" ucap Nindi sambil menangis didalam pelukan suaminya.


Ternyata ada seseorang lagi yang menyaksikan betapa terpuruknya seorang Vita Ayla. Siapa lagi jika bukan Louis, dia sejak tadi melihat semuanya. Dia juga yang menjaga anak-anak supaya tidak rewel ditinggal oleh Mommy nya.


Anak-anak juga ternyata ikut, mereka menyaksikan betapa Mommy nya sangat rapuh saat ini. Bahkan mereka tidak bisa menahan air matanya yang mengalir membasahi kedua pipinya yang gembul.


"Uncle, apa Mommy akan baik-baik saja? Mommy sebenarnya kenapa?" Tanya mereka semua sambil menangis.


"Oma juga, Oma kenapa? Apa Oma sudah tidak sayang lagi sama kami, kenapa Oma bobo nya lama sekali?" Mereka masih bertanya, mengapa mereka semua menangis.


"Kita do'akan saja ya, semoga Oma baik-baik saja. Kalau Mommy, Mommy baik-baik saja. Cuman cape jadi dokter menyuruh Mommy supaya istirahat" jelas Louis sangat lembut, dan dimengerti oleh anak-anak seusianya.


Louis tidak bisa menahan tangisnya lagi, dia ikut meneteskan air matanya melihat anak-anak kecil ini bertanya kondisi Mommy nya.


Mereka memutuskan untuk menuju Mushola yang ada didalam rumah sakit, mereka semua berdo'a untuk Oma dan Mommy nya.


Bahkan mereka semua kompak menangis meminta supaya Oma dan Mommy nya segera disembuhkan, mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada didalam Mushola rumah sakit.


Siapa pun yang melihat akan ikut meneteskan air matanya juga. Tidak ada yang tidak menangis, melihat anak-anak kecil dengan kepolosan dan keluguan mereka semua memohon pada Allah.


.


.


.


.


Part ini mengandung bawang 😭


Sebelum membaca siapkan tisu dulu 🤧

__ADS_1


__ADS_2