
Kepala pelayan hanya mengekori Vita dari belakang, dia tidak mau berbuat kesalahan lagi. Apa lagi jika sampai Nyonya rumah marah, bisa berakibat fatal nantinya. Apa lagi dia belum waktunya untuk pensiun dari pekerjaan nya sekarang.
Mau diberi makan apa anak dan istrinya jika dia dipecat secara tidak hormat. Apa lagi kesalahan nya hanya melarang Nyonya nya memasuki dapur dan memasak, bisa-bisa dia benar-benar sangat malu.
"Maafkan saya Nyonya, saya tidak akan mengulangi nya lagi" ucap kepala pelayan yang terus membungkukan badannya terus untuk mendapatkan maaf dari Nyonya nya.
"Iya, jadi berhenti berada dibelakang ku" jawab Vita merasa risih selalu dibuntuti oleh pria paruh baya tersebut.
"Baik Nyonya" ucapnya sambil mundur beberapa langkah dari Vita lebih jauh.
Vita melanjutkan langkahnya untuk mengambil beberapa bahan makanan yang akan dia olah untuk makan siang hari ini.
Vita ingin memasak cumi sambal petai, juga banyak lagi. Dia juga memasak makanan kesukaan nya juga kesukaan suami dan anak-anak nya.
Hari ini Vita ingin memanjakan lidah suami dan anak-anak nya, apa lagi untuk suaminya. Jangan cuman hanya diatas ranjang saja yang bisa dia puaskan.
Begitu pula dengan lidah dan juga perutnya. Walau didalam mainson sudah ada koki professional yang dipekerjakan oleh suaminya, tapi Vita ingin sekali-kali dia yang memasaknya.
Sebelum menikah dengan Louis keseharian Vita memang memasak, selain menjaga anak-anak dan bekerja tentunya. Ini adalah hobi nya jika sedang ada waktu luang, jadi dia manfaatkan untuk memasak.
Setelah berkutat didapur selama hampir satu jam lamanya, Vita selesai dengan semua masakan nya siang ini.
"Kalian ambil lah, ini sangat banyak. Kalian juga bisa mencicipi masakan saya" ucap Vita memerintah pada pelayan nya untuk mengambil sisa makanan yang ditaruh diwadah untuknya makan.
"Saya sengaja masak banyak. Supaya kalian semua ikut memakannya juga, ingat! Harus dimakan dan dihabiskan. Jika tidak maka kalian tau sendiri akibatnya" ucap Vita, penuh dengan ancaman didalamnya.
Semenjak setiap hari selalu tidak boleh melakukan kegiatan apapun oleh Louis selama beberapa tahun kebelakang. Sekarang dia tidak bisa lagi, apa lagi pekerjaan kantor juga selalu Louis yang mengarjakan nya juga.
Jadi mau tidak mau, sekarang Vita melakukan apa yang dia inginkan. Seperti memasak seperti saat ini.
"Baik Nyonya" jawab mereka kompak.
Mereka semua kompak untuk mengambil makanan bagiannya masing-masing. Begitu pula dengan para penjaga dan para supir yang bertugas.
Mereka awalnya merasa takut dan juga segan, apa lagi ini adalah masakan Nyonya nya sendiri. Mereka semua benar-benar sangat takut, jika menolak. Bukan hanya kemarahan dari Nyonya nya saja, tapi kemarahan Tuan nya yang lebih mengerikan dari apapun juga.
.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Vita menyembulkan kepalanya mengintip suaminya yang sedang berada didalam ruang kerjanya didalam mainson.
"Boleh aku masuk Dad?" tanya Vita sebelum memasuki ruangan kerja suaminya.
"Masuklah honey, kenapa selalu harus minta izin ku dulu hmm?" jawab Louis sambil menampilkan senyuman dibibirnya.
"Dad, apa Daddy tidak menjemput anak-anak skolah?" tanya Vita sambil melangkah menuju suaminya yang sedang duduk.
"Sudah jam berapa ini honey?" tanya Louis tanpa mengalihkan pandangan nya dari wajah istrinya yang sangat cantik itu.
"Sudah waktunya untuk makan siang Dad. Bagaimana jika mereka menunggu mu untuk menjemput nya?" jawab Vita sambil menarik tangan Louis yang berada diatas meja.
"Baiklah honey, aku akan menjemput nya sekarang juga" ucap Louis sambil beranjak dari duduknya.
"Hati-hati Dad, jangan mengebut dijalanan" ucap Vita memperingati Louis yang seperti biasa jika sedang terburu-buru akan mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan.
Dia akan melakukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Makanya Vita merasa was-was akan berfikir macam-macam kepadanya.
Louis benar-benar mendengarkan apa yang diucapkan oleh Vita, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ternyata waktunya sangat pas. Begitu Louis sampai anak-anak keluar kelasnya masing-masing untuk segera pulang.
"Apa Daddy terlambat?" tanya Louis begitu anak-anak nya menghampirinya.
"No Dad, sangat pas" jawab Zia sambil mengacungkan kedua ibujari nya.
"Oke, kita harus segera pulang. Jika tidak maka Mommy akan sangat marah" ucap Louis mengajak anak-anaknya segera masuk kedalam mobilnya.
Saat diperjalanan seperti biasa, Zayd akan selalu berceloteh menceritakan apa saja yang dia lakukan dan bahkan dia juga menceritakan jika tadi ada yang mengganggu nya.
Louis yang mendengarnya begitu emosi, Louis mencengkram stir mobilnya dengan sangat erat mendengarkan cerita dari Zayd. Bagaimana dia tidak marah jika salah satu anaknya ada yang membuatnya menangis. Sebenarnya Louis ingin mencari tau siapa orang tuanya, supaya bisa melakukan hal yang sama pada mereka.
Jika saja Zayd tidak bilang jika anak-anak yang mengganggunya sudah diatasi oleh kakak dan juga abangnya. Louis sangat senang, ternyata anak-anaknya mendengarkan semua yang dia katakan. Jika harus saling melindungi satu sama lain.
Setelah menempuh perjalanan yang singkat mereka sampai didepan mainson dengan selamat. Louis seperti biasa membukakan pintu untuk anak-anak nya.
"Oke boy, jangan menceritakan kejadian waktu kamu diganggu oleh anak-anak lain pada Mommy. Mommy pasti akan sangat sedih jika mendengarnya, jadi cukup Daddy yang tau. Oke" ucap Louis pada Zayd sambil mensejajarkan tingginya dengan Zayd.
__ADS_1
"Oke Dad" jawab Zayd sambil mengangkat tangannya jari telunjuk dan ibujari nya membentuk huruf O.
"Good boy, ayo sekarang kita masuk" ucap Louis mengajak anak-anaknya untuk masuk kedalam mainson.
Vita yang mengetahui jika anak-anak nya sudah datang langsung menyambut nya. Seperti hari-hari biasanya memang selalu seperti itu.
"Kalian ganti pakaian kalian dulu, setelah itu kita makan bersama" ucap Vita pada anak-anak nya.
"Oke Mom" jawab mereka, lalu mereka semua menuju kamarnya masing-masing untuk berganti pakaian.
Setelah selesai mereka semua bergabung dimeja makan. Mereka semua kompak untuk mengambil makanannya, mereka semua mengernyitkan kening mereka. Pasalnya ini tidak seperti biasanya makanan yang mereka makan.
"Ayo makan. Kenapa semuanya menjadi diam?" tanya Vita pada anak-anak nya juga suaminya yang diam saja melihat menu makan siang nya kali ini.
"Tidak, kenapa hari ini berbeda?" tanya Louis penasaran.
"Memang berbeda. Jadi cobalah lebih dulu, jika tidak suka maka tidak akan memasak lagi" jawab Vita sambil tersenyum kecut.
"Baiklah" terdengar seperti terpaksa jawaban Louis.
Berbeda dengan anak-anak, mereka sudah tau masakan Mommy nya. Dan dugaan anak-anak nya benar, jika ini memang masakan Mommy nya.
Anak-anak sebenarnya ingin bilang jika mereka semua sangat merindukan masakan Mommy nya yang selalu membuat mereka sangat ketagihan. Walau terlihat biasa saja dan terkesan tidak enak.
Mereka makan dengan tenang. Ternyata Louis sudah menambah nasinya kembali, dia sangat menikmati masakan sederhana itu dengan sangat lahap. Begitu pula dengan anak-anak. Hingga semua masakan yang ada diatas meja sudah habis tak bersisa.
Setelah selesai Louis langsung bertanya pada kepala pelayan.
"Siapa yang memasak makan siang yang enak ini? Tidak seperti biasanya koki disini masak seperti saat ini?" tanya Louis to the point.
"Sebenarnya... Sebenarnya, yang memasak makan siang hari ini adalah Nyonya. Tuan" jawab kepala pelayan takut-takut.
Louis langsung menatap istrinya yang sedang memakan salad buah sebagai pencuci mulut. Menyadari bahwa Louis memandanginya, Vita langsung menoleh dan tersenyum.
Louis sangat terkejut, pantas saja sejak awal istrinya selalu ingin memasak untuknya dan anak-anak. Ternyata masakan Vita mang seenak itu.
"Honey, thank you honey. Ini adalah yang terlezat. Yang pernah aku makan" ucap Louis sambil menggenggam tangan Vita.
"Sama-sama Dad" jawab Vita dengan senyuman.
__ADS_1
"Kami selesai Mom Dad. Kami akan bermain dulu" ucap Zoya sambil mengajak adik-adiknya pergi dari meja makan.