Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Suasana haru


__ADS_3

Nindi masih menggerutu karena dia dikagetkan oleh kedatangan Nando yang tiba-tiba dan membuat nya terkejut.


"Kamu yang kenapa sayang. Kenapa kamu bengong disini?" tanya Nando penasaran dengan apa yang dilakukan oleh istri nya didepan ruangan belajar twins Z.


"Aku sedang yoga Pi. Ya jelas aku sedang melihat mereka bertiga Papi" jawab Nindi ketus pada Nando.


"Ngapain kamu lihatin mereka. Biarkan saja mereka menghabiskan waktu nya untuk bersama, kita juga harus melakukan nya juga dengan anak-anak" ucap Nando lalu membawa Nindi menjauh dari ruangan tersebut.


Sedangkan didalam ruangan, Vita masih memeluki kedua putra nya. Apa lagi Zayn yang memang sejak kecil memiliki kekurangan sejak dia dilahirkan kedunia ini.


"Mom, aku sudah besar dan Mommy tahu kan jika aku tidak suka seperti ini" keluh Zayn yang memberontak dalam pelukan Mommy nya.


"Mommy hanya ingin memeluk mu, kenapa susah sekali" ucap Vita sambil memanyunkan bibirnya.


"Oh, come on Mom. Aku tidak suka Mommy yang seperti ini" ucap Zayn yang akhirnya memeluk Vita, karena dia paling tidak bisa melihat Mommy nya bersedih.


"Thanks boy, Mommy menyayangi mu" ucap Vita sambil memeluk dan mengusap kepala Zayn dengan sangat lembut.


"Yah, aku tahu itu" jawab Zayn dengan datar, sedangkan dalam hati nya dia bilang 'Aku juga menyayangi mu juga Mom' ucap nya hanya didalam hati, dia tidak pernah mengatakan jika dia menyayangi nya.


Tapi Zayn lebih suka dengan tindakan. Itu lebih nyata dibandingkan dengan hanya ucapan yang terkesan membual.


"Apa Mommy dan Z akan selalu berpelukan?" tanya Zico yang sedang tersenyum tipis. Karena sangat tipis nya tidak ada yang tahu.


"Dia iri pada kita berdua Z" ucap Vita sambil meledek putra sulung nya.


Zayn hanya diam dan langsung pergi dari ruangan itu. Sedangkan Vita dan Zico masih memandangi punggung Zayn yang menjauh dari pandangan mereka berdua.


"Abang harus selalu bisa menjaga nya dan yang lain nya. Abang tahu kan jika Zayn tidak seperti anak-anak lain nya, seperti abang, Zoya, Zia, Zio, dan Zayd. Mommy merasa gagal sebagai Mommy, karena membiarkan Zayn tumbuh seperti itu. Mommy tahu jika Zayn juga menginginkan sama seperti kalian semua. Mommy hanya minta itu dari kalian semua" ucap Vita sambil mata nya berkaca-kaca.


"Mommy jangan berkata seperti itu. Mommy tidak gagal, justru Mommy adalah wanita hebat dan sangat kuat. Mommy bisa mengasuh kami berenam dengan sangat baik dan penuh kasih sayang. Dan untuk Zayn, Mommy dangan khawatir soal itu. Dia adalah anak yang pintar dan juga cerdas. Ya memang kendala nya ada pada penglihatan nya saja. Tapi aku yakin jika Allah punya rencana yang baik untuk nya dan untuk kita semua" jawab Zico dengan sangat bijaksana, walau usia nya masih dibilang kecil. Tapi pemikiran nya sama seperti orang dewasa lain nya.


"Abang benar. Kita tidak boleh berfikiran seperti itu, karena kita masih memiliki Allah yang selalu ada untuk kita semua" ucap Vita mengiyakan ucapan Zico.


"Apa sekarang abang boleh pergi Mom?" tanya Zico yang masih duduk berdampingan dengan Vita, Mommy nya.

__ADS_1


"Tentu, tentu saja boleh. Istilahat lah, setelah itu baru kita lanjut mengobrol lagi. Karena Mommy sangat merindukan saat-saat seperti ini. Berkumpul bersama dan berbincang-bincang dengan hangat seperi ini" jawab Vita sambil tersenyum dan mengusap kepala Zico.


Lalu Zico pergi dari ruangan belajar nya. Dia melangkahkan kaki nya menuju kamar Zayn lebih dulu. Zico ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Zayn saat ini.


"Z aku tahu kamu tidak tidur. Abang ingin berbicara dengan mu, apa kamu tidak ingin berbicara dengan ku?" tanya Zico saat dia sudah duduk disamping Zayn yang sedang berbaring.


"Kau kenapa?" tanya Zico lagi saat melihat ada beberapa luka disekujur tubuh nya.


Karena saat ini Zayn tidak mengenakan pakaian atas nya. Dia hanya bertelanja*g dada saja, karena dia lupa mengunci pintu nya jadi Zico bisa tahu apa yang akan pada nya.


"Kenapa kau tidak bilang jika kau terluka separah ini?!" ucap Zico yang emosi melihat betapa sakit nya saudara kembar Zayd.


"Aku tidak apa-apa, aku sudah mengobati nya juga. Jadi jangan khawatir" jawab Zayn dengan menampilkan wajah datar nya.


"Kau jangan mengelak. Aku bantu kau mengobati luka-luka mu" ucap Zico yang langsung beranjak menuju kotak obat yang tersimpan didalam lemari nakas.


Zayn hanya diam dan pasrah saja Zico melakukan apapun. Karena dia tahu jika abang nya ini sangat menyayangi nya, walau wajah nya tidak jauh berbeda dengan nya yang sama-sama datar dan dingin.


Zayn sesekali meringis kesakitan, mungkin itu adalah luka yang paling dalam saat luka nya sengaja ditekan oleh Zico.


"Kau merasakan sakit juga rupanya. Ku kira kau adalah robot yang tidak memiliki rasa sakit" ucap Zico meledek Zayn.


"Apa sudah selesai. Jika sudah keluar lah dari kamar ku" ucap Zayn dengan datar dan tanpa ekspresi apa pun.


"Kau mengusir ku, saat aku sudah mengobati luka mu. Ck, dasar tidak tahu terimakasih" Zico berdecak kesal pada Zayn.


"Jika kau sudah tahu jawaban nya kenapa bertanya kembali" jawab Zayn dengan sinis.


"Dasar mata empat!" umpat Zico. Dia paling tahu jika Zayn paling tidak suka jika dia dipanggil dengan sebutan mata empat.


"Kau!" ucap Zayn dengan menunjuk wajah Zico.


"Apa? Mau marah? Atau mau mengha*ar ku?" tanya Zico malah menantang dan juga tersenyum meremehkan.


"Ck" Zayn hanya berdecak kesal. Dia tidak akan bisa marah dan berbuat yang tidak-tidak pada abang nya yang sudah sangat baik dan penuh perhatian pada nya.

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi saja. Kau istirahat lah mata empat. Hahaha" ucap Zico lalu lerlari sangat kencang menghindari amukan Zayn.


.


Berbeda dengan Zico dan Zayn yang selalu tidak akur tapi selalu kompak. Disini ada twins A yang sedang bermain dengan four Z juga twins J mereka sangat kompak bermain dan juga ada yang sedang kejar-kejaran.


"Nyonya" sapa kepala pelayan yang sedang mengawasi Tuan Muda sangatdan juga Nona Muda nya.


"Apa Nindi juga ada didalam?" tanya Vita pada Pak Man yang sedang berdiri tidak jauh dari ruangan bermain anak-anak.


"Tidak ada Nyonya. Mungkin sedang berada di ruangan lain" jawab Pak Man.


"Oh, baiklah" ucap Vita berjalan melewati Pak Man yang masih berdiri.


Vita mencari keberadaan tiga wanita yang sudah menetap disini untuk sementara. Saat Vita ingin menuju ruang tengah terdengar suara para wanita sedang berada ditaman belakang.


"Kalian semua disini rupanya" ucap Vita saat sudah sampai didepan gazebo taman belakang mainson.


"Eh, iya Nyonya" jawab Cindy yang langsung menoleh saat ada seseorang yang datang dan berbicara pada mereka.


"Sedang apa kalian disini?" tanya Vita pada mereka bertiga.


"Kami sedang berbincang saja Nyonya" jawab Nindi yang memang paling cerewet diantara yang lain nya.


"Pantas saja saya cari sejak tadi tidak ketemu. Kalian semua disini" ucap Vita dan ikut bergabung dengan ketiga wanita cantik itu.


"Apa ada sesuatu yang penting Nyonya?" tanya Sandra yang memang selalu siaga.


"Tidak, tidak ada yang penting. Hanya ingin berbincang saja, aku merasa bosan saja tidak memiliki kegiatan apa pun" Jawab Vita dengan menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"Nyonya ini, sudah jadi ratu malah bilang bosan. Bukan kah anda juga bisa mengecek beberapa berkas yang selalu Nando berikan pada anda?" tanya Nindi yang sedikit banyak tahu jika Nando memang setiap hari akan menyerahkan beberapa berkas untuk mendapatkan tanda tangan.


"Saya sudah tidak memegang itu semua lagi. Cuman sesekali saja mengerjakan, karena suami saya tidak menginginkan jika saya sakit. Aneh bukan?" jawab Vita dengan lesu.


"Itu bagus Nyonya. Berarti Tuan sangat menyayangi dan mencintai anda" ucap Cindy sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yang dikatakan oleh mereka berdua benar Nyonya. Tuan melakukan nya atas rasa cinta nya pada anda, jadi anda harus menerima nya dengan senang hati" ucap Sandra dengan senyuman mengembang.


Mereka berempat sangat asik bercanda dan juga saling berbincang hangat. Mereka sudah seperti empat sahabat yang sedang berkumpul dan bercanda bersama setelah sekian lama tidak bertemu.


__ADS_2