
Louis masih berbicara dengan Zayn. Berbicara dengan Zayn memang seperti berbicara dengan orang dewasa pada umumnya, dia begitu masuk kedalam pembicaraan dan juga merancang strategi untuk menjebak klan nya.
Strategi Zayn memang sangat bagus. Dimana dia akan meretas semua malware protection mereka tanpa mereka sadari. Dan jika sudah tahu semuanya tentang klan mereka, maka penyerangan akan lebih mudah.
Zayn dengan lincah berselancar diatas keyboard, sepertinya jari-jarinya terbuat dari karet yang elastis. Tiba-tiba Zayn tersenyum senang.
"Kenapa boy?" tanya Louis tidak mengerti.
"Mereka memakan umpan yang ku berikan Dad. Ternyata mereka semua hanya mengandalkan otot saja dibandingkan dengan otak. So, akan sangat mudah membaca gerak-gerik mereka semua. System yang mereka punya sudah berada ditangan ku Dad" jawab Zayn dengan seringai devil nya.
"Kita jangan menganggap remeh lawan boy. Mungkin saja ini adalah jebakan untuk kita, mana tahu kita yang masuk perangkap mereka" ucap Louis yang sudah tahu sepak terjang klan mereka.
"Tenang saja Dad, jika mereka bisa meretas balik. Maka yang mereka temukan hanyalah sebuah virus yang akan membuat mereka merusak system mereka sendiri. Aku sudah menguji coba semua yang ku punya dan yang ku ciptakan tidak akan pernah gagal Dad" jelas Zayn.
Dia memang sudah menyelidiki luar dan dalam para klan mereka. Zayn sebenarnya sudah bertindak sebelum Louis mengetahui bahwa klan nya membuat masalah dengannya. Zayn bahkan sudah mempunyai anggota nya juga, tanpa sepengetahuan dari kedua orang tuanya mau pun saudara nya.
Bahkan Zayn sudah menelusupkan salah satu anggota terhandal nya untuk bisa membaca situasi yang ada disana. Maka nya Zayn sangat tenang dibuatnya.
"Boy, kamu ini masih anak-anak dan bahkan usiamu saja belum genap tujuh tahun. Tapi kemampuan mu sudah melebihi Daddy dan orang dewasa lainnya. Apa yang sudah kamu rencanakan sebenarnya boy?" tanya Louis penuh selidik menatap putranya yang sedang sibuk memandangi layar monitor didepan nya.
"Aku tidak melakukan apapun Dad, aku hanya merusak system nya saja sampai mereka kapok. Terutama big bos nya yang sangat bodoohh dalam masalah IT atau virus" jawab Zayn dengan santai dan sekarang senyuman nya terlihat sangat mengerikan.
Louis hanya diam dan memperhatikan gerak-gerik putra jenius nya satu ini. Dia tidak bisa dianggap remeh, walau dia masih kecil dan usianya masih dibawah sepuluh tahun. Tapi otaknya sangat brilliant.
"Okay Dad, everything is done. So, aku harus istirahat untuk memulihkan tenaga ku. Daddy jangan bertindak gegabah, jika tidak mau gagal dan semuanya rencana yang sudah kita buat menjadi kacau. Lebih baik Daddy juga istirahat untuk menyambut hari esok" ucap Zayn sambil beranjak keluar dan membawa laptop nya.
"Anak itu memang sangat misterius. Aku saja sudah bisa dikalah kan olehnya. Semoga saja semuanya berjalan dengan sempurna dan tanpa kendala apa pun" gumam Louis yang mengikuti Zayn keluar dari ruangan rahasia mereka berdua.
Karena ruangan itu hanya mereka berdua saja yang tahu. Semua penghuni mainannya dan orang kepercayaan Louis sendiri tidak tahu, yang mereka tahu hanyalah gudang yang masih terpakai untuk menyimpan barang.
Saat Louis sudah keluar dan menuju ruang keluarga, ternyata Nando, Dion, John dan Sandra masih berada disana. Dan ternyata anak-anak mereka sedang bermain bersama terkecuali Zayn dan Zico tentunya.
__ADS_1
Mereka berdua mana mau bergabung dengan anak-anak yang lain. Mereka ternyata sedang berada dikamarnya masing-masing. Jika Zayn memang sedang beristirahat, berbeda dengan Zico yang sedang mengutak-ngatik layar laptop nya.
Zico baru menyadari jika dia sedang dibuat pusing oleh perangkat malware yang sudah dibobol oleh Zayn.
"Sial. Pantas dia tenang-tenang saja, ternyata dia sudah melakukannya lebih dulu. Awas kau Zayn... Aku akan memberikan mu pelajaran" ucap Zico menggerutu kesal akibat ulah adiknya yang tidak ada ahlak.
Zico langsung menuju kamar Zayn yang berada disamping kamarnya. Zico langsung masuk tanpa mengetuk pintu atau apa pun itu.
"Z, apa yang sebenarnya kamu rencanakan? Kenapa system mereka sudah kamu kendalikan?" tanya Zico to the point.
"Seperti yang abang ketahui" jawabnya tanpa membuka matanya.
Karena saat ini Zayn memang sedang merebahkan tubuh nya. Dia juga sebenarnya sudah tertidur, jika tidak ada yang memasuki kamarnya maka dia akan terlelap hingga sore hari.
Zayn memang sangat sensitive akan suara. Bahkan suara sekecil apapun akan terdengar olehnya, maka dari itu senyenyak-nyenyak nya dia tertidur. Jika ada suara maka dia akan terbangun.
.
Sedangkan diruang keluarga para anak-anak sedang asik bermain dan para orang tua sedang berdiskusi kembali. Sekarang Louis akan menceritakan semuanya pada Vita, dia tidak mau jika istrinya akan salah faham nantinya.
"Jadi maksud Daddy kita semua dalam bahaya begitu?" tanya Vita memastikan semuanya benar.
Begitu juga dengan Nindi. Ternyata Nindi baru tahu jika Louis menyuruhnya berkumpul untuk membahas masalah ini. Sebenarnya Nindi tidak ingin jika suaminya sampai terlibat adegan berbahaya nantinya. Tapi mau bagaimana lagi jika Tuan besar sudah berkehendak.
"Iya honey, tapi aku sudah punya rencana yang sangat matang. Dan juga resiko nya sangat kecil, jadi kamu jangan berfikiran yang macam-macam. Karena semuanya akan baik-baik saja" jelasnya pada Vita.
"Baiklah, aku percaya pada mu Dad. Semoga apa pun rencana Daddy akan dilancarkan, dan semuanya baik-baik saja" jawab Vita dengan lesu. Tapi dia tetap mendukung suaminya.
"Nyonya tidak perlu khawatir, karena kami juga akan ikut turun tangan langsung" ucap Sandra menimpali ucapan Louis.
"Ya, aku percaya pada kalian semua. Semoga semuanya baik-baik saja" jawab Vita.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong ini sudah waktunya untuk anak-anak tidur siang. Kasihan mereka jika tidak tidur siang saat ini. Nanti mereka bermain nya tidak bersemangat" ucap Vita yang langsung beranjak dari duduknya untuk menyuruh anak-anak nya untuk tidur.
"Four Z, ini sudah waktunya untuk tidur siang. So, kalian semua harus pergi kekamar masing-masing untuk tidur siang sekarang juga" titah Vita pada keempat anaknya.
"Yes Mom" jawab mereka semua kompak.
Begitu juga dengan anak-anak dari semua bawahan Louis sudah merengek ingin tidur siang juga. Dan Vita menyuruh mereka untuk menempati kamar tamu yang ada di mainson.
Dan mereka semua istirahat dikamarnya masing-masing. Begitu pula dengan Louis dan Vita yang memasuki kamarnya juga.
"Honey, aku sangat merindukan mu" ucap Louis saat sudah masuk kedalam kamar nya.
"Dad, ini masih siang dan diluar sedang panas sekali" ucap Vita yang sedang menolak keinginan suaminya yang sudah ingin memakan nya.
"Ayolah honey, dia sudah bangun dan ingin pulang kedalam sarang nya" ucap Louis dengan suara seraknya menahan hasraaatt nya.
"Lakukan lah Dad. Aku juga sudah sangat merindukan mu juga" ucap Vita sambil mengalungkan tangannya dileher Louis dan langsung mencium bibir tebal dan sexy milik suaminya.
"Lakukanlah honey" ucap Louis sambil mendessaah tidak karuan karena Vita sedang memanjakan senjata Louis yang sudah sangat menantang.
Akhirnya mereka melakukan olahraga ranjang pada siang hari yang cerah itu. Louis sudah sangat mendominan menguasai tubuh istrinya yang sudah sangat polos. Louis sudah melakukan berbagai macam gaya.
Dia benar-benar melakukan nya seperti sedang membuat gorengan yang dibolak balik supaya tidak gosong. Vita hanya mendessaah nikmat dibawah kungkungan seorang Louis Edison yang sangat perkassa.
Louis terus melakukannya dengan sangat lembut dan penuh gairraah tentunya. Bahkan hanya suara-suara kenikmatan saja yang terdengar didalam kamar utama itu.
Dan ternyata tidak hanya pemilik mainson saja yang sedang bergelut dibawah selimut tebalnya. Tiga pasangan lainnya juga melakukan hal yang sama, dimana mereka mencari kepuasan nya masing-masing.
Hingga suara eraangaan panjang dari keempat laki-laki itu melepaskan pasukan kecebong nya untuk memasuki kawasan dimana akan ada yang menyambut mereka.
Louis juga sudah selesai dengan ritual nya lalu menggulingkan diri disamping Vita yang sama sedang mengatur nafasnya yang naik turun akibat percintaannya yang sangat memabuk kan.
__ADS_1
"Thank you honey" ucap Louis sambil memeluk tubuh polos istrinya dan mengecupi kening istrinya.
Vita hanya diam saja menerima semua perlakuan manis dari Louis. Dia tidak memungkiri jika dia sudah sangat mencintai seorang Louis Edison yang datar dan dingin tanpa ekspresi itu. Dan mereka berdua tidur lelap saling berpelukan pada siang hari menjelang sore.