Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Tatapan yang mengerikan


__ADS_3

Louis menghubungi orang kepercayaan nya yang lain. Dia adalah seorang wanita cantik dan juga sangat sexy. Dia bernama Casandra yang biasa dipanggil Sandra.


Jangan salah, walau berpenampilan sangat cantik dan juga sexy. Tidak dengan sifat aslinya yang seratus delapan puluh derajat berbanding terbalik dengan penampilannya.


"Halo Tuan" ucap Sandra disebrang sana.


"Kau kembalilah, ada tugas baru untukmu" jawab Louis langsung setelah mendengar jawaban dari Sandra.


"Baik Tuan" jawabnya setelah mendengar perintah langsung dari Tuan nya.


Louis langsung mematikan panggilan ponselnya setelah mendengar jawaban dari Sandra. Lalu meletakkan ponselnya begitu saja diatas meja dekat sofa.


Louis melangkah menuju brangkar istrinya yang masih terlelap. Louis ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya sambil memeluknya, memindahkan kepala Vita dilengannya dan memberikan rasa nyaman.


Louis tertidur juga sambil memeluk tubuh Vita, Vita malah semakin menelusupkan wajahnya didada bidang suaminya yang terasa sangat nyaman.


Pada saat mereka sedang tertidur lelap, dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Vita saat ini.


"Lakukan tugas kalian dengan benar, jangan sampai membangunkan tidurnya istriku" ucap Louis masih memejamkan matanya.


Dokter yang akan membalikkan badannya, langsung menuju brangkar pasien nya. Dia menyuruh seorang perawat untuk memeriksa lukanya, karena sudah waktunya untuk ganti prebannya.


"Bagaimana keadaan nya saat ini?" tanya Louis lagi.


"Luka luarnya sudah agak mengering Tuan. Tapi dalamnya masih belum, masih membutuhkan perawatan intebsif" jawab seorang perawat yang sedang mengganti prebannya.


"Aw" reflek mengaduh saat seorang suster sedang membersihkan lukanya.


"Kau! Kau sudah menyakitinya" ucap Louis dengan tatapan yang mengerikan.


"Maafkan saya Tuan, saya hanya membersihkan lukanya saja. Setiap ganti prebannya pasti harus disterilkan dulu" ucap suster tersebut sambir gemetaran tidak berani memandang wajah Louis yang terlihat menyeramkan.


"Sudah selesai Tuan" ucapnya lagi setelah membersihkan peralatan medisnya.


"Kalian boleh pergi sekarang!" ucap Louis masih menahan amarahnya yang akan meledak.


Vita ternyata masih terlelap, mungkin karena pengaruh obat yang dia minum tadi. Dia benar-benar pulas, apa lagi berada dalam pelukan suaminya yang sangat hangat.


"Honey, kau memang sangat spesial" ucapnya sambil mengecup keningnya.


"I love you honey" tak henti-hentinya Louis mengucapkan kata-kata cintanya.


Vita dalam tidurnya juga tersenyum dan memeluk tubuh suaminya semakin erat.

__ADS_1


"Kamu sangat menggemaskan honey" ucap Louis semakin mengeratkan pelukannya.


.


Nando masih mengerjakan pekerjaan yang sangat banyak. Sebentar lagi waktunya untuk pulang, Nando sedang nembereskan berkas-berkas yang berserakan diatas mejanya.


Dia melihat kearah Dion yang masih berkutat dengan semua berkas-berkas nya. Dion yang menyadari jika ada yang memperhatikannya menoleh.


Nando lalu beranjak menuju ketempat Dion. Dan segera bicara "Saya harus pulang, jika kamu ingin pulang sekarang juga tidak apa-apa. Ini memang sudah waktunya untuk pulang. Jika masih mau melanjutkan pekerjaan nya, dihitung lembur" ucap Nando memberi penjelasan.


"Saya masih akan disini dulu. Saya masih ingin mempelajari semua ini, jika sudah selesai saya akan segera pulang" jawab Dion.


"Baiklah jika begitu, jika butuh sesuatu bilang pada OB yang sedang lembur juga. Jika tidak ada bilang security yang sedang nertugas" ucap Nando menjelaskan pada Dion.


Dion hanya mengangguk kan kepalanya saja, dia tidak mau mengecewakan Tuan nya yang sudah memberikan kepercayaan untuk bisa berubah menjadi lebih baik lagi.


Nando melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang ramai lancar.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari duapuluh menit dia sampai didepan rumahnya. Saat Nando turun dari mobilnya dia sudah melihat pemandangan yang sangat indah.Dimana istri dan anak-anaknya menyambutnya diteras rumahnya.


"Assalamualaikum, kesayangannya Papi" ucap Nando saat sudah ada didepan istri dan anak-anaknya.


"Wa'alaikum salam, Papi" jawab Nindi menirukan suara anak kecil, sambil melambai-lambaikan tangan baby Lexa.


"Iya dong Papi, masa mau nyambut Papi masih bau sih" jawab Nindi lalu menggandeng tangan Nando membawanya masuk kedalam.


"Gimana hari ini sayang, apa mereka rewel?" tanya Nando.


"Ya, seperti biasa. Mereka berdua akan selalu berebut aku Pi" jawab Nindi, sambil membantu Nando membuka jas dan juga dasinya.


"Apa mereka berdua akan selalu seperti itu hingga besar nanti?" tanya Nando merasa cemas.


"Mudah-mudahan tidak Pi, aku akan selalu memberikan nya pengertian pada mereka berdua" jawab Nindi mencoba menenangkan kepanikan Nando.


"Iya sayang, terimakasih untuk segalanya" ucap Nando sambil memeluk pinggang istrinya.


"Sama-sama Pi, Papi mandi dulu gih. Setelah mandi kita bermain bersama anak-anak" jawab Nindi.


Nando langsung menurut, dia melangkah menuju kamar mandi. Setelah sepuluh menit Nando keluar sudah sangat wangi, wangi sabun dan sampo yang menguar diindra penciuman Nindi.


Nindi meminta Nando untuk sedikit menundukkan kepalanya. Nindi mengeringkan rambut Nando yang masih basah dengan handuk kecil.


"Papi kebiasaan, jika habis mandi pasti tidak langsung mengerlingkan rambutnya" ucap Nindi sambil menggosok rambut Nando dengan handuk.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, maaf. Tapi aku memang sengaja, ingin kamu yang melakukannya. Aku sangat merindukanmu" ucap Nando sambil memeluk pinggang istrinya, supaya lebih dekat dengan nya.


"Papi ini, ada-ada saja sih" ucap Nindi sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah selesai, sekarang Papi pakai bajunya" ucap Nindi sambil memberikan baju ganti untuk suaminya.


"Biarkan seperti ini dulu sayang. Aku sangat lelah hari ini" ucap Nando sambil menelusupkan wajahnya diceruk leher Nindi.


Nindi hanya diam saja, dia hanya mengusap punggung suaminya supaya lebih menenangkan lagi. Nindi juga terbawa suasana yang menenangkan, Nindi juga merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya.


Nindi merasa beban yang ada dalam dirinya keluar begitu saja setelah mendapatkan pelukan.


.


Louis juga melakukan hal yang sama, dia tidak pernah melepaskan pelukannya. Sudah beberapa hari berada dirumah sakit, keadaan Vita semakin membaik.


Hari ini rencananya Vita sudah dibolehkan untuk pulang oleh dokter. Vita senang bukan main, akhirnya dia bisa pulang juga. Dia sudah sangat merindukan anak-anak nya dirumah. Mereka juga pasti sudah sangat merindukan nya juga.


"Kenapa honey?" tanya Louis sambil memeluk pinggang istrinya.


"Tidak ada Dad, aku hanya merasa senang saja. Kita sebentar lagi akan segera bertemu dengan anak-anak" jawab Vita tak henti-hentinya tersenyum.


Senyuman yang membuat Louis semakin tergila-gila terhadapnya. Membuat seorang Louis Edison menjadi bucin akut.


"Tentu honey. Aku juga sudah merindukan mereka semua" ucap Louis semakin mengeratkan pelukannya. tangannya juga tidak bisa diam, selalu menjalar kesana kemari pada tubuh Vita.


"Dad, kondisikan tangannya" ucap Vita memperingati suaminya supaya tangannya bisa diam.


"Diamlah honey, aku sangat merindukan mereka" ucapnya sambil memainkan kedua bukit yang selalu menjadi paforitnya.


"Iya, tapi yang dibawah sudah tidak bisa dikondisikan Dad. Apa kita lakukan disini saja?" ucap Vita sambil mengerling nakal.


"No honey, aku tidak mau menyakitimu. Kamu belum sembuh, aku akan menahan nya, aku hanya ingin seperti ini" jawab Louis sambil menelusupkan wajahnya didepan bukit yang sangat menantang.


"Terserah Daddy saja, aku akan diam dan menikmatinya" ucap Vita sambil terkekeh akan ucapannya sendiri.


Louis yang sedang memainkan dengan mulutnya langsung ikut tersenyum juga mendengar ucapan istrinya.


"Honey, aku menginginkan nya" ucap Louis dengan suara seraknya.


"Aku juga bilang apa" jawab Vita sambil tersenyum mengejek suaminya.


"Lakukanlah Dad, tapi perlahan" ucapnya lagi memberikan ijin pada Louis.

__ADS_1


Louis tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sebelum akhirnya pulang ke mainson.


__ADS_2