
Mereka semua seakan tau jika Mommy dan Daddy nya butuh waktu untuk berduaan.
"Honey, jadi semua ini kamu yang memasaknya?" tanya Louis setelah selesai makan dan sudah berada diruang keluarga.
"Iya, memangnya kenapa? Apa ada yang salah jika aku memasak?" jawab Vita sambil bertanya juga pada Louis.
"Bukan begitu honey, aku memang belum pernah merasakan masakan kamu. Makanya aku kaget pas makan, rasanya lain dan juga lebih enak dibandingkan dengan masakan koki disini" jelas Louis panjang lebar.
"Bagaimana mau merasakan. Aku kedapur saja tidak boleh! bagaimana mau masak. Tadi saja aku mengancam Pak Man dulu sebelum memasuki dapur" gerutu Vita pada Louis.
"Iya honey maafkan aku. Aku yang sudah menyuruh Pak Man supaya tidak membiarkan kamu kelelahan. Maka dari itu aku mewanti-wanti nya supaya tidak membiarkan kamu masuk dapur, apa lagi harus memasak" ucap Louis menjelaskan semuanya.
"Kamu fikir aku ini orang sakit? Pesakitan gitu! Sampe tidak boleh kelelahan segala. Aku hanya memasak, sisanya pelayan yang mengurus" ucap Vita masih kesal akan sikap suaminya.
"Kamu lihat sendiri kan, bagaimana lahapnya anak-anak dan juga kamu. Seharusnya kamu sadar itu Dad, aku ingin seperti dulu lagi. Mengerjakan apa yang bisa aku kerjakan, selama ini aku bosan tidak melakukan apapun" jelas Vita sambil menahan emosinya yang sudah naik.
"Aku kecewa padamu Dad" ucap Vita dan langsung beranjak pergi menuju kamarnya.
Louis benar-benar dibuat kalangkabut oleh sikap Vita saat ini. Apa benar istrinya merasa dikekang, dan merasa jika dia adalah orang sakit-sakitan. Sehingga Louis tidak memperbolehkan dia untuk memasak.
Sebenarnya Louis kira jika Vita tidak bisa memasak. Makanya dia tidak memperbolehkan Vita untuk masuk kedalam dapur, apa lagi harus memasak.
Louis menyusul Vita masuk kedalam kamar. Louis melihat Vita sedang berdiri membelakangi pintu, dia sedang melihat jendela yang menampakkan pemandangan taman belakang yang sangat indah.
Louis langsung menghampiri dan memeluknya dari belakang. Louis mengeratkan pelukannya pada pinggang istrinya, dia juga menaruh dagunya dipundak kanan istrinya.
"I'm sorry honey. Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin kamu menjadi ratu dimainson ini juga ratu dihati aku dan anak-anak. Itu saja, aku benar-benar tidak mau kamu cape memasak jika aku sudah menyewa koki terkenal juga" jelasnya masih mengeratkan pelukannya.
"Mulai sekarang dan seterusnya, jika kamu ingin memasak atau melakukan kegiatan apa pun itu. Lakukanlah, aku tidak akan melarang nya. Aku hanya berpesan, jika kamu jangan sampai sakit karena kelelahan. Harus memasak dan juga mela*ani aku tentunya" ucap Louis malah merambah ke hal yang iya iya.
"Kamu ini Dad, pasti saja menjurus kesitu terus. Apa tidak bosan? Apa lagi mungkin bentuknya sudah berubah akan ulahmu itu" gerutu Vita sambil mencubit lengan suaminya yang masih memeluknya.
"Iya memang benar kan? Jika sampai kamu kelelahan dan sakit, maka harus patuh dengan seluruh peraturan yang sudah aku buat. Oke honey" jawab Louis sambil membalikkan badan istrinya.
__ADS_1
"iya aku akan mengingat nya Dad" ucap Vita sambil mendongak menatap wajah tampan suaminya.
"Thank you honey" ucap Louis lalu menarik pinggang Vita hingga mendekat kepadanya.
.
Berbeda dengan Louis dan Vita. Dikota K Rudi sudah sampai dirumah yang dia sewa. Lebih tepatnya kontrakan.
Rudi merebahkan badannya dikasur sambil menatap langit-langit kamarnya. Esok hari adalah hari pertamanya bekerja, dia ingin melebarkan sayap bisnisnya lebih lebar lagi.
Setelah dia sudah beristirahat sejenak, dia beranjak keluar untuk melihat suasana dikota yang dia tinggali sekarang.
"Suasana nya masih sangat asri dan juga sejuk. Ini sangat indah suasana nya, apa lagi didekat sini juga ada perkebunan. Pasti akan menambah kesan yang sangat menakjubkan" gumam Rudi sambil berjalan kaki menyusuri jalanan sepi ditempatnya tinggal sekarang.
Bruk
"Aw" pekik seseorang yang bertabrakan dengan Rudi.
"Aduh, maaf masf. Saya tidak sengaja" ucap Rudi padanya dan membantu membangunkan orang tadi yang sedang duduk kesakitan.
"Saya kan sudah minta maaf mbak, lagi pula dimana-mana jalan itu pake kaki bukan pake mata" jelas Rudi yang sudah membantu mbak-mbak yang dia tabrak.
"Sama saja! Aduh, sial banget sih hidup gue. Tadi diusir sekarang ditabrak. Lengkap sudah penderitaan gue" gerutu wanita itu.
Dia pergi begitu saja, bahkan sembari menggerutu tidak jelas. Rudi hanya menggelengkan kepalanya, dia masih bingung dengan kejadian tadi.
"Wanita yang aneh" gumam Rudi sambil melangkahkan kakinya untuk melanjutkan jalan-jalan nya.
Disaat sudah disebuah cafe Rudi masuk dan ingin bersantai pada sore hari itu. Pada saat bersamaan juga ada seorang wanita yang tiba-tiba datang dan duduk ditempat yang sama dengan Rudi.
"Hey, kamu lagi. Kenapa sih dikota seluas ini masih saja bertemu dengan orang ini lagi... Apa nggak ada gitu yang lain seperti Lee Min Ho atau Kim Hyun Joong, kenapa harus dia lagi sih" gerutu seorang wanita yang tadi tidak sengaja Rudi tabrak.
"Memangnya kenapa dengan saya Nona? Anda yang mengikuti saya. Saya jelas-jelas duduk lebih dulu disini. Kenapa anda yang menggerutu? Dasar wanita aneh" ucap Rudi tidak kalah sinis.
__ADS_1
"Hey. Jelas-jelas saya yang duduk disini lebih dulu. Dan lihat, disini penuh tidak ada tempat kosong lagi. Atau mata anda sedang bermasalah ya? Makanya tidak melihat orang segini banyak nya" jawab wanita itu dengan nada yang sangat sinis.
"Terserah anda Nona, yang jelas saya yang lebih dulu disini. Jadi tempat ini tempat saya, anda lebih baik pergi dari sini" ucap Rudi dengan sangat jelas.
"Dasar laki-laki kurang a*ar, bisa-bisa nya ngusir gue. Awas aja nanti, gue jadiin dadar gulung" ucap wanita itu sambil berlalu pergi dari cafe tersebut.
"Dasar wanita aneh. Sudah menggerutu tidak jelas ngata-ngatain lagi. Semoga aku tidak bertemu dengan nya lagi" gumam Rudi, berdo'a supaya tidak bertemu dengan wanita aneh itu lagi.
Sedang sang wanita melangkahkan kakinya menuju sebuah taman yang masih diarea cafe. Dia duduk dengan santainya menghilangkan penat didalam fikiran nya. Dia juga sambil membawa-bawa laptop nya, sepertinya dia sedang mengerjakan sesuatu didalam situ.
"Akhirnya, gue bisa menyelesaikan skripsi gue. Semoga saja gue kepilih untuk pindah ke kantor pusat. Supaya gue bisa ngembangin bakat gue dalam bekerja. Amiiinn" ucapnya setelah menyelesaikan skripsinya.
"Kurang asem banget tuh si Lulu, mentang-mentang sudah ada doi gue ditinggalin begitu saja. Tapi gue seneng juga, akhirnya sahabat gue bisa ikut bahagia sama kaya Soraya" gumamnya sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan foto mereka bertiga.
Jika wanita itu sedang bergumam sambil menatap foto dilayar ponselnya. Berbeda dengan Rudi yang sedang menikmati secangkir cappuccino dan juga cheesecake yang dia pesan.
"Disini tempatnya enak juga untuk nongkrong, apa lagi para anak muda. Memang sangat cocok, tempatnya juga bersih, makanan dan minuman nya juga enak. Bahkan lebih enak, jadi pengen sering-sering kesini untuk menikmati waktu luang" gumam Rudi sambil melihat sekeliling cafe yang sangat ramai. Mungkin karena ini weekend mungkin jadi sangat ramai.
"Sebelumnya aku belum pernah menikmati suasana seperti ini waktu disana. Mungkin karena sibuk jadi tidak ada waktu untuk santai seperti ini. Mulai saat ini aku harus memulai menikmati hidup ini, supaya hidup ku tidak terlalu monoton" gumamnya lagi sambil terus menikmati cheesecake nya hingga habis tak bersisa.
Ternyata wanita tadi juga memesan makanan yang sama dengan Rudi. Mungkin kesukaan nya juga sama. Rudi memesan cheesecake lagi, entah karena rasanya yang enak atau dia sedang lapar. Hingga Rudi nambah cheesecake nya.
.
.
.
Siapa ya wanita yang sudah dua kali bertemu dengan Rudi?...
Atau jangan-jangan itu jodohnya?...
Jangan lupa subscribe juga hadiahnya untuk othor receh ini...
__ADS_1
Tinggalkan like, vote dan komentarnya...