Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Tertusuk


__ADS_3

Benar saja orang yang sejak tadi melihat mereka langsung berjalan dengan cepat menuju dua orang yang sedang berjalan ditepi pantai. Siapa lagi jika bukan Vita dan Louis, mereka berdua tidak menyadari jika ada seseorang yang akan mencelakainya. Ya, orang itu berlari dengan sangat cepat dan tiba-tiba.


Bless


Srak


Suara sesuatu yang ditikam benda tajam. Louis reflek menahan supaya Vita tidak jatuh, dia langsung memeluk tubuh istrinya yang bersimbah darah lalu membawanya kedalam mobil untuk segera mendapatkan pertolongan pertama.


Sedangkan orang yang menusuknya langsung dikejar oleh para bodyguard yang disuruh Louis. Louis sangat panik melihat begitu banyak darah yang keluar, dia menekan luka tusukan dengan kain yang ada dimobil.


Louis mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, dia ingin segera kerumah sakit terdekat. Apa lagi melihat kondisi Vita yang semakin pucat, mungkin karena mengeluarkan banyak darah.


"Plis honey, bertahanlah" ucapnya berlinang air mata.


"Ku mohon, bertahanlah. Sebentar lagi sampai" ucap Louis benar-benar merasa sangat rapuh.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Louis sudah sampai didepan lobby rumah sakit. Louis langsung menggendong Vita menuju ruangan UGD dibantu oleh perawat. Dokter sudah datang dan memeriksa kondisi Vita.


"Keluarga pasien" ucap seorang suster menghampiri Louis yang berdiri tidak jauh dari pintu ruangan UGD.


"Iya, ada apa? Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Louis saat melihat suster yang keluar dari ruangan UGD.


"Istri anda kehabisan banyak darah, dan lukanya juga cukup dalam. Dokter menyarankan supaya melakukan tindakan operasi secepatnya" ucap suster yang memberi tahu Louis.


"Lakukan yang terbaik" jawab Louis dengan wajah datarnya.


"Baik, mari mengurus persetujuan secepatnya. Supaya dokter bisa cepat mengatasinya" ucap perawat memberi arahan.


Louis tidak banyak bicara, dia langsung mengikuti langkah suster yang ada didepannya. Louis menandatangani berkas persetujuan dokter dokter.


Tak berapa lama Vita dipindahkan menuju ruangan operasi. Louis melihatnya sangat sedih, tubuh istrinya masih sangat pucat waktu dipindahkan.


Bodyguard yang disuruh untuk menangap orang yang sudah menikam istrinya datang menghampiri Louis yang sedang menunggu operasi Vita selesai.


"Maaf Tuan, orang yang kami kejar sudah tertangkap" ucap salah satu bodyguard.


"Bawa dia ketempat biasa. Setelah selesai saya akan kesana" jawab Louis tanpa mengalihkan pandangan nya dari pintu ruangan operasi.


"Baik Tuan" jawab bodyguard nya lalu pergi dari sana.


Setelah kepergian dua bodyguard yang memberitahunya, asisten pribadinya datang membawakan pakaian ganti untuk Louis. Pakaian yang dikenakan nya sudah kotor bersimbah darah, karena tadi menggendong tubuh Vita.


Louis membersihkan dirinya setelah melihat Vita keluar ruangan operasi dan dipindahkan keruangan perawatan. Asisten pribadinya sudah mengurus semuanya.


"Kamu bereskan orang itu, buat dia membayarnya duakali lebih kejam dari yang dia lakukan pada istriku" ucap Louis memberi perintah pada asisten pribadinya.

__ADS_1


"Baik Tuan, apa saya harus mengeksekusinya Tuan?" tanya sang asisten pribadinya lagi.


"Lakukan" ucapnya datar.


Lalu asisten pribadinya langsung pergi dari ruangan perawatan Nyonya nya setelah pamit pada Tuan nya. Louis menghampiri Vita yang sedang tertidur.


Ternyata waktu sudah berlalu begitu cepat. Anak-anak pasti menunggunya pulang, Louis tidak mau membuat anak-anaknya cemas. Jadi Louis menghubungi anak-anaknya.


"Halo, dengan siapa?" tanya kepala pelayan.


"Ini saya. Bilang pada anak-anak, saya dan istri saya sedang melakukan perjalanan bisnis. Jadi untuk beberapa hari kedepan tidak pulang, dan ingat jangan membuat anak-anak ku menjadi murung!" ucap Louis memberi perintah pada kepala pelayan


"Baik Tuan. Ada lagi?" ucap kepala pelayan yang sudah tau kondisi yang sebenarnya.


Louis langsung memutuskan sambungan teloponnya. Lalu berjalan menuju brangkar istrinya yang tertidur lelap. Luka dipinggangnya memang cukup dalam dan juga luka sayatan nya juga lumahnya lebar.


Tapi untungnya tidak mengenai organ vital nya, jika itu terjadi entah bagaimana keadaan istrinya saat ini. Mungkin Louis juga akan sangat murka akan hal itu, dengan seperti ini saja pelakunya harus mendapatkan hukuman sangat berat darinya.


Tidak perduli itu wanita atau laki-laki sekalipun. Baginya, yang sudah mengusik kehidupan nya maka bersiaplah mendapatkan akibatnya.


"Honey, maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap Louis sambil mengusap pipi Vita yang masih pucat.


"Istirahat lah, aku akan membuat perhitungan pada orang yang sudah membuatmu seperti ini" ucap Louis sebelum meninggalkan ruangan rawat Vita.


Louis menugaskan beberapa bodyguard untuk menjaga Vita selama dia pergi. Louis menuju tempat dimana orang yang sudah menyakiti orang yang dia cintai.


"Apa yang dia inginkan sebenarnya?" tanya Louis pada orang kepercayaan nya.


"Dia tidak mengatakan apapun Tuan" jawab Dion orang kepercayaan nya.


Louis langsung mempercepat langkahnya untuk menemui orang tersebut. Begitu Louis masuk orang yang berjaga dan sudah menyiksanya langsung membungkukan badannya.


Louis memberi isyarat supaya semua orangnya keluar.


"Sebenarnya apa mau mu?" tanya Louis dengan wajah yang sudah merah padam, menahan amarahnya.


Bukannya menjawab malah tertawa, lalu menatap Louis dengan nyalang.


"Kau sudah membuat kesabaranku habis ******!" bentak Louis sambil mencengkram pipinya dengan sangat kencang.


"Aku tidak mengenalmu, kenapa kamu melakukan ini ini padaku?" ucapnya sambil terbata-bata, menahan sakit dicengkram kuat.


"Kau memang tidak mengenalku! Tapi kau, sudah membuat wanitaku terluka" ucap Louis semakin mencengkram pipinya lebih kuat lagi. Bahkan kuku jarinya sampai melukai pipinya.


"Oh, jadi ****** itu wanitamu? Aku tidak perduli, yang pasti aku sangat membencinya" ucap orang itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sofia.

__ADS_1


"Dia sudah membuatku diceraikan begitu saja tanpa alasan yang jelas. Dan dia sudah menjadi simpanan suamiku selama ini" ucapnya sambil tersenyum sinis.


Louis pasti akan termakan ucapannya jika dia tidak pernah menyelidiki sebelumnya. Louis melepaskan cengkramannya dengan kasar hingga membuat Sofia yang sedang duduk dikursi dengan tangan dan kaki terikat terjungkal hingga dia memekik kesakitan.


"Baji***n kau!" ucap Sofia dengan nafas naik turun menahan sakit dan juga amarahnya.


"Kau tidak akan selamat berada ditanganku ******" ucap Louis lalu bangkit dari duduknya.


Louis memanggil anak buahnya untuk mengeksekusinya. "Beri dia pelajaran yang berharga" ucap Louis sambil menyeringai.


"Apa kami boleh menikmatinya Tuan?" tanya salah seorang dari mereka.


"Lakukan. Buat dia menjerit dan memohon ampun" jawaban Louis tentu sangat membuat anak buahnya menjadi sangat bersemangat.


Mereka semua langsung mendekatinya dengan tatapan laparnya. Sofia begitu ketakutan melihatnya, dia berteriak-teriak minta tolong hingga suaranya habis.


Tapi tidak didengarkan oleh mereka. Akhirnya Sofia digiliri oleh semua anak buahnya Louis yang punya kelainan ***, hingga Sofia tidak sadarkan diri akibat melayani banyak laki-laki.


.


Louis sudah sampai rumah sakit kembali setelah memberi pelajaran pada Sofia.


Ternyata Vita sudah sadar dan sedang diperiksa oleh dokter.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Louis.


"Keadaannya sudah membaik, untung saja lukanya tidak mengenai organ dalamnya. Hanya luka robeknya saja yang lumayan lebar, karena sayatan dari benda tajam" jelas dokter yang menangani Vita.


"Baiklah, kami permisi Tuan, Nyonya" ucapnya sambil berlalu pergi.


"Bagaimana keadaan kamu honey? Apa menginginkan sesuatu?" tanya Louis sambil mengusap pipi Vita.


"Sedikit sakit" jawabnya sambil tersenyum.


"Honey, maafkan aku. Aku tidak bisa menjagamu" ucap Louis sambil memeluk tubuh istrinya yang sedang berbaring.


"Ini bukan kesalahanmu Dad, ini kecelakaan" jawab Vita sambil mengusap kepala Louis.


"Apa yang melakukannya sudah ditangkap Dad?" tanya Vita.


"Hmm, dia sudah mendapatkan hukuman yang setimpal" jawabnya sambil mengecupi seluruh wajah istrinya.


"Apa menginginkan sesuatu?" tanya Louis lagi setelah mengurai pelukannya.


"Tidak Dad. Ngomong-ngomong, apa anak-anak tau jika aku ada disini Dad?" tanya Vita sangat khawatir.

__ADS_1


"Tidak, aku sudah bilang sama Pak Maman supaya bilang pada anak-anak jika kita sedang honeymoon" jawab Louis sambil menampilkan senyuman dibibirnya.


"Apa mereka akan mengerti? Mereka semua masih kecil, mana mengerti dengan istilah honeymoon Dad?" tanya Vita kembali. Dia tidak habis fikir dengan Louis.


__ADS_2