
Twins masuk kedalam kamar Papi dan Mami nya dengan berlari untuk segera menemui Maminya untuk protes.
"Papi, Mami kenapa masih tidur?" tanya Alex yang melihat Maminya masih tertidur pulas.
"Apa Mami sakit?" tanya Lexa melihat wajah sang Mami seperti sangat kelelahan.
Nando menyeringai, dia mempunyai ide supaya kedua anaknya tidak mengganggu waktunya dengan Nindi.
"Iya, Mami sedang tidak enak badan. Mungkin karena kelelahan mengurusi kalian yang masih saja manja pada Mami kalian" jawab Nando dengan menampilkan wajah sedihnya. Padahal dalam hati sedang tertawa.
"Apa benar kita masih manja Lexa?" tanya Alex yang masih menatap Maminya yang tidak terusik sama sekali.
Bagaimana mau terusik, orang baru saja tidur pukul enam pagi tadi. Jadi pantas saja tidak akan mendengar apapun dari orang yang ada disekitarnya.
"Mungkin saja" jawab Lexa dengan sendu juga. Dia menatap wajah saudara kembarnya dan mereka berdua mengangguk bersama.
"Kalian berdua mau kemana?" tanya Nando pada kedua anaknya.
"Kami mau keluar Pi, kami tidak mau membuat Mami kecapean lagi. Benar kata Papi jika kamu sudah besar dan tidak boleh manja lagi. Jadi kami mau bermain berdua saja" jawab Lexa dan diangguki oleh Alex.
"Baiklah. Apa kalian tidak mau Papi temani? Papi juga bosan tidak ada teman" ucap Nando menawarkan untuk bermain bersama dengan kedua anaknya.
"Oke Papi. Ayo kita bermain bersama" ucap Alex dengan riang.
Mereka bertiga berjalan menuju taman belakang. Ternyata mereka berdua mengajak Papinya untuk bermain kejar-kejaran juga main bola dan lembar tangkap. Hingga tidak terasa waktu sudah siang, mereka juga sudah sangat kelaparan karena saking semangatnya bermain bersama-sama.
"Oke, ini sudah waktunya untuk makan siang. Kita sudahi dulu main nya" ucap Nando masih dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berlarian dan bermain dengan anak-anak nya.
"Siap Pi" jawab twins kompak. Mereka sepertinya tidak merasakan lelah sedikitpun, nyatanya mereka masih tetap berlarian masuk kedalam rumah.
"Huh, aku jarang olahraga jadinya baru seperti ini saja sudah sangat lelah. Apa lagi semalam habis olahraga ranjang, semakin lemas lah tenagaku" gumam Nando sambil melangkahkan kakinya menuju rumah menyusul kedua anaknya.
.
Ternyata Nindi sudah bangun dan sudah membersihkan dirinya juga. Nindi sudah menyiapkan makan siang untuk mereka semua.
Saat Nando masuk kedalam melihat istrinya yang sudah cantik dan juga segar membuat rasa lelah dan juga lemas nya berkurang. Apa lagi melihat senyumannya yang membuat Nando menjadi klepek-klepek dibuatnya.
"Pi, mandi dulu gih. Habis itu kita makan bersama" titah Nindi pada Nando yang malah berjalan kearah nya.
"Pi, jangan mulai. Kasihan anak-anak jika harus menunggu untuk makan siang bersama" ucap Nindi saat Nando semakin mendekat dan dengan tatapan mesumnya.
"Baiklah sayang. Aku akan mandi sekarang, tapi nanti malam aku menginginkan mu lagi" jawab Nando dengan berbisik dan mengerlingkan sebelah matanya, menggoda Nindi.
"Aku tunggu Pi" ucap Nindi juga menggoda suaminya.
Nando yang tidak tahan akhirnya mengecup bibir Nindi sekilas. Hanya sekilas, karena takut nanti anak-anak nya melihat.
Nando pergi menuju kamarnya dengan sangat ceria, bahkan dia selalu bersiul-siul dan menggerak kan kepalanya kekiri dan kekanan.
Saat Nando sedang membersihkan dirinya, anak-anak sudah selesai mandi dibantu oleh pengasuhnya masing-masing. Mereka berdua sudah didandani dengan sedemikian rupa, hingga mereka berdua sudah terlihat sangat cantik dan juga tampan.
"Terimakasih mbak" ucap Lexa dan Alex bersama-sama pada pengasuhnya.
__ADS_1
"Sama-sama Nona, Aden" jawab pengasuhnya sambil tersenyum.
Mereka berdua berlari menuju ruang makan. Dimana disana sudah ada Nindi dan tidak lama kemudian Nando juga ikut bergabung.
Mereka makan siang dengan sangat lahap. Mungkin karena mereka habis bermain dan juga sangat lapar.
"Pelan-pelan makan nya" ucap Nindi pada ketiga orang yang dia sayangi.
"Iya Mi" jawab mereka bertiga kompak. Lalu mereka melanjutkan makan nya dengan perlahan.
.
"Mi, apa kita akan pergi?" tanya Alex yang melihat Nindi sedang bersiap.
"Iya, apa kalian mau ikut?" ucap Nindi pada keduanya.
"Ikut Mi, kita akan pergi kemana?" tanya Lexa penasaran.
"Kita mau pergi ke mainson Edison, apa kalian tetap mau ikut?" tanya Nindi lagi.
Sedang Nando sedang menyiapkan mobilnya. Nando sedang menghubungi Louis, dia ingin membicarakan sesuatu yang penting katanya. Dan juga tidak hanya mereka saja yang disuruh datang. Ada orang kepercayaan nya yang lain juga.
Nando masih penasaran apa yang akan dibicarakan oleh Tuan nya, dia masih menerka-nerka semuanya. Sedangkan yang didalam Nindi dan kedua anaknya sudah bersiap dan berjalan menuju teras dimana Nando sedang memanaskan mobilnya.
"Sudah siap Pi" ucap Alex yang memang sudah siap sejak tadi.
"Oke, kita berangkat sekarang" jawab Nando dengan membukakan pintu mobil untuk kedua anaknya dan terakhir untuk istri tercinta.
"Thank you Papi" ucap Lexa yang sudah masuk kedalam mobil begitu juga dengan Alex.
"Apa ada masalah Pi?" tanya Nindi memastikan, kenapa tiba-tiba Louis untuk datang kesana.
"Aku juga tidak tahu sayang. Kita lihat saja nanti, disana juga akan ada yang lainnya selain kita" jawab Nando sambil menggenggam tangan Nindi dengan tangan kiri nya. Sedang tangan kanannya untuk menyetir mobil.
.
Dimainson Edison Louis sedang bersama dengan Dion, John dan Casandra membicarakan sesuatu yang sangat penting. Maka dari itu Louis mengumpulkan semua orang kepercayaan nya.
"Apa yang ingin anda bicarakan Tuan?" tanya Dion mewakili dua teman yang lain nya.
"Kita tunggu Nando dulu baru saya akan menjelaskan" jawab Louis sambil menatap lurus kedepan.
Yang lainnya hanya diam dan menunggu Nando datang. Tidak berapa lama kemudian Nando dan keluarganya sudah datang. Mereka disambut oleh Pak Man dan diarahkan menuju ruang kerja Louis.
Sedangkan Nindi dan anak-anak nya bergabung dengan Vita, istri Dion dan juga anak-anak Casandra dan John.
"Kira-kira ada apa ya buk, kenapa Tuan mengajak bertemu dengan kami semuanya?" tanya Nindi pada Vita.
"Saya juga tidak tahu Nin. Lebih baik kita tunggu mereka saja, nanti setelah pertemuan selesai kita tanyakan" jawab Vita sambil tersenyum.
"Baiklah kita tunggu saja" ucap Nindi sambil melihat kearah istrinya Dion yang sedang memangku anaknya.
"Hai, kenalkan nama saya Nindi" ucap Nindi pada wanita cantik blasteran.
__ADS_1
"Hallo, nama saya Cindy" jawab wanita yang mengaku bernama Cindy.
"Senang berkenalan dengan mu" ucap Nindi dan disambut senyuman oleh Cindy.
"Wah, lucu sekali putra mu" ucap Nindi yang melihat putranya Cindy yang begitu menggemaskan.
"Terimakasih" jawab Cindy dengan tersenyum.
"Siapa namamu anak tampan?" tanya Nindi sambil mencolek hidung mancung baby gembul itu.
"My name is Chris Brown" jawab Cindy.
"Hallo Chris" ucap Nindi.
"Oh iya Nin, kenalin juga. Mereka berdua adalah anak-anak dari John dan Casandra" ucap Vita memperkenalkan kedua anak John.
"Ini Joyce dan ini Joyed" ucap Vita lagi.
"Wah lucu-lucu banget mereka. Berapa usianya mereka?" tanya Nindi antusias.
"Mereka menginjak 4tahun. Tidak berbeda jauh dengan twins A" jawab Vita sambil tersenyum pada kedua anak kembar itu.
"Wah... Lucu sekali mereka berdua. Alex dan Lexa harus berkenalan dengan mereka berdua" ucap Nindi sangat antusias ingin memperkenalkan kedua anaknya.
"Ngomong-ngomong kemana anak-anak?" tanya Nindi baru sadar jika kedua anaknya tidak ada ditempat semula.
"Mereka sedang bermain dengan four Z diruang bermain mereka" jawab Vita sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nindi yang tidak pernah berubah.
"Oh, baiklah. Apa Zayn sudah baik-baik saja?" tanya Nindi dengan hati-hati takut Vita tersinggung.
"Alhamdulilah baik-baik saja. Mereka mungkin ikut bergabung dengan Daddy nya" jawab Vita tanpa ekspresi lagi.
"Kalian berdua juga bergabung lah dengan yang lainnya" ucap Vita pada twins J.
Dua anak kembar itu mengangguk dan pergi menuju ruang bermain anak-anak.
.
Jika para wanita sedang sibuk dengan anak-anak nya. Berbeda dengan para pria dan juga satu wanita yang memang selalu ikut, siapa lagi jika bukan Casandra.
"Apa yang terjadi sebenarnya Dad?" tanya Zayn yang memang ingin ikut bergabung dengan para orang dewasa.
"Iya Dad, apa yang terjadi?" tanya Zico juga mewakili yang lainnya.
Louis hanya memberikan beberapa berkas yang harus mereka baca dengan seksama semuanya. Dan juga ada sebuah rekaman yang akan Louis tunjukkan pada mereka semua.
.
.
.
Kira-kira apa ya yang akan ditunjukan oleh Louis???
__ADS_1
Yuk ikuti terus kisahnya...
jangan lupa subscribe, like, vote, komentarnya juga hadiahnya untuk othor receh ini seiklasnya 🤗🤗😉