
Zayn mendengarkan semua ucapan Daddy nya, semua yang sudah dijelaskan oleh Louis benar-benar membuatnya mengerti. Louis tau jika Zayn adalah anak yang sangat cerdas dan cepat tanggap.
Dia benar-benar menuruni sifat Surya Pratama. bahkan dari fisiknya pun sama, tidak ada bedanya sedikitpun. Louis sangat senang bisa membahagiakan dan menjaga anak-anak dari teman lama nya.
"Boy, kamu sudah tau sejarah Daddy dan Dad Surya. Jadi apa kamu akan bilang pada saudara mu yang lain?" tanya Louis dengan serius.
"Itu terserah pada Daddy. Mau bicara langsung atau memang disembunyikan, itu hak Daddy sepenuhnya" bukan nya menjawab pertanyaan dari Daddy nya. Zayn justru malah membuat pertanyaan baru untuk sang Daddy.
"Kamu ini boy. Memang keturunan Surya Pratama asli" ucap Louis sambil tersenyum sinis.
"Thank you Dad. Daddy telah mengingatkan ku padanya yang sudah tiada" sindir Zayn sambil beranjak dari duduknya.
Sebelum membuka pintu ruangan kerja nya, Louis lebih dulu memanggil Zayn. Dia ingin berbicara lagi dengan anak berusia 6tahun itu. Dia seperti berbicara pada Surya tapi versi kecil.
"Boy, apa tidak mau berbincang-bincang dulu dengan Daddy?" tanya Louis sambil tersenyum.
"Apakah penting Dad? Jika tidak, maka lupakan lah" jawab Zayn dengan seringai liciknya.
"Baiklah, kau menang. Sekarang kembalilah" ucap Louis yang menyerah jika berdebat dengan Zayn yang sangat mirip dengan Surya.
"Thank you Dad. Tapi jika Daddy mau kita bisa berduel" ucap Zayn. Bahkan dia menantang Daddy nya sendiri.
Yang mengajari nya untuk bisa melakukan bela diri dan juga memegang senja*a. Tapi Zayn adalah Zayn, walau usianya masih sangat dini tapi kekuatan dan juga kecerdikan nya tidak bisa dirimehkan.
"Oke, Daddy terima tantangan darimu boy" ucap Louis sambil bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah putranya.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kearah arena panahan untuk bertanding, siapa yang paling tepat sasaran dan paling banyak dialah pemegang nya.
"Kalian mau kemana?" tanya seseorang yang melihat kedua orang kesayangan nya.
Mereka berdua menoleh kearah suara yang memanggil mereka berdua. Ternyata yang memanggil mereka adalah Vita, wanita kesayangan mereka berdua.
"Mom, kami akan kearena panahan untuk latihan" jawab Zayn pada Mommy nya.
"Iya honey, kami akan latihan" sambung Louis membenarkan ucapan Zayn.
"Jangan percaya ucapan mereka berdua Mom" ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Siapa lagi jika bukan Zico, dia memang paling tau jika kedua laki-laki itu sedang bersama. Jika tidak sedang serius maka mereka akan selalu berduel untuk melakukan tantangan setiap saat ada waktu luang.
__ADS_1
"Maksud abang apa?" tanya Vita pada putranya.
"Mereka berdua ingin berduel panahan Mom, mereka mungkin sedang bertaruh juga Mom" ucap Zico memanas-manasi Mommy nya.
"Boy, kau memberikan keterangan palsu" gumam Louis sambil memandangi Zico yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Benarkah begitu Dad? Apa kamu mengajari untuk bertaruh?" tanya Vita dengan tangan yang sudah berkacak pinggang dan juga tatapan nya yang sudah sangat tajam.
"No honey, yang dikatakan oleh abang Zico memang tidak semuanya salah. Tapi kami hanya ingin latihan saja, tidak lebih" jawab Louis sambil menampilkan wajah sendu dan juga puppy eyes nya untuk merayu istri tercinta.
"Aku tidak percaya Dad, jika memang benar aku ingin melihat kalian berdua bertanding. Siapa yang menang akan mendapatkan hadiah dan yang kalah akan mendapatkan hukuman. Bagaimana, setuju?" tanya Vita sambil memberikan tantangan untuk keduanya.
"Hadiahnya apa Mommy? Jika menarik abang juga ikut" tanya Zico yang penasaran akan hadiahnya.
"Hadiah nya masih rahasia, begitu pula dengan hukuman nya. Jadi kalian bertiga bersiaplah untuk bertanding panahan" jawab Vita dengan seringai liciknya.
"Dan sekarang bersiaplah" ucapnya lagi.
"Mom, kenapa abang juga ikut? Abang hanya bertanya saja" ucap Zico protes pada Mommy nya.
"Jika menolaknya maka sudah siap untuk mendapatkan hukuman sebelum bertanding" jawab Vita sambil tersenyum mengejek Zico.
Ternyata Zoya, Zio, Zia dan Zayd juga ingin melihat bagaimana mereka bertiga melakukan pertandingan memanah. Merek berempat sangat penasaran untuk melihatnya.
"Aku mendukung abang Z" ucap Zayd dan Zia.
"Aku lebih memilih Mommy" ucap Zio.
"Kenapa?" tanya yang lainnya kompak.
"Karena Mommy akan selalu menang, dan Mommy adalah juaranya" ucap Zio yang memang sangat mengidolakan sosok seorang Vita Ayla. Mommy nya sendiri.
"Abang Zi, Mommy kan tidak ikut bertanding. Mommy yang akan menjadi juri, kenapa malah memilih Mommy?" tanya Zoya tidak habis fikir dengan jalan fikiran Zio yang memang selalu bisa membuat semua orang tercengang akan jawaban nya.
"Memang nya ada larangan jika kita tidak boleh memilih juri nya dibandingkan dengan pemain? Tidak ada kan" ucap Zio langsung melangkahkan kakinya menuju arena panahan di mainson Edison.
Sedangkan Zoya hanya menggelengkan kepalanya tidak habis fikir dengan jawaban Zio barusan. Bagaimana bisa seorang Zio malah lebih memilih juri nya dibandingkan pemain pertandingan itu sendiri.
.
__ADS_1
Jika keluarga Louis dan anak-anak nya sedang melakukan pertandingan panahan. Berbeda dengan Nindi dan Nando yang sudah merasa tenang, karena putrinya sudah seperti sedia kala lagi.
Walau kejahilan nya sudah berkurang. Jika Lexa akan menjahili Alex pasti akan mengingat kejadian dia dimarahi oleh Zayn. Lexa tidak ingin mengingat kejadian yang membuatnya menjadi sangat trauma.
"Sayang, kenapa menjadi murung seperti ini, hmm?" tanya Nindi pada putrinya.
"No Mi, Lexa cuman mengingat dimana Lexa ditarik oleh abang Z" jawab Lexa sambil menunduk.
"Jika tidak mau mengingat nya Lexa harus hilangkan kejahilan Lexa yang akan membuat orang terluka. Ingat pesan dokter yang sudah memberi tau Lexa" jelas Nindi.
Sebenarnya Nindi merasa sedih akan semua ini. Tapi ini cepat atau lambat akan terjadi, jika tidak oleh Zayn. Mungkin oleh orang lain yang akan melakukan nya, karena kejahilan Lexa yang memang sudah sangat keterlaluan menurutnya. Tapi juga merasa kasihan karena keceriaan Lexa menghilang.
"Ingat Mi, jadi Lexa harus bisa tidak jahil karena berbahaya. Iya kan Mi?" tanya Lexa dengan mata yang berbinar.
"Iya, Lexa harus bisa dan pasti bisa" jawab Nindi memberi semangat terus pada putrinya supaya tidak merasa sedih terus.
Dan Nindi akan rutin membawa Lexa untuk selalu konseling supaya semuanya lekas membaik. Bisa melupakan kejadian yang membuat nya sangat trauma.
Mereka berdua sedang bercanda bersama tiba-tiba Alex datang menghampiri dan ikut bergabung. Ternyata Alex juga merasa kasihan denga adik kembarnya yang sedikit berbeda dari sebelum nya.
Seperti biasa dipagi hari twins A akan selalu heboh saat akan berangkat sekolah. Jika tidak heboh maka namanya bukan twins A.
"Papi, kita sudah telat Pi. Kenapa Papi lama sekali?" teriak Lexa yang sudah masuk kedalam mobil Papinya.
"Sebentar baby. Papi akan segera kesana" jawab Nando yang sudah rapih.
'Baru saja akan mendapatkan jatah walau hanya sebentar tapi sudah gagal saja. Nasib-nasib' ucap Nando dalam hati saat sudah berada didalam mobilnya.
"Kenapa Pi, wajahnya jelek banget cemberut begitu" ucap Alex meledek Papinya sendiri.
"Alex sejak kapan kamu bisa meledek Papi kamu sendiri?" tanya Nando dengan wajah kesal nya.
"Sejak saat ini" jawab Alex sambil tertawa cekikikan.
Nando hanya mendengus kesal, ternyata putranya sudah berani meledek nya. Alex sebenarnya ingin mengungsikan kedua anaknya ke mainson Edison. Supaya dia bisa berdua saja dengan istrinya, tapi Nando merasa sungkan akan hal itu. Apa lagi Lexa yang belum bisa melupakan kejadian waktu ditaman. Nando semakin dibuat dilema dibuat nya.
Setelah beberapa saat diperjalanan mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah anak-anak nya. Anak-anak sudah keluar dan masuk kedalam sekolahnya.
Nando langsung melanjutkan perjalanan nya untuk segera menuju Pratama group. Dia sekarang sudah benar-benar sangat menikmati pekerjaan nya yang sekarang. Karena pekerjaan ini tidak sama dengan EDC.CORP yang sangat menguras fikiran dan juga tenaga.
__ADS_1
Maka dari itu Nando langsung menerima kepindahan nya dari EDC.CORP ke Pratama group. Sekarang Pratama group sudah lebih melebarkan sayapnya didunia bisnis dalam jangka waktu lebih dari lima tahun.